Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 255 | Menantang sekte Pedang Harapan


__ADS_3

Mata tetua sekte Pedang Harapan tampak merah melihat Naga Kecil yang acuh tak acuh dengan mereka. Dia lalu berjalan mendekati Naga Kecil dan menatapnya dengan tajam.


“Hei anak muda, berlututlah dan meminta maaf. Aku akan mengampunimu. Aku tidak ingin orang mengatakan aku menindas yang lemah” teriak tetua yang datang itu


“Kamu hanya mendengar sepihak lalu memutuskan aku yang bersalah?” sahut Naga Kecil berjalan mendekati tetua itu dengan santai.


Mata tetua itu berkedut mendengar perkataan Naga Kecil. “Aku tidak perlu mendengarkan penjelasan darimu. Aku melihat sendiri murid-muridku terluka” sahutnya membela diri


“Tetua, murid kalian yang lebih dulu memprovokasi kami” teriak Yun Mei menambahkan dia pasrah namun berusaha untuk membela dirinya.


“Tetua, jangan percaya kata mereka. Kami yang terluka karena di pukul oleh mereka” sahut keempat orang itu pada tetua sekte tersebut.


“Lihatlah, aku memiliki empat orang yang menjadi saksi sedangkan kalian hanya berdua” sahut tetua sekte pedang Harapan itu.


Yun Mei menjadi kesal mendengar kata-kata orang dari sekte Pedang Harapan itu. “Kalian tanya mereka, mereka semua adalah saksinya” sahut Yun Mei


Orang-orang di warung itu tidak ada yang berani maju menjadi saksi, ketika Putri Shi An hendak berdiri, pemimpin rombongan memegang tangannya untuk menghentikan putri tersebut.


“Sudahlah Yun Mei, mereka tidak akan berani. Dan orang-orang ini juga tidak akan menerima begitu saja” kata Naga Kecil pada Yun Mei.


Naga Kecil lalu hendak berlalu pergi meninggalkan tempat itu dengan menarik tangan Yun Mei. Tiba-tiba dua orang dari sekte Pedang Harapan datang menghalangi jalan mereka untuk pergi.


“Kalian tidak bisa pergi sebelum berlutut meminta maaf atau kami akan bertindak kasar” teriak tetua itu lagi.


Naga Kecil menghela nafasnya, dia membalik badannya dan memandang kepada tetua sekte itu, “Bagaimana jika aku mengatakan akan mematahkan tangan dan kakimu atau biarkan kami pergi” ancam Naga Kecil


“Hahaha...” orang-orang dari sekte Pedang Harapan tertawa mendengarkan ancaman dari Naga Kecil


Tetua itu pun ikut tertawa, “Hahaha... kamu sungguh punya nyali nak. Aku ingin lihat apakah kekuatanmu memang sebesar mulutmu” katanya.


Tetua itu lalu memerintahkan beberapa orang yang dibawanya mengepung Naga Kecil. Yun Mei yang tidak memahami bela diri berdiri di belakang Naga Kecil. “Yun Mei, tunggu disini sebentar aku akan menyelesaikan ini dengan cepat” kata Naga Kecil


“Hahaha...” orang-orang itu tertawa kembali karena menganggap Naga Kecil itu pintar membual.

__ADS_1


Segera orang-orang itu bergerak menyerang ke arah Naga Kecil, mereka mengerahkan kekuatan tinju dan pukulan telapak mereka ke arah Naga Kecil. Melihat serangan itu Naga Kecil hanya diam saja membuat wajah tetua itu menyeringai, “Kamu tidak bisa bergerak karena takut kan” sindirnya


“Bicaralah semasih kamu bisa berbicara” sahut Naga Kecil melihat pada tetua itu yang kemudian dia melayangkan tendangan dan pukulan secara acak kepada semua penyerangnya.


BUGH...BUGH...BUGH...


Semua orang yang menyerang pada Naga Kecil terpelanting lalu muntah darah. Mata tetua sekte Pedang Harapan melotot melihat semua bawahannya dikalahkan masing-masing satu jurus dalam tempo singkat oleh Naga Kecil.


Wajahnya menjadi berang dan segera bersiap menyerang ke arah Naga Kecil,”Aku akan menghancurkan kultivasimu agar tidak membahayakan orang lain” teriaknya sambil menyerang ke arah Naga Kecil


BUGH...


Tetua itu terpelanting beberapa langkah. Kultivasinya berada di alam Dewa Langit, tetapi dengan mudah ditendang dengan satu kaki oleh Naga Kecil. Wajahnya bertambah gelap. Dia meneteskan darah di sudut mulutnya namun segera ditelannya.


“Ka-kamu tahu siapa kami?” kata tetua itu berusaha untuk bangkit.


