Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 419 | Bersedia membantu kerajaan Dao


__ADS_3

Fenomena alam mulai mereda ketika Shen Long telah mengalami penerobosan, tubuhnya terasa penuh dengan energi dewa naga. Wajahnya lebih bercahaya dan tersenyum puas setelah berhasil melakukan penerobosan dalam perjalanannya ke Loka 1 ini.


“Waktu masih sisa sedikit lagi. Aku harus bersiap untuk kembali.” gumam Shen Long.


Ketika Shen Long akan pergi dari puncak gunung Beruang Putih, dia merasakan kedatangan putri Dao Lin menemuinya.


“Tuan Shen, kami telah menyiapkan hidangan untukmu setelah selesai berlatih. Mari makan bersama.” kata putri Dao Lin sambil memberi hormat pada Shen Long.


Shen Long melihat ketulusan dari Dao Lin dan tidak tega untuk menolak kebaikan mereka. Dia pun mengikuti putri Dao Lin yang telah menyiapkan makanan untuknya di kediaman sekte Beruang Putih.


Di ruang makan kediaman sekte Beruang Putih, tampak dua pengawal pribadi putri Dao Lin telah memasak banyak hidangan untuk mereka. Dan setelah mereka melihat putri Dao Lin datang bersama Shen Long. Wajah kedua pengawalpun menjadi berseri.


Mereka telah bersusah payah menyiapkan makanan yang lezat itu untuk ucapan terima kasih kepada Shen Long.


“Tuan Shen, hidangan ini adalah ucapan terima kasih kami karena telah membebaskan kami dari sekte Beruang Putih.” kata salah satu pengawal putri Dao Lin.


“Kalin tidak perlu melakukan hal ini. Aku melakukan apa yang menurutku benar.” sahut Shen Long yang kemudian duduk setelah dipersilahkan oleh mereka.


Sore itu mereka pun menikmati makan di kediaman sekte Beruang Putih yang telah ditinggalkan oleh pemiliknya secara terpaksa.


Setelah selesai menikmati makan, mereka pun kembali ke ruang tamu sambil berbincang. Kedua pengawal putri Dao Lin merasa tahu diri dan pergi meninggalkan putri Dao Lin agar bisa berduaan dengan Shen Long.


“Tuan Shen, apakah kamu akan pergi setelah berhasil menerobos?” Wajah putri Dao Lin tampak sedih memandang ke arah Shen Long.


“Sebenarnya aku datang kemari untuk menyerap energi cahaya, aku sedang bersiap untuk bertempur di loka lain. Dan aku memiliki waktu sebulan berada di tempat ini.” sahut Shen Long jujur.


Wajah Putri Dao benar-benar tampak sedih tidak bersemangat mendengar jawaban Shen Long, dia menundukkan kepalanya. Dia tidak tahu apa yang harus diucapkan karena ini pertama kalinya dia dekat dan berbicara seperti ini dengan laki-laki.


Kemudian putri Dao Lin berdiri dan pergi meninggalkan Shen Long menuju ke halaman belakang kediaman itu dengan air mata mulai menetes di pipinya. Dia tidak ingin Shen Long melihatnya menangis.

__ADS_1


Shen Long tidak mengerti mengapa putri Dao tiba-tiba pamit dan pergi meninggalkan dirinya. Dia pun bangkit dan berjalan mencari putri Dao Lin. Kemudian dia melihat putri Dao Lin terisak di halaman belakang.


Halaman belakang sekte Beruang Putih tampak elegan di gunung Beruang Putih. Dari tempat itu bisa melihat kota Bailing di kejauhan yang diterangi oleh gemerlap cahaya lampu malam harinya.


Putri Dao Lin memandang ke arah kota Bailing sambil terisak karena hatinya merasa sedih.


“Putri, apakah kamu menangis?” Shen Long mengejutkannya.


Putri Dao Lin tak kuasa menahan diri lalu berbalik dan memeluk tubuh Shen Long. Hatinya terasa perih memikirkan kepergian Shen Long. “Biarkan aku memelukmu meskipun sekejap, tuan Shen.” bisiknya lirih.


Shen Long tidak bisa berkata-kata, dia hanya terdiam merasakan hangat di dadanya oleh air mata putri Dao Lin yang membasahi pakaiannya.


