
Para penonton pemuja Shen Long bersorak gembira, mereka memenangkan taruhan sekaligus senang dengan kemenangan Shen Long dalam satu jurus.
Liushan menatap Shen Long dengan bangga sambil melirik ke arah Kimshan dan Lingshan yang terkejut karenanya. Semakin mereka terkejut dan terbelalak, wajah Liushan menjadi semakin bangga. Senyuman manis menghias wajah Liushan setelah kemenangan Shen Long lagi.
Kimshan lalu memerintahkan petarung mogulliannya yang juga berada di tingkat pemurnian semesta untuk menguji Shen Long. Semula petarung itu ragu karena melihat petarung lainnya yang setingkat dengan dirinya telah dikalahkan oleh Shen Long. Namun Kimshan menyebutkan bahwa Shen Long pasti menggunakan trik, sehingga bisa mengalahkan lawannya.
Setelah mempertimbangkan hal itu, petarung mogullian itu pun akhirnya bersedia untuk bertarung. Dia terlihat lebih waspada karena mencurigai Shen Long menggunakan trik untuk mengalahkan lawannya.
Kimshan dan dua petarungnya merasa yakin dengan kekuatan mereka dan mengatakan Shen Long menggunakan trik untuk menang, sementara Ginshan menyipitkan matanya memandang Shen Long.
“Sekejap aku merasakan kekuatannya meledak ketika petarung itu membenturkan pukulannya ke tubuh orang itu. Ini bukan trik.” batinnya.
Ginshan yang memiliki kekuatan tinggi di tingkat Pencerahan Semesta bisa merasakan ledakan kekuatan Shen Long. Namun dia masih belum yakin hanya dengan sekali merasakan.
Kali ini Ginshan terlihat lebih serius memperhatikan pertarungan berikutnya. Dia yang sebelumnya menganggap remeh kekuatan Shen Long, kini lebih serius untuk menonton.
Pertarungan antara petarung Kimshan melawan Shen Long segera di mulai setelah lonceng dibunyikan. Petarung itu tidak serta merta menyerang seperti petarung sebelumnya. Dia mengitari Shen Long sambil diam-diam mengerahkan kekuatan pemurnian semesta miliknya.
“Trik apa yang kamu gunakan?” batin petarung itu sambil menyelidiki Shen Long.
Shen Long menghela nafasnya. “Kamu berniat menyerang atau tidak? Jika tidak silahkan turun dari arena.” kata Shen Long.
Wajah petarung itu menjadi merah padam mendengar perkataan Shen Long. Dia hampir saja terprovokasi oleh kata-kata Shen Long dan bermaksud menyerang. Namun mengingat dugaan trik Shen Long, petarung itu mengurungkan niatnya.
“Bagaimana jika kamu yang menyerang diriku?” Petarung itu berbalik meminta Shen Long untuk menyerang dirinya. Dia berpikir jika Shen Long menyerang, maka triknya pasti akan terlihat.
Tetapi petarung itu salah, Shen Long tidak menggunakan trik. Dengan tersenyum Shen Long bergerak ke arah petarung tersebut namun dia belum mengerahkan kekuatannya.
“Huh, ternyata benar kekuatanmu hanya sebesar itu. Aku akan membongkar trik yang kamu gunakan untuk menang selama ini.” Petarung itu merasa yakin dengan dugaannya.
Petarung itu yakin dengan kekuatannya dia bisa dengan mudah mementalkan Shen Long. Kemudian dia membentuk perisai energi dengan menggunakan kekuatan tangannya menghadang serangan Shen Long.
__ADS_1
Namun matanya terbelalak ketika Shen Long hanya meletakkan telapak tangannya dengan lembut di kedua lengan petarung itu yang menyilang membentuk perisai pertahanan. “Apa-apaan ini?” Petarung itu tertegun.
Bumm! Brakkk!
Hanya sekejap mata ledakan terjadi ketika Shen Long mengalirkan kekuatannya ke telapak tangannya hingga membuat perisai energi petarung itu hancur dan lengannya patah akibat serangan Shen Long.
Tubuh petarung itu melayang ke arah penonton dengan mata terbelalak tak percaya. Dia merasa tubuhnya dihantam dengan palu berkekuatan dahsyat.
Brukk!
Tubuh petarung itu menghantam tribun penonton lalu menyemburkan darah segar dari mulutnya.
Kimshan berdiri seketika, wajahnya terlihat semakin jelek. Demikian juga wajah petarung mogull di sebelahnya. “A-Apa yang terjadi?” Kimshan tergugup tidak mengerti kejadian itu.
