
Longshan yang terlempar keluar arena berlutut sambil memegang salah satu lengannya yang retak oleh pukulan tinju dewa Guoshan. Dari sudut mulutnya juga meneteskan darah segar, wajahnya tampak jelek karena malu dan juga menahan rasa sakit di lengannya itu.
Sahabatnya Xushan segera menghampirinya lalu memapahnya pergi dari tempat itu. “Suatu saat aku pasti akan membalaskan hal ini berkali-kali lipat padamu,” geram Longshan dalam hatinya.
Ini bukan pertama kalinya Guoshan menghadapi Longshan, namun hingga saat ini Longshan masih belum bisa mengalahkan Guoshan dengan kekuatannya. Guoshan selalu memiliki cara untuk memukul mundur Longshan meskipun dirinya sendiri kesulitan untuk mengerahkan kekuatan maksimal miliknya.
Guoshan lalu berjalan menuruni arena dan menuju tempat beristirahat di balik dinding tribun penonton di depan ShiMei dan Shen Long.
Kali ini petugas arena memanggil Shen Long untuk memasuki arena pertarungan. Shen Long segera melompat kemudian berjalan menaiki arena pertarungan.
Seluruh mata di dalam ruang arena pertarungan itu mengamati Shen Long dengan menyipitkan mata mereka. Mereka belum pernah melihat Shen Long yang seorang manusia tetapi memiliki ketenangan yang seperti itu. Shen Long berjalan santai dengan kedua tangan menyilang di punggungnya.
Ketika berada di atas arena, Shen Long melihat sekeliling tempat itu sambil matanya mengarah ke kedua dewa yang berada di tribun sebelah kanannya. Kemudian Shen Long melihat seorang manusia yang menaiki arena pertarungannya. Kali ini kekuatan manusia itu tidak dalam kondisi tersegel.
Shen Long merasakan kekuatan yang terpancar dari tubuh manusia itu. “Alam bintang tingkat 9,” gumam Shen Long setelah mengamati aura dari tubuh manusia itu.
Meskipun kekuatan lawan berada di bawahnya, namun Shen Long merasakan ada sesuatu yang salah dengan manusia itu namun dia tidak mengerti apa yang dirasakannya itu.
Kemudian Shen Long melihat angka taruhan di atas tribun penonton. Dia mendapatkan angka yang jauh lebih kecil dari manusia tersebut. Manusia itu lalu berjalan mendekati Shen Long dan berusaha untuk menjabat tangannya.
Melihat lawan mengulurkan tangannya, Shen Long serta merta turun mengulurkan tangan dan menjabat tangan manusia itu. “Perkenalkan aku Mengshan.” kata manusia itu pada Shen Long.
“Aku Shen Long. Senang berkenalan denganmu.”
__ADS_1
Kemudian mereka saling melemparkan senyuman lalu melepaskan tangan mereka masing-masing dan kembali menjauh namun tetap berdiri berhadapan. Mereka berdua berdiri dengan tenang menunggu lonceng berbunyi.
Setelah lonceng berbunyi, Mengshan segera bergerak menyerang ke arah Shen Long dengan ganasnya. Dia tidak menahan kekuatannya, dengan kekuatan maksimal Alam Bintang tingkat 9 dia meninju ke arah dada dan wajah Shen Long.
Shen Long bergerak secepat kilat menghindari serangan itu. Lalu mendekati tubuh Mengshan dari samping kirinya. Mengshan yang melihat hal itu memutar tubuhnya untuk memukul ke bagian kiri, namun Shen Long menghilang dan kini dirasakan berada di belakang dirinya.
Mengshan terkejut karenanya, dia tidak menduga kecepatan Shen Long begitu cepat sehingga dia tidak bisa melihat gerakannya yang sudah tiba-tiba berada di belakang tubuhnya. Mengshan melakukan gerakan bersalto ke depan untuk menghindari serangan Shen Long dari arah belakang tubuhnya. Namun Shen Long tidak menyerang tetapi menghilang kembali.
Mata Mengshan tiba-tiba terbelalak saat dia menghentikan saltonya dan mendapati Shen Long sudah menanti di depannya dengan tangan kanan yang mengarah ke depan dada Mengshan.
Bugh!
“Akh...”