“Aku mungkin bukan siapa-siapa, dan aku tidak bisa berharap lebih untuk itu. Namun meskipun hanya sebentar, aku ingin kenangan ini membekas di dalam pikiranku.” kata putri Dao Lin kembali sambil memeluk erat tubuh Shen Long.


Shen Long bisa merasakan perasaan yang dialami oleh Putri Dao Lin, dan dia merasa hatinya pun berkecamuk melihat kesedihan dan beban yang dirasakan oleh Putri Dao Lin.


“Putri, apakah kamu yakin jika aku bisa membebaskan kutukan pada kerajaan Dao Lin?” Shen Long tiba-tiba menanyakan hal itu padanya.


“Baiklah. Aku akan membantumu. Apa yang harus aku lakukan?” Shen Long tidak mengerti bagaimana caranya untuk membantu menghapus kutukan kerajaan Dao.


“Eh... ehm, bagaimana yah? A-aku juga tidak mengerti.” sahut Putri Dao Lin dengan wajah merah.


Mereka pun terdiam sambil menatap dengan wajah sama-sama merah. Wajah Shen Long merah karena Putri Dao Lin sejak tadi tidak melepaskan pelukannya dan tubuh Putri Dao Lin terlalu dekat dengannya.


“Apa sebaiknya kamu bertanya lebih dulu kepada tetua kerajaanmu? Setelah itu kamu bisa menemuiku lagi.” kata Shen Long kemudian.


Putri Dao Lin terdiam memikirkan hal itu. Dia juga tidak mengerti sebenarnya cara untuk menghapus kutukan kerajaan Dao.


Sejak kecil, Putri Dao Lin hidup di lingkungan wanita. Dia tidak pernah bermain dengan laki-laki meskipun telah dewasa. Dan laki-laki yang pernah melihat dirinya tanpa busana adalah Shen Long, ketika bertemu pertama kali di danau dekat kota Daosen.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan kembali untuk menanyakan hal ini pada tetua.” sahut Putri Dao Lin kemudian.


Shen Long menganggukkan kepalanya pada Putri Dao Lin menyetujui hal itu. Putri Dao Lin kemudian melepaskan pelukannya pada Shen Long dan hendak pergi.


“Dimana aku bisa menemuimu lagi tuan Shen?” tanya Putri Dao Lin.


“Aku akan berada di kediaman ini beberapa hari sebelum pergi. Ohya, aku masih memiliki waktu seminggu lagi. Aku harap kamu bisa mencari tahu caranya sebelum aku kembali.” kata Shen Long


Putri Dao Lin kemudian menganggukkan kepalanya dan bergegas pergi mencari pelayannya untuk pulang ke ibukota kerajaan Dao.


“Putri, mengapa kita harus kembali? Ada apa?” tanya salah satu pengawalnya.


“Aku ingin bertanya kepada nenek, bagaimana caranya menghilangkan kutukan kerajaan Dao.” sahut putri Dao Lin dengan wajah senang.


Kedua pengawalnya saling memandang mendengar kata-kata putri Dao Lin.


“Pu-Putri, apakah tuan Shen mau membantu kita?” tanya salah satu pengawal.


Putri Dao Lin menganggukkan kepalanya. “Benar, tuan Shen bersedia untuk membantu menghapus kutukan kerajaan Dao.”


“Ah...” salah satu pengawal menepuk dahinya kemudian menggelengkan kepalanya.


Putri Dao Lin mengkerutkan alisnya melihat ke arah pengawalnya yang tersenyum karena mendengar alasannya untuk kembali ke kerajaan Dao.


“Putri, untuk membebaskan kutukan kerajaan Dao. kita hanya memerlukan benih dewa dari tuan Shen. Dan putri yang terpilih untuk mendapatkannya.” kata pengawalnya sambil tersenyum lagi.


“Iya, aku pernah mendengar nenek menyebut seperti itu. Lalu apa yang harus aku lakukan?” sahut putri Dao Lin.


“Putri hanya perlu tidur dengan tuan Shen, tapi bukan hanya tidur. Putri harus mendapatkan benih darinya.” jawab pengawal lainnya sambil terkekeh.

__ADS_1


Wajah putri Dao Lin tampak merah karenanya. “Ti-tidur dengan tuan Shen? A-Aku...”


Putri Dao Lin memalingkan dan menutup wajahnya, dia sama sekali tidak memikirkan ke arah itu selama ini. Kali ini dia benar-benar merasa malu membayangkan hal itu.


__ADS_2