Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 399 | Loka No 1


__ADS_3

NingYue masih memegang tangan Shen Long dengan erat saat tubuh mereka terserap masuk ke dalam dimensi ruang dan waktu tersebut. Portal itu langsung mengirimkan tubuh mereka menuju ke Loka nomor 1 yang terletak paling dekat dengan Matahari.


Dalam pikiran Shen Long, dengan semakin dekat ke Matahari maka sumber energi cahaya akan semakin besar. Sehingga dia bisa dengan cepat untuk menyerap energi cahaya di Loka tersebut.


\======


Dunia manusia di Loka nomor satu, terdapat kota kecil yang cukup padat penduduknya. Di dekat kota kecil itu terdapat sebuah danau yang terletak di tengah hutan. Danau itu airnya berwarna biru bening, dan disekitarnya terdapat pepohonan yang cukup lebat. Di danau tersebut banyak terdapat bebatuan yang mengelilingi sepanjang pinggiran danau.


Tampak seorang wanita cantik tengah membersihkan tubuhnya dan berendam di pinggir danau sementara beberapa orang wanita berdiri di atas danau sekitarnya dengan tatapan tajam mengamati sekelilingnya untuk menjaga wanita tersebut.


Wanita itu menikmati cahaya matahari pagi yang bersinar terang sementara dia membersihkan badannya di pinggiran air danau yang jernih itu.


Setttthhh... Byurrr...


Tiba-tiba sebuah lingkaran hitam muncul di atas kepala wanita tersebut, lalu muncul dua sosok yang jatuh dari lingkaran itu dan tercebur ke dalam danau. Air danau terpercik mengenai wajah wanita itu yang masih tertegun dengan mata tak berkedip melihat ke arah jatuhnya Shen Long dan NingYue.


Shen Long yang pertama muncul ke permukaan air danau lalu melihat ke sekelilingnya. Mata Shen Long kemudian menatap ke arah wanita itu dengan tatapan mata yang juga tak berkedip melihat tubuh wanita tanpa busana di depannya. Kedua mata Shen Long dan wanita itu saling bertatapan tanpa bereaksi. Kedua orang itu seperti membeku sesaat.


“Aahh!” NingYue tiba-tiba menghela nafas dengan suara keras ketika muncul ke permukaan air danau. Kemunculannya berada di antara Shen Long dan seorang wanita tanpa busana yang berdiri saling menatap tanpa berkedip.


“KYAAAA!”


Sesaat kemudian wanita itu akhirnya tersadar sambil menutup dadanya dengan kedua tangan lalu menceburkan dirinya masuk ke dalam air danau hingga hanya menampakkan kepala yang masih berada di atas permukaan air danau dengan wajah yang bersungut kesal. Sementara wajah Shen Long seketika menjadi merah karenanya.


NingYue melirik ke arah Shen Long dengan tatapan sedikit kesal setelah melihat perubahan wajah Shen Long yang memerah dan masih terpaku disana.

__ADS_1


“Ada apa tuan putri?”


Kemudian segera bermunculan para pengawal wanita yang mendengar teriakan dari putri tersebut. Tampak enam orang pengawal wanita yang terkejut telah menghunus pedang mereka dan mengacungkan kepada Shen Long dari atas danau.


“Katakan siapa kalian?” teriak salah satu pengawal yang sepertinya pemimpin dari mereka dengan wajah marah melihat Shen Long dan NingYue yang berada di depan putri mereka.


“Ambilkan pakaianku!” Teriak putri itu seketika pada para pengawalnya karena malu.


Seorang pengawal segera mengambil pakaian untuk menyerahkan ke pada tuan putri mereka.


Tanpa diberitahu, Shen Long memutar tubuhnya berbalik arah agar tidak melihat tuan putri itu mengenakan pakaiannya. Demikian juga dengan NingYue yang juga berbalik arah melihat ke arah yang berlainan.


Wanita cantik yang melihat kedua orang di depannya berbalik lalu menghela nafas dan berdiri mengambil pakaian dari tangan seorang pengawalnya kemudian mengenakannya.


