
Jendral iblis MongFu tidak mengerti mengapa jendral iblis MongXian bisa dikalahkan oleh seorang manusia.
Namun melihat keseriusan masalah ini, iblis MongFu memandang tajam ke arah jendral MongGun.
“MongFu, dunia manusia kini tidak memiliki seorang pemimpin sekte. Apakah kamu atau aku yang akan menjadi pemimpin mereka?”
Sebenarnya jendral MongGun ingin agar jendral MongFu yang mengisi kekosongan pemimpin sekte Iblis Neraka di dunia manusia. Jendral iblis MongGun ingin melihat sejauh mana manusia itu akan bertindak melawan jendral iblis MongFu. Sekaligus jendral MongGun ingin menyelidiku hal itu.
Sedangkan jendral iblis MongFu dalam hatinya sangat gembira apabila bisa memimpin sekte Iblis Neraka di dunia manusia, dia tidak menyukai berada di dunia bawah yang sepi dan lemah. Jendral iblis MongFu merasa dunia manusia lebih menarik.
“Aku menerima menjadi pemimpin sekte di dunia manusia. Kapan aku bisa memulainya?” tanya jendral iblis MongFu dengan antusias.
“Hari ini pun kamu bisa pergi memimpin sekte Iblis Neraka di dunia manusia.” sahut jendral iblis MongGun.
“Hahaha... baiklah. Aku akan pergi melihat-lihat dunia manusia terlebih dahulu.” katanya dengan tertawa senang.
Jendral iblis MongFu dengan perasaan senang berjalan keluar dari Istana Iblis Langit menuju dunia manusia.
“Kamu harus bisa mengalahkan manusia itu. Aku akan datang membantumu saat diperlukan,” batin jendral iblis MongGun
Wajah jendral iblis MongGun tampak menyeringai licik melihat kepergian jendral iblis MongFu.
Setelah jendral iblis MongFu pergi, dua orang mogull itu mendatangi jendral iblis Monggun. “Lanjutkan saja! Kita tinggal menarik keuntungan saat pertarungan mereka nantinya.” pesan jendral iblis MongGun pada mereka berdua.
“Siap jendral!” Kedua mogull itu memberi hormat lalu pergi untuk mengintai keadaan di dunia manusia.
\=====
Di dunia bawah JiangMo dan TangMo telah tiba di Lembah Cakar Naga. Mereka berdua terkejut ketika aura energi kegelapan di tempat itu semakin menipis.
“Apa yang telah terjadi?”
Mereka lalu berkeliling memeriksa keadaan di sekitar Lembah Cakar Naga. Di tengah-tengah batu cakar, tampak para mogullon sedang menggali tanah dengan perasaan tertekan, sementara tampak para penghuni dunia bawah yang tidak terpengaruh juga bekerja menggali tanah di tempat lain di Lembah Cakar Naga.
__ADS_1
Tanah di Lembah Cakar Naga sangat keras, jadi sulit untuk bisa menggali dengan cepat. Para penghuni dunia bawah sudah mengerjakan itu selama kurang lebih tiga tahun terakhir tapi hanya bisa beberapa meter kedalaman yang dikerjakan.
Raja Naga yang menyegel gerbang itu benar-benar menggunakan seluruh kekuatannya bahkan mengorbankan salah satu cakarnya untuk menutup gerbang neraka itu agak tidak bisa dibuka kembali meskipun digali oleh siapapun.
“TangMo, aku merasa aura kegelapan di tempat ini semakin menipis. Bagaimana menurutmu?” tanya JiangMo.
“Kakak, energi kegelapan ini seharusnya untuk melindungi Lembah Cakar Naga ini. Sebelumnya aku tidak merasakan tekanan sekuat ini. Tapi sekarang sepertinya tekanan di lembah ini semakin lama semakin menguat.” sahut TangMo.
“Benar, akupun merasa sedikit menggigil karena tekanan ini.” kata JiangMo
Karena Shen Long menarik kekuatan energi kegelapan di Lembah Cakar Naga itu kemudian mengolahnya dengan energi naga menghasilkan kekuatan untuk meningkatkan energi dewa naganya.
Kekuatan yang dihasilkan oleh peningkatan itu memberikan tekanan ke sekitar Lembah Cakar Naga yang secara perlahan semakin lama semakin kuat.
