
Dao Lin yang mendapatkan misi untuk kelangsungan kerajaan Dao berjalan perlahan dengan detak jantung kencang menuju ke kamar NingYue dan Shen Long. Dia tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa memenuhi harapan dari kerajaannya itu.
“Nona Ning, Tuan Shen, Apakah kalian masih beristirahat?”
Di dalam kamar, tampak NingYue berbaring di atas ranjang sementara Shen Long bermeditasi di atas kursi. NingYue kemudian melompat begitu mendengar kedatangan Dao Lin.
“Nona Dao, ada apa ya?” NingYue membukakan pintu menemui Dao Lin.
Dao Lin menoleh ke dalam kamar dan matanya tampak mencari keberadaan Shen Long. “Apakah tuan Shen sedang beristirahat?”
“Oh, suamiku sedang beristirahat. Apakah kamu bermaksud mencari suamiku, nona Dao?” tanya NingYue menyipitkan matanya.
“Iya, Eh. Tidak. Maksudku, aku ingin mengajak kalian berdua untuk berjalan-jalan keliling kota kecil Daosen. Malam ini akan ada festival di tengah kota itu.” kata Dao Lin.
“Hm, baiklah. Kamu akan segera bersiap, kamu akan menemuimu sebentar lagi.” sahut NingYue yang kemudian menutup pintu kamarnya kembali.
Hati Dao Lin sedikit malu, namun dia harus bersabar untuk bisa mendapatkan perhatian dari Shen Long. Dia pun berjalan menuju keluar halaman untuk menyiapkan kereta kuda untuk mereka.
NingYue di dalam kamar mempersiapkan dirinya untuk pergi. “Shen, nona Dao mengajak kita berjalan-jalan ke kota Daosen. Apakah kamu akan ikut?”
Shen Long yang telah mendengar percakapan mereka segera berdiri sambil menganggukkan kepalanya. “Aku akan pergi. Aku juga ingin melihat keadaan di sekitar kerajaan ini. Waktu kita sangat sempit.”
“Baiklah, mari kita pergi!” ajak NingYue.
__ADS_1
NingYue pun langsung merangkul lengan Shen Long ketika mereka keluar dari dalam kamar. “Nona Ning, apa-apaan ini? Apakah tidak bisa biasa-biasa saja tanpa merangkulku?”
Mata Shen Long berkedut merasa agak risih dengan rangkulan NingYue yang terlalu dekat hingga lengannya merasa dihimpit oleh dua gundukan lembut yang membuat wajahnya menjadi merah.
“Kita menyamar sebagai pasangan suami istri, apakah kamu lupa? Atau kamu ingin direbut oleh wanita-wanita cantik di kerajaan ini?” tanya NingYue dengan senyum genit di wajahnya. NingYue juga merasa ini kesempatan baginya untuk bisa lebih dekat dengan Shen Long.
Mendengar alasan NingYue, Shen Long hanya bisa menghela nafasnya. Dia dengan pasrah menerima perlakuan mesra dari NingYue padanya.
Mereka pun berangkat menuju kota kecil Daosen dengan menggunakan kereta kuda bersama Dao Lin. Di dalam kereta wajah Dao Lin menjadi merah saat mencuri pandang ke arah Shen Long, namun Shen Long yang mengetahui hal itu menjadi tidak enak hati dan mengalihkan pandangannya ke arah luar kereta. Hal ini juga diketahui oleh NingYue yang sedikit merasa jijik melihat mata Dao Lin yang sesekali melirik ke arah Shen Long.
“Nona Dao, apa yang terjadi di kerajaan Dao ini? Mengapa aku tidak melihat ada seorang pria pun di sini?” NingYue memulai pembicaraannya.
Dao Lin kemudian menceritakan kisah tentang kerajaan Dao sejak jaman peperangan hingga saat ini. Dia juga menceritakan tentang kutukan yang terjadi di kerajaan Dao sehingga mereka tidak bisa mendapatkan keturunan laki-laki lagi.
