
Wu Chen segera menyampaikan pesan Shen Long kepada lelaki itu dan membuat lelaki itu geram marah.
“Beraninya dia mengabaikan undanganku” teriaknya lalu menyuruh para pengawalnya mengusir orang-orang yang sedang mengantri pada Shen Long.
Melihat semua pasiennya diusir oleh kedangan orang itu, Shen Long sedikit geram. Namun dengan tenang dia datang menemui orang yang mengaku bernama Chen Shen itu dengan tangan di punggungnya.
“Ada keperluan apa kamu mencariku?” tanya Shen Long.
“Aku mengundangmu untuk datang mengobati pasien di kediaman kepala kota” sahut Chen Shen.
“Aku pasti akan membantu menyembuhkan penyakit orang lain siapapun itu. Tetapi penyakit sombongmu ini sepertinya sulit untuk disembuhkan” sindir Shen Long.
“Kembali lah, aku tidak bisa menyembuhkanmu” kata Shen Long hendak berbalik.
“Tabib, aku mengundangmu untuk mengobati keluarga kepala kota. Maafkan jika aku harus memaksa jika kamu tidak mau pergi” teriak Chen Shen.
“Bagaimana kamu memaksaku?” tanya Shen Long.
Chen Shen lalu memerintahkan dua orang pengawalnya untuk menangkap paksa Shen Long. Namun hanya dengan mengibaskan tangan saja, kedua pengawal itu terpental oleh energi Shen Long.
Chen Shen terkejut dengan kekuatan Shen Long, lalu segera dia melompat untuk menangkap sendiri Shen Long.
Namun belum dia sempat masuk ke dalam warung makan, Shen Long telah lebih dulu berdiri di depannya dan menamparnya.
Plak!
Sebuah tamparan mendarat keras di pipi Chen Shen, membuat bibirnya berdarah dan pipinya bengkak. Chen Shen menggertakkan giginya dan meludahi darah dari sudut bibirnya lalu menyerang kembali.
Kali ini Shen Long menamparnya lebih keras hingga membuatnya terjatuh dan berlutut didepannya. Kemudian Shen Long menggunakan kekuatan energinya untuk menekan kekuatan Chen Shen agar tidak bisa berdiri.
Chen Shen yang berada di tingkat manusia suci berada pada alam yang berbeda dengan Shen Long yang di alam dewa tingkat dewa manusia. Kesombongan Chen Shen sirna setelah tidak bisa melawan tekanan kekuatan Shen Long.
Dia menyerah lalu berlutut dengan patuh. ”Maafkan aku tabib dewa yang tidak menyadari tingginya gunung. Tapi aku benar-benar memohon anda sudi untuk membantu mengobati adikku yang sedang sakit” katanya dengan menyesal.
__ADS_1
“Baiklah. Jika sejak awal kamu sedikit merendah dan memintaku. Aku tidak akan melakukan hal sejauh ini padamu” sahut Shen Long.
“Mengerti. Maafkan kesalahan aku” sahut Chen Shen menundukkan wajahnya.
Meskipun Chen Shen awalnya orang yang sombong karena kekuatannya, tetapi dia orang yang tegas berani mengakui kekalahan dan kesalahannya. Dia dengan tegas meminta maaf kepada Shen Long.
Segera dia mengajak Shen Long dan Wu Chen menaiki kereta kuda yang telah disiapkan untuk mengantar mereka ke kediaman kepala kota.
Kediaman kepala kota terletak persis ditengah-tengah kota Jishang, dan cukup megah memperlihatkan kehidupan seorang kepala kota yang baik. Chen Shang adalah nama kepala kota Jishang dan Chen Shen adalah anaknya yang juga Kepala pasukan kota Jishang.
Saat kedatangan Shen Long, kepala kota tengah menerima tamu dari sekte pelepas arwah Xie Mo yang tertarik pada anak kepala kota dan hendak meminangnya.
“Tuan muda Xie, saat ini aku tidak bisa mengajakmu bertemu dengan anakku yang sedang sakit. Aku sedang mengundang seorang tabib untuk memeriksanya” kata Chen Shang pada Xie Mo.
