
Langit dunia manusia menjadi gelap, badai petir menyambar di sekitar pertarungan kedua petarung Alam Bintang itu. Dunia langit dan dunia bawah turut merasakan akibat dari fenomena tersebut.
Para dewa dunia langit berbondong-bondong datang dan menyaksikan pertarungan itu dari kejauhan di atas langit. Sementara para raja dan jendral dunia bawah mengintip dari balik bebatuan di dunia manusia.
Gunung api yang berada didekat areal pertarungan meletus dan mengalirkan lahar panas. Gempa bumi terjadi beberapa kali akibat dari imbas pertarungan tersebut. Air laut pun mengamuk hingga menerjang ke daerah pesisir laut.
Pertarungan antara Shen Long dan Dewa Penghancur membuat dunia turut berguncang karenanya. “Jika pertarungan terlalu lama, justru akan menghancurkan dunia ini,” batin Shen Long yang terpecah konsentrasinya karena melihat fenomena alam akibat pertarungan mereka.
BUGH...
Karena sempat lengah, pukulan Dewa Penghancur bersarang di perut Shen Long namun Shen Long masih sempat mengirimkan kekuatannya terpusat di dalam perut sehingga menghindarkannya dari luka dalam yang serius.
Shen Long terdorong mundur beberapa langkah akibat pukulan tersebut. Dewa Penghancur tampak berpuas diri dengan hal itu dan tidak menyerang kembali. Shen Long menggunakan kesempatan itu untuk menetralisir kekuatan Dewa Penghancur yang memasuki tubuhnya akibat pukulan tadi.
“Menyerahlah! Aku akan menjadikanmu pelayanku jika bersedia menyerah,” ucap Dewa Penghancur dengan bangga.
Shen Long tidak menjawab hal itu, dia memikirkan bagaimana bertarung agar tidak menimbulkan kerusakan di dunia ini.
Pada saat itu Guru Agung Semesta tiba-tiba datang menghampiri pertarungan mereka. “Sebaiknya kalian tidak bertarung di tempat ini, aku tidak bisa tidur dengan tenang di kediamanku,” katanya dengan wajah sedikit kesal.
Dewa Penghancur terkejut melihat kedatangan Guru Agung Semesta yang datang tiba-tiba. Dia tidak bisa menyadari kedatangannya, hal ini membuat Dewa Penghancur tidak berani gegabah pada Guru Agung itu. “Orang ini memiliki kekuatan di atasku. Aku tidak boleh memprovokasinya,” batin Dewa Penghancur.
“Pergilah ke dimensi lain untuk bertarung!” teriak Guru Agung Semesta sambil melambaikan tangannya pada Shen Long dan Dewa Penghancur.
Setelah melambaikan tangannya, tiba-tiba muncul sebuah lubang dimensi di antara Shen Long dan Dewa Penghancur. Tubuh Shen Long dan Dewa Penghancur langsung di tarik masuk ke dalam alam dimensi tersebut dan menghilang dari dunia manusia.
Saat kedua petarung itu dipindahkan ke alam dimensi lain oleh Guru Agung, keadaan di dunia manusia kembali berangsur-angsur reda kembali. “Nah, akhirnya aku bisa tidur kembali,” gumam Guru Agung Semesta dengan tenang dan menghilang dari tempat itu.
__ADS_1
Para dewa dunia langit kembali ke dunia langit setelah melihat kedua petarung itu telah dipindahkan ke alam dimensi lain, demikian juga dengan para penonton dari penghuni dunia bawah. Hanya tinggal pelayan Lang Chu yang masih berada ditempat itu dengan mata melotot tidak mengerti apa yang baru saja terjadi.
“Kemana mereka berdua dikirimkan?” batinnya
Dewa Penghancur dan Shen Long di kirimkan ke sebuah planet yang sudah tidak berpenghuni oleh Guru Agung Semesta. Mereka tiba di sebuah alam yang mirip dengan bumi namun tidak ada penghuni di tempat itu.
Keadaan tempat itu tandus dan gersang, hanya Shen Long dan Dewa Penghancur yang berada di tempat itu dengan wajah tidak percaya. Namun Shen Long merasa senang, sehingga dia bisa fokus dengan pertarungan ini tanpa memikirkan kerusakan akibat pertarungan mereka terhadap alam dunia manusia.
“Mari kita lanjutkan pertarungan ini,” kata Shen Long yang bersiap kembali untuk menyerang.
“Cih, bertarung dimanapun kamu tetap akan kalah dariku,” sahut Dewa Penghancur dengan nada sombongnya.
