Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 406 | Bertemu Dao Lin


__ADS_3

Setelah kembali ke kota Bailing, Shen Long meninggalkan NingYue di dalam penginapan. Shen Long meminta NingYue untuk berhati-hati jika keluar berjalan-jalan di tengah kota sementara dirinya melakukan meditasi di puncak gunung Beruang Putih.


Setelah itu Shen Long pun kembali terbang dengan kecepatan tinggi langsung menuju ke dataran yang berada di puncak gunung Beruang Putih. Saat itu waktu masih belum terlalu siang, jadi Shen Long masih memiliki waktu untuk menyerap energi cahaya dari tempat itu.


Shen Long kemudian mencari tempat yang baik untuk melakukan meditasi di puncak gunung Beruang Putih. Shen Long memusatkan pikiran dan merasakan kehangatan sinar matahari yang menyentuh kulitnya. Rasa hangat dari sinar matahari menjalar dari kulitnya memasuki bagian dalam tubuh Shen Long dan mengalir secara terus menerus untuk membersihkan setiap titik-titik energi di dalam tubuhnya.


Kondisi itu dilakukan oleh Shen Long dalam meditasinya, sehingga Shen Long berhasil membersihkan setiap simpul titik energi di dalam tubuhnya.


\=====


Sore harinya di tengah kota Bailing, NingYue tampak berkeliling menikmati pemandangan kota dan sesekali menatap ke arah gunung Beruang Putih memikirkan apa yang sedang dilakukan Shen Long di atas sana.


NingYue merasa bosan berada di dalam penginapan selama beberapa jam, jadi dia memutuskan untuk berkeliling kota sambil menikmati makanan khas dari tempat itu.


“Nona Ning!” Seseorang terdengar memanggil namanya.


NingYue membalik tubuhnya dan melihat Dao Lin datang mendekati dirinya bersama dua orang pengawalnya. “Putri Dao-“ kata-kata NingYue terpotong karena Dao Lin bergerak langsung menutup mulut NingYue sambil menggelengkan kepalanya agar tidak meneruskan kata-katanya.


Meskipun NingYue tidak mengerti kenapa Dao Lin melakukan hal itu, namun dia tahu bahwa Dao Lin tidak ingin NingYue mengungkapkan identitas mereka setelah melihat penampilan Dao Lin yang berbeda dari sebelumnya.


“Maaf Nona Ning, tolong jangan mengungkap identitasku di kota ini.” bisik Dao Lin padanya.


“Nona, dimanakah tuan Shen Long?” tanya Dao Lin padanya.


“Aku juga sedang mencarinya di kota ini.” sahut NingYue berbohong pada Dao Lin. Dia juga tidak ingin Dao Lin mengacaukan pelatihan Shen Long saat ini.

__ADS_1


Mendengar bahwa NingYue juga mencari Shen Long, Dao Lin lalu mengajaknya untuk mencari bersama-sama dan NingYue pun menyetujuinya. Mereka berempat lalu berkeliling di kota itu hingga malam tiba.


Mereka pun sepakat untuk pergi mencari warung makan untuk menikmati makan malam. NingYue tampak sedikit gelisah ketika berada di dalam warung makan itu. “Shen Long, sebaiknya kamu tidak kembali ke kota Bailing sementara waktu.” batinnya.


Shen Long di puncak gunung Beruang Putih memang tidak bermaksud untuk kembali sebelum menyelesaikan penyerapannya. Malam ini dia bermaksud untuk tetap berada di puncak itu sambil bermeditasi. Shen Long juga mengerahkan auranya untuk memeriksa dan merasakan jika ada seseorang yang datang mendekati tempatnya berlatih.


Sementara itu di tengah kota Bailing, Dao Lin yang tengah menikmati makan malam bersama NingYue dan pengawalnya dikejutkan oleh kedatangan Wang Xiao yang juga datang untuk makan di tempat itu bersama temannya seorang wanita cantik yang bernama Yong Lie.


Yong Lie adalah putri dari pemimpin kota Bailing, sehingga dia pun diikuti oleh beberapa pengawal yang menjaganya. Di dalam warung makan itu, seluruh orang yang mengetahui Yong Lie segera menyelesaikan makan mereka dan segera pergi meninggalkan warung tersebut.