Shen Long dalam sekejap meningkatkan kekuatannya kemudian kembali seperti sedia kala. Hanya Ginshan yang memperhatikan itu dengan seksama.
“Ternyata memang bukan rumor omong kosong. Kamu sungguh unik. Hehehe...” gumam Ginshan sambil terkekeh dalam hatinya. Ginshan kini terlihat bersemangat setelah melihat kekuatan Shen Long.
Kimshan menggertakkan giginya melihat kekalahan salah satu petarungnya. “Yongshan, beri dia pelajaran!” teriak Kimshan yang merasa kesal karena kekalahan petarungnya.
Yongshan adalah petarung mogull yang merupakan petarung peringkat satu di arena pertarungan milik Kimshan. Kekuatan Yongshan berada di alam Kebangkitan Semesta. Meskipun dia tidak yakin kekuatan Shen Long, tetapi melihat dia mengalahkan temannya, dia berpikir kekuatan Shen Long tentu berada di atas Pemurnian Semesta.
Shen Long menatap ke arah Kimshan. “Apa kamu masih punya petarung lainnya? Jika tidak, duduklah yang rapi dan nikmati pertarungan selanjutnya. Jangan membuat onar!” cibir Shen Long yang membuat suara tawa meledak dari tribun penonton.
Wajah Liushan pun menyunggingkan senyumannya. “Bukan hanya tatapan matamu yang tajam, tetapi lidahmu juga tajam Shen.”
Wajah Kimshan berubah menghitam mendengar kata-kata Shen Long yang tajam. “Ka-kamu...” Tubuhnya menggigil gemetar rapi menahan amarahnya. “Yongshan, bunuh dia!”
Sebelumnya dia hanya memerintahkan untuk mengalahkan Shen Long, tetapi setelah mendengar kata-kata Shen Long, kini Kimshan memerintahkan Yongshan untuk membunuhnya tanpa ampun.
Yongshan berdiri dan berjalan menuju arena untuk bertarung melawan Shen Long. Wajahnya tegang menatap ke arah Shen Long dengan niat membunuh yang besar.
__ADS_1
“Bagus! Sepertinya kali ini aku bertemu dengan lawan yang cukup membuatku bersemangat.” kata Shen Long.
Yongshan tidak mengindahkan perkataan Shen Long, dia berdiri dengan memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang Shen Long.
Tenggg!
Lonceng berbunyi kembali lalu Yongshan mengerahkan kekuatannya yang berada di Kebangkitan Semesta. Kekuatan Yongshan meledak dan menyebar ke segala arah memberikan tekanan pada penonton. Namun Shen Long tidak sedikitpun merasa tertekan oleh kekuatan Yongshan.
Mata Yongshan kembali berkedut melihat Shen Long berdiri dengan santai di depannya. Namun perintahnya dalah membunuh Shen Long, dia lalu menyerang dengan ganas ke arah Shen Long. Kedua tangannya mengepalkan tinju dan mengarahkan ke dada dan perut Shen Long dengan kecepatan tinggi.
“Terimalah pukulanku!” teriak Yongshan dengan garang.
Bugh! Bugh!
Shen Long menahan serangan Yongshan dengan telapak tangannya setelah dia mengerahkan kekuatan tingkat Kebangkitan Semesta yang seimbang dengan kekuatan lawannya.
Tubuh Yongshan terdorong mundur dua langkah, namun Shen Long masih berdiri di tempatnya berada.
“Cih, ternyata benar kekuatanmu berada di alam Kebangkitan Semesta. Pantas saja kamu dengan mudah mengalahkan temanku,” kata Yongshan dengan wajah mencibir.
“Oh, Benarkah?” Shen Long tersenyum kecil mendengar tebakan dari Yongshan.
Yongshan kali ini kembali menyerang Shen Long dengan bertubi-tubi, namun Shen Long dengan mudah menghindarinya. Wajah Shen Long terlihat tenang dan santai menghindari setiap serangan Yongshan.
“Cepat bunuh orang itu!” teriak Kimshan yang tidak sabaran melihat pertarungan mereka yang telah melewati puluhan jurus.
“Ternyata tuanmu tidak sabaran untuk melihatmu terbunuh.” Shen Long tersenyum geli mendengar teriakan Kimshan.
Yongshan menjadi geram dan menggertakkan giginya sambil terus menyerang Shen Long. Dia tidak percaya jika tidak bisa menyentuh Shen Long, jurusnya semakin lama semakin garang dan meningkat kuat.
Bumm!
__ADS_1
Ledakan terdengar ketika Shen Long memutuskan untuk tidak memperlama pertarungan mereka.