
Sejak kejadian serangan Wang Yun ke Gunung Abadi, sekte Pedang Harapan memperkuat pertahanan mereka dengan mendirikan pos penjagaan di kaki gunung dekat gerbang sekte.
Melihat kedatangan Shen Long dan Putri Shui, dua orang murid baru yang sedang menjaga gerbang menghentikan mereka.
“Kalian siapa? Ada keperluan apa datang ke sekte Pedang Harapan kami?” tanya salah seorang penjaga sekte Pedang Harapan
Mata Shen Long berkedut mendengar murid sekte baru tidak mengenalinya, namun dia memaklumi hal ini karena dia telah menghilang lebih dari 10 tahun dari sekte Pedang Harapan.
“Kami ingin berkunjung ke sekte Pedang Harapan” sahut Shen Long dengan senyum ramah.
Dua orang penjaga sekte tersebut saling menoleh lalu menjawab “Maaf, menurut ketua sekte. Tidak boleh sembarangan orang datang memasuki kediaman sekte Pedang Harapan kami”
Shen Long berpikir dia tidak pernah memerintahkan larangan seperti itu selama ini. Mungkin ini perintah dari Dewi Suci untuk melindungi sekte Pedang Harapan dari kejadian waktu itu. Sehingga Shen Long memakluminya dan tersenyum.
“Siapa ketua sekte yang kamu maksud itu?” tanya Putri Shui sambil tersenyum pada mereka.
“Ketua sekte kami adalah seorang Dewa yang Agung, kami tidak boleh sembarangan menyebut namanya” sahut salah satu dari mereka lagi.
Putri Shui tertawa kecil sambil menutup mulutnya dan melihat ke arah Shen Long yang terperangah karena jawaban murid sekte baru tersebut.
“Kamu beritahukan saja pada Dewi Suci bahwa aku Shen Long datang ke Gunung Abadi. Kita lihat apakah dia masih melarangku” kata Shen Long tersenyum
Kedua penjaga itu tiba-tiba mencabut pedang mereka dan mengacungkannya pada Shen Long.
“Memangnya kalian siapa berani menyebut Dewi Suci sembarangan seperti itu?” teriak mereka yang bersiaga.
“Dia adalah ketua sekte Pedang Harapan kalian” sahut Putri Shui sambil menunjuk kepada Shen Long.
Mendengar hal ini, kedua penjaga itu lalu saling menoleh kemudian tertawa bersama.
“Hahaha... Apa? Kamu mengatakan dia pemimpin sekte Pedang Harapan kita? Dewa yang Agung itu?” kata salah satu dari mereka sambil tertawa
__ADS_1
“Hahaha... jangan bercanda pada kami. Jika dia ketua sekte Pedang Harapan, berarti aku ini Kaisar Langit” sahut penjaga berikutnya sambil tertawa
Shen Long bingung lalu melihat tubuhnya sendiri. Dia merasa tidak ada yang salah dengan dirinya, mengapa mereka tidak percaya dengan apa yang dia katakan.
“Hihihi... Ini karena kamu tidak pernah bertemu dengan murid-muridmu Shen” bisik Putri Shui padanya
Memang benar kata Putri Shui, sejak kematian semua murid saat pembantaian yang dilakukan oleh Wang Yun, Shen Long sama sekali tidak pernah datang ke sekte Pedang Harapan karena bersembunyi di dunia langit.
Kini setelah sekte Pedang Harapan mulai bangkit kembali, mereka juga tidak pernah bertemu dengannya.
“Ah, ini memang kesalahanku sendiri” sahut Shen Long menghela nafasnya.
“Sudahlah teman, tolong beritahukan pada Dewi Suci atau Gu Yan untuk menemuiku.” kata Shen Long kembali.
Kedua murid itu menjadi semakin curiga pada Shen Long dan Putri Shui, karena mereka menyebut Dewi Suci dan Gu Yan yang merupakan pimpinan dan guru besar mereka.
Kemudian kedua penjaga itu semakin menghalangi jalan Shen Long dan Putri Shui dengan mengacungkan pedang mereka.
Namun Shen Long tidak menyerang mereka.
