Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 70 | Penerus Sekte Pelepas Arwah


__ADS_3

Melihat Chen Mulan membawa makanan membuat perutnya terasa lapar. Lalu Shen Long memakan makanan yang telah dibuatkan oleh Chen Mulan dengan lahap.


Chen Mulan sangat senang melihat Shen Long menghabiskan makanan yang dia sediakan. Setelah selesai makan, Shen Long lalu berdiri hendak berjalan menuju ranjang nya.


“Kakak Shen” tiba-tiba Chen Mulan memanggilnya membuat Shen Long menghentikan langkahnya.


Chen Mulan lalu berlari memeluk Shen Long dari belakang. Rasa hangat menjalar di punggung Shen Long membuat wajahnya menjadi merah. Lalu dia membalikkan badannya memandang ke arah Chen Mulan.


“Nona Chen, apa yang kamu lakukan?” tanya Shen Long.


“Terima kasih atas bantuan kakak Shen yang telah menemukan Guruku.” sahutnya menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang juga menjadi merah.


“Nona Chen, jangan terlalu sungkan untuk itu” sahut Shen Long.


Lalu Chen Mulan memeluknya lagi, kali ini wajah Chen Mulan sangat dekat dengan wajah Shen Long sehingga nafasnya yang hangat bisa dirasakan oleh Shen Long menerpa wajahnya.


Chen Mulan menutup matanya lalu mencium bibir Shen Long, membuat Shen Long tidak berdaya. Dirinya memahami perasaan Chen Mulan.


“Kakak Shen, aku tahu kakak Shen sudah memiliki istri. Kakak mungkin tidak mencintaiku, tapi aku sangat mencintai kakak Shen” kata Chen Mulan tersipu malu.


“Aku ingin memberikan segalanya milikku untukmu kakak Shen” kata Chen Mulan menutup wajahnya.


Shen Long memandang wajah cantik Chen Mulan yang menutup mata didepannya. Dia mengingat awal pertemuan dan petualangan bersamanya hingga dia memberikan benih iblis yang sangat langka dan berharga untuknya.


Hati Shen Long berkecamuk tidak tahu harus berbuat apa, namun satu hal yang harus dia lakukan, yaitu memberikan balasan kasih sayang pada Chen Mulan yang begitu mencintainya.


Shen Long pun mencium bibir Chen Mulan dan memberikan pelukan hangat padanya.


“Malam ini aku ingin bersamamu kakak Shen” bisik Chen Mulan lembut di telinga Shen Long.


Malam harinya di kediaman perguruan Wuming, udara terasa dingin di halaman, namun kamar Shen Long memiliki kehangatan untuk melewati dinginnya malam saat itu.

__ADS_1


Pagi harinya badan Shen Long terasa segar, namun dia tidak menemukan Chen Mulan disampingnya, kemudian matanya tertuju pada hidangan yang telah ada di atas meja.


Ketika hendak duduk menikmati makanannya dia melihat sebuah surat di bawah piring makanan. Dia lalu mengambil dan membacanya.


“Kakak Shen, terima kasih untuk yang semalam. Aku akan kembali ke rumah meneruskan belajar pada guruku untuk meningkatkan ilmu pengobatanku. Aku akan menjadi tabib yang hebat agar bisa mendampingimu. Chen Mulan”


“Nona Chen, terima kasih atas cintamu” pikir Shen Long.


Setelah menyelesaikan sarapannya, Shen Long menemui ketua Mu untuk mendiskusikan tentang pertandingan bela diri kerajaan Liu.


“Saudara Shen, ada lima petarung yang wajib di waspadai dalam pertandingan bela diri tahun ini.” kata ketua Mu Kai.


“Pertama, juara bertahan Xu Huang dari Sekte Gunung Abadi, kedua Guru Suci atau Dewi Suci dari Sekte Lembah Suci, ketiga Qian Wu dari Sekte Tengkorak Putih, keempat Liu Xin Jendral Perang Kerajaan dari keluarga kerajaan Liu, dan terakhir aku dengar kabar bahwa seorang murid Sekte Pedang Suci telah menembus alam dewa dan akan menjadi pewaris ketua sekte selanjutnya” lanjutnya


“Sekte Pedang Suci?” Shen Long tertegun mendengarnya


“Tapi kita juga tidak boleh meremehkan peserta lainnya. Kekuatan rata-rata peserta minimal berada di alam dewa, tentu akan menjadi pertarungan yang berat” kata ketua Mu Kai kemudian.