Meskipun Mengshan terlihat terluka parah, namun sebenarnya Shen Long tidak melukainya serius. Mata Mengshan berkedut merasakan bahwa serangan Shen Long yang seharusnya membuat dirinya cacat namun dia tidak merasakan sakit sama sekali kecuali darah yang tersembur dari mulutnya tadi.
Dia tidak mengerti mengapa Shen Long menahan kekuatannya dalam melawan dirinya. Namun karena dia terlempar keluar arena membuat dirinya kalah dari Shen Long. Mengshan berusaha memberi hormat pada Shen Long, “Aku kalah!” katanya.
Mata penonton terkejut melihat pertarungan yang singkat itu. Mereka merasa tidak puas dengan apa yang terjadi, tetapi peraturan tetap harus dipatuhi, petarung yang keluar dari arena otomatis akan menjadi petarung yang kalah.
Seluruh mata penonton melihat dengan tatapan meremehkan ke arah Shen Long yang masih berdiri di atas arena.
“Aku ingin menantang petarung itu!” teriak Jiangshan yang ingin menantang Wanshan melawan petarungnya.
__ADS_1
Liushan menganggukkan kepalanya ketika seorang petugas arena pertarungan menilhat ke arahnya untuk meminta ijin. Hal itu membuat Jiangshan mendapatkan ijin untuk melakukan tantangan terhadap petarung Wanshan.
Wanshan sudah mengetahui hal ini akan terjadi, namun keputusan pertarungan berada di tangan Shen Long meskipun Wanshan yang mengajaknya ke arena itu.
Shen Long tersenyum lalu memandang ke arah Jiangshan, “Kirimkan petarungmu yang terkuat. Aku tidak ingin membuang-buang waktu menghadapi petarung kecil,” kata Shen Long menyeringai pada Jiangshan.
Mendengar perkataan Shen Long membuat telinga Jiangshan menjadi panas karenanya. Dia menggertakkan giginya. “Panggil Rakshan kemari!” perintahnya kepada bawahannya. Bawahan itu langsung pergi memanggil petarung yang bernama Rakshan untuk menghadapi Shen Long.
Rakshan adalah juga seorang mogull yang berada di peringkat 8 dunia langit. Kekuatannya juga berada di Alam Bintang 9 namun dia memiliki jurus yang aneh. Semakin dia terluka, kekuatannya menjadi semakin meningkat dan serangannya semakin ganas. Hal itulah yang ditakutkan oleh setiap lawan-lawannya.
Rakshan berjalan dengan angkuh menaiki arena dengan mata yang tampak kesal. Tubuhnya tinggi dan kekar hampir dua kali lipat dari tubuh Shen Long. “Cih, melawan semut saja harus memintaku untuk berkeringat,” cibirnya kesal dengan tatapan merendahkan.
Shen Long menatap ke arah Rakshan lalu berbalik menatap Jiangshan. “Apakah ini petarung terkuatmu?” tanya Shen Long pada Jiangshan.
Perkataan Shen Long membuat alis Jiangshan kembali berkedut dan mata Rakshan melotot mendengarnya. Mereka tidak menduga manusia kurus kecil pendek seperti Shen Long meremehkan seperti itu.
Pasangan taruhan kemudian ditampilkan di atas tribun penonton, seperti biasa Shen Long mendapatkan taruhan yang jauh lebih kecil dari Rakshan. Hal ini membuat Rakshan merasa bangga melihat nilainya.
Namun Shen Long tidak mempedulikan angka-angka itu, Dia hanya mengusap kepalanya merasa pusing melihat tingkah Rakshan di depannya yang terlihat sombong kembali setela melihat angka pertaruhan dirinya.
Rakshan menatap ke arah Shen Long sambil memberikan tanda menyilang di lehernya seakan-akan dia akan membunuh Shen Long. Lalu dia mengarahkan jari jempolnya ke arah bawah membuat Shen Long hampir muntah melihat gaya Rakshan itu.
Lonceng berbunyi sebagai tanda pertarungan dimulai diantara mereka. Rakshan pun bersiap memasang kuda-kuda untuk segera menyerang dengan mengeluarkan jurus nya yang ganas.
__ADS_1
Shen Long hanya terdiam menunggu serangan dari Rakshan dengan tenang dan wajah jijik melihat tingkah Rakshan.