Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 124 | Malam pelelangan


__ADS_3

Menjelang sore, Shen Long diajak melihat pelabuhan oleh pemandu nya. Tampak hiruk pikuk orang-orang di pelabuhan yang ramai oleh bongkar muat barang dari kapal pedagang.


Shen Long melihat orang-orang dari sekte Laut Selatan berjaga-jaga di sekitar pelabuhan tersebut.


“Ternyata benar sekte Laut Selatan ini mendominasi kota pesisir laut selatan ini, sekaligus menguasai kedua pelabuhan kerajaan Liu dan Ming. Mereka punya nyali” gumam Shen Long dalam hatinya.


“Tuan, orang-orang dari sekte Laut Selatan banyak terlihat di pelabuhan ini. Mereka juga memiliki beberapa kapal yang berbendera sekte di sebelah sana” kata pemandu sambil menunjuk ke deretan kapal layar dengan bendera sekte Laut Selatan.


“Dimana kediaman sekte Laut Selatan ini?” tanya Shen Long.


“Sekte Laut Selatan berpusat di sebuah pulau di selatan pelabuhan ini. Mereka menguasai pulau tersebut. Namun mereka memiliki cabang sekte di kota pesisir laut selatan ini” sahut pemandu.


“Tuan, malam ini pelelangan akan segera di mulai. Apakah tuan masih memerlukan bantuanku nanti?” tanya pemandu.


“Tidak, untuk hari ini kamu sudah cukup menemaniku. Besok kembali lah jemput kami di penginapan” sahut Shen Long


“Baiklah, karena sudah hampir malam. Mari kita kembali ke penginapan” lanjut Shen Long.


Ketika tiba di penginapan, Shen Long langsung membayar jasa pemandu tersebut dan berharap dia bisa menemani kembali esok harinya.


Kemudian Shen Long segera menuju ke dalam kamarnya, di dalam kamar dia melihat Gu Yan yang telah berpakaian cantik menunggunya dengan hidangan di atas meja.


Shen Long kemudian membersihkan dirinya lalu makan bersama Gu Yan di dalam kamar mereka. Perasaan Gu Yan berbunga-bunga, dia tampil dengan cantiknya, berharap Shen Long memuji penampilannya malam ini.


Namun Shen Long tidak mengomentari penampilannya, dia sedang memikirkan hal yang diamatinya dalam sehari keliling kota pesisir laut selatan.


“Gu Yan” sapa Shen Long tiba-tiba menatap wajah Gu Yan.


“Eh, iya ketua” Gu Yan terkejut karena gugup saat namanya dipanggil oleh Shen Long.


“Kamu membawa uang berapa?” tanya Shen Long.


“Ada sekitar 10jt tail emas di dalam cincin penyimpanan tuan” sahut Gu Yan.


“Banyak sekali? Itu uang darimana?” tanya Shen Long terkejut.


“Sekte Gunung Abadi meninggalkan banyak uang saat kita mengambil kediaman mereka ketua. Belum lagi bisnis obat dari sekte pelepas arwah yang sudah menghasilkan banyak uang” sahut Gu Yan.

__ADS_1


“Ternyata uang kita lebih dari cukup, bahkan bisa untuk membeli kota pesisir laut selatan ini” senyum Shen Long terkejut mengetahui keuangan sekte Pedang Harapan. Dia tidak pernah ikut campur soal keuangan, dia menugaskan Gu Yan untuk menanganinya. Dan sekarang ada Yun Mei yang akan membantunya.


“Baiklah, malam ini kita berangkat ke tempat pelelangan” kata Shen Long yang telah siap untuk mencari barang langka di pelelangan tersebut.


Tempat pelelangan terletak di pusat kota pesisir laut selatan. Bangunannya tampak megah dan sangat tinggi dan terdapat aula yang sangat luas di dalamnya. Para peserta lelang di bagi dalam dua tempat. Tempat umum berada di aula depan panggung tempat pajangan barang pelelangan. Sementara tempat khusus berada di lantai atas yang bisa melihat ke seluruh aula.


Shen Long memasuki tempat pelelangan bersama Gu Yan lalu mencari tempat duduk di aula yang melingkar di depan panggung.


Para keluarga kaya yang datang biasanya duduk di tempat khusus di lantai atas. Shen Long melihat sekelilingnya, tampak orang-orang telah ramai di dalam aula karena pelelangan akan segera di mulai.