“Pergilah” teriak Shen Long pada pedangnya yang kemudian terbang naik ke puncak Gunung Abadi.
Pedang Harapan itu mendengung terbang menuju puncak Gunung Abadi melewati para murid yang sedang berlatih dipimpin oleh Xuan Yu yang sedang duduk dan terkejut melihat datangnya pedang Harapan.
Gu Yan yang sedang bertemu dengan Dewi Suci dan Dong Fang Yin di aula utama sekte terkejut mendengar suara mendengung, lalu melihat pedang Harapan tersebut terbang dan menancap di pilar tempat duduk ketua sekte yang kosong.
“Pedang Harapan?” teriak mereka ketika melihat pedang tersebut. Dan Xuan Yu yang juga tergesa-gesa datang untuk melihatnya.
“Ketua Shen Long, Apakah dia sudah datang?” teriak Gu Yan terkejut melihat kehadiran pedang tersebut.
Mata Dewi Suci dan Dong Fang Yin berkaca-kaca melihat kedatangan pedang Harapan. Setelah sekian lama mereka tidak pernah bertemu akhirnya pedang itu datang tentu bersama pemiliknya.
__ADS_1
Kemudian pedang itu bergetar kemudian tercabut kembali dan terbang keluar kembali ke arah Shen Long.
Ketika melihat pedang itu terbang kembali, Dewi Suci, Dong Fang Yin, Gu Yan dan Xuan Yu segera terbang mengikuti arah pedang tersebut yang turun menuju kaki Gunung Abadi.
Saat tiba di kaki gunung Abadi mereka melihat dua orang penjaga tengah mengacungkan pedang mereka ke arah Shen Long dan Putri Shui. Wajah mereka menjadi gelap melihat hal ini.
Para penjaga sekte itu terkejut melihat kedatangan pemimpin sekte dan para Guru Besar yang turun menemui mereka. Kedua penjaga itu lalu berlutut ke arah kedatangan mereka berempat.
Namun mereka berempat tidak mempedulikan kedua penjaga tersebut. Mereka langsung menuju ke arah Shen Long yang tersenyum pada mereka.
Lalu keempat pemimpin sekte dan guru besar itu berlutut di depan Shen Long dan memberi hormat.
“Selamat datang ketua sekte” teriak mereka bersamaan
Mata para penjaga tersebut berkedut dan tubuh mereka menggigil melihat kejadian ini. Mereka tidak menyangka apa yang dikatakan oleh dua orang yang tidak mereka kenali adalah benar.
Mereka pun bersujud mohon ampunan pada Shen Long.
“Ampun ketua sekte, kami yang buta tidak mengenalimu” teriak mereka dengan hormat.
“Bangunlah semuanya” teriak Shen Long
Keempat orang itu lalu bangun dan memandang Shen Long dengan mata berkaca-kaca. Lalu ketiga wanita itu berlari dan memeluk Shen Long karena kerinduan yang dalam padanya tidak tertahankan.
Mata Putri Shui kali ini yang berkedut melihat hal itu, namun dia kemudian menghela nafasnya. Dia telah mengetahui hubungan Shen Long dengan semua wanita yang dikenalinya sebelum mereka dekat satu sama lain.
“Ketua. Kami sangat senang bertemu denganmu” kata Xuan Yu menghapus air mata bahagia yang menetes dari matanya.
“Beritahukan pada semua orang, aku juga ingin bertemu dengan mereka setelah sekian lama kita berpisah” sahut Shen Long
“Baik ketua. Aku akan segera mengirimkan kabar” kata Xuan Yu yang kemudian segera pergi ke puncak Gunung untuk mengirimkan kabar kedatangan ketua sekte ke seluruh cabang yang ada di kerajaan Liu, kerajaan Ming, Daerah barat misterius dan pesisir Laut Selatan.
__ADS_1
Kode tersebut dikirimkan dengan formasi dewa ke seluruh cabang sekte, yang pernah dibuat dan diajarkan oleh Guru Wang Yu sebelum dia menghilang sebagai tanda bahaya dan penyebaran berita kepada seluruh cabang sekte Pedang Harapan dengan cepat.