
Shen Long berdiri dari reruntuhan puing di belakangnya itu dan menghapuskan darah di sudut bibirnya. Dia menyeringai mengatur nafasnya untuk memulihkan kondisinya itu.
Dewa purba Liang Ti tidak membiarkan Shen Long memulihkan dirinya, dia segera bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang ke arah Shen Long lagi. Shen Long membuka matanya lalu bergerak menghindari serangan Liang Ti.
Pukulan Liang Ti mengenai tempat kosong, namun dia merasakan desiran angin di belakang kepalanya. Shen Long telah menendang kepala bagian belakang Liang Ti dan membuatnya terhempas ke reruntuhan tersebut.
BLARR...
Tubuh Liang Ti yang besar itu membuat reruntuhan tersebut semakin hancur. Shen Long melompat ke belakang kemudian mengatur nafasnya kembali. “Kaisar Dewa Iblis, masih berapa segel lagi belum terbuka?” Tanya Shen Long.
“Masih sisa 220 segel saat ini” sahut Kaisar Dewa Iblis di dalam pikiran Shen Long.
“Apakah masih sempat?” gumam Shen Long
Liang Ti kembali bangkit dengan marah menghempaskan reruntuhan itu ke sekitarnya. Matanya menjadi merah setelah kepalanya ditendang oleh Shen Long. Dia menggertakkan giginya melihat ke arah Shen Long dengan wajah geram.
Liang Ti bergerak semakin cepat dengan mengerahkan tinjunya ke tubuh Shen Long. Melihat serangan itu, Shen Long menghilang lalu berada di atas kepala Liang Ti dan hendak menghujam kepalanya lagi dengan tendangannya.
Kali ini Liang Ti yang menghilang dan muncul di belakang Shen Long membuat Shen Long mengurungkan tendangannya dan menangkis pukulan tinju ke arahnya.
DUESSHH...
Pukulan tinju Liang Ti mengenai tangan Shen Long yang memblokir dadanya. Tubuh Shen Long melayang ke belakang dengan cepat, namun Liang Ti sudah menunggunya di belakang dan bersiap menendangnya.
Shen Long memutar tubuhnya untuk menghentikan gerakannya lalu menghilang saat tendangan Liang Ti hampir mengenainya. Ketika Liang Ti berbalik, Shen Long justru ada di depannya dan memukul perut Liang Ti dengan telapak tangannya.
BUGH... DUESSHH...
Tubuh raksasa Liang Ti melayang hendak menghantam dinding di belakangnya, namun Shen Long telah menunggunya disana. Liang Ti berusaha memutar tubuhnya untuk menghentikan gerakannya. Namun dia tidak melihat Shen Long disana. “Kemana anak itu?”
BUMM... AKH...
__ADS_1
Punggung Liang Ti terkena hantaman dari telapak tangan Shen Long yang menyerang dari atas membuat tubuh Liang Ti terjungkal ke lantai halaman istana.
“Sialan!” Wajah Liang Ti tampak geram memikirkan kesulitannya mengalahkan Shen Long.
“Siapa anak ini. Mengapa dia begitu kuat?” gumam Liang Ti dengan wajah geram.
Shen Long kali ini meminjam kekuatan Kaisar Dewa Iblis untuk melawan Liang Ti. Tubuh Shen Long diselimuti oleh hawa kabut gelap mengelilinginya, membuat wajah Liang Ti tertegun melihat hal itu.
“Siapa kamu?” tanya Liang TI kemudian.
“Aku Kaisar Dewa Iblis, Dewa Kegelapan Loka ini. Penguasa Alam Neraka,” kata Shen Long mengatakan gelar dari Kaisar Dewa Iblis.
Mata Liang TI berkedut mendengar hal itu. Dia tidak menyangka dirinya akan bertemu dengan Dewa Kegelapan dari Loka ini. Dia menggertakkan giginya lagi dengan wajah kesal. “Aku akan membunuhmu, siapapun dirimu,” sahutnya geram
Liang Ti mempersiapkan diri kembali, dia menghirup nafas panjang untuk menghimpun tenaganya. Kemudian dia kembali menyerang ke arah Shen Long dengan kecepatan tinggi. Shen Long juga mengerahkan kecepatannya mengimbangi kecepatan dari Liang Ti.
Kedua sosok mereka menghilang dari pandangan orang biasa, hanya menyisakan jejak pertempuran dan desiran angin disana sini serta ledakan-ledakan karena benturan kekuatan mereka.
BUMM...
“Jika seperti ini terus, kita akan kehabisan energi dalam pertarungan ini. Aku harus bertarung dengan cerdas,” gumam Shen Long dalam hatinya.