“Silahkan saudara Shen. Besok aku akan menemanimu di pertandingan” sahut Mu Kai.


Saat Shen Long tiba di halaman, tetua Xie memanggilnya.


“Shen, kemari lah. Aku ingin berbicara denganmu” kata tetua Xie.


“Aku mendengar tetua Xie” sahut Shen Long dengan ramah.


Tetua Xie kemudian mengajak Shen Long menuju halaman belakang perguruan Wuming lalu mengajaknya duduk di sebuah gazebo sambil menikmati teh bersama.


“Shen, aku berterima kasih atas segala usahamu untuk membantu keluarga Xie ku” kata tetua Xie.


“Ah, tetua Xie jangan terlalu sungkan seperti ini. Ini sudah kewajibanku membantu tetua” sahut Shen Long.

__ADS_1


“Kali ini pertandingan bela diri kerajaan sangat berat, meskipun kamu kuat, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk memenangkan pertandingan tersebut.”


“Walaupun demi menyembuhkan cucuku Xie Lin, tetapi aku tidak berharap kamu sampai mengorbankan nyawamu untuk itu” lanjut tetua Xie.


“Tetua Xie, tenanglah. Aku akan berusaha keras untuk menyembuhkan nona Xie. Tetua dan nona Xie telah banyak membantuku selama di alam rahasia. Aku tidak akan menjadi seperti sekarang ini tanpa bantuan tetua dan nona Xie” sahut Shen Long


“Sudah sampai mana kekuatanmu sekarang Shen?” tanya tetua Xie penasaran dengan kepercayaan diri Shen Long.


“Tetua Xie bisa melihatnya sendiri” sahut Shen Long sambil memberikan telapak tangannya pada tetua Xie.


Tetua Xie kemudian turut mengangkat tangannya bertemu dengan telapak tangan Shen Long. Mereka berdua kemudian saling mengerahkan kekuatan masing-masing.


Tiba-tiba tetua Xie merasakan tekanan berat pada telapak tangannya, kemudian menjalar ke dalam tubuhnya. Segera dia melepaskan telapak tangannya. Tampak darah menetes dari sudut bibir tetua Xie, namun dia tersenyum lalu tertawa.


“Hahaha... kamu sungguh penuh kejutan Shen. Alam Pendeta sungguh luar biasa. Kini aku merasa lega menitipkan Sekte dan cucuku padamu. Hahaha... “ tetua Xie tertawa kembali.


“Apa maksud tetua Xie?” tanya Shen Long yang masih kebingungan dengan kata-kata tetua Xie.


“Shen, aku bermaksud mewariskan Sekteku kepadamu, tolong jangan menolaknya. Menikahlah dengan cucuku Xie Lin jika dia sembuh nanti. Kamulah satu-satunya harapanku untuk meneruskan warisan leluhurku ini” tetua Xie memohon padanya.


“Tetua, aku tidak mengharapkan hal yang begitu besar seperti ini” sahut Shen Long hendak menolak.


“Aku mohon padamu Shen, aku sudah tua. Aku ingin ilmu alkimiaku diteruskan oleh cucuku Xie Lin agar bisa membantumu nanti. Terimalah permohonanku ini” sahut tetua Xie.


Shen Long merasa bersalah apabila menolak keinginan tetua Xie yang selama ini telah banyak membantunya, di dalam hatinya dia sudah menganggap tetua Xie seperti gurunya sendiri.


“Baiklah tetua Xie, aku menerima untuk mewarisi sekte Pelepas Arwahmu. Namun untuk menikahi Xie Lin, aku tidak berani memutuskan, itu kembali pada nona Xie sendiri” sahut Shen Long.


“Hahaha... cucuku pasti akan mengikuti kata-kataku, lagipula aku merasa dia memiliki perasaan padamu. Tapi baiklah, kita lihat setelah dia sembuh nantinya” kata tetua Xie.


Tetua Xie merasa bahagia, sekte Pelepas Arwahnya yang saat ini hancur akan bisa dibangkitkan lagi dengan kekuatan Shen Long.

__ADS_1


“Leluhur, maafkan aku yang tidak berguna ini. Aku bersyukur telah mendapatkan penerus untuk sekte kita” gumam tetua Xie sambil tersenyum memandang ke arah langit biru.


__ADS_2