
Keesokan harinya setelah beristirahat yang cukup Shen Long telah mempersiapkan dirinya untuk memasuki ruang bawah menara pedang tempat mahluk gaib itu disegel.
“Tetua Xie, sebelum aku pergi aku ingin mengembalikan cincin penyimpanan milikmu ini” kata Shen Long membuka cincin itu dan hendak memberikannya pada tetua Xie.
“Hahaha.. anak muda, cincin itu sudah aku berikan padamu. Kamu simpanlah dengan baik. Itu akan sangat berguna untukmu. Anggap saja itu hadiah kecil dariku untukmu” sahut tetua Xie.
“Terima kasih tetua Xie. Aku berjanji untuk membunuh mahluk itu dan membebaskan kalian dari alam rahasia ini” kata Shen Long dengan bersungguh-sungguh.
“Nak, aku percaya dengan kemampuanmu.” kata tetua Yang Fei.
“Baiklah, mari kita berangkat menuju titik pusat formasi yin yang ini” ajak tetua Xie
Lalu mereka pun berangkat menuju titik pusat formasi yin yang ditengah-tengah menara pedang.
“Ingat, jangan bertarung terlalu lama. Semakin cepat akan semakin besar kemungkinan untuk menang” sahut tetua Xie.
“Baiklah tetua” sahut Shen Long.
Kedua tetua lalu duduk bersila berseberangan menghadap titik dari formasi yin dan yang. Kemudian mereka merapalkan mantra dan mengerahkan energi mereka untuk membuka formasi yin dan yang.
Shen Long yang berdiri di titik pusat formasi merasakan tempatnya berpijak perlahan mulai lembut lalu terbuka sebesar tubuhnya dan membuat Shen Long terjatuh ke bawah tanah kemudian formasi tertutup kembali.
Semua orang di dalam menara pedang merasa cemas menunggu hasil pertarungan Shen Long dengan mahluk gaib itu.
Sementara itu di dalam ruang bawah menara pedang, Shen Long yang terjauh ke dalam ruang bawah berdiri waspada dan melihat sekelilingnya. Tampak banyak tulang belulang manusia berada di ruang bawah tersebut.
“Mungkinkah ini tulang belulang manusia yang pernah kemari untuk bertempur melawan mahluk ini? pikir Shen Long.
“Hahaha.. akhirnya setelah sekian lama. Akhirnya aku mendapatkan makanan kembali” tiba-tiba sebuah suara muncul dari bali dinding ruang bawah.
Lalu muncul sosok mahluk gaib yang berkaki empat dengan kepala berbentuk naga bertanduk yang sayapnya sangat lebar mengibaskan energi yang sangat kuat.
Di kepala mahluk tersebut, tertancap sebilah belati yang berwarna merah tua tampak seperti tanduknya yang ketiga. Mahluk gaib ini memiliki tingkat kultivasi dewa suci tahap akhir. Sedangkan Shen Long berada pada tingkat yang sama namun kekuatannya tersegel pada dewa spirit.
“Anak muda, apa pesan terakhirmu sebelum aku memakan tubuhmu” kata mahluk tersebut.
__ADS_1
“Pesanku, sampaikan salamku pada raja neraka” kata Shen Long yang kemudian mengerahkan seluruh kekuatannya.
“Hahaha... dengan kekuatan sebesar itu kamu mau membunuhku? Apakah ini sudah malam membuatmu bermimpi omong kosong seperti itu” kata mahluk itu sambil tertawa.
“Mari kita buktikan” kata Shen Long kemudian mengerahkan jurus cermin nirwana sukma.
“Jurus yang dahsyat” teriak mahluk itu sedikir gentar.
Mahluk itu langsung mengepakkan sayapnya dan menyerang ke arah Shen Long. Shen Long melompat ke kepala mahluk itu berusaha untuk menebasnya sekalian mengambil belati darah diatas kepala mahluk itu.
Tebasan belati Shen Long cukup melukai tubuh mahluk tersebut, namun tidak berhasil membunuhnya.
“Sial. Tubuh mahluk ini kuat sekali” kata Shen Long sambil mencoba untuk mengulangi serangannya kembali.
Mahluk itu menyeringai menahan sakit yang tidak seberapa namun melukai harga dirinya.
