Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 62 | Seseorang mengendalikan Yang Fei


__ADS_3

“Apa yang telah terjadi? Mengapa tetua Yang Fei terlihat begitu berbeda.”


“Apakah dia datang sebagai lawan atau kawan? pikir Shen Long.


“Shen, aura membunuh dari tubuh Yang Fei sangat kental. Aku merasakan auranya berbeda dengan dirinya dulu saat berada di menara pedang” bisik Yan Luo.


“Benar, sebaiknya aku bersiap jika tetua Yang Fei datang untuk menyerang tetua Xie. Aku yang akan menghadangnya” sahut Shen Long.


Tetua Xie terlihat di atas angin, dia telah membunuh dua orang tetua dan beberapa penjaga sekte yang menyerangnya. Xie Min menggertakkan giginya melihat keadaan ini lalu mengeluarkan pedangnya.


“Xie Mo, mari kita maju bersama menyerangnya” teriak Xie Min pada anaknya dan segera melompat menyerang ke arah tetua Xie.


“Bagus, kalian datang sendiri untuk dihajar olehku. Kalian anak dan cucu yang tidak berbakti. Kali ini aku membantu langit untuk memberimu pelajaran” kata tetua Xie menghadang serangan dari anaknya Xie Min.


Kini tampak tinggal empat orang yang masih tersisa mengeroyok tetua Xie, namun tetua Xie bukanlah petarung abal-abal yang dengan mudah dijatuhkan.


“Jika saat itu kalian tidak menggunakan Xie Lin sebagai sandera untuk menjebak dan meracuniku. Aku tidak akan mudah kalian tangkap” teriak tetua Xie dengan kemarahannya.


Dalam beberapa jurus, tetua Xie kembali berhasil membunuh dua orang penyerangnya dan melukai cucunya Xie Mo. Kini tinggal Xie Min yang masih berdiri melawannya.


Xie Min melihat sekeliling dan mencari-cari bantuan yang ditunggunya.


“Apa kamu datang hanya untuk menontonku saja?” teriaknya


Tetua Xie terkejut mendengar teriakan Xie Min begitu juga Shen Long, lalu tiba-tiba sebuah anak panah meluncur ke arah tetua Xie dari arah atap.


“Yang Fei” pikir tetua Xie setelah menghindari serangan panah tersebut dan menoleh ke arah atap kediaman sekte.

__ADS_1


Kemudian dia melihat Yang Fei kembali menyiapkan anak panah. Kali ini lebih dari satu anak panah dan menembakkan nya ke arah tetua Xie.


Melihat deru beberapa anak panah, tetua Xie mengerahkan seluruh kekuatan untuk menghadangnya, namun konsentrasinya terpecah melihat anaknya Xie Min telah melompat untuk menyerangnya kembali.


Di saat genting itu, Shen Long telah keluar dari persembunyiannya lalu mengerahkan roh pedang pembelah langit menebas ke arah anak panah yang tertuju ke arah tetua Xie. Hal ini membuat tetua Xie bisa menangkis serangan dari anaknya Xie Min.


“Tetua, biarkan aku yang menghadapi Yang Fei” kata Shen Long.


“Baiklah, aku serahkan dia padamu Shen” sahut tetua Xie


Shen Long segera melompat ke atap kediaman sekte dan berdiri berhadapan dengan Yang Fei.


“Tetua Yang, aku tidak tahu apa yang telah terjadi padamu. Jadi aku mohon petunjuk darimu” kata Shen Long menghormatinya.


Yang Fei tidak berbicara, sorot matanya tajam dengan aura membunuh yang sangat besar menatap ke arah Shen Long. Kali ini Yang Fei mengeluarkan pedangnya untuk menyerang Shen Long yang telah bersiap dengan pedang dominator miliknya.


Mata Yang Fei sedikit menyipit merasakan aura pedang dominator milik Shen Long yang begitu kuat, namun tidak menyurutkan niat membunuhnya dia segera melancarkan serangan pada Shen Long.


Meskipun lawannya memiliki niat membunuh yang tinggi, Shen Long tetap menahan kekuatannya untuk tidak sampai membunuh Yang Fei. Dia merasakan ada yang salah pada Yang Fei seperti Xie Lin sebelumnya.


