
Di tempat persembunyian kakek Shang Quan, Zen Luo telah memulihkan kondisinya. Kakek Shang Quan melarangnya untuk pergi meninggalkan gua tersebut, hal ini membuat Zen Luo merasa ingin untuk mengetahuinya.
“Kakek, bukankah kamu ingin menceritakan sesuatu padaku setelah aku pulih?” tanya Zen Luo pada kakeknya yang sedang bermeditasi.
Shang Quan menghentikan meditasinya, dia lalu memanggil cucunya untuk mendekati dirinya.
“Zen Luo, sebenarnya saat itu kamu telah mati di tangan Shen Long” kata kakek Shang Quan.
Wajah Zen Luo terkejut mendengar kata-kata kakek Shang Quan dia tidak mengerti kenapa bisa dirinya saat ini hidup kembali.
“Aku membawa tubuhmu ke dalam Alam Reinkarnasi ini dan memperbaikinya. Kemudian aku pergi menuju kediaman Raja Yama Yanluo Wang untuk merebut roh mu dan membawanya kemari untuk mengembalikan dirimu dari kematian.”
“Karena aku telah membuat keributan di aula Raja Yama, aku pun dikejar oleh pasukan mereka dan terpaksa bersembunyi di tempat ini” lanjutnya
Wajah Shang Quan terlihat muram setelah mengatakan hal itu, sementara Zen Luo tertegun mendengar cerita kakeknya.
__ADS_1
“Kakek, bukankah setelah kita memasuki Alam Reinkarnasi, kita tidak bisa kembali lagi selain melalui dua pintu di dalam aula Raja Yama” sahut Zen Luo.
“Benar. Untuk itulah aku telah membuat Cermin Yin dan Yang ini” lanjut Shang Quan sambil mengeluarkan sebuah cermin berbentuk lingkaran di tangannya yang berwarna hitam dan putih bergambar yin dan yang.
“Cermin Yin dan Yang?” Zen Luo tidak mengerti melihat cermin di tangan kakeknya itu.
“Ini adalah cermin duplikat dari yang aslinya. Aku hanya bisa membuatnya untuk sekali penggunaan saja” lanjut Shang Quan
“Untuk apa Cermin Yin dan Yang ini kakek? Bagaimana menggunakannya” tanya Zen Luo
Shang Quan menghela nafasnya untuk mengingat masa lalu saat Kaisar Dewa Iblis memberitahukannya tentang Cermin Yin dan Yang padanya.
“Lalu apa yang terjadi setelah itu? Kemana aku perginya” tanya Zen Luo
Kakek Shang Quan lalu berdiri dan berjalan menuju mulut gua serta melihat keluar. “Aku belum pernah menggunakannya dan Kaisar Dewa Iblis tidak pernah memberitahukanku bagaimana cara kerja alat ini dan juga kemana kita akan pergi setelah memasukinya” sahut Shang Quan
__ADS_1
“Kaisar Dewa Iblis? Berarti dia mengetahui hal ini.” gumam Zen Luo
“Benar. Kaisar Dewa Iblis mengetahui tentang Cermin Yin dan Yang ini, namun saat ini dia terkurung di dalam tubuh Shen Long” lanjut Shang Quan.
“Apa? Pantas saja Shen Long memiliki kekuatan Kaisar Dewa Iblis. Rupanya dia mengurung Kaisar Dewa Iblis di dalam tubuhnya” sahut Zen Luo geram.
Kakek Shang Quan mendekati Zen Luo lalu memberikan Cermin Yin dan Yang itu padanya. “Bawalah cermin ini. Suatu saat kamu bisa menggunakannya disaat perlu. Namun hanya untuk sekali penggunaan saja.” kata Shang Quan kembali.
Wajah Zen Luo tertegun memikirkan tentang Cermin Yin dan Yang, jika dia tidak mengetahui kemana akan pergi setelah menggunakannya, maka dia bermaksud untuk menjadikannya pilihan terakhir. Kemudian dia menyimpan cermin tersebut di dalam cincin pernyimpanannya.
“Uukh...”
Kakek Shang Quan terbatuk dan memuntahkan darah segar berwarna hitam di depan Zen Luo dan membuat mata Zen Luo berkedut melihatnya.
“Kakek, kamu terluka?” teriaknya dengan wajah cemas melihat kondisi kakeknya.
__ADS_1
“Tidak apa, waktuku sudah tinggal sedikit lagi. Aku terluka oleh senjata Raja Yama saat merebut roh mu. Siapapun yang terkena senjata Raja Yama, hidup mereka tidak akan bertahan lama” sahut Shang Quan.
“Kakek...” wajah Zen Luo sedih mengetahui bahwa kakeknya akan segera meninggalkannya.