
Wajah Shang Ti tampak memucat ketika tubuhnya tidak bisa bergerak oleh kekuatan dan jurus Kegelapan yang dikerahkan oleh Shen Long. Semakin dia mengerahkan kekuatannya, semakin cepat daya hisap dari jurus kegelapan menghisap kekuatannya itu.
Tampak keputusasaan di mata Shang Ti menyadari dirinya akan dikalahkan oleh manusia di Loka ini. Dia tidak mengerti kenapa seorang manusia bisa memiliki kekuatan sekuat itu di Loka ini.
Di saat kritis tiba-tiba muncul aliran listrik disekitarnya yang mengacaukan daya hisap dari jurus kegelapan Shen Long. Mata Shen Long berkedut saat melihat munculnya garis di antara dirinya dan Shang Ti.
Garis itu tegak lurus dengan tanah Alam Neraka, “I-Ini retakan!” Wajah Shang Ti terkejut melihat retakan di udara Alam Neraka yang kemudian muncul sebuah tombak bermata tiga dari balik retakan tersebut.
Setelah kemunculan tombak tersebut diiringi dengan sebuah tangan dan kepala yang muncul dari retakan itu. “De-Dewa Penghancur!” Teriak Shang Ti tiba-tiba dengan wajah bertambah pucat.
Retakan yang diiringi aliran listrik di udara itu menghentikan serangan Shen Long kepada Shang Ti. Shen Long masih tertegun melihat kemunculan sosok yang berkulit hitam gelap dengan kepala yang botak keluar dari retakan itu dengan membawa sebilah tombak bermata tiga.
Shang Ti yang mengetahui sosok yang datang itu adalah Dewa Penghancur dari Loka asalnya, membuat dia perlahan mundur dan hendak melarikan diri setelah terlepas dari daya hisap jurus kegelapan Shen Long.
Namun langkahnya dihentikan oleh aura kegelapan yang membuat tubuhnya tidak bisa bergerak kembali. Dewa Penghancur itu menoleh ke arah Shang Ti, tampak tangan kirinya terangkat pada Shang Ti untuk menghentikan gerakan Shang Ti yang hendak melarikan diri tersebut.
“Ternyata kamu melarikan diri ke tempat ini,” kata Dewa Penghancur itu dengan tatapan dingin pada Shang Ti.
Keringat dingin mengucur dari tubuh Shang Ti yang perlahan terangkat dan ditarik oleh Dewa Penghancur itu. Shen Long yang melihat hal itu tidak menyangka sosok berkulit hitam dan kepala botak yang datang itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, hahkan Shang Ti pun menggigil ketakutan olehnya.
“Siapa kamu?” tanya Shen Long pada sosok itu.
Sosok tersebut menoleh ke arah Shen Long dengan menyipitkan matanya, “Manusia? Mengapa bisa ada manusia di Alam Neraka ini?” gumamnya terkejut di dalam hati.
__ADS_1
“Aku Dewa Penghancur, Penguasa Alam Neraka. Pergi kamu dari sini! Ini bukan tempatmu!” ujar Dewa Penghancur itu pada Shen Long sambil mengibaskan tombaknya ke arah Shen Long.
Wajah Shen Long tertegun merasakan gerakan sederhana dari kibasan tombak bermata tiga itu membuat tubuhnya seperti ditekan oleh kekuatan yang sangat besar dan membuatnya terpental jauh hingga keluar dari Alam Neraka.
Tubuh Shen Long diusir keluar dari Alam Neraka oleh Dewa Penghancur itu hingga menghantam bebatuan di luar Gerbang Neraka daerah barat misterius. “Ukh...” Shen Long memuntahkan darah segar merasakan dahsyatnya kekuatan dari Dewa Penghancur tersebut.
“Kekuatannya berada jauh diatasku. Aku dipentalkan hingga keluar dari Alam Neraka olehnya. Aku tidak tahu apakah dia kawan atau lawan,” gumam Shen Long sambil memegang dadanya yang masih merasa sedikit perih.
Shen Long kemudian mengatur pernafasan untuk memulihkan kondisinya agar bisa bersiap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.
Sementara itu di Alam Neraka, Dewa Penghancur menyeringai melihat buruannya telah di dapatkan kembali. “Aku mencarimu di seluruh Loka asal kita sampai aku menghancurkan semua alam disana. Ternyata kamu bersembunyi di Loka ini. Kamu sungguh dewa sampah,” cibir Dewa Penghancur pada Shang Ti.
