Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 445 | Orang sekte Teratai Putih


__ADS_3

Shen Long menghentikan gerakan wanita itu dengan tangannya, lalu menariknya untuk duduk di samping dirinya.


“Hei anak muda, serahkan wanita itu pada kami! Apakah kamu ingin melawan kami yang berasal dari sekte Matahari Suci?” teriak orang yang berada di depan kawanannya.


Shen Long terkekeh mendengar teriakan orang itu. “Aku baru saja membunuh dua orang tetua sekte kalian. Apakah aku terlihat takut kepada sekte Matahari Suci?” sahut Shen Long dengan jujur.


Mata orang yang berada di depan itu berkedut mendengar kata-kata Shen Long. Namun dia kemudian tertawa terbahak-bahak karena tidak percaya akan hal itu. “Kamu terlalu pintar membual. Aku hampir mempercayai hal itu. Hahaha…”


Tawa orang itu membuat teman-temannya juga tertawa. Mereka sama sekali tidak percaya tetua sekte mereka yang sangat kuat telah di bunuh oleh pemuda di depan mereka.


“Apakah kamu sedang bermimpi nak?” kata orang itu kembali sambil terus tertawa.


Shen Long tidak mempedulikan orang-orang itu, lalu dia menarik orang yang berada paling depan dengan kekuatan tangannya secara tiba-tiba lalu mencengkeram lehernya. “Apakah aku terlihat lucu bagi kalian?” Shen Long menyeringai menatap orang itu dengan hawa membunuh.


Keringat dingin mengucur deras di punggung lelaki tersebut. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya akibat tekanan kekuatan Shen Long pada dirinya.


Teman-temannya yang datang bersamanya tidak menyangka kejadian yang secepat itu. Sontak mereka menghentikan tawa dan wajah mereka menjadi gelap setelah melihat kekuatan Shen Long yang dengan mudah menarik orang yang memimpin mereka.


Shen Long tidak ingin membuang waktu dengan para semut kecil seperti mereka. Dia kemudian melemparkan tubuh orang yang dicengkeramnya itu ke arah teman-temannya.


“Pergi! Aku tidak ingin kalian mengganggu selera makanku.” Shen Long kemudian memancarkan hawa membunuh kepada orang-orang dari sekte Matahari Suci itu dan membuat mereka semua terkejut serta bergidik ketakutan karenanya.


Mereka kemudian secepat kilat pergi dari tempat itu dengan wajah geram. “Lihatlah, kami akan kembali mencarimu nanti.” Geram orang yang dicengkeram oleh Shen Long tadi karena merasa tidak senang dengan perlakuan Shen Long padanya.

__ADS_1


Ketiga orang yang duduk di seberang Shen Long terkejut dan menatap ke arah Shen Long dengan tatapan tidak percaya. “Apakah orang ini sudah gila karena berani melawan sekte Matahari Suci?” pikir salah satu dari mereka.


Shen Long kemudian berpaling menoleh ke arah wanita di sampingnya yang wajahnya menjadi merah karena ditatap olehnya. “Apa yang sudah kamu lakukan pada mereka?”


“A-Aku tidak melakukan apa-apa. Orang-orang itu sengaja mendatangiku saat aku sedang bekerja di toko obat. Dan mereka kemudian memaksa ingin menangkap diriku,” sahut wanita tersebut.


Saat itu makanan yang dipesan oleh Shen Long pun datang, dia lalu memesankan satu set makanan lagi untuk wanita yang duduk di sampingnya itu. “Nona, karena kamu sudah di sini. Makanlah dulu bersamaku.” Shen Long mengajak wanita itu untuk makan bersamanya.


“Te-Terima kasih tuan,” sahut wanita muda itu dengan wajah tersipu malu.


“Teman, sebaiknya kamu berhati-hati karena telah menyinggung orang-orang dari sekte Matahari Suci.” Shen Long menoleh ke arah pemuda yang duduk bersama dua temannya di meja seberang.