“Aku akan membuatmu menyesal lahir kedunia ini, lalu melahapmu pelan-pelan” teriak mahluk itu dengan marah.
Shen Long melompat lebih tinggi, kali ini berhasil meraih belati darah di atas kepala mahluk itu dan menariknya hingga terlepas.
Kali ini Shen Long memegang dua belati ditangannya, dia mengingat jurus cermin nirwana sukma tertinggi yang menggunakan dua bilah senjata. Dua senjata membentuk bayangan warna merah dan biru kemudian berubah warna menjadi hitam dan putih.
“Yin dan yang bersatu!” teriak Shen Long menebas kedua belatinya ke arah mahluk itu.
Bumm!
Tampak lingkaran hitam putih yin yang itu bergerak mengurung mahluk tersebut lalu meledakkannya menjadi berkeping-keping. Getaran yang sangat hebat mengguncang menara pedang.
Orang-orang yang berada di atas tanah menara pedang merasakan goncangan yang dahsyat akibat meledaknya tubuh mahluk tersebut.
“Apakah Shen Long telah berhasil?” pikir tetua Xie saling memandang dengan tetua Yang.
Setelah meledaknya tubuh mahluk gaib itu, Shen Long melihat inti roh dari mahluk itu yang berbentuk bulat bercahaya mengambang di udara.
“Shen, segera serap energi inti dari roh mahluk gaib itu” bisik Yan Luo.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, Shen Long lalu mengerahkan ilmu permurnian serap jiwa menyerap inti roh mahluk gaib yang berusia ribuan tahun itu.
“Kamu benar-benar beruntung mendapatkan inti sarira ini Shen” bisik Yan Luo gembira.
Segera Shen Long duduk bersila melakukan pemurnian inti sarira mahluk gaib tersebut. Tubuhnya merasakan hawa panas yang luar biasa mengalir keseluruh nadi spiritnya, kemudian tiba-tiba hawa panas itu berubah menjadi hawa dingin yang sangat luar biasa.
Kondisi panas dan dingin datang silih berganti sebelum Shen Long bisa mengendalikannya.
Selama satu jam Shen Long berusaha mengendalikan keadaan itu, kemudian perlahan tubuhnya mengeluarkan cahaya yang sangat terang lalu menyebar ke segala arah dan menghancurkan formasi yin yang di dalam menara pedang.
Bum!
Ledakan besar terdengar kembali, membuat formasi yin yang hancur. Tampak Shen Long terbang melayang di udara melihat ruang bawah yang hancur dan mengguncang tanah diatasnya.
Tanah gurun dan salju perlahan menghilang berganti dengan retakan lantai tanah menara pedang yang asli. Tetua Xie, Tetua Yang dan keempat orang lainnya yang berada di dalam menara pedang itu terkesima dengan Shen Long yang muncul dari bawah tanah.
“Ber..Berhasil. Anak muda ini berhasil mengalahkan mahluk itu” teriak tetua Yang Fei dengan mata berkaca-kaca.
“Hahaha... akhirnya aku terbebas dari alam rahasia ini” teriak tetua Xie yang juga bergembira.
“Hanya petarung alam dewa yang bisa membuat dan menghancurkan formasi yin yang ini. Ini berarti anak ini telah menembus kembali tingkatan alam dewa. Hahahaha.... sungguh penuh kejutan” teriak tetua Xie kembali
Dengan menyerap energi inti sarira mahluk gaib itu membuat Shen Long dapat menembus lagi tingkat kultivasinya memasuki alam dewa. Tingkat dewa manusia tahap awal.
Dong Fang Yin, Chen Mulan dan Xie Lin merasa gembira melihat keberhasilan Shen Long. Hanya Xu Meng yang merasa iri atas keberhasilan Shen Long.
“Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari alam rahasia ini hidup-hidup” pikir Xu Meng.
Shen Long segera turun dari udara lalu mendekati mereka. Dia kemudian menyerahkan senjata pusaka belati darah milik sekte pedang suci kepada Dong Fan Yin.
Hati Dong Fang Yin sangat bahagia mendapatkan belati darah itu untuk ayahnya.
“Terima kasih Shen” kata Dong Fang Yin dengan terharu.
Kegembiraan mewarnai suasana di dalam menara pedang. Seluruh orang telah mempersiapkan diri untuk kembali ke alam nyata.
__ADS_1