Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 387 | Jendral iblis MongFu


__ADS_3

Lembah Cakar Naga di masa lalu merupakan tempat yang sangat subur dan dipenuhi oleh hutan lebat di sekitar tempat itu. Di tengah lembah terdapat lima batu besar yang berdiri menjulang namun tidak sama tingginya.


Jika di lihat susunan kelima baru itu mirip seperti sebuah cakar. Itulah mengapa lembah ini di sebut dengan Lembah Cakar Naga. Menurut legenda di dunia bawah, itu memanglah sebuah cakar dari Raja Naga dunia bawah yang tertancap di tempat itu saat menutup gerbang iblis alam neraka.


Menurut cerita, di bawah batu besar itu terdapat sebuah gerbang menuju ke alam neraka, namun Raja Naga telah menutupnya dan mengunci dengan menggunakan lima cakarnya.


Shen Long menyelinap menuju ke arah Lembah Cakar Naga den pergi ke susunan bebatuan tersebut. Sedangkan di bawah salah satu batu sedang dilakukan penggalian untuk menemukan gerbang neraka itu.


“Sepertinya pengamanan di daerah ini tidak terlalu tinggi.” gumam Shen Long dalam hatinya.


Sejak turun ke dunia bawah, situasi di sini berbeda jauh dengan dunia manusia. Di dunia bawah, tidak terlalu banyak penghuni klan yang bersembunyi secara terpisah. Iblis Alam Neraka juga banyak berkeliaran di dunia bawah, namun mereka tidak terlalu waspada karena tidak pernah terjadi kekacauan.


Mereka yang mengacau sudah ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Para iblis Alam Neraka menjadi cukup santai dan tidak terlalu pusing memikirkan pengamanan di dunia bawah.


Karena itu Shen Long dengan mudah menyelinap ke Lembah Cakar Naga dan tiba di salah satu batu yang besar. Kemudian Shen Long melompat ke atas batu besar itu dan duduk bersila serta memejamkan matanya.


Shen Long perlahan dengan diam-diam menarik energi kegelapan yang ada di sekitar tempat itu.


“Benar katamu Dewa Cahaya, tempat ini memiliki energi kegelapan yang berlimpah.” gumam Shen Long dalam hatinya.


Energi kegelapan memenuhi tempat tersebut dan bersumber dari dalam tanah yang merupakan gerbang pintu alam neraka. Shen Long langsung bermeditasi dan mengatur pernafasannya.


Proses peningkatan kekuatan Shen Long pun telah mulai dilakukan. Energi kegelapan yang dihimpun oleh Shen Long di dalam tubuhnya lalu energi itu dimurnikan oleh energi naga yang kemudian mensirkulasi pemurnian itu ke seluruh tubuh Shen Long.


Selama proses pemurnian itu, Shen Long masih terus menyerap kekuatan energi kegelapan. Semakin banyak dia berhasil menyerapnya, akan semakin cepat proses sirkulasi energi naga dan membangkitkan kekuatannya.

__ADS_1


Hasil dari sirkulasi energi naga ini akan diselaraskan dengan energi dewa naga Shen Long. Inilah yang diperlukan oleh Shen Long untuk meningkatkan energi dewa naganya.


Saat ini tingkat kultivasi Shen Long telah berada di alam Penebusan Semesta, dia masih memerlukan energi yang sangat banyak untuk menerobos dua tingkatan lagi menuju alam Kesadaran Semesta.


Setelah cukup lama bermeditasi di atas batu besar itu, Shen Long tidak menyadari telah terjadi perubahan di sekitar wilayah itu. Penarikan energi kegelapan dalam jumlah yang sangat besar menyebabkan keseimbangan di sekitar tempat itu lama kelamaan menjadi goyah.


Perubahan alam sekitar tempat itu tak lepas dari pengamatan yang dilakukan oleh salah satu iblis alam neraka. Iblis Neraka itu segera pergi menghadap kepada jendral iblis MongFu.


“Jendral, telah terjadi sesuatu di wilayah Lembah Cakar Naga,” lapor iblis alam neraka itu langsung pada jendral iblis MongFu.