“Jadi, satu-satunya cara untuk menghilangkan kutukan itu, kerajaan harus menemukan seorang dari langit yang akan memberikan keturunan laki-laki?” NingYue mempertegas kembali
Dao Lin menganggukkan kepalanya sambil menunduk, dia merasa malu mendengar hal itu. Namun dia merasa hal itu harus dijelaskan terlebih dahulu agar Shen Long bersedia membantu kerajaan Dao.
Kedua alis mata NingYue berkedut memikirkan hal itu. Dia tidak menyangka kedatangan mereka ke Loka nomor 1 ini telah diramalkan oleh tetua kerajaan Dao. Dan mereka berdua memang muncul dari langit saat datang kemari.
“Ah, keadaan ini menjadi sangat rumit.” batin NingYue sambil melihat ke arah Shen Long yang terlihat enggan untuk mendengar kisah tersebut.
Memikirkan kisah tentang kerajaan Dao, NingYue menyadari mengapa orang-orang di istana kerajaan melihat ke arah Shen Long seperti sedang melihat makanan termasuk Ratu Dao. Namun dia melihat Dao Lin ini sedikit berbeda dari yang lainnya. Meskipun Dao Lin kelihatan menyukai Shen Long, namun dari tatapan matanya tidak seliar wanita lain di istana kerajaan Dao.
__ADS_1
“Wanita ini pasti masih suci.” batin NingYue melihat ke arah Dao Lin.
NingYue adalah ras dewa dunia langit dari Loka 888 dan murid dari Pendeta Agung sehingga diapun menjaga kesuciannya. Meskipun di Loka 1 ini dia berperan sebagai istri Shen Long, namun dia sendiri tetap menjaga dirinya dengan baik.
“Kita sudah hampir sampai di kota Daosen.” kata Dao Lin dengan senyum manis melihat ke arah kota Daosen yang kecil.
Mereka pun turun dari kereta kuda setelah memasuki gerbang kota dan berhenti di depan sebuah penginapan di kota kecil itu.
Tampak di sekeliling mereka para penduduk kota kecil Daosen berjalan lalu lalang di jalanan dari tua hingga anak-anak dan yang semuanya adalah wanita. Ketika putri Dao Lin turun dari kereta, semua orang memandang ke arahnya. Putri Dao Lin adalah putri tercantik dari kerajaan Dao yang merupakan idola dari semua wanita di kerajaan Dao.
Kemudian turun NingYue yang juga tak kalah cantiknya menemani Dao Lin dan membuat wajah para wanita di kota itu menjadi merah melihat dua bidadari turun dari kereta kuda itu.
Jreng!
Ketika Shen Long turun, seluruh mata di kota itu beralih padanya. Semua kegiatan yang sedang berlangsung tiba-tiba berhenti seakan-akan waktu berhenti saat melihat seorang lelaki tampan turun dari kereta kuda yang masih berusia muda.
Para wanita tua dan muda menatap ke arah Shen Long dan merasakan seperti mendapatkan hembusan angin segar ke arah mereka. Mata mereka bercahaya seperti melihat setitik air saat mereka tengah kehausan. Bahkan ada yang terlalu emosional hingga meneteskan air mata melihat ke arah Shen Long.
NingYue dan Dao Lin tertegun melihat pemandangan ini. Mereka tidak menyangka mengajak Shen Long ke kota kecil Daosen seperti mengajak seorang perjaka ke kandang penyamun perempuan.
Shen Long sedikit mengkerutkan keningnya ketika semua mata sontak memandang ke arah dirinya, dia merasa ini pertama kalinya dia menjadi pusat perhatian seisi kota.
“Astaga, sepertinya aku berada di tempat yang salah.” batin Shen Long.
__ADS_1
“Aah.. tidak, kamu sudah berada di tempat yang benar. Kemarilah!”
Teriak seseorang wanita cantik di antara mereka. Wajah wanita itu memerah dengan mengulurkan tangan ingin memeluk Shen Long sambil berlari ke arahnya dengan senyuman genit.