NingYue terkejut karena bahasa yang digunakan oleh mereka sama dengan bahasa dari Loka asalnya. NingYue kemudian berbalik ke arah putri tersebut. “Maaf putri, kami datang dari jauh dan tidak sengaja terlempar ke tempat ini.” sahutnya.


Shen Long pun akhirnya berbalik dan berjalan mendekati NingYue perlahan.


Melihat tidak ada maksud jahat dari Shen Long dan NingYue, putri itupun naik ke permukaan tanah dan memerintahkan pengawalnya untuk menurunkan senjata mereka. Shen Long dan NingYue pun perlahan berjalan ke pinggir danau dan turut naik ke permukaan tanah yang tak jauh dari putri tersebut.


Setelah berada di atas permukaan tanah, para pengawal wanita segera berdiri di sekitar putri melindunginya. Namun Shen Long dan NingYue tidak mempedulikan hal itu. Mereka kemudian mengerahkan kekuatan masing-masing memanasi tubuh untuk mengeringkan pakaian mereka yang basah.


“Putri, jika boleh tahu. Dimanakah ini?” tanya NingYue kemudian


Putri itu menatap mata NingYue dan melihat wajahnya yang serius. “Kamu benar-benar tidak tahu tempat ini?”

__ADS_1


“Maaf putri, kami benar-benar terjatuh di tempat ini tanpa sengaja.” timpal Shen Long sambil memberi hormat padanya.


Putri itu kemudian menyingkirkan pengawalnya yang menghalangi dirinya untuk melihat Shen Long dan NingYue. Kemudian dia tersenyum dengan manis pada mereka. “Kalian berada di kerajaan Dao. Perkenalkan aku putri Dao Lin.” kata putri tersebut.


Shen Long dan NingYue pun memperkenalkan diri mereka sambil tersenyum dan memberi hormat.


Karena hari sudah mulai siang, putri kemudian mengajak mereka berdua untuk pergi ke kota kecil yang berada tak jauh dari tempat mereka.


Di luar hutan, telah menunggu sebuah kereta kuda yang cukup untuk empat orang di dalamnya. Dan di sekitar kereta itu juga tampak beberapa kuda yang ditambatkan.


Kusir kereta segera menyambut putri Dao Lin dan mempersilahkannya untuk naik ke atas kereta. “Kemarilah dan duduk bersamaku di dalam.” ajak putri Dao Lin kemudian.


“Putri!” Para pengawalnya berteriak mengingatkan putri Dao Lin dengan mata melotot.


Shen Long dan NingYue merasa canggung dengan hal itu mereka kemudian melihat kuda milik para pengawal yang di tambatkan. “Putri, jika berkenan. Biarkan kami meminjam kuda tersebut dan mengikutimu.” sahut NingYue.


Pengawal wanita yang mendengar jawaban NingYue merasa lega. Mereka tidak ingin orang tak dikenal berada di dekat putri yang mereka kawal. Bagaimanapun mereka harus berhati-hati terhadap siapapun yang ditemui oleh putri yang mereka kawal.


“Baiklah, biarkan pengawalku memberimu dua kuda untuk mengikuti kami.” kata putri Dao Lin.


Mereka pun bergegas pergi dari tempat itu dengan kereta kuda dan empat orang pengawal mengikuti dengan berkuda bersama NingYue dan Shen Long, sementara dua orang pengawal lainnya duduk di dalam kereta bersama putri Dao Lin.


Kereta kuda itu meluncur melewati kota kecil itu dan langsung menuju ke sebuah Istana yang terletak di dalam benteng yang tinggi kokoh mengelilinginya. Istana itu tampak megah sekali dengan bangunan yang berwarna putih dan dihiasi warna kuning keemasan di setiap sudutnya dengan indah.


Istana kerajaan Dao, merupakan salah satu kerajaan kecil yang terletak di dunia manusia Loka nomor 1.

__ADS_1


__ADS_2