
Dengan menggunakan portal antar loka Shen Long dan NingYue telah kembali ke loka 888 dengan berhasil membawa token ‘pintu alam’. Kedatangan Shen Long kembali di loka 888 disambut dengan rasa gembira oleh teman-temannya di dunia manusia.
Mereka mempersiapkan perjamuan sederhana untuk merayakan kembalinya Shen Long dari Loka 999 dengan berhasil selamat.
“Bagaimana kabar Guru?” tanya Libao pada Shen Long.
“Guru baik-baik saja. Dia selalu bermeditasi dan berada di gua pelatihannya sendiri,” sahut Shen Long yang kemudian menceritakan pertemuan singkat dengan Tetua YuanYu, Guru Semesta yang merupakan guru spiritual dari Libao.
Mendengar cerita Shen Long, Libao merasa rindu dengan mata berkaca-kaca pada gurunya yang telah lama tidak bertemu dengannya. Guru Semesta meninggalkan Loka 888 ini sebelum Dewa Kegelapan menguasai loka ini. Namun Gurunya telah meninggalkan beberapa petunjuk untuk menghadapi keadaan di loka ini yang membuat mereka bisa memanggil Shen Long dan menyelamatkan loka ini kembali.
“Aku akan bermeditasi untuk pergi ke Alam Penciptaan untuk mencari Benih Alam yang nantinya akan menciptakan Alam Neraka di Loka 888 ini sesuai janjiku pada Dewa Kegelapan,” ucap Shen Long kemudian.
“Baik. Aku akan menunggu kamu kembali membawa Benih Alam itu,” sahut Libao dengan penuh semangat.
Setelah perjamuan pada malam harinya, Shen Long hendak pergi melakukan meditasi agar bisa menggunakan Token Pintu Alam yang telah dibentuk oleh lima segel warna dari Loka 999. NingYue tampak berjalan dengan wajahnya yang lembut mendekati Shen Long.
“Sepertinya kali ini kamu akan pergi sendirian,” ucapnya.
Shen Long menganggukkan kepalanya pada NingYue, dia tidak tahu bagaimana cara penggunaan Token Pintu Alam dan juga situasi di Alam Penciptaan itu. Jadi sebaiknya dia pergi sendiri ke sana terlebih dulu.
NingYue kemudian memeluk tubuh Shen Long dan mencium bibirnya dengan mesra.
“Kamu harus berhasil dan kembali lagi kemari menemuiku,” ucapnya lirih dengan tatapan lembut penuh kasih.
“Aku pasti kembali menemuimu,” sahut Shen Long yang kemudian membalas ciuman itu.
Setelah itu Shen Long pergi menuju ke sebuah gua yang ada di belakang kediaman sekte Cahaya yang merupakan tempat yang biasa digunakan untuk bermeditasi oleh guru YuanYu selama berada di Loka ini.
Shen Long lalu duduk di atas sebuah batu yang ada di dalam gua tersebut dan mengeluarkan Token Pintu Alam. Dalam Kitab Gaib yang didapatnya dari sekte Wushan, telah disebutkan bahwa dia harus menggunakan darahnya untuk memiliki token tersebut dan mengaktifkannya.
__ADS_1
Shen Long kemudian menggigit ujung jari telunjuk tangan kanannya dan meneteskan darahnya pada Token Pintu Alam yang berada di tangan kirinya.
Setelah darah menetes pada token tersebut, tampak token itu mulai bersinar warna-warni yang membuat gua tempat Shen Long melakukan meditasi menjadi terang benderang bercahaya warna warni.
Shen Long melihat Token Pintu Alam kemudian melayang di depannya dan berputar perlahan kemudian berhenti dan sinar yang memancar mulai meredup hanya menerangi token itu saja.
“Sebutkan alam tujuan yang kamu inginkan, tuan!”
Shen Long terkejut mendengar suara berasal dari token tersebut. Matanya menatap token itu untuk menelitinya.
“Siapa yang berbicara denganku?” tanya Shen Long.
“Aku roh dari token ini, tuan. Darah tuan telah membangkitkan rohku kembali untuk membantumu pergi ke alam tujuanmu,” sahut roh token pintu alam.
