Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 426 | Formasi sihir kota Longhan


__ADS_3

NiKhian seorang wanita bangsa Hsien yang cukup cantik, namun terlihat lebih ramah daripada saudaranya AnKhian yang cantik namun dingin. Itulah sebabnya KoKhian memintanya untuk mengantarkan Shen Long berkeliling kota Longhan.


Shen Long juga memasukkan Qiongqi ke dalam cincin penyimpanannya agar tidak terlihat mencolok ketika mereka berjalan-jalan keliling kota Longhan.


“Tuan Shen, kota kami jarang bersentuhan dengan dunia luar. Kami memiliki dunia tersendiri di kota ini.” kata NiKhian menjelaskan pada Shen Long.


Shen Long mendengarkan penjelasan NiKhian seputar kota dan bangsa Hsien yang mendiami kota Longhan ini. Kemudian NiKhian mengajak Shen Long melewati sebuah tempat yang tampak seperti kuil di ujung kota dan terlihat banyak penduduk kota yang ramai memasuki tempat tersebut.


“Nona NiKhian, apakah ini sebuah kuil?” tanya Shen Long padanya.


“Ah benar tuan. Di kota Longhan kami hanya ada satu kuil ini.” sahut NiKhian singkat sambil melanjutkan perjalanan melewati kuil tersebut.


Shen Long merasakan orang-orang yang memasuki kuil melihat ke arahnya dengan tatapan yang sedikit aneh. Namun Shen Long memilih untuk mengabaikannya dan mengikuti NiKhian kembali.


Setelah berkeliling, NiKhian kemudian mengajak Shen Long kembali dan menjamunya dengan makanan khas kota Longhan di kediaman mereka.


“Silahkan menikmatinya tuan Shen.” kata KoKhian yang juga turut bersantap bersama kedua anaknya dan Shen Long.


Mereka pun mulai menikmati makanan khas kota Longhan yang tampak seperti makanan biasa dunia manusia, namun cita rasanya yang sedikit berbeda.


“Tuan KoKhian, aku mungkin hanya menginap sehari di kota ini. Setelah bersantap, kami akan mencari tempat untuk tinggal sementara waktu di kota ini.” kata Shen Long.


“Tuan Shen, rumah kami memiliki banyak kamar kosong. Kamu bisa tinggal di tempat kami jika berkenan.” sahut KoKhian kemudian.


“Terima kasih tuan. Tetapi kami tidak ingin merepotkan kalian.” sahut Shen Long sopan.


Mendengar hal itu, KoKhian tidak lagi memaksa Shen Long untuk tinggal di tempatnya. Jadi setelah menyelesaikan makan mereka, Shen Long kemudian diantar menuju ke sebuah penginapan di kota Longhan oleh NiKhian.


Di dalam penginapan itu, Shen Long berusaha bermeditasi untuk mensirkulasikan energi di tubuhnya. Namun dia terkejut karena merasa ada yang aneh dengan kekuatannya. Dia merasa tidak bisa mengerahkan kekuatannya.


“Apa yang telah terjadi? Mengapa kekuatanku hilang dan aku tidak bisa mengerahkannya?” batin Shen Long

__ADS_1


Setelah berulang kali mencoba, namun Shen Long tetap tidak bisa mengerahkan kekuatannya. Dia merasa ada sesuatu yang salah dengan kota Longhan ini.


Malam itu Shen Long tidak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan kekuatannya. Dia berbaring di tempat tidur memejamkan mata namun tidak bisa tertidur.


Tiba-tiba dia merasakan ada angin yang masuk melalui jendela yang kemudian menutup kembali.


Shen Long berpura-pura tertidur setelah mengetahui ada langkah kaki yang mendekatinya. Sosok itu kemudian berdiri disamping tempat tidur dan memperhatikan dirinya.


Kemudian sosok itu mendekatinya dan nafasnya terasa sangat dekat dengan dirinya sehingga membuat Shen Long tiba-tiba membuka matanya. “AnKhian?”


AnKhian menutup mulut Shen Long dengan tangannya. “Sst, jangan berteriak! Aku datang untuk memintamu segera pergi dari kota ini!”


Wajah dingin AnKhian tampak jelas di depan Shen Long yang matanya masih melotot karena mulutnya ditutup oleh tangan AnKhian. Kemudian perlahan AnKhian membuka tangannya setelah dia merasakan Shen Long sudah cukup tenang.


