
Setelah beberapa menit bermeditasi, tampak jarum akupuntur itu bergetar dan terhubung dengan tabib Huang yang bermeditasi di belakang Naga Kecil. Mereka berdua berusaha untuk memasuki alam meditasi pikiran Naga Kecil.
“Akhirnya kamu kembali lagi” sahut suara itu ketika Naga Kecil masuk ke alam meditasi pikirannya.
“Siapa kamu?” tanya Naga Kecil
“Hahaha... kamu tidak ingat padaku?” suara itu tertawa mendengar pertanyaan Naga Kecil.
“Aku adalah Kaisar Dewa Iblis” kata suara itu selanjutnya.
AARGH...
Jarum yang menusuk di kepala Naga Kecil terlepas dan tabib Huang terkejut hingga darah menetes di kedua hidungnya. Dia merasa ada sesuatu yang berkekuatan besar menendang dirinya keluar dari alam meditasi Naga Kecil.
Tubuhnya gemetar karena kejadian itu, kemudian dia mengatur nafasnya untuk mengendalikan dirinya.
Naga Kecil yang tampak masih tenang tidak mengetahui hal itu. Dia masih lanjut di dalam alam meditasi pikirannya. Tabib Huang tertegun saat melihat Naga Kecil tidak terpengaruh oleh kekuatan besar itu.
Tabib Huang kemudian berdiri dan menilai dari keadaan Naga Kecil saat ini. Dia duduk di depan Naga Kecil sambil mengamatinya.
“Kaisar Dewa Iblis?” Naga Kecil terkejut mendengar hal itu
“Eh, kamu tidak mengingat diriku?” tanya Kaisar Dewa Iblis.
“Jangankan kamu. Aku sendiri tidak ingat pada diriku sendiri.” sahut Naga Kecil
“Hmm... sepertinya segel ingatanmu ini cukup parah.” kata Kaisar Dewa Iblis kembali.
Naga Kecil tidak mengerti maksud dari Kaisar Dewa Iblis.”Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Naga Kecil kembali.
__ADS_1
“Argh... kamu ini benar-benar menyulitkanku. Segel kekuatanmu belum selesai terbuka, sekarang aku harus melepaskan segel ingatanmu lagi. Sungguh sial nasibku ini bersamamu” sahut Kaisar Dewa Iblis
Kemudian suara itu menghilang karena kesalnya. Naga Kecil kembali dari alam meditasi dan membuka matanya. Dia mencoba mengingat-ingat kata-kata dari suara yang mengaku Kaisar Dewa Iblis itu.
Saat dia membuka matanya, Naga Kecil melihat tiga pasang mata tengah mengamati dirinya tanpa berkedip di depannya. “Apa yang kalian lakukan?” tanya Naga Kecil
“Aku hanya sedang mengamatimu” sahut tabib Huang yang kemudian mencatat sesuatu dari pengamatannya itu.
Sementara Yun Mei dan Shan Lang berpura-pura melihat hal lain dan membereskan barang-barang di ruang pengobatan itu.
“Bagaimana menurutmu tabib Huang?” tanya Naga Kecil selanjutnya
Tabib Huang benar-benar tidak mengerti akan penyakit yang diderita oleh Naga Kecil, dia baru kali ini menemukan orang yang mengalami lupa ingatan karena tersegel dan tidak bisa menembus alam pikirannya.
“Saat aku berusaha terhubung dengan alam pikiranmu saat bermeditasi, aku dikejutkan oleh kekuatan yang besar mendorong diriku untuk keluar. Jarum akupuntur yang aku pasang terlepas dan aku mengalami luka ringan karena hal itu” jelas tabib Huang
Naga Kecil mengkerutkan keningnya mendengar penjelasan dari tabib Huang. “Kaisar Dewa Iblis” gumamnya dalam hati
“Lalu apa maksudnya dengan segel kekuatan dan segel ingatan?” gumam Naga Kecil dalam hatinya
Shan Lang merasa cemas melihat wajah Naga Kecil yang kesulitan mengembalikan ingatannya. Dia yang mengetahui beberapa dari masa lalu Naga Kecil merasa sedih melihat orang yang dia kagumi tampak seperti itu.
