
Para petarung satu persatu diperiksa identitas mereka oleh panitia sebelum mereka masuk ke dalam arena. Petarung di depan Shen Long mencemooh Shen Long yang berdiri di belakang mereka.
“Cih, orang itu terlihat lemah. Orang-orang di loka asalnya pasti lemah-lemah. Jika aku pergi kesana, aku bisa menjadi raja penguasa di lokanya,” kata salah satu petarung.
“Hahaha... benar. Aku pun merasa bisa mengalahkannya dalam satu jurus. Jika dia pulang nanti, aku akan mengikutinya. Siapa tahu aku bisa menjadi penguasa dunia di lokanya dan mendapatkan banyak wanita,” sahut petarung lainnya.
“Hahaha... kamu terlalu bermimpi. Di sini banyak petarung yang hebat, mereka juga pasti ingin pergi ke loka yang lebih lemah seperti pikiranmu itu,” kata petarung lainnya.
Shen Long yang mendengarkan perkataan mereka hanya tersenyum kecil. Dia tidak pernah bermaksud seperti pikiran mereka, dia justru ingin pergi ke loka yang memiliki petarung yang lebih hebat darinya.
Bertarung dengan lawan yang lebih hebat membuat Shen Long bersemangat dan memaksakan tubuhnya untuk berkembang lebih tinggi lagi. Setiap pertarungan adalah pelatihan bagi Shen Long.
Kemudian tiba-tiba Shen Long melihat ada rombongan lain yang datang dengan kereta yang cukup mewah dan berhenti di salah satu pintu arena. Beberapa panitia tampak tergesa-gesa mendekati kereta tersebut dan berdiri di depannya.
Dari dalam kereta, terlihat turun beberapa orang wanita yang kemudian diikuti oleh beberapa laki-laki dengan pakaian yang mewah berjalan menuju ke arah pintu.
“Pangeran dan Tuan Putri, silahkan masuk lewat sini!” kata seorang pemimpin panitia yang mengantarkan rombongan orang-orang tersebut ke pintu kelima.
Ada sekitar sepuluh orang yang datang yang terdiri dari 4 laki-laki dan 6 wanita. Mereka ternyata adalah rombongan dari istana kekaisaran di loka 666 ini. Mereka adalah para putra dan putri dari kekaisaran Giok yang merupakan pemimpin dunia manusia di loka 666 ini.
Shen Long melihat kedatangan mereka tanpa melewati antrian ini memasuki gedung arena. Dan dia yakin mereka hanya ingin melihat seleksi awal ini seperti dirinya.
Empat pintu gedung ini dipergunakan untuk para petarung yang akan melakukan seleksi awal, sedangkan pintu kelima dipergunakan untuk para penonton yang ingin menyaksikan seleksi tersebut.
Untuk saat ini, tidak ada penonton dari pihak umum yang datang untuk menonton langsung, hal ini karena di dalam arena telah dipersiapkan sebuah token komunikasi yang mampu menyiarkan setiap kejadian di dalam arena kepada seluruh penghuni loka 666 ini di rumah mereka.
__ADS_1
Karena antrian dari para petarung cukup lama, Shen Long kemudian pergi meninggalkan barisan antrian itu dan menunggu semua petarung telah masuk ke dalam arena.
“Hei, kamu mau kemana? Jangan pergi dari barisan jika kamu ingin mengikuti seleksi,” teriak salah satu panitia yang berjalan mendekati Shen Long.
Shen Long menoleh ke arah panitia yang memandangnya dengan tatapan geram.
“Maaf, aku tidak ikut seleksi awal,” sahut Shen Long dengan santai.
“Semua petarung yang datang hari ini wajib mengikuti seleksi awal jika ingin bertarung secara langsung,” kata petugas panitia itu.
Shen Long merasa apa yang dikatakan oleh panitia itu adalah benar, semua petarung hari ini yang datang memang sudah dijadwalkan untuk mengikuti seleksi awal. Tapi dirinya hanya datang menyaksikan seleksi awal ini untuk menghilangkan rasa bosannya.
“Aku tidak memiliki jadwal untuk seleksi awal,” sahut Shen Long lagi.
Mendengar kata-kata Shen Long, para petarung yang berada di dekatnya tertawa terbahak-bahak.