“Nona AnKhian, tolong jelaskan padaku. Apa yang terjadi?” kata Shen Long.


“Maaf, aku tidak bisa menjelaskannya. Sebaiknya kamu segera pergi dari kota ini sebelum terjadi sesuatu pada dirimu.” sahut AnKhian yang kemudian berdiri hendak pergi dari kamar Shen Long.


Malam itu Shen Long menjadi semakin bingung dengan perkataan AnKhian padanya. Wanita itu tampak dingin sejak awal melihat kedatangan Shen Long. Namun dia masih berusaha untuk memperlihatkan senyumannya meskipun seperti dipaksakan.


“Apakah aku harus mengikuti sarannya?” gumam Shen Long dalam hatinya.


Shen Long kemudian duduk bersila hendak bertanya kepada Dewa Cahaya tentang kota Longhan.


“Dewa Cahaya, apa yang kamu ketahui tentang kota Longhan?” tanya Shen Long pada Dewa Cahaya di dalam pikirannya.


Setelah beberapa saat akhirnya Dewa Cahaya datang dan menjawab pertanyaan Shen Long.


“Kota Longhan adalah kota dari bangsa gaib Loka ini yang disebut dengan bangsa Hsien.” kata Dewa Cahaya.


“Aku sudah mengetahui hal itu. Mengapa kekuatanku tidak bisa aku kerahkan di sini?” tanya Shen Long.

__ADS_1


“Karena kota Longhan adalah kota sihir, yang berada di dalam formasi sihir yang mampu meredam kekuatan semesta. Manusia bahkan dewa pun tidak akan bisa mengerahkan kekuatan mereka di dalam formasi sihir tersebut.” lanjut Dewa Cahaya.


Shen Long menghela nafasnya setelah mendengarkan kata-kata Dewa Cahaya padanya. “Ah, jadi seperti itu.” sahut Shen Long kemudian.


“Sebaiknya kamu segera keluar dari kota ini Shen. Semakin lama kamu berada disana, kekuatanmu akan semakin besar terserap oleh kekuatan formasi sihir tersebut.” lanjut Dewa Cahaya.


“Apa? Jadi formasi sihir ini meredam dan menyerap kekuatanku?” Shen Long tampak terkejut ketika dia menyadari hal itu.


Shen Long segera bangkit dari duduknya dan hendak pergi dari kota ini. Dia merasa menyesal datang ke kota Longhan yang ternyata menyerap kekuatan miliknya. Dia yang sudah bersusah payah mengumpulkan dan menyerap kekuatan semesta, tentu tidak akan iklas jika formasi sihir kota Longhan ini menyerap kekuatannya.


Ketika Shen Long pergi keluar dari dalam kamarnya, dia melihat para penduduk kota dan nenek Khian sedang berdiri di depan pintu kamarnya.


“Ah, nenek Khian. Ada apa menemuiku?” tanya Shen Long dengan polos.


“Tuan Shen hendak pergi kemana?” tanya nenek Khian itu dengan curiga padanya.


Shen Long melihat wajah nenek Khian dan para penduduk kota yang berdiri di depannya sedikit berbeda dari siang harinya. Wajah mereka kini tampak gelap dan menyeramkan.


“Aku hendak mencari makanan karena merasa sedikit lapar.” sahut Shen Long berbohong.


“Kamu tidak perlu keluar kamar jika ingin mendapatkan makanan, kamu bisa menunggu kami akan mengantarkan makanan untukmu.” sahut nenek Khian.


Saat itu Shen Long tersadar bahwa dirinya telah dijadikan tawanan di dalam kamar itu. Dia kini mengerti apa yang dimaksud oleh Dewa Cahaya dan juga AnKhian yang telah memperingati sebelumnya.


“Tidak perlu repot nek, aku hanya akan menuju tempat makan di penginapan ini.” sahut Shen Long kemudian.


Namun beberapa penduduk kota terlihat telah mendekatinya dengan tatapan mata yang aneh seperti tatapan penduduk di kuil tersebut.


“Tuan, kamu tidak perlu keluar dari kamar. Biarkan kami yang mengantarkan makanan padamu.” nenek Khian terlihat memaksa kepadanya.


Shen Long tidak suka pemaksaan seperti itu. Dia sudah berusaha untuk bertindak sopan, namun tiga orang penduduk kota kini telah memegang tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2