Kini hanya Dao Lin dan NingYue yang masih berada di warung makan itu bersama dua orang pengawalnya. Mata Dao Lin berkedut mengetahui hanya mereka berempat yang masih berada di tempat itu.


Wang Xiao menyipitkan matanya ketika melihat Dao Lin dan NingYue. Dia pun segera berdiri. “Putri Dao, rupanya kalian berada di tempat ini juga.”


Wang Xiao pun berjalan mendekati Dao Lin dan diikuti oleh Yong Lie bersamanya. “Putri Dao? Apakah ini putri dari kerajaan Dao?” tanya Yong Lie pada Wang Xiao.


Dao Lin berusaha untuk menyamar agar tidak diketahui oleh orang-orang dari kota Bailing, namun rencananya digagalkan oleh Wang Xiao.


Wang Xiao lalu melihat ke sekelilingnya mencari seseorang. “Dimana pria itu? Mengapa aku tidak melihatnya?”


“Wang Xiao, kami juga belum menemukannya. Jadi tentu saja dia tidak berada di tempat ini.” sahut Dao Lin kesal.


“Hahaha... baiklah jika demikian. Siapa yang lebih dulu menemukannya, maka dia akan menjadi miliknya.” kata Wang Xiao kemudian.


Yong Lie tidak mengerti apa yang mereka katakan, dan hal itu membuatnya penasaran. “Aku akan menceritakannya padamu, teman.” kata Wang Xiao melihat temannya yang kebingungan.

__ADS_1


Wang Xiao lalu mengajak Yong Lie duduk di meja lain dan menceritakan tentang Shen Long kepadanya. “Benarkah?” Wajah Yong Lie pun menjadi merah ketika mendengar lelaki yang kuat dan tampan dari cerita Wang Xiao.


Mata Wang Xiao berkedut menyadari bahwa dia telah menambah satu saingan lagi untuk mendapatkan Shen Long. Wang Xiao mende-sah atas kebodohannya yang terlalu jujur bercerita pada Yong Lie.


“Jika benar dia itu tampan dan kuat, aku juga ingin memilikinya,” gumam Yong Lie dalam hatinya sambil tersenyum.


Namun penyesalan tidak ada gunanya, toh juga mereka belum menemukan Shen Long. Tetapi dengan menggunakan otoritas Yong Lie, bisa dipastikan mereka akan lebih dulu bisa menemukan Shen Long dibandingkan Dao Lin.


“Nona Wang, aku memiliki ide.” kata Yong Lie sambil mendekatkan wajahnya ke arah Wang Xiao dan membisikkan sesuatu.


“Hihihi, kamu benar. Kamu bisa melakukan hal itu.” sahut Wang Xiao kemudian.


Lalu setelah menyelesaikan makan, Wang Xiao dan Yong Lie segera pergi dari warung makan itu. Sementara Dao Lin merasa curiga ketika Wang Xiao dan Yong Lie pergi dengan senyum sinis ke arah mereka. “Ah, apa yang akan mereka lakukan?” gumamnya.


NingYue hanya terdiam melihat hal itu, namun dia juga merasa akan terjadi sesuatu pada diri mereka.


Sementara itu, Xu Xian yang telah terbangun siang tadi segera pergi ke sekte Beruang Putih untuk meminta bantuan kepada ketua cabang sekte Beruang Putih yang berada di kota Beiling.


“Ketua, aku mohon bantuanmu untuk menemukan lelaki yang datang dari luar kota Beiling ini.” pinta Xu Xian pada ketua sekte cabang Beruang Putih.


Bao Meng, ketua sekte Beruang Putih sebenarnya menyukai Xu Xian. Sehingga kedatangannya di kota Bailing membuat hati Bao Meng menjadi bahagia. Dia siap untuk menemani Xu Xian selama berada di kota Bailing.


“Siapa lelaki tersebut?” tanya Bao Meng dengan sedikit cemburu.


“Lelaki itu telah mencuri barang milikku yang berharga. Aku harus menemukannya.” sahut Xu Xian.

__ADS_1


Bao Meng menghela nafasnya lalu wajahnya berubah menjadi geram. “Dasar pencuri! Aku akan mengirimkan seluruh murid sekte untuk mencarinya.” kata Bao Meng dengan kesal.


“Terima kasih ketua sekte.” sahut Xu Xian sambil tersenyum.


__ADS_2