Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 197 | Perpisahan dengan Guru Yan Luo


__ADS_3

Roh Yan Luo yang berada di luar tubuh Shen Long terlihat bersemangat dan gembira. Shen Long merasakan aura yang berbeda dari roh Yan Luo yang telah bersamanya selama ini.


“Guru, apa yang telah membuatmu bersemangat?” tanya Shen Long


“Karena dendamku telah terbalaskan olehmu” sahut Yan Luo


Shen Long tersenyum menyadari kegembiraan Yan Luo karena dirinya telah berhasil membunuh Kaisar Langit Shang Luo.


“Selama ini aku tidak ikhlas dengan perlakuan Shang Luo padaku dan dendamku semakin membesar padanya membuatku tidak bisa terlepas dari ikatan dendam ini” kata Yan Luo


“Aku memang tidak bisa menerima Shang Luo yang terpilih oleh Takdir Langit dan menjadi Kaisar Langit. Aku merasa dirikulah yang paling cerdas dan berbakat dibanding dirinya. Tetapi mengapa Takdir Langit memilihnya untuk menjadi Kaisar Langit”


“Karena aku tidak menerima hal itu, aku lalu berusaha sendiri untuk bisa mencapai alam bintang tanpa Takdir Langit. Aku menciptakan jurus pemurnian serap jiwa lalu mulai mengumpulkan berbagai energi jiwa dan menyimpannya dalam Mustika Bintang”


Mendengar hal ini, Shen Long menjadi termenung. Meskipun dia pernah mendengar cerita ini dari Guru Wang Yu yang merupakan saudara seperguruan Yan Luo, namun mendengar langsung dari Guru Yan Luo membuat hatinya terenyuh setelah mengetahui kebenaran itu.


Shen Long juga menjadi memahami perasaan Pangeran Langit yang memusuhinya mirip seperti perasaan Yan Luo saat ini.


“Shen, karena dendamku telah terbalaskan dan semua beban yang mengikatku telah hilang. Aku dengan ikhlas akan pergi ke alam reinkarnasi untuk mempersiapkan diriku bereinkarnasi” lanjut Yan Luo


Hati Shen Long merasa kehilangan mendengar hal ini, meskipun dia tidak bisa menerima kepergian Gurunya, namun dia mengetahui aturan Langit sejak menjadi Kaisar Langit.


“Guru, aku sangat banyak berhutang budi padamu. Tanpa bantuan Guru, aku tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini” sahut Shen Long


“Tidak Shen, semua ini sudah ditentukan oleh takdir kita. Kini aku telah memahami mengapa takdirku tidak memiliki Takdir Langit secara langsung. Namun dengan bersamamu dan mendidikmu yang mendapatkan Takdir Langit, secara tidak langsung juga menjadi takdirku saat ini”


“Aku sudah cukup puas mengetahui muridku adalah seorang Kaisar Langit, bahkan Kaisar Tiga Dunia ini. Hahaha...” lanjut Yan Luo sambil tertawa


“Baiklah. Aku akan pergi darimu selamanya. Jaga dirimu baik-baik Shen. Kamu telah melebihi diriku. Kamu harus terus belajar untuk meningkatkan kekuatanmu dan menciptakan jurusmu sendiri” kata Yan Luo kembali


“Guru... selamat jalan!” sahut Shen Long menahan hatinya yang sedih ditinggal oleh gurunya Yan Luo.


“Hahahaha.... aku telah bebas!” teriak Yan Luo sambil tertawa


Roh Yan Luo kemudian meledakkan cahaya yang terang, kemudian menghilang.

__ADS_1


“Guru...” gumam Shen Long dalam hatinya kembali.


\=========


SESSION 2


\=========


Di wilayah Kekaisaran Utara yang selalu bersalju, terdapat sebuah kota di bagian barat yang sebagian besar penduduknya adalah para penambang besi dan pembuat senjata. Kota Beiju adalah kota pembuat senjata yang sangat terkenal di wilayah Kekaisaran Utara.


Kepala kota Beiju, Yang Shu memiliki seorang putri bungsu yang sangat cantik bernama Yang Hua yang sudah menginjak usia 18 tahun. Putri Yang Hua sangat menyukai pembuatan senjata, dia belajar kepada seorang ahli pembuat senjata terkenal di kota Beiju yang bernama Master Ba Shi.


“Anakku Hua’er kamu seorang wanita, jangan menghabiskan waktumu mempelajari pembuatan senjata. Kamu harus memikirkan masa depanmu. Carilah pemuda yang cocok denganmu dan menikah’ kata Ayahnya Yang Shu


“Ayah, aku belum memikirkan untuk menikah. Aku masih ingin belajar banyak untuk membuat senjata.” sahut Yang Hua tidak menyetujui saran ayahnya untuk segera menikah.