Naga Kecil berjalan mendekatinya,”Tentu saja aku tahu. Kalian adalah kelompok sampah di tempat ini” sahut Naga Kecil sambil menginjak kaki tetua itu.


“Aaargghh...” Kedua kaki tetua itu hancur oleh injakan kaki Naga Kecil. Kemudian tangannya meraih kedua tangan tetua itu dan mematahkannya.


KRAKK... KRAKK...


Kedua tangan tetua itupun patah oleh Naga Kecil. Tampak tetua itu yang telah kehilangan kedua kaki dan tangannya merintih kesakitan dan berguling-guling ditanah.


Mata semua orang yang ada ditempat itu terbelalak melihat kekejaman Naga Kecil, orang-orang dari sekte Pedang Harapan tidak ada yang berani bergerak. Mereka meringis menahan sakit masing-masing.


Orang-orang yang berada di warung termasuk Yun Mei tidak percaya Naga Kecil bisa mengalahkan orang dari sekte Pedang Harapan dengan mudah dan bertindak sekejam itu pada mereka.


Kemudian Naga Kecil berteriak, “Meskipun seluruh sampah dari sekte Pedang Harapan datang mencariku, aku tidak akan mundur. Sekalian aku akan membersihkan sampah seperti kalian semua”


Naga Kecil Shen Long marah pada mereka. Dia tidak menyadari bahwa dialah yang mendirikan sekte Pedang Harapan itu, namun setelah 5 generasi kini tujuan keberadaan sekte telah berubah menjadi tinggal harapan.


Seandainya dia tidak lupa ingatan, mungkin dia akan pergi melabrak sendiri orang-orang dari sekte Pedang Harapannya.

__ADS_1


Naga Kecil lalu memanggil Yun Mei dan mengajaknya untuk melanjutkan perjalanan menuju gunung Lou menemui tabib Huang.


“Paman, siapakah orang itu?” tanya Putri Shi An yang mulai kagum dengan kekuatan Naga Kecil.


“Aku tidak tahu Putri, tetapi kekuatannya sungguh luar biasa. Tetua sekte yang kultivasinya tidak kecil bisa dikalahkan dengan mudah olehnya” sahut pemimpin rombongan itu


“Aku merasa ayah sebaiknya mengajak orang itu bergabung dengannya.” lanjut Putri Shi An


Mereka pun pergi meninggalkan warung makan itu menuju sekte Angin Badai.


Di kediaman sekte Angin Badai, ketua sekte Angin Badai Bao Ling, menerima Putri Shi An dan pemimpin rombongan itu. Mereka berbicara berempat dengan anak dari ketua sekte Angin Badai, Bao Min.


Wajah Bao Min tampak tertarik dengan kecantikan dari Putri Shi An, dia kemudian menyarankan ayahnya untuk menerima permintaan ayah Putri Shi An untuk bergabung mendukungnya.


Putri Shi An adalah putri dari Shi Yuan, keluarga Kerajaan Timur yang merupakan anak kandung dari permaisuri yang sah. Namun sejak kematian Permaisuri, Raja kemudian menikah lagi, dan  putra mahkota digantikan oleh adik tirinya yang bernama Shi Meng karena permintaan permaisuri barunya itu.


Saat ini Raja Kerajaan Timur sedang sakit, Shi Yuan tengah memperjuangkan dukungan untuk dirinya agar bisa menjadi Raja karena melihat kelakuan adik tirinya Shi Meng yang terlalu semena-mena terhadap rakyat dan bersekongkol dengan sekte Pedang Harapan.


“Putri, tolong sampaikan pada ayahmu. Kami sekte Angin Badai akan mendukung penuh ayahmu” sahut ketua sekte Angin Badai Bao Ling.


“Terima kasih ketua sekte. Kami sangat mengharapkan hal itu demi rakyat kita” kata Putri Shi An sambil memberi hormat.


“Putri, tinggallah dulu di kediaman kami sebelum kembali ke kerajaan” kata Bao Min


Putri Shi An menundukkan kepalanya dan memberi hormat, “Maaf, kami masih perlu melanjutkan perjalanan lagi” sahutnya


Tampak wajah Bao Min sedikit kecewa karena berharap bisa lebih dekat bersama Putri Shi An jika dia mau bermalam di kediaman ini.


“Ketua, kami mohon diri terlebih dahulu. Kami masih harus pergi menuju gunung Lou untuk bertemu tabib Huang” sahut pemimpin rombongan itu.


“Silahkan” sahut ketua sekte Bao Ling sambil menghormat


Mereka pun segera pergi meninggalkan kediaman sekte Angin Badai dan pergi menuju puncak gunung Lou tempat tabib Huang berada.

__ADS_1


__ADS_2