
Wajah Shen Long berubah gelap mendengar kata-kata lelaki tua itu yang menyebutkan sekte Pedang Harapannya sebagai penjahat.
“Penjahat? Siapa yang kakek maksudkan?” tanya Shen Long padanya.
“Siapa lagi kalau bukan orang-orang sekte Pedang Harapan itu.” Lelaki tua itu merenungkan beberapa kejadian yang membuatnya merasa kesal dan marah pada orang-orang sekte Pedang Harapan.
“Sejak setahun yang lalu, perubahan terjadi di sekte Pedang Harapan ini. Ketua sekte Pedang Harapan terbunuh oleh bawahannya yang kemudian menguasai pulau tempat kediaman sekte Pedang Harapan di wilayah pesisir laut selatan ini.”
Lelaki tua itu kemudian menceritakan bahwa sejak pergantian ketua sekte pedang harapan di pulau markas utama mereka, sekte cabang di kota pesisir laut selatan juga berubah.
Mereka dipenuhi oleh para bajak laut yang merupakan bawahan dari ketua sekte pedang harapan yang baru. Ketua sekte pedang harapan cabang pesisir laut selatan yang baru bernama Tang Lan, dia adalah seorang pemimpin bajak laut yang selama ini selalu merampok di perairan laut selatan ini.
Kemudian sekte pedang harapan berhasil mengalahkan dan menangkapnya. Namun Tang Lan sangat licik, dia berpura-pura bertobat dan menjadi murid dari ketua sekte pedang harapan di pulau tersebut.
Setelah menjadi murid selama lima tahun, Tang Lan mulai kelihatan belangnya. Dia yang telah dipercaya oleh ketua sekte pedang harapan lalu meracuni ketua sekte dan kemudian membunuhnya pada satu tahun yang lalu.
Ketika Tang Lan menjadi ketua sekte pedang harapan yang baru, para bajak laut yang sebelumnya bersembunyi kini menampakkan diri mereka lagi dan menduduki seluruh sekte pedang harapan di wilayah pesisir laut selatan ini.
“Apakah aku telah pergi selama setahun dari loka ini?” pikir Shen Long setelah mendengarkan perkataan lelaki tua itu.
Shen Long merenungkan perkataan lelaki tua itu dan memikirkan sekte pedang harapan gunung abadi.
“Kakek, apakah tidak ada orang dari sekte Pedang Harapan Gunung Abadi yang datang kemari?” tanya Shen Long.
“Ada. Tetapi para bajak laut itu berubah menjadi baik dan menjamu para utusan dari Gunung Abadi yang datang kemari.”
Lelaki tua itu menggelengkan kepalanya menceritakan bahwa percuma dengan utusan yang datang tanpa mengetahui situasi sebenarnya di pesisir laut selatan ini.
“Mengapa warga tidak ada yang melaporkan pada utusan itu?” Shen Long penasaran mengapa tidak ada penduduk kota pesisir laut selatan yang berusaha melaporkan kejadian sebenarnya kepada utusan dari Gunung Abadi itu.
__ADS_1
“Pernah ada seorang penduduk yang melaporkannya, lalu penduduk itu beserta keluarganya itu dibunuh oleh mereka. Dan utusan Gunung Abadi pun dibunuh di luar wilayah pesisir laut selatan seperti sebuah kecelakaan.”
“Sejak kejadian itu, para bajak laut menjadikannya contoh dan menggantung mayat mereka sekeluarga di pusat kota untuk pelajaran bagi para penduduk kota yang berani melaporkan,” lelaki tua itu menceritakannya kembali.
Shen Long menjadi geram mendengarkan hal ini. Dia bisa saja menyapu bersih para bajak laut itu sendirian, tetapi ini tidak akan menjadi pelajaran bagi pewarisnya kelak. Jadi Shen Long bermaksud untuk membiarkan ketua sekte Pedang Harapan pusat Gunung Abadi untuk menyelesaikan masalah ini.
“Kakek, terima kasih atas penjelasanmu. Aku akan segera pergi dari tempat ini.”
Shen Long lalu memberikan hormat pada lelaki tua itu dan pergi menuju ke arah Gunung Abadi.