“Buktikan kata-katamu!” Shen Long segera mengerahkan seluruh kekuatannya dan menyerang kembali ke arah Dewa Penghancur. Bayangan naga raksasa turut meliuk dengan wajah garang menyerang ke arah Dewa Penghancur.
Melihat serangan ganas dari Shen Long, Dewa Penghancur juga mengerahkan seluruh kekuatannya dan menyerang ke arah Shen Long. Bayangan banteng raksasa juga tampak ganas berlari menerjang ke arah bayangan naga Shen Long.
Namun kali ini Shen Long tidak mempedulikan perubahan alam sekitarnya, karena dia tahu tempat itu sudah tidak berpenghuni. Sehingga Shen Long merasa tenang dan berkonsentrasi terhadap pertarungan mereka.
BUMM... BUMM...
TRANG...
Berkali-kali ledakan terdengar karena pertarungan tersebut, tampak bayangan naga melilit tubuh banteng namun kepala banteng itu menyeruduk kepala naga. Kedua tombak saling berbenturan dan menghasilkan kilatan cahaya serta api terpercik karenanya.
Sudah puluhan jurus berlangsung dari pertarungan mereka di tempat itu. Masih belum tampak siapa yang akan menjadi pemenang diantara mereka. Namun Shen Long tersenyum selama pertarungan dan membuat Dewa Penghancur semakin kalap saat melihat senyuman Shen Long.
“Apa yang membuatmu tersenyum?” geram Dewa Penghancur yang mundur sesaat setelah benturan kekuatan mereka.
__ADS_1
“Aku senang bertemu dengan lawan yang kuat,” sahut Shen Long dengan jujur.
Mendengar perkataan Shen Long membuat Dewa Penghancur memicingkan matanya. Dia tidak menduga ada seorang manusia yang sekuat Shen Long dan menyukai pertarungan dengan lawan yang kuat.
“Karena kamu menyukai lawan yang kuat. Aku akan menggunakan jurus pamungkas untuk mengalahkanmu. Aku tidak ingin menggunakan jurus ini. Tapi kamu tidak memberiku pilihan lain,” kata Dewa Penghancur.
Kemudian Dewa Penghancur yang mengerahkan seluruh kekuatannya mengeluarkan sebuah juru dengan membuat lubang berwarna hitam di telapak tangan kanannya. Lubang hitam itu semakin lama semakin membesar dengan daya hisap yang sangat kuta.
“Jurus Kegelapan.” gumam Shen Long.
Melihat lawannya mengeluarkan jurus kegelapan, Shen Long juga tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan jurus yang sama. Segera dari tangan kanan Shen Long juga mengeluarkan sebuah lubang berwarna hitam yang juga semakin lama semakin membesar menyamai lubang hitam di tangan Dewa Penghancur.
Mata Dewa Penghancur berkedut melihat hal itu. “Darimana kamu bisa mendapatkan jurus itu?” tanya Dewa Penghancur dengan mata tidak percaya melihat jurus yang hanya menjadi milik para Dewa Penghancur juga dikuasai oleh Shen Long.
“Aku mendapatkannya dari kekuatan Kaisar Dewa Iblis,” sahut Shen Long dengan santai.
Dewa Penghancur terlihat tidak mengerti, dia pun menghentikan jurus kegelapannya dengan tiba-tiba. Melihat hal itu Shen Long juga turut menghentikan jurus kegelapannya. Bagi mereka tidak berguna menggunakan jurus yang sama untuk saling menyerang dengan kekuatan yang seimbang.
“Katakan dimana Kaisar Dewa Iblis berada?” tanya Dewa Penghancur pada Shen Long dengan wajah penasaran.
“Saat ini dia sedang berlibur dan tinggal di dalam alam pikiranku,” sahut Shen Long dengan santai kembali.
“APA?” Dewa Penghancur berteriak kesal mendengar hal itu.
Wajahnya menjadi gelap setelah mengetahui bahwa Kaisar Dewa Iblis ternyata berada di dalam tubuh Shen Long, tepatnya di alam pikiran Shen Long.
“Orang itu...” Dewa Penghancur terlihat geram dan kesal. “Bisa-bisanya dia berlibur saat Lokanya mengalami kerusakan seperti itu,” lanjut Dewa Penghancur menjadi kesal dan marah.
__ADS_1
Shen Long menyipitkan matanya mendengar kata-kata Dewa Penghancur. “Kerusakan? Apa maksudmu?” tanya Shen Long pada Dewa Penghancur.