“A-Ampun. Ampuni nyawaku Dewa. Aku akan menjadi pengikutmu,” sahut Shang Ti dengan gugup dan menggigil ketakutan.
“Hahaha... aku sudah mempunyai seorang pelayan. Aku tidak memerlukan dirimu. Keluarlah Lang Chu!” teriak Dewa Penghancur memanggil pelayannya.
“Tutuplah retakan itu! Kita tinggal sementara di Loka ini. Aku ingin melihat-lihat keadaan di Loka ini,”perintah Dewa Penghancur pada pelayan Lang Chu.
“Baik Yang Mulia,” sahut pelayan Lang Chu sambil mengerahkan kekuatannya untuk menutup celah retakan tersebut.
Mata Shang Ti berkedut mendengar hal itu, dia merasa sudah tidak ada harapan lagi bagi dirinya di Loka ini. Bahkan untuk kabur kembali ke Loka asalpun hal itu tidak mungkin, karena Dewa Penghancur mengatakan sudah menghancurkan seluruh alam di Loka tersebut.
“Shang Ti, terimalah kematianmu di Loka ini.” lanjut Dewa Penghancur dengan enteng. Dewa Penghancur lalu menggerakkan tombak bermata tiga miliknya dan mengarahkan ke tubuh Shang Ti yang tidak bisa bergerak oleh aura hitam yang mengikat tubuhnya itu.
__ADS_1
Shang Ti sudah merasa nyawanya berada di ujung tanduk, dia hanya menyesali dirinya yang jauh lebih lemah dan tidak berusaha meningkatkan kekuatannya lagi. Dia merasa sombong dan selama ini menganggap dirinya yang terkuat di Loka asalnya.
Putus asa, itulah yang dirasakan oleh Shang Ti saat ini. Penyesalan selalu datang terlambat.
JLEB!...
Tombak bermata tiga Dewa Penghancur menembus tubuh Shang Ti hingga matanya melotot merasa kesakitan yang amat sangat sebelum rasa dingin menjalar disekujur tubuhnya dan meregangkan nyawanya.
Tombak bermata tiga itu lalu mengeluarkan kekuatan dengan aura hitam menyelimutinya dan menghisap seluruh tubuh Shang Ti hingga hilang tanpa bekas.
“Cih, hanya semut seperti ini membuatku harus pergi sejauh ini mencarinya. Kini saatnya aku beristirahat sebentar menikmati keadaan di Loka ini,” gumam Dewa Penghancur itu.
Lang Chu menundukkan kepalanya saat Dewa Penghancur melihat ke arahnya. “Yang Mulia, di Loka ini tentunya ada seorang Dewa Penghancur atau Dewa Kegelapan seperti Yang Mulia.” kata pelayan Lang Chu.
“Benar, di Alam Neraka Loka ini seharusnya menjadi milik saudaraku Mo Yuan. Kenapa aku tidak merasakan keberadaannya?” sahut Dewa Penghancur tersebut.
“Yang Mulia, menurut informasi yang aku kumpulkan. Di dunia ini Dewa Cahaya disebut dengan Kaisar Dewa Cahaya dan saudara Yang Mulia disebut dengan Kaisar Dewa Iblis,” jelas pelayan Lang Chu.
“Kaisar Dewa Iblis? Nama aneh apa itu?” sahut Dewa Penghancur tersebut.
Pelayan Lang Chu tidak berani menyahut karena mengetahui tabiat dari Dewa Penghancur yang dilayaninya itu. Dewa Penghancur yang selalu seenaknya dalam melakukan sesuatu. Jadi, pelayan Lang Chu hanya terdiam sebelum ditanyakan kembali oleh Dewa Penghancur.
“Ah sudahlah. Kamu cari tahu keberadaan Kaisar Dewa Iblis itu. Aku akan berjalan-jalan terlebih dahulu melihat Alam Neraka di Loka ini.” perintah Dewa Penghancur pada pelayan Lang Chu.
__ADS_1
“Ohya, selidiki juga tentang manusia yang tadi berada disini. Cari informasi tentangnya!,” perintah Dewa Penghancur sambil berlalu dengan santai berkeliling Alam Neraka.
“Baik Yang Mulia,” pelayan Lang Chu membungkukkan badannya dan pergi menghilang dari tempat itu.