Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 394 | Tetua Yuanshi


__ADS_3

Setelah minuman yang disediakan untuk Shen Long habis diminum olehnya, dia pun bangkit berdiri untuk berpamitan kepada penghuni dunia bawah.


Meskipun penghuni dunia bawah belum lama mengenalnya kecuali MongShui, namun mereka merasa kehilangan. Bagaimanapun Shen Long adalah penyelamat mereka, yang memimpin mereka untuk memperjuangkan kebebasan mereka sendiri. Dengan berat hati, para penghuni dunia bawah melepaskan kepergian Shen Long untuk pergi ke dunia manusia.


Di tengah Istana Naga Iblis terdapat ruangan yang berisi portal untuk pergi ke dunia manusia. Portal itulah yang digunakan untuk datang dan pergi bagi jendral iblis MongFu dan bawahannya pergi ke dunia manusia dan kembali ke dunia bawah.


Segera Shen Long mengaktifkan portal tersebut dan pergi bersama Qiongqi. Dia menyerahkan segala urusan di dunia bawah kepada MongShui dan teman-temannya.


Portal antar dunia itu secara acak akan mendarat di dunia yang dituju. Saat ini Shen Long dan Qiongqi mendarat di sebuah bukit yang gelap dan dia tidak tahu berada di daerah bagian mana.


“Ah, aku sendiri tidak hafal dengan dunia manusia di Loka ini.” batin Shen Long.


Qiongqi pun yang telah lama terkurung di Gurun Api tidak pernah keluar selama ratusan tahun, jadi mereka untuk sementara terdiam memikirkan ke arah mana akan pergi.


“Nak!”


Tiba-tiba seorang tua datang menghampiri mereka tanpa diketahui oleh Shen Long dan membuat mereka terkejut. Wajah lelaki tua itu tampak berwibawa dengan badan yang masih tegap menatap dengan lembut dan tersenyum pada Shen Long.


“Aku tidak dapat mengetahui keberadaan lelaki tua ini. Kekuatannya tidak sederhana.” batin Shen Long


Qiongqi pun terkejut melihat kedatangan lelaki tua itu secara tiba-tiba, namun anehnya dia tidak bisa marah atau gelisah. Qiongqi merasa kenyamanan berada di dekat lelaki tua tersebut.


“Hohoho... ternyata sudah datang. Mari singgah ke gubukku nak.” lanjut lelaki tua itu sambil mempersilahkan Shen Long pergi mengikutinya.


Shen Long tidak merasakan permusuhan dari lelaki tua itu, dia pun mengikutinya bersama Qiongqi menuju gubuk yang berada di atas bukit tersebut.


Sebuah gubuk yang sangat sederhana berada di atas bukit itu. Tidak ada yang spesial di sekitarnya yang remang-remang dan terasa tandus. Lelaki tua itu berjalan menuju ke arah pintu lalu menunggu kedatangan Shen Long bersama Qiongqi.

__ADS_1


“Mari kita berbicara di dalam!” lelaki tua itu lalu membuka pintu dan tampak cahaya remang-remang dari sebuah lilin di dalam gubuk lelaki tua itu. Shen Long dan Qiongqi pun mengikuti lelaki tua itu berjalan masuk ke dalam gubuknya. Anehnya Qiongqi yang berbadan besar itu bisa masuk ke dalam gubuk yang tampak kecil tersebut.


Cling!


Tiba-tiba cahaya remang-remang berubah menjadi terang seperti suasana siang hari di dalam gubuk tersebut. Shen Long dan Qiongqi menutup matanya secara tiba-tiba karena merasa silau dan menyesuaikan diri.


Ketika mata mereka telah menyesuaikan diri, Shen Long melihat lelaki tua itu berdiri tersenyum di sebelah seorang wanita cantik yang telah menyiapkan hidangan dan teh untuk para tamu.


“Tetua, dimanakah ini?” tanya Shen Long pada lelaki tua tersebut.


“Ini adalah duniaku nak. Kemari dan duduklah sambil kita berbicara.” Lelaki tua itu melambaikan tangannya memanggil Shen Long untuk duduk di bangku yang ada di belakang lelaki tua itu.


Shen Long berjalan menuju bangku yang telah disiapkan oleh lelaki tua itu dan kemudian duduk dengan sopan. Qiongqi pun duduk di samping kaki Shen Long dengan tenang. Qiongqi tidak merasa gelisah sedikitpun, sikapnya seperti bertemu dengan orang yang telah lama dikenali olehnya.


