Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 409 | Penculikan pangeran Shao


__ADS_3

Saat malam tiba, keempat tetua sekte luar itu terlihat bergerak dengan mengenakan pakaian hitam dan bertopeng menutupi wajah mereka. Keempat tetua sekte luar menyelinap di penginapan menuju ke kamar pangeran Shao tanpa terdengar suara.


Dengan kekuatan mereka berempat yang berada di alam semesta kecil, tentu sangat mudah untuk meringkus pangeran Shao yang kekuatannya masih berada di alam bintang. Para pengawal pangeran Shao yang juga berada di alam bintang bukanlah apa-apa di depan keempat tetua sekte tersebut.


Kemudian dua orang dari empat tetua itu langsung masuk ke dalam kamar pangeran Shao, sementara dua orang lainnya berdiri di luar pintu untuk menjaga sekitarnya.


Tetua yang masuk ke kamar lalu bergerak secepat kilat ke arah pangeran Shao yang terkejut melihat serangan mendadak itu. Tubuh pangeran Shao terkena totokan pada beberapa titik aliran darah yang mengendalikan otot tangan dan kaki sehingga dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Satu tetua lainnya langsung mengamankan NingYue dan juga menotok titik aliran darahnya. Kemudian mereka berdua meringkus pangeran Shao dan NingYue dan membawa mereka pergi dari penginapan itu.


Di sebuah lereng bagian utara gunung Beruang Putih, terdapat sebuah gua yang cukup dalam dan luas. Keempat tetua sekte luar itu membawa pangeran Shao dan NingYue ke tempat itu dan mengikat mereka berdua.


“Kalian akan menyesali perbuatan kalian ini.” kata NingYue kepada keempat tetua itu.


“Hahaha... nona, kamu sangat cantik. Sayang sekali kamu berada di tempat yang salah bersama pangeran Shao.” sahut tetua Bang sambil tertawa.


“Lepaskan nona ini! Kalian menginginkan diriku, dia tidak ada hubungannya denganku.” kata pangeran Shao kepada keempat tetua itu.


Tetua Sang telihat berjalan mendekati NingYue dan memegang dagunya. “Benarkah wanita ini tidak ada hubungannya denganmu? Jika demikian, kami boleh bersenang-senang dengannya?”


Wajah NingYue menjadi merah karena marah mendengar perkataan tetua itu. Dia merasa dilecehkan olehnya. “Lepaskan aku sebelum kamu menyesalinya.” ancam NingYue kembali.


“Hahaha... nona galak sekali. Aku menyukai wanita yang galak.” kata tetua Sang kemudian sambil mengelus pipi NingYue.


Wajah pangeran juga menjadi merah padam melihat tingkah keempat tetua itu, dia menggertakkan giginya. “Penasehat kerajaan akan mengejar dan membunuh kalian jika pengawalku tidak menemukan diriku di penginapan itu.”


Plak!

__ADS_1


Tetua Bang menampar wajah pangeran Shao dengan wajah beringas. “Kamu pikir kami takut dengan penasehat kerajaanmu? Dia tidak ada apa-apanya dibanding dengan ketua sekte kami.”


“Shen Long, tolonglah aku!” batin NingYue ketika melihat mereka menampar wajah pangeran Shao.


“Ketua sekte akan segera datang ke tempat ini, kita hanya perlu menunggunya disini.” kata tetua Shin mendekati mereka bersama tetua Ming.


Mereka berempat berasal dari sekte Mata Api, merupakan sekte yang berasal dari luar kerajaan Shao. Namun mereka selalu mengadakan bisnis mereka di kerajaan Shao.


Beberapa bisnis mereka telah beberapa kali dilarang oleh Raja Shao, sehingga mereka dendam kepada keluarga kerajaan Shao dan melaporkan hal itu kepada ketua sekte Mata Api, Jiang Xu.


Jiang Xu kemudian mengutus tetua Shin dan tetua Ming untuk melakukan negosiasi akhir dengan kerajaan Shao sebelum dia datang dalam waktu dekat ini. Jika terpaksa, mereka akan memusnahkan keluarga kerajaan Shao.