Gunung Abadi, berada tak jauh dari tempat Shen Long yang kini sedang terbang melayang menuju ke arah gunung tersebut.
Hati Shen Long sedikit gugup karena sebentar lagi dia akan bertemu lagi dengan istri tercintanya yang telah lama ditinggalkannya.
Ketika tiba di puncak gunung Abadi, seluruh anggota sekte terkejut oleh kedatangan Shen Long. Orang yang mengetahuinya langsung berlari melaporkan kedatangan leluhur sekte itu.
“Leluhur sekte!” Orang-orang berlutut ketika melihat Shen Long datang dengan gagah berjalan menuju ke aula pertemuan sekte.
“Dimana istriku Yun Mei?” tanya Shen Long pada ketua sekte Shen Wu.
“Leluhur, nyonya telah pergi dan tinggal menyendiri di lereng gunung Abadi ini dan dijaga oleh kedua dewa kembar He Ti dan Che Ti bersamanya,” sahut Shen Wu.
“Leluhur, apakah kami perlu memanggilnya?” tanya Shen Gu menambahkan.
Shen Long menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu. Aku sendiri yang akan pergi kesana setelah menceritakan sesuatu tugas pada kalian,” sahut Shen Long.
Kedua Shen Wu dan Shen Gu langsung memberikan hormat pada Shen Long.
“Katakan perintahmu leluhur!” sahut mereka hampir bersamaan.
__ADS_1
“Ketika kembali ke dunia ini, aku tiba di wilayah pesisir laut selatan. Aku mendengar kabar bahwa para bajak laut telah menguasai sekte Pedang Harapan di kota tersebut dan juga pulau yang merupakan tempat kediaman utama sekte Pedang Harapan di wilayah Pesisir Laut Selatan,” jelas Shen Long.
Shen Wu dan Shen Gu tertegun mendengar cerita Shen Long, selama ini mereka tidak mendengarkan suatu yang tidak beres di wilayah Pesisir Laut Selatan.
“Mohon leluhur mengampuni kelalaian kami. Kami akan segera membenahi hal ini,” sahut Shen Wu sambil berlutut pada Shen Long.
“Baik. Aku serahkan masalah kecil ini pada kalian. Aku yakin kalian bisa menyelesaikannya,” lanjut Shen Long yang kemudian berdiri.
“Tunjukkan dimana istriku berada! Aku sendiri akan pergi menemuinya.”
Shen Gu lalu menunjukkan tempat tinggal Yun Mei di lereng bagian utara Gunung Abadi yang dijaga oleh dua orang dewa kembar He Ti dan Che Ti bersamanya.
Shen Long kemudian pergi sendiri menuju ke lereng utara untuk menemui istri tercintanya Yun Mei yang telah lama dia tinggalkan dari loka ini.
Ketika berjalan menuju ke lereng utara, tiba-tiba muncul dewa He Ti dan Che Ti di depan Shen Long. Namun wajah mereka terkejut ketika melihat orang yang datang.
“Tuanku!”
Teriak He Ti dan Che Ti hampir bersamaan yang langsung pergi berlutut di depan Shen Long.
“Berdirilah!”
“Aku dengar kalian berdua telah menjaga istriku Yun Mei dengan baik. Bagaimana keadaannya?” tanya Shen Long kemudian.
“Tuanku, sejak kepergianmu yang tiba-tiba secara aneh setahun yang lalu. Nyonya menjadi terdiam memikirkanmu. Sejak itu nyonya menjadi sulit makan dan tidur karena memikirkanmu,” sahut He Ti.
“Lalu kamu mengajaknya kemari untuk menenangkan diri dan beberapa bulan kemudian Nyonya sudah mulai bisa pulih namun dia masih tetap memikirkanmu, tuan.”
Mata Che Ti mulai berkaca-kaca setelah menceritakan hal itu. He Ti pun tidak kuasa menahan diri untuk tidak meneteskan air matanya karena mengingat kejadian yang menimpa Yun Mei.
__ADS_1
“Yun Mei, aku benar-benar membuatmu menderita lagi,” batin Shen Long kemudian.