Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 209 | Serangan Kekaisaran Barat menuju Kekaisaran Utara


__ADS_3

Sementara itu di dekat perbatasan wilayah Kekaisaran Barat dan Kekaisaran Utara, sebuah lembah yang bernama Lembah Tengkorak merupakan daerah gersang yang dipenuhi oleh sisa-sisa pertempuran di masa lalu antara kedua Kekaisaran tersebut.


“Hahaha... rencana Pangeran memang luar biasa” puji Mo Luo pada Pangeran Langit yang kini juga mendapat sebutan Putra Iblis bernama Mo Zen


“Kematian Kaisar Utara akan memperlemah pertahanan Kekaisaran Utara. Kini saatnya rencana kedua Kekaisaran Barat menyerang Kekaisaran Utara. Setelah mereka menyerang ke Utara, banjir darah tidak hanya terjadi di Utara, melainkan juga di wilayah Barat ini” kata Pangeran Langit


“Iblis Kematian Mo Shi, kamu yang paling kuat dari keempat Iblis Neraka. Aku serahkan rencana ini padamu. Aku akan pergi ke Kekaisaran Tengah untuk merencanakan tahap selanjutnya.”lanjut Pangeran Langit.


“Baik Putra Iblis, Mo Zen” sahut Mo Zhi dengan menyeringai


“Pangeran, bagaimana dengan Kekaisaran Timur dan Selatan? tanya Mo Luo pada Pangeran Langit.


“Hahaha... kedua Kekaisaran itu terlemah dari 5 Kaisar dunia manusia. Iblis Sakit, Mo Sheng sudah menyebarkan wabah penyakit membuat kekacauan di kekaisaran Timur, dan Iblis Lapar, Mo Jie sudah membuat bencana kelaparan di Kekaisaran Selatan. Kekacauan sudah terjadi di kedua wilayah itu” sahut Pangeran Langit


Mo Luo mengangguk memahami maksud dari Pangeran Langit. Kedua Kekaisaran Timur dan Selatan tidak telalu kuat. Kekuatan Kaisar Tmur Dong Jue berada di alam Surgawi, begitu juga dengan Kaisar Selatan Nan Gong yang kekuatannya berada di alam Surgawi.


Keempat Iblis Neraka memiliki kekuatan yang setara dengan Alam Abadi tentu mudah untuk menangani Kekaisaran Timur dan Selatan.


“Pasukan Iblis akan hidup ditengah kekacauan dunia. Semakin kacau, kekuatan pasukan iblis akan semakin besar. Hahaha... “ kata Pangeran Langit sambil tertawa


Pangeran Iblis yang diikuti oleh Mo Luo segera pergi menuju ke arah tenggara untuk pergi ke Kekaisaran Tengah melakukan rencana tahap keduanya.


Kaisar Tengah Zhong Jian yang memiliki kekuatan paling tinggi dari keempat kekaisaran lainnya, meskipun memiliki tingkat kultivasi yang sama di Alam Abadi. Namun kekuatan pendukung mereka sangat besar, karena ada 2 ketua sekte yang kekuatannya berada di alam Abadi mendukung Kekaisaran Tengah.


\======

__ADS_1


Di Ibukota Kekaisaran Barat, Kaisar Barat sedang melakukan pertemuan darurat setelah mendengar informasi tentang kematian Kaisar Utara dari mata-mata mereka di wilayah Utara.


“Ayah, ini kesempatan kita untuk menguasai wilayah Kekaisaran Utara. Mereka saat ini dalam keadaan lemah dan kacau karena kematian Kaisar Utara” kata anaknya Pangeran Tan Lei.


Kaisar Barat Tan Gui mengerutkan keningnya. Kekuatan Kaisar Utara dengan dirinya adalah seimbang sama-sama di alam Abadi. Dia tidak menyangka ada kekuatan yang lebih besar dari alam Abadi di dunia ini yang bisa membunuh Kaisar Utara Tian Liang.


“Meskipun keadaan wilayah Utara sedang kacau, kekuatan yang dapat membunuh Kaisar Utara tidak bisa kita pandang sebelah mata. Yang Mulia hendaknya berhati-hati memutuskan hal ini” kata Penasehat Kekaisaran Sun Qi yang berasal dari sekte Phoenix Emas.


Karena mimpi yang sering didapat oleh Pendeta Suci dari Sekte Phoenix Emas, Sun Qi mendapatkan perintah dari Pendeta Suci sekte untuk menasehati Kaisar Barat agar lebih berhati-hati mengambil keputusannya.


