Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 80 | Jendral Liu Xin Vs Shen Long


__ADS_3

Penonton menjadi riuh melihat Dewi Suci akan mengeluarkan jurus andalannya. Jurus Pedang Seribu Phoenix Nirwana. Ini jurus utama sekte Lembah Suci. Jurus ini terkenal sangat kejam pada lawan dan juga pemakainya.


Penonton berkomentar terhadap pertandingan ini, sebagian besar mereka mendukung Dewi Suci yang terkenal cantik dan anggun itu namun dingin dan angkuh.


“Dewiku, jangan terluka ya”


“Xu Huang, jangan kau lukai Dewiku”


Shen Long merasa sedikit khawatir melihat Dewi Suci yang belum pulih maksimal dari luka sebelumnya.


Namun Dewi Suci adalah orang yang keras kepala, dia tidak peduli jurus ini akan melukainya juga. Jadi dia segera bersiap-siap mengerahkannya.


Xu Huang juga mulai serius mengeluarkan jurus Pedang Guntur Abadi dari sekte Gunung Abadi untuk melawan jurus tersebut.


Langit bergemuruh saat Xu Huang mengerahkan jurusnya, kilat menyambar ke arah pedang miliknya. Jurus ini meminjam kekuatan guntur dari langit untuk menambah daya serang kekuatan pedang.


Sementara jurus Dewi Suci menampilkan ribuan burung phoenix yang terbang mengelilinginya, burung phoenix nirwana berwujud api itu meliuk-liuk mengelilingi Dewi Suci dan bertambah banyak seiring meningkatnya kekuatan yang dikerahkan olehnya.


Ketika kekuatan maksimal tingkat Pendeta Suci dikerahkan oleh Dewi Suci, langit berubah gelap, bumi bergetar karena ribuan burung phoenix itu menyerap energi alam di sekelilingnya.


Kemudian Dewi Suci menebaskan pedangnya ke arah Xu Huang. Ribuan phoenix nirwana itu menyerang ke arah Xu Huang bagaikan panah api yang sangat kuat. Xu Huang hanya bisa menahannya dengan kekuatan Pendeta Suci miliknya dan meminjam kekuatan guntur langit.


Burung Phoenix satu persatu menghilang setelah menyerang ke arah Xu Huang. Tangan Xu Huang terasa kesemutan menahan serangan tersebut.


“Untung Dewi masih belum pulih maksimal dan dia belum menguasai kendali roh pedang Langit Bumi miliknya. Jika tidak aku bisa kalah darinya.” gumam Xu Huang dalam hatinya.


Melihat serangannya yang gagal total, Dewi Suci merasa pasrah. Sudah tidak ada tenaga dalam dirinya.


“Hanya sampai disini” gumamnya sedih.


Xu Huang yang masih terengah-engah menahan serangan dahsyat itu masih berusaha untuk bersiap.

__ADS_1


“Habislah aku, jika dia menyerang dengan jurus itu kembali. Terpaksa aku harus mengeluarkan kartu terakhir jika dia menyerang lagi.” gumamnya.


“Aku mengaku kalah” kata Dewi Suci yang sudah tidak memiliki kekuatan yang tersiksa. Jika dipaksakan dia paling hanya bisa mengeluarkan tenaga alam spirit untuk menyerang. Itu sama saja dengan bunuh diri.


Penonton menjadi gemuruh lagi dengan kemenangan Xu Huang, namun mereka banyak juga mengelukan keputusan Dewi Suci. Mereka tidak ingin melihat Dewi Suci terluka.


Pendeta Kerajaan tersenyum lega dengan hasil pertandingan ini. Sekarang tinggal menunggu hasil pertandingan berikutnya.


“Hehehe... jika Xu Huang memenangkan pertandingan final ini, aku akan memintamu menemaniku tidur, permaisuri Shu” gumam Pendeta Kerajaan dalam hatinya


Dia sudah merasa menang dan mulai membayangkan dirinya bermesraan dengan permaisuri raja.


Setelah diumumkan bahwa Xu Huang melaju ke final, Dewi Suci lalu turun menuju ruang peserta tanpa menoleh ke arah Shen Long. Dia merasa malu karena tidak bisa memenangkan pertandingan ini.


“Dewi...” panggil Shen Long membuat Dewi Suci menghentikan langkahnya namun tidak menoleh.


“Aku akan membalaskan kekalahanmu. Aku akan mengalahkannya nanti” kata Shen Long selanjutnya.