“Qiongqi, kamu bisa bermain bersama YuNiang dia sudah menyiapkan banyak hidangan untukmu.” kata lelaki tua itu sambil tersenyum pada Qiongqi.


Mata Qiongqi berbinar mendengar kata hidangan, dia pun mengikuti YuNiang yang tersenyum padanya dan mengantar Qiongqi menuju ke bagian belakang dunia tersebut.


Setelah kepergian YuNiang dan Qiongqi, lelaki tua itu lalu mempersilahkan Shen Long untuk menikmati tehnya sambil dia juga mengambil cangkir tehnya.


“Nak, kami telah menunggumu datang ke tempat ini. Dan ternyata sesuai dengan yang dikatakan oleh kakak seperguruanku.” kata lelaki tersebut.


“Kakak seperguruan?”


Shen Long tidak mengerti siapa yang dimaksud oleh lelaki tua tersebut. Shen Long menatap penuh tanda tanya pada lelaki tua itu.


“Hohoho... maafkan aku yang belum memperkenalkan diri padamu. Namaku YuanShi. Aku adalah adik seperguruan YuanYu, orang yang kamu kenal dengan nama Guru Agung Semesta.” kata YuanShi selanjutnya.

__ADS_1


Shen Long terkejut mendengar hal itu lalu memberi hormat padanya. “Maafkan aku yang tidak mengetahuimu Tetua Yuan.” sahut Shen Long.


“Hohoho... tidak perlu sungkan nak. Aku menunggumu disini karena tugas dari saudaraku untuk memberikan sesuatu padamu.” kata Yuanshi kemudian.


Sambil menyesap tehnya, Shen Long mengkerutkan keningnya mendengar perkataan Yuanshi. “Dimana Guru Agung berada Tetua?” tanya Shen Long seraya meletakkan cangkir tehnya.


“YuanYu sedang melakukan perjalanan ke Loka lain untuk menyelesaikan tugas. Untuk itu dia memintaku menunggumu disini dan aku tidak boleh kembali sebelum bertemu denganmu nak.” sahut Yuanshi sambil tersenyum


Shen Long menangkupkan tangannya memberi hormat pada YuanShi. “Maafkan aku telah merepotkanmu Tetua.” kata Shen Long dengan tulus.


“Kamu tidak perlu sungkan nak. Tugas yang diberikan oleh saudaraku YuanYu adalah memberikanmu petunjuk untuk menerobos alam Kesadaran Semesta. Aku melihat kamu telah berada di Alam Keheningan Semesta. Semua ini benar-benar sesuai dengan ramalan kakakku itu.”


YuanShi tersenyum pada Shen Long yang tertegun mendengarkan penjelasan darinya.


“Untuk menerobos Alam Kesadaran Semesta, tidak hanya memerlukan kekuatan yang besar namun kamu juga harus memecahkan keheningan semesta itu sendiri. Tingkat Kesadaran Semesta adalah kelanjutan dari Keheningan Semesta. Saat mencapai puncak Keheningan Semesta, kamu akan memerlukan petunjuk ini.” jelas YuanShi.


Shen Long mendengarkan penjelasan YuanShi dengan seksama. Wajahnya tampak serius mendengarkan setiap kata dari YuanShi dan memikirkannya.


“Bersiaplah untuk menerima petunjuk ini.” Yuanshi lalu mengangkat dua jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya. Dia merapalkan mantra yang membuat ujung kedua jari tersebut mengeluarkan sinar berwarna kuning keemasan.


Shen Long memejamkan matanya, lalu Yuanshi mengarahkan kedua jarinya ke kening Shen Long untuk mengirimkan petunjuk dari Guru Agung Semesta berupa gambar-gambar ingatan yang diperlukan untuk menerobos tahap alam Kesadaran Semesta.


Setelah menerima seluruh petunjuk tersebut, Shen Long membuka matanya dan menatap ke arah YuanShi yang sudah menarik tangannya.


“Terima kasih Tetua Yuan atas petunjukmu.” sahut Shen Long sambil memberikan hormat padanya.


“Hohoho... petunjuk itu bukan dariku, tapi dari saudaraku YuanYu. Aku hanya mengantarkannya padamu.” sahut Yuanshi sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2