
Sebenarnya Shen Long tidak sedang tidur dalam meditasi, melainkan dia sedang memurnikan pil obat kultivasi langit yang baru saja di belinya dari Fang Shu.
Setelah memurnikan pil obat tersebut, badan Shen Long terasa nyaman, dia sama sekali tidak merasa kelelahan meskipun seharian keliling kota dan mengeluarkan sedikit tenaga melawan para pengawal tadi.
“Aku harus melatih energi Kaisar Dewaku. Semoga sekte Laut Selatan mengirim orang yang lebih kuat untuk menjadi lawan latih tandingku?” pikir Shen Long.
“Kenapa kamu belum tidur nona Gu?” tanya Shen Long begitu melihat Gu Yan masih melihat ke arahnya.
“Kamu tidak berharap aku naik kesana untuk menemanimu kan?” goda Shen Long yang membuat wajah Gu Yan memerah.
“Huh, siapa yang mengharapkan seperti itu?” balas Gu Yan ketus sambil membuang wajahnya ke arah atas.
“Benarkah?” wajah Shen Long tiba-tiba sudah berada di atas wajahnya.
“Kyaaa.... “ Gu Yan menjerit kaget. Jantungnya benar-benar hampir copot karena keusilan Shen Long yang tiba-tiba mengagetkannya.
“Ke..Ketua mau apa?” tanya Gu Yan gugup melihat wajah Shen Long di atasnya.
Shen Long mendekatkan wajahnya perlahan ke wajah Gu Yan, membuat detak jantung Gu Yan bertambah kencang. Dia lalu menutup matanya dan bibirnya yang mungil merekah terbuka tipis.
“Apa aku harus menolak atau menerimanya?” pikir Gu Yan yang bertambah kacau.
Sementara wajah Shen Long yang sudah dekat, bibirnya mengarah ke telinga Gu Yan sambil berbisik “Aku mau melihat situasi di luar sebentar. Kamu tunggu di sini, jangan kemana-mana” bisiknya
“Degh!” Gu Yan membuka matanya melotot ke arah Shen Long yang sudah berdiri dan pergi meninggalkannya sendiri di dalam kamar.
“Ku...Kurang ajar, kamu mempermainkan perasanku ketua.” gumam Gu Yan dalam hatinya menjadi kesal
“Aku tidak tahu mengapa perasaanku menjadi kacau seperti ini” gumamnya sambil memejamkan matanya.
Malam yang telah larut itu sangat sunyi, Shen Long sengaja keluar mencari udara sambil melihat situasi para pengepungnya. Dia sengaja membawa sebotol minuman penghangat untuk menemaninya di teras depan kamar.
Meskipun para penghuni kota pesisir laut selatan telah terlelap dalam tidur mereka. Namun aktifitas di pelabuhan masih tetap berlangsung pada malam harinya. Kapal yang keluar masuk pelabuhan pun masih ramai pada larut malam hari itu.
Dua orang Dewa Perang dari sekte Laut Selatan tiba di pelabuhan dengan menggunakan kapal milik sekte. Kedua orang itu langsung dijemput oleh orang-orang dari sekte Laut Selatan dari kota pesisir dan diantar ke markas cabang mereka di kota.
__ADS_1
Kedua Dewa Perang itu memiliki kekuatan yang berada di puncak alam Dewa. Mereka bernama Qiang Li dan Quan Yu, tingkat kultivasi mereka adalah Dewa Kahyangan akhir. Penampilan mereka sangat angkuh, karena hingga saat ini mereka belum pernah ada yang mengalahkan.
Di dalam markas cabang sekte Laut Selatan, kedua Dewa Perang itu tampak kelelahan dari perjalanan laut mereka. Pimpinan cabang sekte segera menjamu mereka dengan minuman hangat.
“Tetua, para pasukan telah siap dan mengepung penginapan orang tersebut secara diam-diam” kata pimpinan cabang sekte Laut Selatan.
“Terus awasi penginapan itu. Jangan sampai orang itu kabur” sahut seorang Dewa Perang Qiang Li
“Kita akan meringkus orang itu esok hari” sahut Qiang Li kembali
“Aku akan beristirahat dulu, apakah pesananku sudah kamu sediakan?” tanya Quan Yu pada pimpinan cabang.
