Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 428 | Berhasil keluar dari kota Longhan


__ADS_3

Saat tengah malam, Shen Long kembali dikejutkan dengan datangnya nona AnKhian ke dalam kamarnya secara diam-diam. Dia memberikan kode kepada Shen Long untuk tidak berbicara keras karena di luar pintu terdapat beberapa penduduk kota yang mengawasinya.


“Nona An, mengapa kamu datang kemari?” bisik Shen Long.


“Aku tidak suka dengan apa yang akan mereka lakukan.” sahut AnKhian pelan.


Shen Long tertegun dengan jawaban AnKhian. Dia tidak mengerti apa maksud AnKhian itu.


“Saat bulan purnama mereka akan membawamu ke kuil persembahan untuk menyerap energi milikmu untuk memperkuat formasi sihir kuno kota Longhan.” jelas AnKhian.


Mata Shen Long berkedut mendengar kata-kata AnKhian lalu dia bertanya tentang buah Hsien yang ada di kuil itu. AnKhian sedikit terkejut karena Shen Long mengetahui tentang buah itu. AnKhian pun menghela nafasnya.


“Di dalam kuil terdapat tanaman Hsien yang setiap hari disiram dengan darah oleh para penduduk kota bangsa Hsien. Jadi tanaman Hsien itu menghasilkan buah dari darah bangsa Hsien. Namun sayangnya saat ini sedang tidak dalam kondisi berbuah.” lanjut AnKhian sambil menundukkan kepalanya.


Kini giliran Shen Long yang mende-sah setelah mendengar informasi dari AnKhian. Cara pertama jelas gagal karena tanaman Hsien sedang tidak berbuah saat ini sedangkan dia tidak mungkin menunggu lama untuk buah tersebut.


Hanya ada cara kedua yang mungkin bisa membuatnya mengembalikan kekuatannya untuk melawan bangsa Hsien. “Nona An, apakah ada cara lain agar aku bisa mengembalikan kekuatanku di kota Longhan ini?” tanya Shen Long pada AnKhian.


AnKhian menganggukkan kepalanya namun wajahnya yang dingin tiba-tiba berubah merah. “Kamu bisa mengembalikan kekuatanmu setelah berhubungan dengan seorang bangsa Hsien.” sahutnya pelan.


Shen Long terlihat tertegun mendengar hal itu. Dia tidak mengerti maksud dari jawaban AnKhian yang sama persis dengan penjelasan Dewa Cahaya.


Melihat Shen Long terdiam, AnKhian kemudian melanjutkan. “Hal itu tidak penting, yang penting adalah kamu sebaiknya segera pergi dari kota ini. Di luar kota Longhan, otomatis kekuatanmu akan kembali normal.” lanjut AnKhian.


Shen Long menganggukkan kepalanya setelah mendengar kata-kata AnKhian. Namun pergi dari tempat itu dengan tanpa kekuatan adalah sangat mustahil. Bahkan penduduk yang lemah pun bisa mengalahkan dan menangkap dirinya kembali.


“Kamu tenang saja, besok nenek Khian bersama ayah dan NiKhian serta para tetua lainnya akan mempersiapkan segala suatu untuk upacara persembahanmu yang akan tiba dalam tiga hari.”


“Besok aku akan membantumu pergi dari kota Longhan ini.” lanjut AnKhian dengan wajah dingin.

__ADS_1


Wajah Shen Long terlihat berbinar setelah mendengar perkataan AnKhian. Mereka pun menyusun rencana sesuai petunjuk dari AnKhian.


“Aku akan menyelamatkan nona Ning terlebih dulu dan bersamanya akan membebaskan dirimu lalu mengantarmu keluar dari kota Longhan ini”


Setelah menyetujui rencana tersebut, Shen Long pun beristirahat dan tidak sabar untuk menunggu keesokan harinya.


Pagi harinya Shen Long telah bangun dan bersiap menunggu sesuai rencana AnKhian. Tiba-tiba dia mendengar suara perkelahian di luar pintu kamarnya dan bergegas untuk keluar melihat apa yang telah terjadi.


Saat keluar dari kamarnya, Shen Long melihat NingYue dan AnKhian yang berpakaian hitam bertopeng telah melumpuhkan para penduduk yang menjaga kamar Shen Long.


