Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
Masa Rehat 3 | Permohonan terakhir Yun Mei


__ADS_3

“Shen, aku berharap bisa bertemu dan menjadi istrimu lagi di kehidupanku selanjutnya” gumam Yun Mei di saat terakhir kematiannya


Ingatan itu terekam jelas dalam benak Yun Mei saat dia terbangun di sebuah padang ilalang yang setinggi tubuhnya.


“Dimana aku? Apakah aku sudah mati?” gumam Yun Mei


Dia melihat sekelilingnya namun tidak menemukan siapapun di sekitarnya. Kemudian dia berjalan menyusuri padang ilalang itu hingga dirinya menemukan sebuah jembatan di atas jurang yang tidak tampak dasarnya.


Dia melihat kembali ke sekelilingnya yang hanya sebuah dataran tandus dengan padang ilalang tinggi yang baru saja di laluinya. Hanya jembatan itu yang tampak menarik perhatiannya. Langit berwarna kekuningan tanpa awan sejauh mata memandang.


“Apakah aku harus menyeberangi jembatan ini?” gumamnya.


Meskipun ragu, dia tetap memilih untuk menyeberangi jembatan itu karena di dataran itu dia tidak melihat hal lain lagi.


Dengan perlahan Yun Mei berjalan menyebrangi jembatan tersebut, hatinya merasa cemas dengan hal itu.

__ADS_1


“Shen, tolong aku. Dimanakah aku ini” gumamnya dalam hati memohon pada Shen Long meskipun dia tahu Shen Long mungkin tidak mendengar kata-katanya.


Tiba di ujung jembatan dia melihat sebuah jalan setapak yang menyilang dari kiri ke kanan.


Tak lama berselang, sebuah kereta kuda datang dan berhenti di depannya. Kemudian turun seseorang berbadan tinggi kekar berambut panjang dengan wajah yang cukup seram membawa sebuah buku dan melihat isinya.


“Kamu Yun Mei?” tanya orang itu dengan tatapan tajam padanya.


“Be...Benar. Aku Yun Mei” sahut Yun Mei tergagap karena ketakutan pada orang itu.


Di dalam kereta telah duduk 3 orang yang tampak seperti dirinya, berpakaian serba putih. Dua orang tua dan seorang bocah berumur dibawah sepuluh tahun tampak duduk tanpa saling berbicara.


Yun Mei menjadi ragu sejenak, tetapi dia merasa tidak punya pilihan lain. Dia tidak mengetahui dimana dia berada saat ini.


Akhirnya dia pun mengikuti ajakan orang itu dan masuk duduk ke dalam kereta kuda tersebut. Ketika duduk di dalam kereta dan pintu kereta di tutup, kereta itupun melaju dengan kencang di jalan setapak itu.

__ADS_1


Kereta itu menuju sebuah bangunan yang berwarna putih dan tampak tinggi sekali. Bisa di katakan bangunan berbentuk rumah itu layak disebut rumah raksasa. Di depan pintu itu terdapat dua orang penjaga berwajah seram yang setinggi pintu tersebut.


Kereta itu berhenti di depan sebuah pintu besar yang seukuran 5 kali tinggi manusia dewasa. Kemudian mereka berempat disuruh turun untuk memasuki pintu tersebut. Meskipun ragu, Yun Mei tetap mengikuti perintah orang tersebut dan memasuki pintu itu yang terbuka saat dirinya dan ketiga orang itu turun.


Saat memasuki pintu itu, Yun Mei berada di dalam aula yang sangat luas dan melihat beberapa orang telah berbaris di depan seorang yang berbadan lebih besar dari penjaga di depan pintu sedang duduk di atas singgasananya.


Orang itu adalah Raja Yama Penguasa Alam Reinkarnasi yang bernama Yanluo Wang.


Yun Mei pun turut berbaris bersama yang lainnya untuk menunggu giliran. Dia melihat orang-orang itu yang berbaris diadili kemudian di kirim selanjutnya ke dalam dua buah pintu disamping Raja Yama, Yanluo Wang.


“Apakah ini pengadilan setelah mati?” gumam Yun Mei menunggu giliran.


Setelah satu persatu barisan maju, tiba giliran Yun Mei berhadapan dengan Raja Yama Yanluo Wang.


Raja Yama Yanluo Wang menyipitkan matanya melihat Yun Mei, “Selama hidupmu telah banyak berbuat baik. Aku mengabulkan permohonan terakhirmu. Pergilah!” sahut Raja Yama singkat pada Yun Mei.

__ADS_1


Yun Mei lalu di antar ke sebuah pintu yang setelah di buka mengeluarkan cahaya yang sangat terang, lalu dirinya diantar memasuki pintu tersebut.


__ADS_2