
Akhirnya Wu Zhen menyadari bahwa Kekaisaran Tengahnya telah dipengaruhi oleh kedua penasehat yang bernama Mo Zen dan Mo Luo seperti yang dikatakan oleh Shen Long.
“Beri mereka pelajaran!” teriak Wu Qin yang impulsif memberi perintah pada murid-murid sekte dan juga turut menyerang ke arah kedua Mo Luo dan Mo Jie.
Hanya Mo Jie yang haus darah bergerak dan langsung menggunakan kekuatannya menjatuhkan seluruh orang yang menyerangnya. Tetua Wu Qin juga terpental dan terluka parah.
“Berhenti!” teriak Wu Zhen memberi perintah murid-muridnya dan para tetua untuk berhenti menyerang. Wu Zhen tidak ingin seluruh muridnya terluka, dia sendiri yang maju menyerang ke arah Mo Jie.
Pukulan telapak Wu Zhen bertemu langsung dengan pukulan dari Mo Jie.
BUMM!
Ledakan terdengar saat kedua pukulan itu beradu. Mo Jie terdorong mundur begitu juga Wu Zhen terlempar dua langkah ke belakang.
“Kekuatan Iblis ini tidak bisa dianggap remeh. Belum lagi Mo Luo yang masih belum menyerang” gumam Wu Zhen. Dia melihat murid-murid dan para tetua sekelilingnya, “Sepertinya hari ini Gunung Pedang tidak bisa dipertahankan lagi. Aku merasa berdosa kepada leluhur” gumamnya lirih.
Wu Zhen segera bersiap kembali, kali ini dia mengeluarkan pedangnya untuk menyerang pada Mo Jie. Pedang Surgawi di tangannya meraung dengan kekuatan dahsyat alam Abadi dari Wu Zhen.
Gerakan Wu Zhen sangat cepat, dia menyerang dengan jurus yang ganas menebas dan menusuk ke arah Mo Jie. Mo Jie tidak dapat kesempatan untuk membalas serangannya. Dia hanya bisa menghindari dan menahan serangan dari Wu Zhen.
“Mo Jie, jangan berlama-lama. Kita tidak boleh membuang waktu terlalu lama di luar” teriak Mo Luo mengingatkan diri mereka. Mo Jie mengerti maksud Mo Luo, jika mereka terlalu lama di luar, tentunya akan menarik perhatian dewa dunia langit untuk menemukan mereka.
Mo Jie akhirnya mundur untuk mengambil kesempatan mengumpulkan seluruh kekuatan alam Neraka miliknya. Lalu dia segera menyerang ke arah Wu Zhen dengan kekuatan penuh alam Neraka.
Ketika serangan Mo Jie yang berkekuatan penuh alam Neraka hampir mengenai Wu Zhen, tiba-tiba kilatan cahaya muncul menghadang serangan Mo Jie. Dewa dunia langit Ma Chan yang kekuatannya berada di alam mutiara datang untuk melawan kedua dewa iblis Mo Luo dan juga Iblis Alam Neraka Mo Jie.
__ADS_1
Melihat munculnya dewa Ma Chan, mata Mo Luo berkedut. Kekuatan dewa Ma Chan berada jauh di atasnya sehingga membuatnya bergidik dan ketakutan. Berbeda dengan Iblis Mo Jie yang tidak mengetahui kekuatan sesungguhnya dewa Ma Chan, segera menyerangnya kembali tanpa mengenal takut.
Mo Luo tidak sempat memberinya peringatan, dalam sekejap dia melihat Ma Chan sudah memberikan pukulan kekuatan alam Mutiara kepada Iblis Mo Jie dan memusnahkannya dengan satu pukulan. Sungguh kekuatan dewa alam mutiara yang mengerikan.
“Dewa Ma Chan, apa yang kamu lakukan? Mengapa turut campur urusan dunia manusia?” teriak Mo Luo padanya.
“Hehehe... Aku hanya mengikuti perintah untuk memusnahkan para Iblis alam Neraka dan menangkap dewa dunia langit yang membelot sepertimu” sahut Ma Chan.
Mendengar kata-kata Ma Chan, Mo Luo menggigil ketakutan. Keringat dingin mengalir deras di sekujur tubuhnya. Dia tidak menyangka kedatangannya kali ini langsung diketahui oleh dewa penghuni dunia langit.