“Tuan, mungkin jika kamu pergi ke tempat-tempat lain akan membuka ingatanmu satu persatu” celetuk Shan Lang tiba-tiba
Tabib Huang mengangguk mendengar saran dari Shan Lang, “Benar, aku pernah mendengar ada orang yang sembuh ingatannya setelah dia melihat barang-barang atau tempat-tempat yang terhubung dengan di masa lalunya” timpalnya
Mendengar hal itu, Naga Kecil mengkerutkan dahinya, dia tidak tahu kemana dia harus pergi untuk mengingat masa lalunya. Saat pertama yang diingatnya adalah muncul di tengah hutan bertemu dengan Yun Mei. Sebelum itu dia tidak ingat sama sekali.
“Tuan, aku pandai mencari jejak. Mungkin aku bisa membantumu” sahut Shan Lang menawarkan dirinya untuk pergi bersama Naga Kecil.
__ADS_1
Shan Lang berharap dia bisa mengembalikan ingatan Naga Kecil saat bertemu dengan sesuatu di masa lalunya.
Naga Kecil merenung mendengarkan perkataan dari Shan Lang, “Yun Mei bagaimana menurutmu?” tanya Naga Kecil pada istrinya Yun Mei
Yun Mei terkejut mendengar dirinya ditanya oleh Naga Kecil, dia tidak menyangka Naga Kecil benar-benar meminta dirinya untuk memberikan pendapat saat itu
“Aku setuju dengan perkataan tabib Huang dan pamam Shan Lang, mungkin kita harus pergi ke suatu tempat yang akan mengingatkan masa lalumu” sahut Yun Mei
Setelah merenungkan perkataan dari tabib Huang, Shan Lang dan Yun Mei, Naga Kecil akhirnya memutuskan untuk pergi berpetualang menemukan sesuatu yang mungkin bisa mengingat pada ingatan masa lalunya kembali.
Shan Lang jadi bersemangat karena akhirnya dia bisa mendampingi Naga Kecil Shen Long untuk berpetualang. Di masa lalu dia hanya beberapa kali menemaninya dalam peperangan.
Kini masa telah berubah, banyak hal yang ingin dia ceritakan pada Shen Long, namun dia belum berani untuk memberitahukan hal itu padanya. Satu-satunya cara adalah mengikutinya dan memberitahukan satu persatu yang terjadi setelah kepergiannya beberapa generasi ini.
Shan Lang adalah orang dari Klan Binatang dunia bawah, seorang Raja Klan Binatang sebelumnya. Namun kini di dunia bawah telah terjadi banyak perubahan sejak kepergian Shen Long.
Pagi hari berikutnya, Naga Kecil turun dari gunung Lou bersama Yun Mei dan Shan Lang. Mereka berjalan menuju kota Lung yang terdekat dengan tempat itu sebelum menentukan arah lain yang akan mereka tuju.
Pengintai dari Putri Shi An telah memberitahukan tentang kepergian mereka bertiga. Putri Shi An mengkerutkan keningnya ketika mendengar bahwa sahabat ayahnya, paman Shan Lang lebih memilih pergi bersama Naga Kecil daripada kembali dengan mereka ke kota ayahnya.
“Apakah Naga Kecil lebih penting daripada sahabatnya sendiri?” Putri Shi An merasa sedikit iri dengan hal itu pada Naga Kecil sehingga membuat hatinya menjadi kesal. Apalagi dia mendengar Yun Mei semakin dekat dengan Naga Kecil dan selalu mengikuti dirinya.
Wajah Putri Shi An menjadi gelap, hatinya semakin galau mendengar berita itu. “Ikuti mereka terus!” perintah Putri Shi An pada pengintainya.
Di tempat makan, Naga Kecil bertanya kepada Shan Lang kemana arah yang harus dituju oleh mereka.
Mendengar hal ini Shan Lang merasa senang, dia lalu mengatakan, “Kita harus pergi ke Ibukota Kekaisaran” sahutnya
“Ibukota Kekaisaran?” Yun Mei terkejut mendengar hal itu. Dia sejak kecil hidup di pedesaan. Jangankan ke Ibukota Kekaisaran, pergi ke Ibukota Kerajaan Timur saja dia belum pernah.
__ADS_1
“Mengapa kita harus ke sana?” tanya Naga Kecil acuh tak acuh, meskipun dia hilang ingatan tetapi dia tidak bodoh. Dia sedikit mengerti bahwa Shan Lang mungkin mengetahui siapa dirinya sebenarnya.