
Shu Wei yang menyadari kekeliruan sekte Matahari Suci hanya bisa menggelengkan kepalanya. Selama ini Shu Wei mengabdi pada ayah Qin Liu, ketua sekte sebelumnya.
Tapi setelah jabatan ketua sekte turun pada Qin Liu, sekte Matahari Suci telah berubah dari sekte yang dikagumi karena jiwa kepahlawanannya menjadi sekte jahat yang hanya mementingkan kekayaan dan memeras rakyatnya.
Selama ini Shu Wei telah mengasingkan diri bersama ketiga monster yang dipeliharanya dan melatih seorang murid yaitu Shu Zan yang sangat berbakat. Namun sikap Shu Zan lebih banyak dipengaruhi dan dibela oleh ketua sekte Qin Liu sehingga membuat Shu Wei hanya bisa melapangkan dadanya. Dia berharap suatu saat Shu Zan akan berubah menjadi pahlawan harapan rakyatnya.
Ketika Qin Liu kembali dua hari lalu, dia memanggil para tetua sekte untuk melindungi sekte dari serangan Shen Long yang dianggap penjahat yang ingin memusnahkan sekte oleh Qin Liu dengan memutarbalikkan faktanya.
Shu Wei yang memiliki jiwa pengabdian pada sekte segera datang bersama ketiga monsternya untuk melawan Shen Long. Namun setelah bertarung dengan Shen Long dia merasakan Shen Long tidak memiliki jiwa pembunuh. Bahkan dia tidak membunuh ketiga monster peliharaannya. Dia hanya menundukkan mereka tanpa keinginan untuk membunuh.
Hal itu mengubah pandangan Shu Wei kepada Shen Long, apalagi setelah mengetahui Shen Long memiliki Qiongqi sebagai peliharaannya. Dia merasa Shen Long bukanlah lawan yang bisa diprovokasi dengan mudah.
Setelah itu dia merasa bahwa ini adalah akhir dari sekte Matahari Suci. Mungkin Shen Long tidak benar-benar akan menghabisi semua orang, tapi kini sepertinya semua berubah setelah kedatangan Shu Zan.
Shu Wei tidak tahu apa yang harus dia lakukan, kemudian dia berjalan mendekati Shen Long dan menatapnya dengan memelas sambil berlutut.
“Tuan, tolong berikan ampunanmu pada muridku ini. Dia tidak tahu tingginya langit,” pinta Shu Wei pada Shen Long.
Mata Qin Liu berkedut, mata Qin Yuan pun melotot melihat Shu Wei yang tiba-tiba berlutut pada Shen Long. Wajah Shu Zan pun menjadi jelek dengan mata terbelalak melihat kejadian itu.
“Guru! Apa yang kamu lakukan? Hanya pengecut yang memohon ampunan pada musuh,” teriak Shu Zan padanya.
Shu Wei tidak mempedulikan teriakan muridnya, selama ini dia juga melakukan kesalahan dengan melindungi dan menuruti semua keinginan muridnya itu.
Shen Long berjalan mendekati Shu Wei dan tersenyum padanya. “Tetua, aku tahu maksudmu. Tapi bukan aku yang memutuskan hal itu. Muridmu sendirilah yang memiih untuk melawanku,” sahut Shen Long.
Shu Wei menundukkan kepalanya tidak berdaya, dia hanya bisa menyesali dirinya yang tidak bisa mendidik muridnya itu dengan baik.
__ADS_1
“Tetua, kamu tidak sepenuhnya gagal menjadi guru. Tapi setiap manusia memiliki pilihannya masing-masing. Memang seharusnya murid yang mengikuti kata-kata guru, bukan sebaliknya.”
“Bangunlah! Aku memberikan keputusan ditangan muridmu,” lanjut Shen Long kemudian.
Meskipun Shen Long tidak secara khusus mengampuni muridnya, namun dia menyerahkan keputusan pada muridnya itu. Hidup dan mati berada ditangannya sendiri.
