
Libao kemudian merapalkan mantra dan mengerahkan kekuatannya lalu memukul ke arah langit.
Tiba-tiba di langit muncul sebuah pintu dan mulai terbuka. Di dalam pintu itu terlihat jelas alam tempat Guru Agung berada. “Apakah kamu ikut denganku Libao?” tanya Shen Long kemudian.
Libao menggelengkan kepalanya. “Aku tinggal di alam yang berbeda denganmu. Aku tidak ingin mengacaukan alam lain.” sahut Libao dengan santai sambil tersenyum pada Shen Long
Shen Long kemudian mengulurkan tangannya dan Libao menjabat tangannya itu. “Senang berkenalan denganmu Libao. Aku harap kita akan bertemu lagi,” kata Shen Long.
“Aku juga senang berkenalan denganmu Shen Long. Semoga kita bisa bertemu lagi,” sahut Libao sambil tersenyum.
Mereka pun akhirnya berpisah, Shen Long pergi ke atas langit dan masuk ke pintu yang telah dibuka oleh Libao. Sedangkan Libao menghilang kembali di alam tersebut.
Guru Agung yang sedang bersantai di teras rumahnya terkejut ketika melihat Shen Long tiba-tiba muncul dari balik pintu rumahnya. Dia tidak menyangka Shen Long akan keluar dari pintu itu dalam waktu seminggu. “Apakah kamu telah berhasil mengalahkan Libao?” tanya Guru Agung sambil menyipitkan matanya ke arah Shen Long seakan tidak percaya.
“Iya Guru,” sahut Shen Long dengan memberi hormat.
Guru Agung kemudian berdiri dan berjalan mendekati Shen Long. “Kerahkan tenagamu di depanku!” kata Guru Agung selanjutnya.
Mendengar perkataan dari Guru Agung Semesta, Shen Long lalu mengerahkan seluruh kekuatannya untuk dapat di rasakan oleh Guru Agung Semesta. Tubuh Shen Long mengeluarkan cahaya dan juga awan gelap menyelimuti tubuhnya ketika dia mengerahkan kekuatan puncak miliknya.
Mata Guru Agung berkedut merasakan tekanan dari kekuatan Shen Long di depannya. Dia pun mengerahkan kekuatannya untuk mengimbangi kekuatan Shen Long. Kekuatan Guru Agung Semesta sudah berada di tahapan kultivasi Semesta Kecil, jadi mudah baginya untuk meredam kekuatan Shen Long yang masih berada di Alam Bintang tingkat 8.
“Bagus, rupanya kamu sudah berhasil meningkatkan kekuatanmu ke Alam Bintang tingkat 8 puncak dalam waktu singkat,” kata Guru Agung pada Shen Long.
Guru Agung kemudian melambaikan tangannya meminta Shen Long menghentikan pengerahan kekuatannya itu. “Kamu masih perlu meningkatkan lagi kekuatanmu ke tingkat 9 Alam Bintang atau menerobos ke Alam Semesta Kecil untuk bisa mengalahkan Dewa Penghancur.” kata Guru Agung padanya.
Shen Long tertegun, dia tidak menduga bahwa kekuatan Dewa Penghancur itu masih berada di atas kekuatannya. Dia merenungkan lagi cara untuk meningkatkan kekuatannya itu.
__ADS_1
“Aku akan memberikanmu Buah Karma. Kamu mungkin akan membutuhkan senjata Tombak Gaib itu untuk melawannya. Dewa Penghancur memiliki tombak yang juga sangat kuat.” lanjut Guru Agung.
Mendengar hal itu Shen Long menjadi sedikit lega. Tujuannya datang ke tempat itu memang untuk mendapatkan benda mistis agar bisa membangkitkan senjata tombak gaib Cahaya Nirwana.
“Terima kasih Guru,” sahut Shen Long sambil memberi hormat pada Guru Agung.
Guru Agung segera membuka sebuah dimensi di tangannya lalu mengambil sebuah benda dari dimensi itu. Terlihat sebuah benda yang mengeluarkan cahaya berwarna hijau dari dimensi tersebut. Benda mistis itu mirip seperti buah salak dengan kulitnya yang bersisik namun berwarna hijau seperti giok.
Guru Agung lalu menyerahkan buah itu kepada Shen Long yang kemudian menerima dan menyimpannya di dalam cincin penyimpanan miliknya.
“Kamu harus mencoba menarik tombak itu dengan kekuatan maksimal agar kekuatan tombak gaib itu juga menjadi maksimal. Setelah tombak itu dipanggil untuk pertama kalinya, kamu harus menyimpannya di dalam alam pikiranmu agar kamu bisa menggunakannya sewaktu-waktu kamu memerlukannya.” pesan Guru Agung itu.
“Baik Guru,” sahut Shen Long kembali sambil memberikan hormat pada Guru Agung.
“Pergilah, semoga berhasil nak!” kata Guru Agung selanjutnya lalu menghilang.