Inilah sebabnya mereka kemudian menangkap pangeran Shao untuk menekan Raja Shao agar bersedia mencabut larangan bisnis mereka di kerajaan Shao.


Kekuatan Jiang Xu, ketua sekte Mata Api berada di alam Pemurnian Semesta, sehingga mereka tidak takut dengan penasehat kerajaan Shao, Wuji yang berada di alam Semesta Besar.


Di penginapan para pengawal tampak panik ketika tidak menemukan pangeran Shao di dalam kamarnya. Mereka langsung kembali dan melaporkan hal itu kepada penasehat kerajaan, Wuji.


Penasehat Wuji kemudian pergi mengikuti pengawal itu ke dalam penginapan untuk menyelidiki kejadian tersebut. “Aku mencium bau belerang. Apakah mereka berasal dari sekte Mata Api?”


Sekte Mata Api memang memiliki markas pusat di penambangan yang ada di gunung berapi Naga Bumi. Gunung tersebut masih aktif menyemburkan lahar dan bau belerang hingga tercium ke kediaman markas sekte Mata Api.


Wuji kemudian memerintahkan para pengawal pangeran untuk menyusuri daerah pegunungan mencari keberadaan pangeran Shao. Karena kekuatan Wuji dan kecerdasannya mencari jejak penculikan itu, akhirnya Wuji menemukan gua tempat keempat tetua sekte luar itu bersembunyi.


“Rupanya kalian menyembunyikan pangeran di tempat ini.” Suara Wuji terdengar hingga ke dalam gua.


Keempat tetua terkejut mendengar Wuji telah datang dan mengetahui keberadaan mereka di dalam gua tersebut. Keempat tetua itu lalu keluar dari dalam gua menyambut penasehat kerajaan Shao, Wuji.

__ADS_1


“Hehehe... tetua Wuji, kita bertemu lagi.” kata tetua Sang melihat Wuji yang berdiri di luar gua bersama empat Raja Langit pengawal pangeran Shao.


“Lepaskan pangeran kami! Kami tidak akan memperpanjang masalah ini.” kata Wuji yang berjalan mendekati keempat tetua sekte luar dengan menyilangkan kedua tangan di punggungnya.


Wajah Wuji tampak tenang berwibawa menatap keempat tetua itu dengan tajam.


“Hahaha... kamu pikir kami takut padamu?” sahut tetua Bang kemudian.


“Benar, meskipun kamu berada di alam semesta besar, namun kami berempat berada di alam semesta kecil. Kamu akan kesulitan melawan kami berempat.” timpal tetua Ming.


Wuji yang tampak tenang dalam hatinya merasa khawatir dengan hal itu. Dia tentu akan menguras staminanya melawan mereka berempat. Dan bukan tidak mungkin dirinya yang telah tua akan dikalahkan oleh keempat tetua yang berusia jauh lebih muda darinya.


“Lepaskan pangeran kami!” keempat pengawal bergegas menyerang ke arah tetua Sang yang berada di dekat mereka.


Plak! Bugh! Bagh! Bugh!


Keempat pengawal itu terlalu mudah untuk dikalahkan oleh tetua Sang seorang diri dengan sekali pukul. Tubuh keempat orang pengawal yang disebut Raja Langit terbang berhamburan ke sekitarnya dan jatuh dengan luka dalam.


“Kalian Empat Pecundang ingin melawanku? Kalian masih menyusui, aku sudah membunuh manusia.” cibir tetua Sang


Mata penasehat kerajaan Wuji berkedut melihat hal itu, dia pun menyerang tetua Sang dengan kecepatan tinggi langsung berada di hadapannya.


Bugh!


Pukulan tinju penasehat Wuji bersarang di dada tetua Sang tanpa sempat dia menahannya. Mata tetua Sang melotot tidak menyangka kecepatan Wuji yang secara tiba-tiba menyerang dirinya.


Kali ini tubuh tetua Sang yang terbang menghantam sebuah pohon di belakangnya dan darah menyembur dari mulutnya. Tetua Sang merasa dadanya sakit oleh tinju Wuji.

__ADS_1


“Kamu terlalu sombong!” Wuji mendelik ke arah tetua Sang.


__ADS_2