Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 403 | Kekesalan Shen Long


__ADS_3

Melihat seorang wanita cantik berlari ke arah Shen Long, beberapa wanita yang ada di depannya langsung menghadangnya bahkan ada yang menampar wanita tersebut.


“Enak aja, kamu pikir hanya kamu yang ingin? Aku juga mau.” kata orang yang menampar itu dengan geram


“Hei, siapa yang memberimu kesempatan itu.” sahut yang lainnya


Suasana menjadi ricuh ketika Shen Long keluar dari dalam kereta, ada yang bergegas pergi ingin memeluk namun ada yang menariknya hingga terjatuh. Keributan terjadi karena kehadiran seorang lelaki diantara para wanita di tengah kota kecil Daosen.


Wajah Dao Lin dan NingYue menjadi pucat dan panik melihat keributan karena memperebutkan Shen Long.


“Aku bersedia membelinya 1 juta batu spirit!” Tiba-tiba seorang wanita cantik dengan pakaian mewah muncul di belakang keributan itu dan membuat wajah orang-orang menjadi geram karena tidak senang.


Wanita cantik itu adalah Yang Wu, seorang pedagang kaya dari kota Daosen. Dia memiliki kekayaan hampir setengah dari kota Daosen. Para wanita yang berkelahi memperebutkan Shen Long tidak ada yang berani melawan jika seorang terkaya di kota itu telah berbicara soal uang. Mereka hanya bisa menggerutu dalam hati mendengar kata-kata Yang Wu.


“Hehehe... aku bisa memberikan 2 juta batu spirit. Untuk bisa mendapatkan lelaki itu.” Tiba-tiba seorang wanita berpakaian seksi muncul di teras lantai dua sebuah bangunan sambil tersenyum genit menatap ke arah Shen Long. Dia adalah Xu Xian, murid tertua sekte Bunga Mawar di kota Daosen.


“3 juta batu spirit.” Teriak Yang Wu tidak mau kalah sambil mendengus ke arah Xu Xian.


“4 juta.” Xu Xian mencibir ke arah Yang Wu yang terlihat wajahnya berubah menjadi jelek. Meskipun Yang Wu cukup kaya, namun dia terlalu perhitungan. Dia tidak mungkin sembarangan mengeluarkan uang demi laki-laki.


Wajah Shen Long menjadi merah, matanya tak berhenti berkedut mendengar dirinya diperebutkan oleh para wanita di kota itu. “Oh, aku benar-benar memilih Loka yang salah.” gumam Shen Long dalam hati dengan sedikit kesal.


“Maaf, dia adalah suamiku. Dan bukan untuk dijual atau disewakan,” teriak NingYue merasa geram dan jijik dengan tingkah para wanita di kota Daosen itu.

__ADS_1


“Cih, meskipun kamu istrinya. Jika suamimu mau, kenapa tidak? Aku bahkan bisa membayar lebih tinggi. Aku berikan 5 juta batu spirit untuk bersamaku selama semalam.” Teriak salah satu wanita berwajah cantik yang datang dengan para pengawal mengikutinya.


Wanita cantik itu adalah putri dari pemimpin kota Wang Xiao. Melihat kedatangan Wang Xiao, kedua wanita lainnya Xu Xian dan Yang Wu tidak berani lagi melakukan penawaran. Jelas kekuasaan melebihi segalanya, Wang Xiao dapat melakukan apapun kepada sekte Bunga Mawar dan juga usaha dagang milik Yang Wu jika berani menentang dirinya.


“Laki-laki adalah milik kerajaan Dao, kalian tidak bisa mendapatkannya.” Kali ini Dao Lin turut berbicara mengatasnamakan kerajaan Dao dengan wajah kesal.


Shen Long merasa kepalanya bertambah pusing. “Mi-Milik kerajaan Dao? Sejak kapan? Ah...” batinnya sambil menepuk dahinya. NingYue pun melotot ke arah Dao Lin mendengar kata-katanya. Dia merasa tidak senang dengan hal itu.


Maksud hati Dao Lin mengajak mereka berkeliling kota Daosen untuk menyaksikan festival kota, namun situasi berubah menjadi pelelangan terhadap diri Shen Long. Ini sungguh sesuatu diluar dugaan mereka.