Setelah pintu istana bawah laut itu tertutup kembali, Shen Long pun pergi melesat naik dari kedalaman air laut dengan kecepatan tinggi dan keluar ke permukaan air laut. Shen Long kemudian melayang di udara memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
“Sebaiknya aku pergi ke alam bintang dunia langit menuju Kuil Cahaya untuk menemui Kaisar Dewa Cahaya dan meminta bantuan darinya,” batin Shen Long.
Meskipun Kaisar Dewa Cahaya yang telah menyegel kekuatannya, namun Shen Long tidak menaruh dendam padanya. Dia mengakui dirinya yang telah melanggar aturan sebelumnya dan menerima hukuman Kutukan Langit itu. Kini setelah segel kekuatannya telah terbuka, dia bisa menggunakan kekuatan dewa nya untuk pergi ke dunia dewa dan menuju ke alam bintang.
Setelah mempertimbangkan segala suatunya, Shen Long memutuskan untuk bergi menemui Kaisar Dewa Cahaya terlebih dulu agar bersedia membantu Loka ini melawan Dewa Penghancur Loka lain yang datang dan ingin menghancurkan Loka ini.
Shen Long pun terbang kembali ke atas langit dan menembus lapisan langit hingga tiba di Alam Tembaga dunia langit. Seluruh dewa di alam tembaga terkejut melihat kemunculan Shen Long setelah sekian lama. Mereka pun segera berlutut ketika melihatnya. “Kami telah melihat Kaisar Langit” teriak mereka hampir bersamaan.
Meskipun Shen Long tidak terbiasa mendengar hal itu, namun dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya untuk menghormati pada dewa itu yang berlutut padanya. “Berdirilah!” perintah Shen Long sambil terbang kembali menuju ke Alam Perak dan kemudian seterusnya hingga Alam Berlian.
__ADS_1
Di Alam Berlian, Pendeta Agung terkejut melihat kedatangan Shen Long yang tiba-tiba muncul di alam itu. Demikian juga halnya dengan Putri Shui yang tampak berkaca-kaca setelah melihat kemunculan Shen Long. Dia segera berlari dan memeluk tubuh Shen Long.
Shen Shui anak Shen Long dan Putri Shui yang berumur seperti anak belasan tahun tertegun melihat ibunya memeluk Shen Long. Dia berdiri terpaku di tempatnya melihat ke arah Shen Long.
“Anakku, kemarilah. Sapalah ayahmu ini nak!” kata Putri Shui pada Shen Shui yang masih terbengong melihat ayahnya itu.
“Ayolah nak, sapa ayahmu!” panggil kakek angkatnya Zhong Quan juga turut datang bersama nenek angkatnya Yuan Wei. Mereka tersenyum dan kemudian memeluk tubuh Shen Long juga.
“Hahaha... akhirnya kamu terbebas dari hukuman langit Shen,” kata ayah angkatnya Zhong Quan.
Shen Long menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada mereka semua. Beberapa dewa yang juga telah naik tingkat ke Alam Berlian tampak telah datang begitu informasi tentang kemunculan Shen Long tersebar ke dunia langit.
“Yang Mulia Kaisar Langit, selamat datang kembali,” teriak mereka secara bersamaan sambil memberi hormat kepada Shen Long.
“Berdirilah!” sahut Shen Long pada mereka.
“Ayah, Ibu, aku akan pergi ke Alam Bintang menuju Kuil Cahaya. Jadi aku tidak bisa berlama-lama di tempat ini,” kata Shen Long. Dia kemudian berjalan mendekati anaknya Shen Shui dan memegang kepala anaknya itu dengan lembut. “Kamu sudah besar nak. Terima kasih sudah menjaga ibumu selama ini,” kata Shen Long padanya.
Anak berusia belasan tahun itu tidak mengerti apa yang terjadi, namun dia merasakan kehangatan saat tangan lembut Shen Long membelai rambutnya. Dia pun secara reflek berhamburan memeluk tubuh Shen Long sambil membenamkan wajahnya ke tubuh ayahnya Shen Long. “Ayah?” gumamnya pelan.
“Iya nak. Aku ayahmu. Maafkan ayah tidak pernah bisa berada disisimu selama ini,” sahut Shen Long sambil berjongkok sejajar dengan wajah anaknya.
“Kamu anak yang kuat seperti ibumu, kamu sudah tumbuh besar dan kuat. Ayah bangga padamu,” kata Shen Long kembali sambil mengusap rambut anaknya itu.
Shen Shui berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh di depan ayahnya. Dia merasa terharu karena selama ini belum pernah bertemu sekalipun dengan ayahnya. “Ayah, apakah kamu akan menjemput kami?” tanyanya pada Shen Long membuat Shen Long tertegun.
Shen Long kemudian tersenyum padanya. “Setelah ayah melakukan suatu tugas, ayah akan menjemput kalian berdua,” katanya sambil tersenyum dan memeluk tubuh anaknya itu.
__ADS_1