“Alam apa saja yang bisa aku tuju?”
Shen Long penasaran dengan kemampuan roh token pintu alam. Dia ingin tahu kemana saja pintu alam ini dapat membawanya.
“Berapa kali aku bisa pergi dan pindah alam?”
“Aku memiliki kemampuan untuk berpindah hanya satu kali dalam sehari,” sahut roh token itu kembali.
Mendengar jawaban roh token, Shen Long harus benar-benar merencanakan perjalanannya dengan baik. Dan dia hanya bisa kembali paling cepat pada hari berikutnya.
“Apakah aku bisa pergi ke dunia manusia Loka 3, Loka asalku?” tanya Shen Long.
“Baik. Selamat menikmati perjalanan,” sahut roh pintu alam.
Shen Long terkejut, dia sebenarnya hanya mau bertanya apakah dia bisa menggunakan token itu untuk pergi antar loka. Namun dia sudah menyebutkan perintah, sehingga token pintu alam itu langsung mengolah dan melaksanakan perintahnya.
__ADS_1
Terlihat token pintu alam yang telah menerima perintah itu berputar lebih kencang di depan Shen Long. Kemudian dari token itu keluar cahaya berwarna warni yang kemudian menghisap tubuh Shen Long masuk ke dalam token pintu alam yang kemudian menghilang.
Jleb!
Sebuah sinar berwarna-warni muncul di tengah hutan sebuah daratan. Shen Long tiba-tiba terjatuh di tengah hutan itu bersama token pintu alam di depannya.
“Oh, dimana aku berada?” gumam Shen Long dalam hatinya.
Shen Long segera keluar dari hutan itu dan mencari tempat pemukiman penduduk untuk bertanya pada mereka.
“Kakek, bolehkah aku bertanya padamu?” tanya Shen Long pada seorang lelaki tua yang tengah berjalan membawa barang di punggungnya.
Lelaki tua itu berhenti ketika Shen Long datang menghampirinya. Kemudian sambil menyeka keringatnya dia menatap Shen Long dengan wajah penasaran.
“Apakah kamu pendatang baru nak? Apa yang ingin kamu tanyakan?” tanya lelaki tua itu.
“Benar. Aku baru saja tiba di tempat ini. Apakah kakek bisa memberitahuku dimana tempat ini?”
Lelaki tua itu memandang Shen Long dari atas ke bawah seolah-olah menyelidikinya. Kemudian dia menghela nafasnya. “Ini adalah wilayah Pesisir Laut Selatan. Kamu ingin pergi kemana nak?” tanya lelaki tua itu lagi.
“Ooh... Pesisir Laut Selatan?”
Shen Long tertegun ketika mendengar jawaban dari lelaki tua tersebut. Namun dia merasa tenang karena jika benar ini Loka 3 tempat asalnya, maka di wilayah Pesisir Laut Selatan ini akan ada sekte Pedang Harapannya.
“Terima kasih, kek. Apakah ada sekte Pedang Harapan di wilayah pesisir laut selatan ini, kek?
Lelaki tua itu menyipitkan matanya melihat ke arah Shen Long. “Apakah kamu bagian dari mereka nak?” tanya lelaki tua itu dengan wajah berubah gelap.
Melihat wajah lelaki tua yang berubah ketika Shen Long menanyakan sekte pedang harapannya, Shen Long menyadari bahwa ada sesuatu dengan sekte Pedang Harapannya di wilayah Pesisir Laut Selatan ini.
__ADS_1
“Aku baru saja tiba di tempat ini, kek. Aku sedang mencari temanku yang katanya belajar di sekte Pedang Harapan wilayah pesisir laut selatan ini.” Sahut Shen Long menyembunyikan identitasnya.
Lelaki tua itu pun mendengus mendengar jawaban Shen Long. “Sebaiknya kamu tidak perlu mencari temanmu itu lagi. Dia kemungkinan sudah bergabung dengan para penjahat itu, atau dia akan dibunuh oleh mereka jika tidak mau bergabung dengan mereka,” sahut lelaki tua itu.