“Maaf, Aku bukan milik siapapun. Kalian semua tidak berhak untuk memiliki diriku. Aku hanya singgah datang ke wilayah kerajaan ini. Jika kalian tidak menghormatiku, aku tidak akan sungkan dengan kalian.”


Kali ini Shen Long sudah tidak bisa lagi menahan dirinya. Dia merasa kesal melihat orang-orang begitu beringas dan tidak menghormati dirinya. Kemudian dia terbang melayang di atas kota Daosen menuju ke arah keluar kota.


“Itu Dewa... Lelaki itu seorang dewa. Aku harus mendapatkannya!” Teriak seorang wanita di kerumunan.


“Hei, kamu harus sadar diri. Dia tidak mungkin menoleh dirimu itu.”


“Apa katamu? Kamu sendiri tidak berkaca pada dirimu sendiri.”


Keributan terjadi lagi meskipun Shen Long telah pergi dari tempat itu. Situasi kota Daosen menjadi geger dan festival kota terhambat oleh kejadian tersebut.


Dao Lin dan NingYue saling memandang lalu berpisah. NingYue terbang mengikuti arah kepergian Shen Long dengan melompati bangunan tinggi di tengah kota Daosen, sementara Dao Lin masuk ke dalam kereta kuda menyusul kepergian Shen Long.

__ADS_1


Wang Xiao merasa kesal sambil mengertakkan giginya. “Aku harus memiliki dewa laki-laki itu.” geramnya. Dia memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan kereta kuda untuk menyusul kepergian Shen Long.


Sementara Xu Xian tersenyum mencibir sambil melompati bangunan tinggi di kota mengikuti kepergian NingYue menyusul Shen Long.


Shen Long mengetahui dirinya diikuti oleh beberapa wanita di belakangnya. Dia tidak menghentikan dirinya dan terus terbang menjauhi kota Daosen menuju ke tengah hutan di arah timur kota. Dia menerobos hutan itu dan terus terbang tanpa berhenti.


Shen Long kemudian berhenti ketika dia berada di puncak tebing tinggi dan melihat ke kejauhan dengan wajah tertegun. Cahaya bulan menerangi sekitar tebing tinggi tempat Shen Long berdiri.


Di bawah tebing, di kejauhan dia melihat sebuah kota lain yang diterangi oleh lampu yang gemerlap di malam hari. Kota itu terletak di kaki sebuah gunung yang berada di seberang tebing tinggi tempat Shen Long berdiri.


“Apakah kota itu masih berada di wilayah kerajaan Dao?” gumamnya.


Namun Shen Long tidak mempedulikan kota tersebut, dia tertarik melihat bayangan gunung yang ada di belakang kota yang disinari oleh cahaya bulan.


Kedatangan Shen Long ke Loka 1 ini adalah untuk menyerap energi cahaya, dan dia ingin menemukan tempat untuk bisa menyerap energi cahaya dari matahari. Dalam pikiran Shen Long, tempat di ketinggian adalah yang paling baik untuk menyerap energi cahaya matahari. Jadi Shen Long ingin mencari gunung di Loka 1 ini untuk bisa segera menyerap energi cahaya tanpa membuang-buang waktu dengan para wanita itu.


“Aku harus pergi ke gunung itu dan melakukan penyerapan disana,” batin Shen Long.


“Shen, kamu mau pergi kemana?”


Tiba-tiba Shen Long mendengar suara NingYue di belakangnya. Shen Long menoleh ke arah NingYue yang tampak terengah-engah mengejar dirinya. Kekuatan NingYue tidak begitu tinggi, tentu saja merasa kesulitan mengejar kecepatan Shen Long.


“Kita pergi ke gunung di seberang itu.” Shen Long menunjuk ke arah gunung yang berada di seberang mereka. NingYue berjalan mendekati Shen Long setelah berhasil mengatur nafasnya, kemudian dia melihat ke arah yang ditunjuk oleh Shen Long.

__ADS_1


“I-Itu cukup jauh. Aku akan kesulitan pergi kesana.” kata NingYue dengan wajah merah.


__ADS_2