Kemudian mereka bertiga pergi dari penginapan itu menuju ke pintu keluar kota Longhan. Namun saat mereka berhasil membuka pintu keluar kota Longhan, tiba-tiba nenek Khian dan para penduduk datang mengejar mereka dengan cepat.


Shen Long pun di dorong oleh AnKhian keluar dari pintu dan disusul oleh NingYue.


“Aarggh...” terdengar suara AnKhian dari dalam pintu tersebut.


Nenek Khian kini tidak berani menusul Shen Long yang telah berada di luar kota Longhan. Dia hanya bisa merasa kesal dan marah karenanya. “Bawa AnKhian ke aula hukum!” Teriak nenek Khian lalu menutup pintu kota Longhan itu.


Shen Long terkejut melihat hal itu. Dia merasa tidak tega mendengar mereka akan menghukum AnKhian karena telah menyelamatkan dirinya. Wajah Shen Long terlihat sedih tak berdaya.


NingYue memahami perasaan Shen Long. Dan dia pun sama sepertinya yang juga sedih membayangkan apa yang akan terjadi pada AnKhian karena memberontak dengan menyelamatkan mereka.


“AARRRGGHH...”


Shen Long berteriak dan mengerahkan kekuatannya karena marah ke sekitarnya sehingga membuat rumah-rumah di kota Longhan luar itu bergetar dengan kerasnya seperti gempa bumi.


“Tuan Shen, tenangkan dirimu!” kata NingYue dengan lembut.


Meskipun wajah Shen Long merah mendidih namun perlahan dia menenangkan dirinya setelah mendengar kata-kata NingYue. Shen Long menatap kepada NingYue. “Apakah kamu memiliki cara untuk menyelamatkannya?” tanya Shen Long pada NingYue.

__ADS_1


NingYue menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Shen Long. Dia tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa menyelamatkan AnKhian dari hukuman bangsa Hsien.


“Aku harus kembali ke kota Longhan dan menyelamatkan AnKhian.” batin Shen Long.


Shen Long lalu pergi mencari sebuah tempat yang tenang untuk bermeditasi dan menemukan cara untuk melawan bangsa Hsien dan menyelamatkan AnKhian.


“Dewa Cahaya, aku ingin petunjuk darimu. Apa yang harus aku lakukan untuk bisa pergi ke kota Longhan dan menggunakan kekuatanku disana?” Shen Long bertanya pada Dewa Cahaya lagi.


“Kamu bisa memakan buah Hsien atau berhubungan badan dengan seorang dari bangsa Hsien untuk pertukaran energi dan darah dengannya.” sahut Dewa Cahaya singkat.


Shen Long tertegun mendengar hal itu. “Berhubungan badan? Dengan bangsa Hsien?” Wajah Shen Long tiba-tiba menjadi merah memikirkan hal itu.


“Dimana aku menemukan bangsa Hsien selain pergi ke kota Longhan? Dan jika aku pergi kesana saat ini, mereka tentu akan langsung meringkus diriku.” geram Shen Long.


NingYue lalu datang menemuinya. “Apa yang sedang kamu pikirkan tuan Shen?”


“Aku harus menemukan seorang bangsa Hsien agar bisa menyelamatkan AnKhian di kota Longhan.” sahut Shen Long.


“Seorang bangsa Hsien? Apa yang akan kamu lakukan?” NingYue tidak mengerti maksud Shen Long.


“Menurut Dewa Cahaya, aku harus berhubungan badan dan melakukan transfer energi dan darah dengan salah seorang bangsa Hsien agar aku bisa menggunakan  kekuatanku di kota Longhan itu.” sahut Shen Long jujur.


Wajah NingYue menjadi merah mendengar hal itu. “Apakah setengah bangsa Hsien juga bisa?” tanyanya.


Shen Long melihat ke arah NingYue dengan bingung dan tidak mengerti maksud dari setengah bangsa Hsien. Dia lalu menanyakan hal tersebut kepada Dewa Cahaya.


“Bisa. Setengah bangsa Hsien juga memiliki darah bangsa Hsien. Apakah maksudmu nona cantik di depanmu ini?” kata Dewa Cahaya.


Shen Long terkejut mendengar perkataan Dewa Cahaya dan menoleh ke arah NingYue yang wajahnya menjadi merah dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2