Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 141 | Putri terselamatkan


__ADS_3

Pikiran Shen Long membayangkan hal yang aneh, namun dia segera menyingkirkan hal itu dan melanjutkan mendengarkan suara dari sebelah kamarnya


“Putri, bagaimana keadaanmu?” tanya seorang di antara mereka


“Luka ku masih belum sembuh sepenuhnya, aku masih mengalami kesulitan bernafas jika malam tiba” sahut seorang yang di panggil putri tersebut.


“Aku harus segera bertemu dengan Pendeta tertinggi klan binatang untuk meminta obat” sahut Putri itu kembali


“Bertahanlah putri, kita akan segera sampai disana.” sahut salah seorang wanita lagi


“Benar. Menurut pelayan warung tadi, kota Batu Mulia terletak tidak jauh di selatan kota Batu Hijau ini. Kita bisa sampai disana esok hari. Bertahanlah semalam lagi Putri” sahut orang satunya


“Ah..Ah..., Aku sudah tidak kuat lagi” terial putri tersebut


“Aku akan pergi mencari tabib untuk mengobatimu. Tunggulah Putri”


Seorang wanita segera pergi meninggalkan Putri dan satu orang lagi di dalam kamar tersebut.


“Bertahanlah Putri” sahut salah seorang yang masih menemani Putri di dalam kamarnya


Shen Long yang mendengar hal itu, hatinya tergerak untuk pergi melihat kondisi putri itu. Lalu dia membuka pintu kamar putri tersebut.


“Siapa kamu?. Mengapa kamu kemari?” teriak wanita yang menjaga putri tersebut sambil mengeluarkan senjatanya mengarah pada Shen Long.


Tanpa menunggu jawaban Shen Long, dia segera menyerangnya.


“Tunggu dulu. Biarkan aku melihat kondisi putrimu” sahut Shen Long menghindari serangan wanita itu dengan mudah


Mendengar hal itu, wanita tersebut menghentikan serangannya lalu bertanya “Apakah kamu seorang tabib?”


“Bukan. Tapi aku mengerti sedikit ilmu pengobatan” sahut Shen Long yang kemudian berjalan mendekati wanita yang dipanggil putri tersebut yang sedang terengah-engah di tempat tidurnya.


Wanita yang menjaga itu tetap mengacungkan senjatanya ke arah Shen Long


“Awas jika kamu berani macam-macam. Aku akan membunuhmu” katanya


Shen Long tidak mempedulikan ancaman wanita tersebut, dia segera memeriksa nadi spirit dari putri itu. Lalu menemukan bahwa dia mengalami keracunan yang masih tersisa di dalam tubuhnya.


“Aku bisa menyelamatkannya. Tapi kamu jangan menggangguku.” kata Shen Long yang kemudian mengerahkan sedikit energinya membuat segel formasi dewa untuk menghentikan gerakan wanita penjaga tersebut.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan? Mengapa aku tidak bisa bergerak?” teriak wanita itu panik


Shen Long tidak mempedulikan teriakan wanita tersebut, dia kemudian membangunkan putri itu dari tempat tidurnya lalu membuka pakaian atasnya.


“Apa yang kamu lakukan? Jangan macam-macam pada putri kami. Aku akan membunuhmu” teriak wanita penjaga tersebut


Wajah putri itu menjadi merah setelah pakaian atasnya di lepas oleh Shen Long, namun dia tidak berdaya untuk melawan. Badannya lemas dan sulit untuk bernafas, dia hanya pasrah dan menutup kedua matanya.


Shen Long lalu mengeluarkan jarum pusaka perak miliknya, kemudian menusuk beberapa titik akupuntur di punggung putri tersebut. Dengan menggunakan sedikit energi penyembuhan miliknya, Shen Long mengalirkan energinya melalui jarum perak untuk mengaktifkan tehnik pengobatan dewa yang dia pelajari dari Yan Luo.


Energi penyembuhannya mengalir ke dalam tubuh putri tersebut, lalu menetralisir sisa racun dalam tubuh putri itu. Tampak asap hitam keluar dari dahi putri itu seiring dengan hilangnya racun dalam tubuhnya.


Kemudian putri itu terbatuk mengeluarkan darah berwarna hitam yang merupakan sisa luka akibat racun tersebut yang menghambat pernafasannya. Wajahnya berangsur-angsur pulih, begitu juga pernafasannya.


Shen Long segera mengenakan kembali pakaian putri itu, lalu pergi meninggalkan mereka, kembali ke kamarnya.


Wanita penjaga yang sudah hilang efek segel nya segera mendekati putrinya.


“Bagaimana perasaanmu putri?” tanya nya


“A..Aku merasa lebih nyaman dan membaik” sahutnya dengan senang.


Kemudian wanita lainnya segera datang dengan seorang tabib bersamanya dan melihat putri sudah pulih dan bisa bangun dari ranjangnya.