“Bagaimana kamu mengetahui aku disini?” tanya Mo Luo penasaran
“Kaisar Shen Long telah memerintahkan semua dewa dunia langit untuk mengepung Kekaisaran Tengah dan mengawasi pergerakan kalian. Jadi sedikit saja kalian keluar dari persembunyian. Kami akan dapat menemukan kalian” sahut Ma Chan kembali
Merasa tidak ada harapan untuk menang dengan mengadu kekuatan melawan Ma Chan, maka Mo Luo memutuskan untuk melarikan diri.
“Menyerahlah Mo Luo. Kami tidak akan membunuhmu. Kami akan mengadilimu dan menghukummu sesuai aturan langit” kata Ma Chan dengan tenang.
Mo Luo hanya bisa berlutut lemas merasakan dirinya telah berakhir. Kemudian Ma Chan melemparkan Rantai Dewa yang segera bergerak sendiri untuk mengikat Mo Luo sehingga dia tidak bisa melarikan diri.
Setelah itu Ma Chan dan para dewa dunia langit kembali ke dunia langit membawa Mo Luo yang telah ditangkap untuk di adili.
Ketua sekte Gunung Pedang, para tetua dan murid sekte Gunung Pedang merasa seperti mimpi melihat kejadian tersebut sejak awal hingga mereka pergi. Mereka sama sekali tidak menduga hal itu terjadi.
“Dewa dunia langit tadi menyebut Kaisar Shen Long. Apakah dia ada hubungannya dengan ketua sekte Pedang Harapan Shen Long?” gumam Wu Zhen memikirkan hal itu
__ADS_1
Wu Zhen menghela nafasnya, namun dia merasa bersyukur sekte Gunung Pedang hari ini terselamatkan oleh para dewa dunia langit yang membantu mereka.
Kejadian di Gunung Pedang hari itu menjadi catatan bagi sekte Gunung Pedang untuk semakin meningkatkan kekuatan diri mereka dan mewaspadai para iblis yang mungkin berada di sekitar mereka.
\======
Malam harinya, Kerajaan Liu telah bersiap untuk menahan serangan dari Kekaisaran Tengah yang sedang bergerak menuju ke arah mereka. Berdasarkan dari mata-mata, mereka telah mengetahui pergerakan dari Kekaisaran Tengah yang telah mengirimkan pasukan besar menuju kerajaan Liu yang dipimpin oleh kelima Jendral Hantu.
Permaisuri Qin yang terlebih dahulu kembali ke Istana Kerajaan Liu bersama Jendral Liu sedang mengadakan pertemuan dengan Raja Gu dan seluruh Raja klan dari dunia bawah yang dipimpin oleh Raja Naga Air Shui Long di aula Istana Kerajaan Liu.
Mereka mempersiapkan pasukan mereka untuk menahan serangan dari Kekaisaran Tengah sesuai perintah dari Shen Long. Ini pertama kalinya dunia bawah bekerjasama dan bersatu dibawah perintah dari Shen Long.
“Para Raja dunia bawah, kami sangat senang dengan bantuan kalian semua” Permaisuri Qin dan Jendral Liu memberikan hormat pada para Raja dunia bawah.
Kekuatan para Raja klan dunia bawah adalah setingkat dengan kekuatan alam Surgawi dunia manusia. Jadi mereka lah yang akan menghadang kelima Jendral Hantu tersebut.
“Permaisuri Qin, biarkan kami yang akan melawan kelima Jendral Hantu tersebut. Kami yakin bisa mengalahkan mereka” sahut Raja Naga Air Shui Long sambil menghormat.
Tampak Raja Naga Air Shui Long, Raja Naga Logam Jin Long, Raja Siluman Air Shui Ni, Raja Siluman Rubah Qui Ni, Raja Iblis Jing Lu, Raja Asura Huo Lo dan Raja Binatang Shan Lang telah bersiap untuk melawan siapapun yang datang sesuai perintah dari Shen Long untuk menjaga kerajaan Liu.
Permaisuri Qin tampak bersyukur para penghuni dunia bawah membantu mereka berkat Shen Long. Demikian juga Jendral Liu yang berada di puncak alam Pendeta, Dewa Pendeta sangat senang mendapatkan bantuan dari dunia bawah.
Jika tanpa bantuan dari para Raja dunia bawah, dapat dipastikan dirinya akan terbunuh karena perbedaan kekuatan yang jauh dengan kelima Jendral Hantu. Jendral Liu menjadi bersemangat untuk berlatih kembali agar bisa menembus alam Surgawi untuk menjaga Kerajaan Liu di masa depan.
Setelah membicarakan taktik dan strategi bertahan, mereka pun kembali berkumpul dengan pasukan masing-masing.
__ADS_1
Pasukan dari dunia bawah telah membuat perkemahan di daerah perbatasan kerajaan Liu dengan Kekaisaran Tengah.