“Shen, sepertinya orang ini dikendalikan oleh seseorang” bisik Yan Luo saat Shen Long melompat menghindari serangan Yang Fei.


Belum sempat Shen Long mengambil nafas, Yang Fei sudah menyerangnya kembali dari atas menekan Shen Long dengan kekuatan yang besar. Jalan satu-satunya bagi Shen Long adalah menahannya dengan kekuatan Roh Sembilan Naga Langit.


Pijakan Shen Long pada atap hancur oleh kekuatannya, lalu dia melompat menyambut serangan dari atasnya. Beberapa jurus kembali beradu hingga kesempatan datang pada Shen Long untuk memukul tubuh Yang Fei dan membuatnya terhempas masuk ke dalam kediaman sekte.


Shen Long segera turun memasuki kediaman dari atas atap dan berdiri melihat Yang Fei yang tertimbun oleh reruntuhan atap. Shen Long tahu pukulannya itu tidak akan membunuh Yang Fei. Dia bermaksud untuk menangkap Yang Fei, jadi dia menahan setiap serangan padanya.

__ADS_1


Di halaman, tetua Xie berhasil mengalahkan anaknya Xie Min yang kini terduduk setelah dihempaskan olehnya. Xie Min yang meneteskan darah di mulutnya tersenyum meringis lalu mengeluarkan obat dari bajunya dan meminumnya. Segera dia melakukan pemurnian cepat untuk mendapatkan manfaat dari obat tersebut.


“Cih, ternyata kamu mengandalkan obat untuk membuatmu terlihat kuat” kata tetua Xie.


“Sungguh sia-sia aku mendidikmu” sesalnya


Tubuh Xie Min segera mengalami perubahan, otot di badannya mengencang  dan energinya meningkat beberapa tingkat. Segera dia mengerahkan kekuatannya untuk kembali menyerang ke arah ayahnya.


Dia melancarkan pukulan yang dahsyat ke arah ayahnya, namun tetua Xie hanya berkelit menghindari pukulan tersebut. Beberapa jurus dari Xie Min tidak bisa menyentuh sedikitpun tubuh tetua Xie.


Semakin lama, kekuatan Xie Min semakin berkurang dan kecepatannya menurun sehingga tetua Xie kembali bisa menendang dada anaknya hingga jatuh terjerembab.


“Kamu pikir dengan obat-obatan bisa membuatmu perkasa dan bisa mengalahkanku?” teriak tetua Xie kembali.


Mendengar hal itu, Xie Min tidak peduli. Dia lalu mengeluarkan lagi obat dari bajunya, kali ini dia menelan dua pil obat sekaligus. Kemudian dia memurnikan obatnya untuk mempercepat mendapat manfaat obat itu kembali.


Kali ini kekuatannya melebihi kekuatan tetua Xie, membuat tetua Xie sedikit menyipitkan matanya.


“Hahaha... kali ini aku akan membunuhmu. Selama hidupku kamu tidak pernah memperhatikanku. Kamu hanya menyayangi kakakku saja. Kamu selalu menyanjungnya, sementara aku hanya anak yang memalukan bagimu”


“Jadi kamu merasa seperti itu selama ini?” sahut tetua Xie menghela nafasnya. Dia tidak menyangka anak keduanya ini salah menilai sikapnya selama ini.


“Benar. Selama hidupku, kamu tidak pernah mengajariku bela diri. Kamu hanya menyuruhku membaca buku-buku tidak berguna. Kamu hanya mengajarkan kakakku ilmu bela diri tetapi tidak padaku”


Tetua Xie kembali menghela nafasnya, dia tidak menyangka anaknya salah paham hingga sejauh ini.


“Tahukah kamu kenapa aku tidak pernah mengajarimu ilmu bela diri?”

__ADS_1


“Karena tubuhmu itu sangat spesial di keturunanku. Kamu bisa melatih segala ilmu bela diri dengan sendirinya. Kamu hanya perlu menemukan sendiri ilmu yang sesuai denganmu dari buku-buku yang aku berikan padamu”


“Kakakmu jauh lebih lemah darimu, tidak seperti pikiranmu yang lebih jenius darinya. Itulah makanya aku memberinya lebih banyak pelajaran bela diri daripadamu” sahut tetua Xie.


__ADS_2