
Shen Long kemudian tidak mengetahui dirinya berada dimana. Sekelilingnya gelap, tubuhnya seakan-akan melayang di kegelapan itu.
Tiba-tiba sebuah cahaya muncul di depannya yang cukup hangat namun menyilaukan mata. Shen Long tidak bisa menatapnya secara langsung. Dia hanya menundukkan kepalanya tanpa menoleh ke arah cahaya tersebut.
“Kaisar Langit Shen Long” sebuah suara muncul dari cahaya tersebut.
“Siapa yang berbicara denganku?” tanya Shen Long
“Aku disebut Kaisar Dewa Cahaya oleh para dewa dunia langit” sahut suara itu.
Suara itu terdengar dari cahaya tersebut. Setelah mendengar hal itu Shen Long lalu memberi hormat padanya
“Leluhur. Ada apa denganku ini. Dimana tempat ini?” tanya Shen Long pada Kaisar Dewa Cahaya
“Ini adalah Alam Maya. Alam Maya ini sangat luas tidak memiliki batasan” sahut Kaisar Dewa Cahaya.
“Kamu disini karena aku memanggilku kemari” lanjut Kaisar Dewa Cahaya
Wajah Shen Long sedikit bingung, dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Kaisar Dewa Cahaya memanggilnya ke Alam Maya.
“Ada apa Leluhur memanggilku kemari?” tanya Shen Long
“Kamu sudah tiga kali melakukan kesalahan turut campur dalam urusan manusia di dunia manusia. Sebagai Leluhur, Aku harus memberimu peringatan” kata Kaisar Dewa Langit pada Shen Long
Mata Shen Long berkedut setelah mendengar penjelasan dari Kaisar Dewa Langit padanya. Dia tidak merasa berbuat kesalahan berdasarkan hati nuraninya.
“Leluhur, aku hanya menjalankan apa yang menurut hati nuraniku benar” sahut Shen Long membela dirinya.
“Meskipun demikian, sebagai Kaisar Langit kamu tidak boleh campur tangan dalam takdir dan nasib manusia” kata Kaisar Dewa Cahaya dengan nada marah.
“Biarkan manusia menyelesaikan urusan mereka sendiri di dunia manusia” lanjut Kaisar Dewa Cahaya.
Shen Long tersenyum mendengar jawaban dari Kaisar Dewa Cahaya itu.
“Apakah Leluhur lupa? Aku juga seorang manusia. Jadi aku juga punya hak untuk memilih dan menyelesaikan urusan dunia manusia” sahut Shen Long kembali membela dirinya.
__ADS_1
“Meskipun kamu manusia, kamu sekarang adalah seorang Kaisar Langit. Kamu tidak boleh sembarangan menggunakan kekuatan Dewamu di dunia manusia” kata Kaisar Dewa Cahaya menjadi tambah marah karena berpaku pada aturan Langit.
Mendengar aturan Langit yang menurut Shen Long tidak adil bagi manusia, dia segera menyahut kembali.
“Jika demikian Aturan Langit, maka aku akan menentangnya sebagai manusia. Aku berhak memutuskan apa yang aku lakukan di dunia manusia sesuai hati nuraniku” sahut Shen Long kembali dengan bersikeras
Cahaya di depannya tampak makin membesar dan panas, menandakan Kaisar Dewa Cahaya tidak bisa langi menahan amarahnya dengan jawaban Shen Long.
“Baiklah, jika kamu lebih memilih untuk menjadi manusia daripada menjalankan tugas sebagai Kaisar Langit. Maka aku memberikan hukuman padamu sebagai peringatan untukmu.” kata Kaisar Dewa Cahaya.
Wajah Shen Long tampak tegang mendengar kata-kata Kaisar Dewa Cahaya, dia tidak menyangka Aturan Langit akan menghukum dirinya yang telah melakukan hal yang menurut hati nuraninya benar.
“Aku akan menyegel kekuatan Dewa di tubuhmu dengan 999 segel dewa. Kamu akan menjadi manusia biasa sesuai pilihanmu sendiri” kata Kaisar Dewa Langit selanjutnya.
Mata Shen Long berkedut mendengar hal itu. Hukuman itu terlalu kejam menurutnya. Namun Shen Long tidak menyerah, dia pernah menjadi manusia biasa di sebagian besar hidupnya.
Dia menerima hal itu, sebagai laki-laki yang bertindak dengan hati nurani dia tidak merasa takut akan hukuman apapun.