“Tenang saja tetua Quan, aku sudah menyediakannya seperti biasa untuk tetua” sahut pimpinan cabang
“Hahaha... bagus, kamu memang tahu kesukaanku” tawa Quan Yu
Quan Yu adalah penggemar wanita, setiap datang dia selalu dilayani dengan baik oleh pimpinan cabang dengan menyuguhkan wanita cantik untuknya.
Sedangkan Qiang Li adalah penggemar arak, dia hanya menyukai arak yang istimewa khusus dari daerah utara.
Dewa perang Qiang Li dan Quan Yu adalah bawahan kesukaan ketua sekte Laut Selatan Tang Wu. Selama ini tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh kedua Dewa Perang ini.
Keesokan paginya, Shen Long melihat Gu Yan sudah terbangun di kamarnya dan telah selesai membersihkan dirinya. Sementara Shen Long yang semalam bermeditasi sudah terlebih dahulu bersiap.
“Ketua, kamu semalam tidur dimana?” tanya Gu Yan penasaran
“Aku kembali ke kamar untuk meditasi hingga pagi tadi” sahut Shen Long yang merasa badannya segar sehabis bermeditasi hingga ketiduran.
“Hari ini kita akan pergi ke markas sekte Laut Selatan untuk meminta penjelasan” kata Shen Long
“Kita menyerang ke markas mereka?” Gu Yan terkejut.
“Iya. Rasanya terlalu banyak buang waktu jika kita menunggu gerakan dari sekte Laut Selatan untuk menyerang kita. Sebaiknya kita saja yang langsung kesana” lanjut Shen Long.
Gu Yan membenarkan juga maksud Shen Long, namun bagi dirinya semakin lama waktu dibutuhkan untuk bisa berdua bersama Shen Long dalam misi ini akan lebih baik.
__ADS_1
“Selamat pagi tuan” sapa pemandu kota Shen Long yang sudah tiba pagi-pagi sekali
“Kemana kita hari ini tuan?” tanya pemandu tersebut.
“Antarkan aku ke kediaman sekte Laut Selatan” kata Shen Long
“Baik tuan. Apakah tuan ingin mencari pengawal dari mereka?” tanya pemandu itu sambil berjalan mengantar Shen Long menuju kediaman sekte Laut Selatan
“Yah, semacam itulah” sahut Shen Long sekedarnya karena tidak ingin mengatakan yang sebenarnya pada pemandu tersebut.
Kediaman cabang sekte Laut Selatan, berada tak jauh dari kediaman kepala kota Fang. Sehingga memudahkan akses bagi mereka untuk melindunginya.
“Paman, kamu pergilah ke warung makan kemarin. Tunggu kami disana” pesan Shen Long pada pemandunya untuk meninggalkan dia dan Gu Yan di kediaman sekte Laut Selatan.
Orang-orang sekte yang mengepung penginapan Shen Long telah melaporkan dan mengikuti Shen Long hingga ke kediaman sekte Laut Selatan.
“Lapor pimpinan dan tetua, Shen Long telah keluar dari penginapannya,... ” kata pelapor itu sudah dipotong oleh pimpinan cabang sekte.
“Apa? Pergi kemana mereka?” tanya pimpinan cabang sambil berdiri.
“Shen Long dan istrinya datang ke kediaman sekte kita” sahut pelapor tersebut
“Apa maksudmu?” tanya pimpinan sekte kembali
BUMMM!
Pintu sekte Laut Selatan ditendang dengan keras oleh Shen Long, membuat orang-orang sekte Laut Selatan segera berhamburan keluar mengelilingi Shen Long dan Gu Yan.
“Itu mereka telah tiba. Jadi Itu juga maksud saya tadi” sahut pelapor tersebut
Wajah pimpinan cabang menjadi kelam mendengar Shen Long datang sendiri ke markas mereka dan membuat keributan.
“Bukannya lari. Mereka malah datang ke markas sekte membuat keributan” gumam pimpinan cabang.
“Hahaha... anak muda ini menarik juga. Mari kita lihat mereka” ajak Qiang Li
__ADS_1