Jendral iblis MongFu saat itu sedang beristirahat dengan melakukan meditasi. Kekuatan jendral iblis MongFu hanya sedikit di atas jendral iblis MongXin. Di antara ketiga jendral iblis yang menguasai ketiga dunia di Loka 888 ini, jendral iblis langit MongGun lah yang memiliki kekuatan alam Penebusan Semesta tingkat puncak.


Jendral iblis MongFu membuka matanya dengan tatapan kurang senang atas kedatangan iblis tersebut. Dia lalu mengangkat tangan kiri mengerahkan kekuatannya untuk mengangkat tubuh iblis yang datang itu.


Crasshh...


Jendral iblis MongFu menggenggam erat jari tangan kirinya lalu tubuh iblis alam neraka itu hancur berantakan dan lenyap menjadi asap berwarna hitam.


Wajah jendral iblis MongFu terlihat kesal karena istirahatnya telah diganggu, dia pun berdiri lalu berjalan ke ruangan aula Istana Naga Iblis. Sementara para iblis penjaga di sekitar menundukkan kepala dengan tubuh gemetar dilewati oleh jendral iblis MongFu.


Jendral iblis MongFu terkenal dengan kebengisannya, bahkan dia tidak segan-segan membunuh bawahannya hanya karena perasaannya tidak senang seperti iblis yang melapor tadi.


Di aula Istana Naga Iblis, Jendral iblis MongFu duduk di singgasananya dengan wajah gelap sambil memegang kepalanya yang masih kesal. Tidak ada yang berani bersuara bahkan bernafas ketika melihat jendral dalam kondisi seperti itu.


“Panggil JiangMo dan TangMo kemari!” Perintah Jendral iblis MongFu pada pengawal iblis yang berada tak jauh di sebelah kanannya. “Baik jendral!: sahut lelaki itu sambil berlari untuk memanggil JiangMo dan TangMo menghadap jendral.

__ADS_1


JiangMo dan TangMo adalah tangan kiri dan kanan dari jendral iblis MongFu, kekuatannya hanya setingkat berada di bawah jendral iblis MongFu yaitu berada di alam Pencerahan Semesta.


Tidak sampai lima menit JiangMo dan TangMo pun datang menemui jendral iblis MongFu.


“Jendral, kami menunggu perintahmu,” kedua iblis JiangMo dan TangMo menyapa dengan hormat


“Kalian pergilah ke Lembah Cakar Naga! Selesaikan masalah yang terjadi di sana!” perintah jendral iblis MongFu pada mereka berdua.


Kedua iblis JiangMo dan TangMo segera berangkat menuju ke Lembah Cakar Naga untuk menyelidiki apa yang telah terjadi di sana. Jendral Iblis MongFu kemudian kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Iblis JiangMo dan TangMo segera terbang menuju ke Lembah Cakar Naga untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di sana. Mereka terbang menuju ke arah barat dari Istana Naga Iblis.


Di perbatasan bekas hutan, Qiongqi dan Mongshui tengah bersembunyi sambil mengamati ke arah Istana Naga Iblis.


Tiba-tiba Qiongqi yang memiliki indra pendengaran dan penciuman yang tajam sehingga terlihat wajahnya mulai menegang. Kemudian dia mengajak MongShui untuk pergi menemui Shen Long


“TangMo, kita akan segera sampai. Sebaiknya dari sini kita berjalan agar mudah mengamati lebih dekat sekitar tempat ini.


“Baik kak,” sahut TangMo pelan.


Qiongqi yang berangkat dengan Mongshui segera tiba di Lembah Cakar Naga. di bebatuan yang berbentuk kaki cakar tersebut. Kaki cakar itu sangat besar, dan mereka berdua segera mencari keberadaan Shen Long.


Shen Long membuka matanya setelah merasakan kedatangan Qiongqi dan Mongshui, Shen Long lalu turun dari atas batu meditasinya dan berdiri di depan Qiongqi.


“Mari ke atas berdiskusi!” ajak Shen Long sambil tersenyum lalu dia pergi kembali ke bebatuan yang sebelumnya telah dipergunakan untuk bermeditasi.

__ADS_1


__ADS_2