Para Mogullon dan penghuni dunia bawah yang bekerja merasa gelisah oleh tekanan itu. Tubuh mereka secara tidak sadar menggigil ketakutan dan buku kuduk mereka berdiri hingga keluar keringat dingin.
Sementara itu para iblis alam neraka yang menjaga tempat itu pun telah merasakan kegelisahan dan perlahan menjauhi Lembah Cakar Naga.
JiangMo dan TangMo tidak luput merasakan tekanan itu. Mereka lalu mengerahkan kekuatan mereka untuk melawannya. Mata mereka berkedut karena mereka harus menaikkan terus kekuatan mereka untuk melawan sekatanan itu.
Akhirnya mereka mengerahkan seluruh kekuatan mereka di alam Pencerahan Semesta. Hanya dengan mengerahkan seluruh kekuatan barulah mereka bisa bergerak dengan tenang mencari sumber masalah tersebut.
Mereka lalu memeriksa setiap jengkal dari Lembah Cakar Naga sampai akhirnya mereka terbang ke atas untuk memeriksa dari atas.
Tiba-tiba mereka terkejut melihat sosok yang duduk bermeditasi di salah satu bagian teratas dari batu cakar itu.
“Kakak, lihat itu!” TangMo akhirnya menemukan Shen Long.
Wajah kedua iblis itu terlihat jelek ketika melihat apa yang dilakukan oleh Shen Long.
“Ba-Bagaimana manusia bisa berada disini? Bagaimana dia bisa menarik energi kegelapan?” JiangMo terkejut
“Benar kak. Kecuali dia memiliki kekuatan iblis di tubuhnya.” sahut TangMo
__ADS_1
“Mari kita mendekat!”
JiangMo dan TangMo segera meluncur turun ke tempat Shen Long bermeditasi. Lalu dengan tatapan tajam mereka berusaha mengenali wajah dari Shen Long yang masih tetap santai dan tenang melakukan meditasinya.
“Hei, siapa kamu? Apa yang kamu lakukan di tempat ini?” Teriak TangMo pada Shen Long
Shen Long terdiam tidak menjawab teriakan TangMo. Dia masih asik terus menyerap energi kegelapan di tempat itu.
“Hentikan! Apa maksudmu ini?” JiangMo turut membangunkan Shen Long.
Teriakan kedua iblis itu tidak diindahkan oleh Shen Long. Shen Long masih menikmati penyerapan energi kegelapan itu.
“Kurang ajar! Kamu benar-benar tidak mempedulikan kami.” JiangMo tampak menggeram karena kata-katanya tidak didengarkan oleh Shen Long.
JiangMo dan TangMo segera mengerahkan kekuatan puncak Pencerahan Semesta miliknya. Mereka bersiap untuk menyerang ke arah Shen Long.
Sebelum mereka mulai menyerang, hawa membunuh tiba-tiba muncul dari tubuh Shen Long dan menekan tubuh kedua iblis itu. Shen Long lalu membuka matanya dan melihat kedua iblis itu dengan tatapan tajam.
Kedua iblis itu merasa menggigil gemetar dengan rapi saat melihat tatapan Shen Long yang memancarkan hawa membunuh. Mereka berpikir keras untuk menyerang Shen Long, namun demi kekuatan para iblis alam neraka.
“Ayo kita serang dia bersama-sama.” kata JiangMo mengajak TangMo.
Mereka pun berdua segera menyerang dengan kecepatan kilat ke arah Shen Long yang masih duduk di atas batu cakar itu.
Wusshh...
Shen Long melambaikan tangan kirinya menghantam tubuh JiangMo dan membuatnya terpelanting hingga turun dari batu cakar tersebut. Dari mulut JiangMo meneteskan darah segar akibat dari serangan ringan Shen Long tadi.
TangMo yang tadinya ingin menyerang bersama JiangMo merasakan lulutnya goyah setelah melihat Shen Long mementalkan tubuh JiangMo hanya dengan lambaian ringan.
“Sini kamu!”
Shen Long mengangkat tangan kanannya menyegel gerakan TangMo dengan kekuatannya, kemudian dia menarik tubuh TangMo di udara yang kemudian melayang tanpa bisa bergerak mendekati Shen Long.
__ADS_1
Keringat dingin mengucur dari sekujur tubuh TangMo, wajahnya gelap tidak bisa melakukan apa-apa. “Ampun, lepaskan aku!” teriak TangMo.