Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 324 | Pertarungan sesama petarung Alam Bintang tingkat 9


__ADS_3

Dari kejauhan Dewa Penghancur yang terbang di udara melihat seseorang telah berdiri di halaman kediaman sekte Penjaga Makam. Dia menyipitkan matanya saat melihat sebuah tombak tertancap di depan orang itu. “Senjata gaib?”


Shen Long yang baru saja selesai melatih kekuatan pikirannya untuk mengendalikan Tombak Gaib Cahaya Nirwana merasakan kehadiran kedua orang itu. “Akhirnya kalian datang juga,” batinnya.


Dewa Penghancur segera mengerahkan kekuatannya untuk menekan kekuatan sekitarnya dan terjun dari langit dengan penuh gaya dan kesombongan. Dia merasa yakin dengan kekuatannya akan bisa mengalahkan Shen Long dalam waktu yang singkat.


BUMM...


Angin berhembus kencang ke sekitarnya saat Dewa Penghancur menjejakkan kakinya di atas tanah. Pepohonan kecil tumbang dan bebatuan beterbangan ke sekitarnya menghancurkan bangunan di kediaman sekte Penjaga Makam.


Shen Long menyipitkan matanya melihat penampilan Dewa Penghancur yang turun dan berdiri di depannya. Dia bisa merasakan kekuatan yang dipancarkan oleh Dewa Penghancur, namun hal itu tidak berpengaruh pada dirinya. Bebatuan yang beterbangan ke arah Shen Long berhenti pada jarak 1 meter darinya dan kemudian hancur menjadi debu tertiup oleh angin dari aura milik Shen Long.


Dewa Penghancur memicingkan matanya memperhatikan aura yang dipancarkan oleh Shen Long dan bebatuan yang terbang ke arahnya telah berubah menjadi debu di depan Shen Long. “Pantas saja manusia ini menjadi sombong. Rupanya dia memiliki sedikit kemampuan,” batin Dewa Penghancur.


“Apakah kamu yang bernama Shen Long?” tanya Dewa Penghancur dengan nada angkuh.


“Siapa yang menanyakan namaku?” sahut Shen Long kemudian.


Shen Long menatap wajah Dewa Penghancur dengan tenang, tidak sedikitpun dia merasa ketakutan di hatinya. Semakin kuat lawannya, Shen Long semakin bersemangat untuk bertarung.


“Aku Mong Gul, Dewa Penghancur,” geram Dewa Penghancur setelah mendengar pertanyaan Shen Long.


Dewa Penghancur menggerakkan leher dan jari-jarinya seakan-akan melakukan pemanasan otot untuk bersiap melawan Shen Long. Namun Shen Long hanya tersenyum melihat tindakan Dewa Penghancur itu.

__ADS_1


“Sebaiknya kamu menyerah dan menjadi pelayanku jika masih ingin hidup,” lanjut Dewa Penghancur kemudian.


Mendengar perkataan Dewa Penghancur membuat Shen Long sontak tertawa dan membuat wajah Dewa Penghancur menjadi gelap karenanya. “Kamu terlalu percaya diri bisa mengalahkanku,” sahut Shen Long dengan santai.


“Aku sudah memberimu kesempatan, jangan katakan aku tidak berbelas kasih padamu. Karena menolak, aku akan mengirimmu ke barat,” kata Dewa Penghancur kembali dengan menggertakkan giginya.


“Tunjukkan jalannya padaku,” sahut Shen Long sambil tersenyum.


Dewa Penghancur segera menaikkan kekuatannya hingga Alam Bintang tingkat 3 dan menyerang ke arah Shen Long dengan kecepatan tinggi. Di mata Shen Long gerakan Dewa Penghancur terlihat biasa namun di mata pelayan Lang Chu yang menyaksikan pertandingan itu, gerakan Dewa Penghancur secepat kilat dan tidak bisa diikuti oleh matanya.


Shen Long juga mengeluarkan kekuatan Alam Bintang tingkat 3 untuk mengimbangi kekuatan Dewa Penghancur. Kecepatan dan kekuatan mereka seimbang, mereka saling beradu pukulan dan tendangan berkali-kali. Namun tidak ada satupun yang mengalami luka oleh pukulan mereka.


Mata Dewa Penghancur berkedut melihat Shen Long bisa mengimbangi kekuatannya. Dia yang sebelumnya merasa bisa mengalahkan Shen Long dalam waktu singkat kini harus berpikir ulang kembali.