Tabib itu mencoba melihat kondisi putri, dan menemukan bahwa putri sudah dalam keadaan sehat seperti semula. Jadi tabib itu hanya menyarankannya untuk beristirahat saja dan kemudian pergi meninggalkan mereka.


“Apa yang telah terjadi?” tanya wanita yang baru saja datang


“Orang yang kita lihat di warung makan itu tadi datang kesini dan mengobati putri” sahut wanita penjaga yang bersama putri.


“Mengapa? Siapa orang itu?” tanya wanita tersebut.


“Sudahlah Yan’er, Shin’er, aku ingin beristirahat dulu. Aku baru saja pulih, kalian cari tahu siapa orang itu. Aku ingin berterima kasih langsung padanya” sahut Putri yang kemudian mulai merebahkan tubuhnya.


“Baik putri” sahut kedua orang itu lalu pergi meninggalkan kamar putri tersebut


Di luar kamar, kedua orang itu berpikir sejenak untuk mengingat sesuatu.


“Sepertinya orang itu tadi bersamaan dengan kita meninggalkan warung makan dan menuju kamar di sebelah kita. Tapi aku tidak melihatnya jelas karena kita cemas pada kesehatan putri saat itu” kata orang yang dipanggil Yan’er tadi.

__ADS_1


“Benar. Bagaimana jika kita mengetuk untuk melihatnya” sahut yang bernama Shin’er


“Ini sudah cukup malam. Tidak baik juga mengganggunya. Nanti kita akan dikira bermaksud lain” sahut Yan’er


“Benar juga. Sebaiknya kita melihatnya besok” sahut Shin’er yang kemudian menuju kamar mereka masing-masing di sebelah kamar putri.


Keesokan harinya, putri itu sudah merasa segar bugar. Wajahnya penuh ceria dan bersemangat. Setelah membersihkan dirinya, dia segera mencari kedua penjaganya.


Yan’er dan Shin’er juga telah bersiap menemui Putri tersebut. Lalu mereka mencoba mengetuk pintu kamar di sebelah kamar putri. Namun tidak ada jawabannya.


Shen Long pagi-pagi sekali sudah pergi meninggalkan kamarnya, dia tidak mau menambah masalah untuk bertemu dengan ketiga wanita tersebut.


Meskipun dia telah menyelamatkan putri mereka, namun dia merasa mereka bukan orang yang sederhana, jadi sebaiknya menghindari mereka terlebih dahulu dan menemukan Putri Shui.


Ketiga wanita tersebut yang tidak menemukan Shen Long merasa sedikit kecewa, Namun ketiga orang itu mengingat wajahnya sejak dari warung hingga di dalam kamar saat mengobati putri. Jadi jika bertemu lagi dia pasti mengenalnya untuk mengucapkan terima kasih.


“Karena aku telah sembuh, mari kita kembali ke kota Logam. Tidak perlu lagi ke kota Batu Mulia. Sebentar lagi kota kita akan ramai karena ada festival. Jadi kita jangan sampai terlambat” kata putri tersebut.


“Baik Putri” sahut kedua wanita penjaga mereka yang kemudian mengikutinya kembali ke kota mereka


\======


Di kota Batu Mulia, Putri Shui yang akan dinobatkan dalam dua hari lagi sebagai Dewi Suci klan binatang tampak menerima kunjungan dari Raja Kerbau yang memberikannya beberapa hadiah.


“Dewi, ini hadiah kecil dariku untukmu” kata Raja Kerbau menyerahkan sebuah kotak kecil padanya.


Putri Shui membuka kotak tersebut lalu melihat pil obat tingkat langit di dalamnya.


“Terima kasih Raja Shu Nu, atas pemberianmu ini” sahut Putri Shui.


Raja Kerbau merasa senang Putri Shui menerima hadiahnya, lalu dia pun memberikan beberapa hadiah lain padanya


“Putri, dua hari lagi akan ada acara penobatanmu menjadi Dewi Suci klan binatang kami. Seluruh perwakilan dari klan binatang akan hadir mengikuti upacara penobatan tersebut. Jadi pakaian dan perhiasan ini untuk kamu kenakan saat penobatan nanti” kata Raja Kerbau Shu Nu


“Baik. Terima kasih kembali Raja Shu Nu” sahut Putri Shui


“Ohya, bagaimana permintaanku tempo hari untuk membantu mencari temanku dari dunia manusia. Apakah kamu telah mendapatkan informasinya?” tanya Putri Shui


“Aku telah mengirimkan orang-orang kami di seluruh wilayah dunia bawah untuk menemukannya. Dalam waktu dekat kami pasti akan menemukan teman Dewi.” sahut Raja Kerbau

__ADS_1


Lalu mereka mendiskusikan tentang prosesi upacara dua hari nanti.


__ADS_2