Tiba-tiba cahaya tersebut menyambar tubuhnya dan menyinari seluruh tubuhnya. Shen Long merasa sumber energi dewanya melemah dan 999 titik energi di tubuhnya tersegel oleh kekuatan Langit
“Pergilah menerima hukumanmu di dunia manusia” teriak Kaisar Dewa Cahaya.
Setelah itu Shen Long merasakan tubuhnya terlempar jatuh hingga tak sadarkan diri.
Ketika sadar, dia merasa tubuhnya jatuh di sebuah pinggir sungai entah di wilayah mana. Dia memperhatikan sekitarnya untuk mencari sesuatu yang bisa mengingat tempat tersebut.
Dia merasa apa yang di alami seperti mimpi, kemudian dia mencoba mengerahkan kekuatan Dewa nya, namun tubuhnya tidak bisa menghimpun dan mengerahkannya.
“Sial, ini bukan mimpi. Kekuatan Dewaku masih ada namun aku tidak bisa membangkitkan dan mengerahkannya. Kekuatanku benar-benar tersegel” gumam Shen Long kesal dalam hatinya.
Meskipun tidak bisa mengerahkan kekuatan Dewanya, Shen Long mencoba memanggil Pendeta Agung dengan kekuatan pikirannya.
“Yang Mulia, ada apa memanggilku” tiba-tiba Pendeta Agung muncul di depan Shen Long
Pendeta Agung merasakan sesuatu yang berbeda dalam tubuh Shen Long lalu memeriksanya.
__ADS_1
“Yang Mulia, mengapa kekuatan dewamu tersegel sebanyak 999 buah segel dewa? Siapa yang melakukannya?” tanya Pendeta Agung padanya.
Shen Long kemudian menceritakan keseluruhan cerita hingga pertemuannya dengan Kaisar Dewa Cahaya.
Pendeta Agung kemudian menghela nafasnya setelah mendengar cerita dari Shen Long.
“Yang Mulia, meskipun tubuhmu telah tersegel sebanyak 999 buah, dan kamu tidak bisa mengerahkan kekuatan Dewa. Tubuhmu saat ini tak ubahnya seperti dewa dunia langit yang baru lahir berada di kekuatan tembaga bintang 1.” kata Pendeta Agung
“Kekuatan ini di dunia manusia setingkat dengan kekuatan alam dewa tingkat Dewa Manusia. Yang Mulia harus berhati-hati dan menjaga diri tuan” lanjut Pendeta Agung
“Bagaimana pengejaranmu terhadap iblis Mo Shi?” tanya Shen Long
“Setelah mengikuti segel pelacak yang tuan berikan, kami menemukan Mo Shi pergi ke Kekaisaran Tengah, namun saat kami sudah berada di dekat mereka. Kekuatan segel pelacak itu menghilang” sahut Pendeta Agung.
“Menghilang? Kenapa bisa?” tanya Shen Long
“Segel itu diaktifkan oleh kekuatan Yang Mulia yang membuatnya. Ketika kekuatan Yang Mulia tersegel, maka energi segel tersebut juga melemah dan menjadi tidak aktif” sahut Pendeta Agung.
“Lalu bagaimana mengaktifkannya kembali?” tanya Shen Long.
“Satu-satunya cara adalah dengan mengembalikan kekuatan dewa Yang Mulia. Namun membuka 999 segel dewa oleh Kaisar Dewa Cahaya sangatlah sulit.” sahut Pendeta Agung.
“Bagaimana membuka segel tersebut?” tanya Shen Long dengan wajah yang sedih karena apa yang dia lakukan untuk melacak keberadaan Iblis menjadi sia-sia karenanya.
“Hanya ada dua orang yang bisa membuka kekuatan segel dewa tersebut” kata Pendeta Agung.
“Siapa orang itu? Aku akan berusaha untuk mencarinya agar bisa membuka segel ini dan segera melenyapkan para iblis tersebut” sahut Shen Long setelah merasa ada harapan
“Pertama adalah Kaisar Dewa Cahaya itu sendiri, namun tidak mungkin memintanya membebaskan segel yang dia buat sendiri untukmu” sahut Pendeta Agung
Shen Long menghela nafasnya mengangguk menyetujui hal itu.
“Satu lagi adalah Kaisar Dewa Iblis yang kekuatannya setingkat dengan Kaisar Dewa Cahaya” lanjut Pendeta Agung.
Mata Shen Long berkedut mendengar nama terakhir, kedua hal itu sama-sama sulit untuk membantunya. Tidak mungkin dia minta pada Kaisar Dewa Iblis membuka segelnya untuk membasmi para iblis bawahannya.
__ADS_1