Shu Wei menghela nafas dan menganggukkan kepalanya kepada Shen Long. “Terima kasih tuan,” sahutnya dengan berat meskipun dia tahu apa yang diputuskan oleh murid bodohnya itu.
Mata Shu Zan menjadi merah karena sikap gurunya. Dia merasa semakin kesal dan cemburu dengan sikap tersebut.
Shu Zan menatap Shen Long dengan hawa membunuh yang kental dan memberikan tekanan ke sekitarnya. Namun Shen Long hanya tersenyum melihat hal itu.
“Qin Liu, kali ini aku tidak lagi menaikkan biaya pelajaran padamu. Tapi aku meminta semua milikmu, termasuk nyawamu,” Shen Long menatap tajam pada Qin Liu yang membuat Qin Liu menggigil ketakutan.
Shen Long merasa marah pada Qin Liu yang tidak berubah meskipun telah diberikan kesempatan saat memohon ampunan atas nyawanya pada saat itu. Tapi kini tidak ada lagi kesempatan ketiga baginya bahkan juga pada anaknya Qin Yuan.
“Qiongqi, bawa NingYue pergi dari tempat ini,” perintah Shen Long.
NingYue tidak mengerti apa maksud Shen Long, namun Qiongqi mengerti akan hal itu. Shen Long tidak ingin tanpa sengaja melukai NingYue saat dia mengerahkan kekuatan maksimal miliknya.
Kekuatan alam kesadaran semesta sangat kuat bahkan bisa menghancurkan loka ini jika Shen Long bermaksud untuk itu.
NingYue pun menaiki punggung Qiongqi dan pergi dari tempat itu menuju ke tempat yang lebih aman.
Shu Wei juga mengerti hal itu, namun dia tidak ingin pergi dari sana. Hidup mati sekte juga berhubungan dengan dirinya. Jika pun dia hidup akhirnya, dia bukan lagi anggota sekte Matahari Suci yang telah musnah.
“Bagus, kamu meminta istrimu untuk pergi menjauh agar tidak melihatmu terluka. Aku akan mengampuninya jika dia mau menjadi milikku di masa depan,” kata Shu Zan dengan sombongnya.
__ADS_1
Shen Long tersenyum kecut mendengar kata-kata Shu Zan. Jika saja dia tidak berjanji pada Shu Wei, mungkin saat itu dia sudah merobek mulut besarnya itu.
“Hahaha... jangan lupakan aku saudara Shu,” sambung Qin Yuan yang juga ingin mendapatkan bagian dari wanita cantik itu.
Shen Long menatap pada Qin Yuan dengan wajah dingin.
“Qin Yuan, aku tidak ada berjanji untuk tidak membunuhmu,” kata Shen Long.
Kemudian Shen Long mengerahkan kekuatannya ke arah Qin Yuan dan menarik tubuhnya ke tangan Shen Long.
Jleb!
Leher Qin Yuan sudah berada dalam cengkeraman tangan Shen Long yang mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi.
“Aaakhh... aaah...”
Qin Yuan tidak bisa bersuara dengan leher yang dicengkeram kuat oleh Shen Long.
Smeua orang di tempat kejadian itu tidak menduga Shen Long akan bergerak secepat itu menarik Qin Yuan dan mencengkeramnya.
“Le-Lepaskan anakku!” Teriak Qin Liu dengan gugup.
Shu Zan terbelalak melihat hal itu, wajahnya menjadi geram menatap lekat pada Shen Long. “Lepaskan dia! Aku akan memikirkan untuk membunuhmu tanpa sakit,” kata Shu Zan.
Shu Wei menggelengkan kepalanya sambil menarik nafas menahan dirinya setelah mendengar kata-kata muridnya yang semakin sombong.
Dia tidak menyangka muridnya Shu Zan yang mengasingkan diri untuk berlatih meningkatkan kekuatannya, namun bukan hanya kekuatannya saja yang meningkat, tapi kesombongannya juga ikut meningkat.
__ADS_1