Liang Ti yang sudah menghimpun tenaganya lagi menyerang ke arah Shen Long, kecepatannya tidak berubah. Dia tiba di depan Shen Long dan hendak menghantam kepala Shen Long, namun Shen Long berkelit menghindarinya. Liang Ti menyerang dengan tendangan kakinya namun Shen Long berhasil menghindarinya lagi.
Beberapa pukulan dan tendangan telah dilancarkan oleh Liang Ti dengan kecepatan tinggi, semua bisa dihindari oleh Shen Long. Hal itu membuat Liang Ti naik pitam bertambah kesal “Apa kamu sekarang menjadi penakut hanya menghindari?” Teriaknya memancing amarah Shen Long
Shen Long hanya tersenyum mendengar teriakan Liang Ti yang justru membuat Liang Ti menjadi semakin marah. Serangan Liang Ti semakin ganas dan membabi buta ke arah Shen Long, tetapi semua bisa dihindari oleh Shen Long.
Kemudian tampak kekuatan dan kecepatan Liang Ti mulai melemah karena terlalu bernafsu mengeluarkan kekuatan dan kecepatannya. Sementara Shen Long masih menyimpan kekuatannya dan belum mulai menyerang.
Saat Liang Ti mulai kehabisan nafas, Shen Long tiba-tiba menyerangnya dengan kekuatan penuh.
__ADS_1
BUGH... BUGH... BUGH... DUESSHH...
Tinju berkecepatan dan berkekuatan tinggi menghantam perut Liang Ti secara tiba-tiba hingga kedua matanya seperti hendak melompat dari kelopaknya. Mulutnya menyemburkan darah kental. Namun Shen Long tidak menghentikan serangannya sampai disana.
Shen Long berkali-kali menghantam perut, dada, punggung dan terakhir kepala Liang Ti hingga membuatnya merasa sakit yang amat sangat. Organ dalamnya terasa mau pecah oleh pukulan bertubi-tubi yang disarangkan oleh Shen Long di tubuhnya itu.
Tendangan terakhir mengenai dagu Liang Ti dan membuatnya terbang melayang ke reruntuhan tembok itu. Shen Long lalu menghampirinya dan melihat nafas Liang Ti yang tinggal satu dua dengan luka dalam disekujur tubuhnya.
Tulang dadanya retak karena pukulan Shen Long yang bertubi-tubi. Shen Long lalu mengeluarkan jurus Roh Sembilan Naga Langit dengan kekuatan maksimal dan menghantam tubuh Liang Ti yang masih tergeletak di reruntuhan tembok itu.
BLAMM...
Dada dewa purba Liang Ti melesak ke dalam dan menghancurkan organ dalamnya tewas seketika dengan tubuh yang kembali menciut kecil seperti semula.
Shen Long menghela nafasnya kemudian berjalan meninggalkan tubuh dewa Liang Ti yang telah tewas di halaman istana kekaisaran itu. Dia menatap ke arah kaisar yang tengah mengamatinya dari dalam istana.
Shen Long menyeringai ke arah Kaisar Naga Liu Shang, dia kemudian pergi meninggalkan istana kekaisaran itu tanpa berkata apa-apa. Namun apa yang dilakukannya membuktikan pada Kaisar Naga bahwa Kaisar Naga tidak bisa lagi bertindak sembarangan memerintah kekaisarannya atau Shen Long akan membuatnya seperti penasehat kekaisaran Liang Ti.
Dewa kembar He Ti dan Che Ti menjadi semakin kagum pada Shen Long karena kekuatannya yang tidak terbatas mengalahkan dewa purba Liang Ti dalam pertempuran itu. Mereka tidak lagi ragu untuk mengabdi padanya.
“Mari kita kembali,” ajak Shen Long pada mereka.
“Baik Yang Mulia,” sahut kedua dewa kembar itu dengan wajah tegas dan bersungguh-sungguh.
Mereka pun terbang kembali ke penginapan tempat Yun Mei dan Putri Shui menginap.
Putri Shui segera menghampiri Shen Long kemudian bersyukur karena dia bisa memenangkan pertarungan melawan dewa Liang Ti. “Shen, aku akan kembali ke dunia langit melihat anak kita. Apakah kamu akan ikut?” tanya Putri Shui.
“Putri, tunggulah. Aku akan membereskan masalah 13 dewa kuno ini secepatnya. Saat itu aku akan ke dunia langit mengunjungi kalian,” sahut Shen Long.
Putri Shui lalu mendekati Shen Long dan memeluk tubuhnya. Mereka berciuman dengan lembut sebelum kepergiannya ke dunia langit. “Aku akan menunggumu,” bisik Putri Shui di telinga Shen Long.
__ADS_1