“Guru, maafkan muridmu tidak bisa memenangkan pertandingan ini” gumamnya dalam hati sambil menangis.


Sekeras-kerasnya sikap Dewi Suci selama ini, dia tetaplah seorang wanita yang masih memiliki kelembutan dalam dirinya.


Melihat kepergian Dewi Suci, membuat hati Shen Long terenyuh merasakan kesedihannya. Dia bertekad membantu Dewi Suci untuk menerobos kultivasinya nanti setelah pertandingan ini.


Kemudian pertandingan dilanjutkan dengan pertandingan kedua antara Jendral Liu Xin melawan Shen Long.


Pertandingan berada di ibukota wilayah kerajaan Liu dan Liu Xin adalah Jendral Perang kerajaan Liu yang telah mempertahankan kerajaan selama ini dan bertempur demi rakyat dan kerajaan. Dia adalah pahlawan bagi rakyat kerajaan Liu.


Tentu saja pendukungnya jauh lebih banyak dari Shen Long yang tidak terkenal.


“Aku akan mengalahkanmu. Dewi Suci adalah milikku seorang” tekad Jendral Liu dalam hatinya

__ADS_1


Shen Long yang berjalan menaiki arena tidak berbasa-basi kembali. Dia langsung serius mengeluarkan pedang dominatornya untuk melawan Jendral Liu.


Jendral Liu pun demikian, dia juga mengeluarkan tombak dominator miliknya. Kali ini suasananya berbeda dengan pertandingan Shen Long saat melawan Xu Meng, dimana Xu Meng saat itu belum menguasai pedang dominatornya.


Melihat kemunculan lagi dua senjata dominator dalam pertandingan ini, membuat penonton menjadi ngeri. Mereka tidak bisa membayangkan kerusakan apa yang akan ditimbulkan benturan senjata itu nantinya.


Tanpa basa-basi setelah gong berbunyi, Jendral Liu segera melompat menyerang Shen Long, demikian juga Shen Long tidak menunggu lama segera membalas serangan tersebut


Kekuatan Shen Long yang seimbang dengan Jendral Liu menyebabkan pertandingan berlangsung seru. Kecepatan kedua belah pihak sangat cepat, sehingga penonton biasa tidak dapat mengikuti gerakan mereka.


Penonton biasa hanya mendengar dentingan senjata yang beradu dan desiran angin yang berubah-ubah di setiap sudut arena pertandingan.


“Luar biasa, Shen Long mampu mengimbangi Liu Xin” kata Raja Liu menyaksikan pertandingan tersebut.


Pendeta kerajaan juga tidak menyangka akan hal itu, dia pikir Jendral Liu akan menang dengan mudah melawan Shen Long.


Berbeda dengan permaisuri yang tampak bersemangat, meskipun Jendral Liu adalah kerabat kerajaan, namun demi pertaruhannya kali ini dia berharap Shen Long memenangkan pertandingan ini.


Xu Huang memperhatikan pertandingan ini dengan seksama, untuk menilai calon lawannya di final esok hari.


Sementara Dewi Suci menyaksikan pertandingan dari tribun penonton bersama pengawalnya. Dia berharap Shen Long bisa memenangkan pertandingan ini melawan Jendral Liu.


Sudah ratusan jurus berlangsung di arena pertandingan, kekuatan Liu Xin dan Shen Long berimbang. Kemudian Liu Xin menghentikan serangannya, kali ini dia mundur selangkah untuk bersiap mengerahkan jurus utamanya Seribu Budha Turun Ke Bumi.


Dia segera melompat ke angkasa, kemudian tombaknya menukik turun ke arah Shen Long membentuk bayangan seribu budha turun memukul ke arah Shen Long.


“Kekuatan yang dahsyat” gumam Shen Long yang segera mengeluarkan Jurus Cermin Nirwana Sukma miliknya untuk bertahan.


Penonton terkesima melihat pertandingan ini, bayangan cermin sebagai perisai berusaha ditembus oleh pukulan seribu budha yang turun dari langit. Namun saat ada celah beberapa detik, Shen Long mengubah pertahanannya menjadi jurus menyerang Roh Sembilan Naga langit yang menyambar Jendral Liu yang masih melayang di udara.


Jendral Liu tidak menyangka Shen Long mampu mengubah jurus dalam hitungan detik disaat dirinya masih berada di udara. Dia pun memutarkan tombaknya untuk menangkis serangan sembilan naga yang hendak melahapnya.

__ADS_1


__ADS_2