“Penasehat, kesempatan tidak akan datang kembali. Jika tidak sekarang, wilayah Utara akan bangkit kembali dan menjadi kuat di masa depan” sahut salah satu Jendral Perang Kekaisaran Barat


Sebagian besar pejabat Kekaisaran Barat menyetujui penyerangan ke wilayah Utara disaat mereka sedang lemah. Hanya penasehat yang tidak berharap itu terjadi. Akhirnya Kaisar Barat memutuskan untuk menyerang Kekaisaran Utara dengan kekuatan penuh.


Para Jendral dan Pangeran Tan Lei bersemangat mendengar keputusan Kaisar Barat untuk menyerang Kekaisaran Utara. Pangeran Tan Lei diangkat menjadi Panglima Pasukan untuk memimpin penyerangan ke wilayah Utara.


Di puncak gunung Phoenix, sekte Phoenix Emas sedang melakukan pertemuan karena keputusan dari Kekaisaran Barat untuk menyerang Kekaisaran Utara. Tampak Pendeta Suci Sekte yang seorang wanita bernama Sun Zhu tengah menerima laporan dari Sun Qi, penasehat kekaisaran Barat.


“Kaisar Barat bertindak terlalu gegabah kali ini” kata Pendeta Suci setelah mendapatkan laporan dari Penasehat Kekaisaran Barat Sun Qi


“Mereka terlalu bersemangat setelah mendapat laporan tentang kematian Kaisar Utara dan memanfaatkan situasi yang sedang kacau di Kekaisaran Utara” sahut Sun Qi


Pendeta Suci hanya bisa menghela nafasnya, akhir-akhir ini mimpi buruknya semakin sering muncul dalam tidurnya, namun harapan masih tetap ada dengan pertolongan orang yang muncul dalam mimpinya.


“Tetua Jiang Qi, bagaimana berita darimu? Apakah kamu berhasil menemukan orang tersebut?” tanya Pendeta Suci pada Jiang Qi yang juga hadir bersama kedua murid laki-laki Liang Jun dan murid perempuannya Fu Xiang.

__ADS_1


“Pendeta Suci, kami telah menemukan orang tersebut dia berjanji akan menemui kita dalam waktu dekat ini” sahut tetua Jiang Qi.


Wajah Pendeta Suci tampak lega mendengar laporan dari Jiang Qi, dia merasakan Kekaisaran Barat masih memiliki harapan dengan kehadiran orang itu.


“Pendeta Suci, apakah benar orang itu bisa menyelamatkan kita?” tanya Liang Jun merasa penasaran dan meremehkan orang tersebut.


“Apa kamu meragukan penglihatanku?” tanya Pendeta Suci pada Liang Jun dengan wajah tidak menyukai pertanyaan tersebut.


“Murid bodoh, minta maaflah pada Pendeta Suci” teriak Jiang Qi pada Liang Jun


Wajah Liang Jun juga berubah menjadi tidak senang mendengar dirinya dimarahi oleh gurunya Jiang Qi. Liang Jun merasa nasib kekaisaran barat tidak bisa diserahkan pada orang lain yang tidak dikenal.


“Maaf Pendeta Suci, aku tidak bermaksud seperti itu.” sahut Liang Jun sambil menundukkan kepalanya.


“Pendeta Suci, maafkan kami. Kami pernah bertemu dengan orang itu. Kami merasa kekuatannya biasa-biasa saja. Mungkin tidak lebih tinggi dari Guru Jiang Qi. Jadi aku juga meragukan kekuatan orang itu” timpal Fu Xiang membela Liang Jun.


Mata Jiang Qi berkedut mengingat saat itu dia menguji kekuatan Shen Long di warung tersebut.


“Kamu salah Fu Xiang, kekuatan orang itu sangat dalam. Aku pernah mengujinya saat di warung makan. Dan kekuatanku menghilang di kedalamannya” sahut Jiang Qi menggelengkan kepalanya.


“Apa? Benarkah yang kamu katakan Guru?” Fu Xiang tertegun mendengar kata-kata Gurunya Jiang Qi


Mata Liang Jun juga berkedut mendengar kata Gurunya. Mereka tidak menyangka kekuatan orang itu, Shen Long yang sedalam itu berdasarkan penjelasan Gurunya.


“Kalian tidak mengetahui identitas asli orang itu, tapi aku merasakan identitas orang itu tidaklah sederhana. Mari kita tunggu bersama kedatangannya di kediaman sekte kita” kata Pendeta Suci kemudian.

__ADS_1


“Tetua Sun Qi, tetap laporkan situasi Kekaisaran padaku secepatnya apabila terjadi sesuatu” lanjut Pendeta Suci


“Baik Pendeta Suci” sahut Sun Qi memberi hormat lalu pergi menuju Ibukota Kekaisaran.


__ADS_2