“Orang yang hanya bermulut besar. Sudahlah biarkan saja dia tidak ikut seleksi lebih bagus. Dasar sampah!”
Para petarung banyak yang mencibir dan tertawa mengejek Shen Long. Namun Shen Long diam acuh tak acuh dengan kata-kata ejekan mereka. Bagi Shen Long dia tidak perlu memberikan penjelasan apapun pada mereka.
Tak lama kemudian tampak sebuah kereta datang lagi menuju ke pintu kelima. Dari dalam kereta turun dua orang setengah baya yang memperhatikan kejadian tadi. Tampak Jirin turun dari dalam kereta dan terkejut melihat Shen Long berada di samping para petarung yang mengikuti seleksi.
Jirin kemudian diikuti oleh seorang yang memiliki wibawa yang agung dan kekuatan yang tinggi. Dialah Sangho, Raja petarung dari loka 666.
Para petarung yang mengenal dirinya terdiam dan menatap Shango dengan wajah kagum. Aura kekuatannya terpancar jelas dari tubuh Shango dan membuat petarung di sekitarnya menggigil ketakutan.
__ADS_1
“Jirin, siapa orang itu?” tanya Shango yang menatap Shen Long yang tampak tenang acuh tak acuh melihat mereka.
“Tuan, dialah yang bernama Shen Long,” sahut Jirin.
“Shen Long?”
Shango tertegun memperhatikan Shen Long. Dari tubuh Shen Long tidak terpancar kekuatan apapun. Hal ini membuat Shango menjadi penasaran dan berjalan mendekati Shen Long sambil mengerahkan tekanan pada Shen Long.
Shen Long tampak biasa-biasa saja meskipun tekanan yang diberikan oleh Shango padanya sangat kuat. Hal itu membuat Shango mengernyitkan keningnya. Dia tidak menyangka tekanan yang dikerahkannya tidak memberikan efek apapun pada tubuh Shen Long.
Jirin pun terkejut melihat hal itu. Dia pun merasakan tekanan yang dikerahkan oleh Shango dan membuatnya gelisah. Jika tekanan ditingkatkan maka tubuhnya akan lemas dan membuatnya berlutut pada Shango. Tapi yang dilihatnya Shen Long justru tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa.
Kini tampak Shango telah berdiri di depan Shen Long yang masih santai dan tenang menghadapinya. Mata Shango berkedut, wajahnya menjadi merah karena tidak melihat perubahan pada tubuh dan raut wajah Shen Long.
“Kekuatan anak ini tidak sederhana. Dia tidak terpengaruh oleh tekananku,” batin Shango.
Shango telah menggunakan kekuatan tekanan di alam keheningan semesta pada Shen Long. Meskipun tidak berpengaruh besar pada orang yang berada di tingkatan kesadaran semesta, tapi sedikitnya raut wajah dan tubuh orang itu akan terpengaruh olehnya.
Kemudian Shango meningkatkan kekuatan tekanannya pada Shen Long, tapi tekanan ini berpengaruh pada orang-orang di dekat mereka. Tubuh Jirin mulai bergetar dan wajahnya pucat pasi merasakan tekanan itu.
Para petarung yang berada di barisan antrian menjauh karena merasa mual-mual dan pusing oleh tekanan itu. Panita sudah sejak tadi menjauhi mereka tidak berani terlalu dekat dengannya.
Tapi apa yang terjadi membuat mata semua orang tidak percaya. Shen Long dengan santainya berjalan melewati Shango dengan tersenyum.
“Jangan membuat kegaduhan,” bisik Shen Long di telinga Shango pada saat dia berada di sampingnya. Shen Long kemudian berlalu melewati Shango dan juga Jirin yang hampir berlutut karena lemas.
__ADS_1
Shen Long lalu menepuk pundak kanan Jirin untuk menyingkirkan efek tekanan yang dikerahkan oleh Shango. Tubuh Jirin seperti dialiri oleh semangat dan perasaan nyaman mengalir memasuki tubuhnya.
Mata Jirin terbelalak tidak percaya karena perasaan cemas dan lemas yang dirasakannya seketika hilang setelah tepukan ringan dari Shen Long yang kemudian pergi meninggalkan mereka menuju ke pintu kelima.