Dewa Penghancur kemudian meningkatkan kekuatannya menjadi Alam Bintang tingkat 5 bergerak lebih cepat dari sebelumnya, pukulan dan tendangannya menjadi semakin ganas. Angin serangannya saja bisa membuat tubuh terluka, namun Shen Long bukanlah manusia biasa. Shen Long juga menaikkan kekuatannya menjadi Alam Bintang tingkat 5 mengimbangi Dewa Penghancur.


Sudah ratusan jurus pukulan dan tendangan dikeluarkan oleh mereka, namun kedua petarung itu tampak masih berimbang. Kemudian Dewa Penghancur mengeluarkan senjata tombak bermata tiga miliknya.


Shen Long kemudian merentangkan tangannya menarik senjata tombak gaib yang tertancap di tanah untuk melawan Dewa Penghancur. Tombak Gaib Cahaya Nirwana segera bergetar dan tercabut dari tanah kemudian kembali ke tangan Shen Long.


Tombak gaib itu memancarkan cahaya biru muda di tangan Shen Long. Meskipun tombak itu adalah senjata gaib namun tombak itu mampu menangkis tombak bermata tiga yang digunakan oleh Dewa Penghancur.


TRANG... TRANGG...

__ADS_1


Kedua tombak beradu layaknya dua buah logam yang berbenturan. Percikan api juga terjadi saat kedua tombak itu saling bergesekan. Gerakan jurus tombak Dewa Penghancur mampu diimbangi oleh gerakan tombak Shen Long.


Mata Dewa Penghancur terlihat kesal dan marah karena tidak bisa mengalahkan Shen Long dengan jurusnya. Dia semakin membabi buta menyerang Shen Long dengan seluruh kekuatannya.


BUMM...


Saat benturan terakhir terjadi, ledakan kekuatan dahsyat beradu diantara mereka berdua dan membuat kedua Dewa Penghancur dan Shen Long terdorong mundur oleh ledakan tersebut.


Dewa Penghancur mengatur nafasnya, dia sudah merasa malu tidak bisa mengalahkan seorang manusia di Loka ini. Kali ini Dewa Penghancur mengerahkan kekuatan puncak miliknya, kekuatan Alam Bintang tingkat 9 terpancar dari tubuhnya yang mengeluarkan cahaya berwarna kuning keemasan.


“Aku tidak akan segan lagi. Kali ini kamu akan mati mengenaskan,” geram Dewa Penghancur.


Melihat kekuatan Dewa Penghancur, Shen Long juga harus mengeluarkan kekuatan puncak miliknya, kekuatan Alam Bintang tingkat 9. Tubuh Shen Long juga mengeluarkan cahaya dan juga asap hitam menyelimuti sekujur tubuhnya.


Awan hitam disertai badai petir turut muncul saat kedua petarung itu mengerahkan energi kekuatan puncak mereka. Dunia seperti akan mengalami kehancuran, bumi bergetar karena kekuatan puncak dari kedua petarung tersebut.


Mata Dewa Penghancur berkedut merasakan kekuatan Shen Long. Dia tidak menyangka Shen Long juga berhasil memiliki kekuatan Alam Bintang tingkat 9 seperti dirinya. Dewa Penghancur menggertakkan giginya setelah merasakan kekuatan Shen Long yang seimbang dengan dirinya.


“Tidak masuk akal. Bagaimana manusia bisa sama kuat seperti dewa? Aku tidak bisa menerima hal ini.” geram Dewa Penghancur dalam hatinya.


Shen Long mengeluarkan kekuatan jurus nya. Tampak bayangan seekor naga raksasa muncul dari tubuh Shen Long. Naga itu memancarkan cahaya dan juga kegelapan. Wajah naga itu sungguh menyeramkan dan siap untuk menerkam lawannya.


Dewa Penghancur menyipitkan matanya melihat energi naga dari tubuh Shen Long. Dia pun tidak tinggal diam dan segera mengerahkan kekuatan jurusnya. Bayangan seekor banteng raksasa dengan tanduknya muncul di belakang tubuh Dewa Penghancur.

__ADS_1


Bayangan banteng itu bertubuh gelap dengan garis aliran warna merah seperti darah di sekujur tubuhnya. Asap hitam kegelapan menyelimuti tubuh banteng raksasa itu.


Dewa Penghancur segera bersiap mengerahkan kekuatan jurusnya itu, demikian juga dengan Shen Long. Keduanya lalu menyerang ke depan secara bersamaan, bayangan Naga dan Banteng raksasa itu juga turut menerjang ke depan dan saling berbenturan.


__ADS_2