“Apakah nona Chen sedang sakit?” tanya Xie Mo
“Benar, saat ini aku sudah mengutus anakku Chen Shen untuk menjemput tabib untuk datang kemari” lanjut Chen Shang.
Chen Shang berpikir sejenak kata-kata Xie Mo yang ada benarnya juga.
“Kalau begitu mohon petunjuk dari tuan muda Xie untuk membantu anakku” sahutnya
“Baiklah, ini tabib Zu telah aku ajak bersamaku dalam perjalanan ini. Dia pasti bisa mengobati nona Chen” kata Xie Mo.
“Kalau begitu silahkan tabib Zu untuk merepotkanmu” sahut Chen Shang mempersilahkan tabib Zu untuk mengobati anaknya.
Chen Sang lalu mengajak tabib Zu dan Xie Mo masuk ke dalam kamar anaknya untuk memeriksa keadaannya.
Tabib Zu melihat seorang gadis cantik sedang tertidur di ranjangnya lalu memeriksa nadinya. Dia merasa terkejut dan wajahnya sedikit memucat karena di dalam tubuh gadis ini terjadi benturan energi yin dan yang menyebabkan organ dalam gadis ini mengalami kerusakan.
Tabib Zu lalu berlutut pada Chen Shang, “Maafkan aku kepala kota Chen, nadi nona terluka terlalu besar oleh energi yin dan yang saling berbenturan di dalam tubuhnya. Organ dalamnya pun mengalami efek akibat benturan tersebut” katanya gugup
“Lalu, bisakah kamu menyembuhkannya?” tanya Chen Shang.
__ADS_1
“Tabib Zu, lakukan yang terbaik untuk menyembuhkannya. Aku akan memberikanmu hadiah besar” sahut Xie Mo dengan tenang.
“Sayang jika gadis secantik ini tidak bisa disembuhkan dan menikmati tubuhnya” pikir Xie Mo.
“A..Aku akan berusaha untuk mengobatinya” sahut tabib Zu.
Tabib Zu lalu mencoba mengerahkan energinya untuk mengendalikan energi yang berbenturan di dalam tubuh nona Chen, namun yang terjadi adalah sebaliknya, energi dalam tubuh nona Chen dengan dahsyat menolak energi tabib Zu dan membuatnya terpental jatuh dan terluka.
Mata Chen Shang dan Xie Mo terbelalak oleh kejadian itu. Tabib Zu mencoba berdiri dengan susah payah.
Tepat saat itu Chen Shen datang di dalam kamar nona Chen bersama Shen Long.
“Ayah, aku telah mengundang tabib dewa Shen untuk memeriksa keadaan adik” katanya.
“Tabib dewa Shen?” ketiga orang itu terkejut mendengar nama yang asing terdengar oleh mereka.
“Sejak kapan ada tabib dewa yang bernama Shen?” kata Xie Mo terkekeh meremehkan Shen Long.
Tabib Zu merasa tidak senang dengan kedatangan Shen Long, tetapi jika dia mau mencoba mengobatinya dan gagal, maka dia yang akan menanggung akibatnya dan bukan dirinya. Jadi tabib Zu merasa sedikit lega oleh karenanya.
Chen Shang juga sedikit menyangsikan kemampuan Shen Long dengan penampilan yang masih muda dibawah dua puluh tahun tapi menyandang nama tabib dewa terlalu tinggi untuknya.
“Biarkan aku melihat keadaan nona Chen” pinta Shen Long.
“Hahaha.. tabib Zu saja yang jauh lebih pengalaman darimu kesulitan untuk mengobatinya. Apalagi dirimu yang masih muda. Jangan-jangan kamu seorang penipu” kata Xie Mo.
“Benar, jangan bermain-main dengan kondisi pasien. Jika terjadi sesuatu dengan nona Chen, apakah kamu mampu menanggungnya” sahut tabib Zu menimpalinya.
“Jika bukan aku, bagaimana kalau kamu saja yang menyembukannya” sahut Shen Long membalikkan katanya pada tabib Zu.
Tabib Zu terkejut atas jawaban Shen Long dengan mengembalikan tanggung jawab kepadanya.
“Katakan saja dirimu seorang penipu dan tampar wajahmu beberapa kali” sahut Xie Mo melindungi tabib Zu.
__ADS_1