Fang Yin yang melihat kedatangan Shen Long menatapnya dengan tatapan yang waspada, namun Shen Long tidak terlalu mempedulikannya.


Saat Shen Long duduk bersama Gu Yan, Fang Yin dan dua temannya datang mendekatinya.


“Tuan Shen Long kan?” sapa Fang Yin


“Iya. Nona Fang, ada apa?” tanya Shen Long menoleh ke arah Fang Yin.


“Karena kamu orang baru, ikutlah denganku. Ada yang ingin aku sampaikan tentang aturan lelang ini” kata Fang Yin


Shen Long lalu berdiri dan berjalan mengikutinya, sementara Shen Long memberi tahu agar Gu Yan tetap duduk di sana.


“Baik. Kami harus memastikan terlebih dahulu kekayaan yang yang tuan Shen miliki untuk ikut dalam pelelangan ini” sahut Fang Yin


Dia dan teman-temannya curiga Shen Long ini tidak memiliki banyak uang untuk mengikuti lelang, dan menduga dia akan melakukan keributan dalam pelelangan.


“Hari ini aku hanya membawa 10jt tail emas. Apakah cukup?” tanya Shen Long


“A...Apa?” mata ketiga orang itu terbelalak tidak percaya mendengar kata Shen Long.


Mereka tidak menyangka Shen Long sangat kaya. Sementara orang terkaya di kota pesisir ini paling hanya memiliki beberapa ratus ribu tail emas saja.


Wajah Fang Yin dan kedua temannya segera berubah begitu mendengar jumlah uang yang dibawa oleh Shen Long.


“Maaf, kami tidak menyangka tuan Shen ternyata orang yang sangat kaya.” sahut Fang Yin merasa gugup.


“Jika demikian, mari kami antar tuan Shen untuk duduk di tempat khusus di lantai atas” lanjutnya.

__ADS_1


“Tidak perlu nona. Duduk dimana pun tidak masalah” sahut Shen Long


“Baiklah, jika tuan Shen butuh sesuatu. Jangan sungkan untuk memanggil kami” sahut Fang Yin kembali.


“Baik. Lalu untuk aturan pelelangan bagaimana?” tanya Shen Long kembali


“Untuk keluarga kaya tidak ada aturan yang terlalu kaku. Aturan pelelangan sama seperti di tempat pelelangan lainnya. Setiap mengajukan penawaran hanya perlu mengangkat tangan dan menyebutkan harga” sahut Fang Yin


“Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke tempat dudukku” kata Shen Long kembali


“Silahkan tuan Shen” sahut Fang Yin sambil membungkukkan kepalanya.


Shen Long lalu berjalan kembali ke tempat duduknya dan duduk disebelah Gu Yan.


“Nona Fang, orang ini adalah ikan yang sangat besar.” bisik seorang teman Fang Yin


Fang Yin tersenyum manis mendengar kata temannya itu. Dia sudah menandai Shen Long sebagai orang kaya terhormat malam ini. Jadi harus dilayani dengan sebaik-baiknya.


Tibalah saatnya pelelangan akan di buka, nona Fang Yin sendiri yang datang sebagai pembawa acara pelelangan tersebut.


“Terima kasih atas kehadiran semua orang di dalam pelelangan ini” kata Fang Yin.


“Baik, Agar tidak terlalu lama, kita mulai pelelangan ini dengan barang yang pertama” lanjutnya


“Benda pertama ini adalah sebuah guci dari dinasti kerajaan Tang terdahulu. Harga awal untuk guci ini adalah 1000 tail emas.” katanya


“Hanya sebuah guci bisa semahal itu?” teriak seorang keluarga kaya dari lantai atas


“1500” tiba-tiba seorang mengangkat tangan dari lantai atas.


Shen Long memperhatikan guci yang dilelang itu. Benda itu tidak terlalu menarik baginya. Namun di dalam guci tersebut terdapat energi yang cukup kuat.


“Ketua, apakah kamu akan menawarnya?” tanya Gu Yan


“Meskipun ada energi di dalam guci itu, namun itu tidak berguna untukku. Jadi aku melewatkannya” sahut Shen Long


“2000” tiba-tiba seorang di lantai atas lainnya mengangkat tangan.

__ADS_1


“Apa masih ada yang ingin menaikkan harga?” tanya Fang Yin


Setelah menghitung tiga kali, maka guci tersebut jatuh pada laki-laki di lantai atas.


__ADS_2