“Terima kasih atas peringatanmu teman,” sahut Shen Long sambil memberi hormat padanya.


Ketiga orang itu pun memberikan hormat kepada Shen Long. Mereka adalah orang dari sekte Teratai Putih yang kebetulan sedang beristirahat dan menikmati makan di warung tersebut.


Setelah itu, Shen Long pun kembali berjalan keliling kota Qinji untuk mencari keberadaan segel warna yang auranya lemah di dalam kota itu.


Kemudian Shen Long berhenti di depan sebuah kediaman karena dia merasa aura segel warna itu berada di dalam kediaman tersebut. Shen Long kemudian berjalan untuk melihat lebih dekat ke arah pintu gerbang kediaman itu.


Shen Long menyipitkan matanya ketika membaca papan nama yang berada di depan gerbang kediaman itu. “Sekte Matahari Suci.”


“Ah, rupanya segel warna ini berada di dalam sekte Matahari Suci. Aku harus menyelinap untuk masuk ke dalam kediaman sekte ini.” Gumam Shen Long.

__ADS_1


Malam harinya, Shen Long pun menyelinap memasuki kediaman sekte Matahari Suci. Dia memeriksa aura yang terpancar dari dalam kediaman itu dan mengikuti petunjuk yang dirasakan olehnya untuk mencari keberadaan segel warna di tempat itu.


Shen Long lalu tiba di depan sebuah bangunan dalam kediaman sekte itu. “Bangunan apa ini?


Dengan kekuatan Shen Long saat ini, dia dengan mudah menyelinap ke daerah musuh tanpa diketahui oleh lawannya. Dia juga bisa mendeteksi keadaan sekitarnya dan dengan mudah mengetahui dimana posisi lawannya berada.


Ketika dia tidak merasakan adanya aura manusia di dalam bangunan itu, Shen Long kemudian masuk ke dalamnya untuk memeriksa keberadaan Segel Warna yang ada di sana.


Shen Long melihat altar leluhur sekte yang berada di ruangan itu. “Rupanya ini tempat pemujaan leluhur sekte Matahari Suci.” Namun Shen Long merasakan segel warna itu berada diantara salah satu papan leluhur yang ada di altar pemujaan itu. Seluruh papan nama leluhur terbuat dari batu yang berwarna merah. Dan semuanya dibentuk serupa dengan tinggi yang sama seperti segel warna.


Mata Shen Long melihat sebuah batu warna merah yang tampak aneh dengan sekitarnya. “Itu dia segelnya yang sudah terlihat.” Shen Long bermaksud untuk mengambilnya namun dia mendengar ada seseorang yang akan datang ke tempat itu. Shen Long kemudian bersembunyi untuk melihat siapa yang datang.


Beberapa saat kemudian seorang lelaki menyelinap masuk ke dalam bangunan pemujaan itu dimana Shen Long bersembunyi untuk melihat siapa yang datang.


“Pemuda yang di warung makan itu.” Shen Long tertegun ketika mengenali orang yang datang menyelinap itu adalah pemuda yang tadi siang duduk makan di seberang mejanya.


Pemuda itu tampak mengambil segel warna merah itu dan menyimpannya di dalam cincin penyimpanan miliknya.


“Apakah orang ini juga sedang mengumpulkan segel warna?” batin Shen Long setelah melihat apa yang dilakukan oleh pemuda itu.


Pemuda itu langsung pergi ketika dia telah mengambil segel warna merah yang ada di tempat itu. Shen Long kemudian mengikutinya tanpa diketahui oleh pemuda tersebut.


Pemuda itu lalu pergi meninggalkan kota Qinji untuk bertemu dengan dua temannya di sebuah bukit yang tak jauh di sebelah utara kota Qinji.

__ADS_1


“Kakak, ini segel kedua yang telah kita dapatkan. Masih perlu berapa lagi?” tanya wanita yang ada di antara mereka.


“Menurut guru, ada lima segel warna. Berarti masih ada tiga segel lagi yang kita perlukan.”


__ADS_2