“Adik ingin menjadi seorang ahli senjata ayah” goda kakak laki-laki Yang Hua, Yang Guo.


Yang Shu menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Yang Hua anak perempuan yang dia sayangi.


Dia tidak menyangka keinginan putrinya sejak kecil yang sudah menyukai senjata adalah untuk menjadi seorang ahli pembuat senjata.


Yang Hua kesehariannya selalu pergi ke tempat gurunya Master Ba Shi untuk menimba ilmu kultivasi senjata yang dipelajari darinya agar bisa membuat senjata pusaka.


Kitab kultivasi senjata yang dikuasai oleh Guru Ba Shi dipelajarinya dari daerah bagian barat bernama kota Xichang yang dekat perbatasan dengan Kekaisaran Barat.


Sekte Pemurnian Senjata adalah sebuah sekte yang berada di kota Xichang, yang merupakan sekte yang khusus melatih kultivasi senjata dalam ilmu bela diri mereka dan juga menghasilkan banyak pembuat senjata pusaka di seluruh Kekaisaran Utara.


Master Ba Shi merupakan salah satu anggota dari Sekte Pemurnian Senjata tersebut.


“Yang Hua, aku sudah mengajarkan semua ilmu yang aku ketahui padamu. Jika kamu masih ingin belajar ilmu yang lebih tinggi lagi, kamu harus belajar pada sekte Pemurnian Senjata di kota Xichang” kata gurunya Ba Shi.


Wajah Yang Hua menjadi muram, dia sangat ingin meningkatkan kembali tehnik kultivasi senjata miliknya dan belajar ke kota Xichang. Namun dia yakin ayahnya tidak akan mengijinkannya.


“Guru, aku tidak yakin ayah akan mengijinkanku untuk pergi belajar kesana” sahut Yang Hua

__ADS_1


“Hahaha... baiklah, tapi jika suatu saat kamu berubah pikiran. Aku akan memberikan surat rekomendasi padamu agar diterima belajar disana” kata guru Ba Shi kembali.


Yang Hua lalu kembali ke rumahnya ingin memberitahukan pada ayahnya agar diijinkan belajar di kota Xichang, namun dia tidak berani mengungkapkannya.


Yang Shu yang membesarkan anak-anaknya terutama putrinya sendiri sejak kecil tentu mengetahui perubahan pada sikap anaknya. Dia mengetahui putrinya Yang Hua pasti menyimpan sesuatu yang ingin dia ucapkan namun dia tidak berani mengatakannya. Wajah Yang Hua tampak selalu muram karenanya.


Saat makan malam bersama harinya, Yang Shu membuka pembicaraan pada anak-anaknya.


“Hua’er, hal apa yang ingin kamu sampaikan pada ayah?” tanya ayahnya pada putri kesayangannya


Yang Hua tertunduk melihat menghentikan makannya, lalu dia memberanikan dirinya untuk bertanya pada ayahnya.


“Ayah, Hua’er ingin pergi ke kota Xichang untuk berguru lebih lanjut pada sekte Pemurnian Senjata” sahutnya sambil menundukkan kepalanya.


“Ah...” ayahnya menghela nafas mendengar perkataan putrinya.


“Sejak kecil kamu tidak pernah jauh dari ayah. Sebenarnya ayah enggan melepaskanmu pergi. Tapi apakah keputusanmu sudah bulat?” tanya ayahnya


Yang Shu tahu anaknya Yang Hua tidak akan pernah menyerah jika sudah memiliki keinginan akan sesuatu. Jadi meskipun dia melarangnya, suatu saat dia akan diam-diam melakukannya juga.


“Aku sudah membulatkan hati ayah untuk menekuni tehnik kultivasi senjata” sahut Yang Hua padanya.


“Baiklah, aku akan meminta Yang Guo menemanimu kesana” kata ayahnya kembali


Yang Guo meskipun kultivasinya masih di tingkatan Dewa Langit tahap akhir di alam Dewa, namun cukup tinggi di wilayah Kekaisaran Utara untuk melindungi adiknya.


“Benarkah, ayah mengijinkan aku pergi kesana?” wajah Yang Hua mendadak berubah berseri-seri


“Iya. Tapi kakakmu Yang Guo harus ikut bersamamu” sahut ayahnya tersenyum melihat anaknya riang kembali.


\============


Session Pertama sebenarnya sudah habis dalam bab ini.. Session selanjutnya langsung sy buatkan dalam satu novel saja..


Mohon maaf jika penulisannya masih banyak kesalahan karena belum sempat melakukan revisi..

__ADS_1


Salam Chalinka


__ADS_2