
Malam itu Dewi Suci tidak ingin melepaskan Shen Long walaupun sedetik. Dia tidak ingin Shen Long meninggalkannya pergi ke dunia bawah tanpa dirinya. Dewi Suci ingin memberikan yang paling berharga dalam hidupnya demi Shen Long, bahkan jika itu membuatnya melepas jabatan ketua sekte Lembah Suci.
Shen Long kembali dibuat tak berdaya oleh Dewi Suci yang lebih agresif darinya. Kelelahan perjalanan hari ini tidak terasa bagi dua insan yang sedang menikmati kehangatan di malam yang dingin.
\======
Pagi harinya, Putri Shui telah terlebih dahulu menikmati sarapan di ruang makan penginapan. Dewi Suci yang malam itu tertidur di pelukan Shen Long terbangun dengan wajah merah, namun senyuman puas muncul di bibirnya yang mungil.
Shen Long membuka matanya dan melihat ke arah Dewi Suci yang telah bangun terlebih dahulu.
“Bangunlah ketua. Sepertinya Putri Shui sudah menunggu kita” kata Dewi Suci dengan wajah tersipu.
Mereka pun membersihkan diri dan pergi menuju ruang makan untuk bertemu dengan Putri Shui.
Melihat kedatangan mereka berdua, Putri Shui tersenyum lalu mempersilahkan mereka untuk menikmati hidangan bersama.
“Putri, bagaimana semalam bertemu dengan temanmu?” tanya Shen Long padanya
“Aku meminta bantuan teman untuk menemukan keberadaan buah Dewa Bumi tersebut. Entah kenapa, penciumanku tidak bisa menemukan buah tersebut. Seperti ada segel yang menyelimuti lokasinya sehingga aku tidak bisa menemukannya.” kata Putri Shui
“Tidak apa Putri. Kita bisa berkeliling daerah barat misterius ini lebih dulu sambil menunggu berita dari temanmu” sahut Shen Long kemudian
“Baiklah, mari kita berjalan-jalan di sekitar tempat ini sambil mencari informasi tentang gua bawah tanah itu” kata Putri Shui
Ketika mereka keluar dari penginapan, tidak banyak orang yang berada di sekitar tempat itu. Tanah gurun di wilayah daerah barat misterius ini memang jarang penduduk yang bermukim disana. Hanya penginapan ini dan beberapa pembuat senjata yang berada disana untuk para pengunjung yang singgah.
Daerah gurun ini dibawah wilayah sekte Tanah Barat yang terletak di dekat sumber air dan hutan.
Begitu mereka ingin menuju ke dalam hutan tersebut, sekelompok orang yang dipimpin oleh tuan Tuo yang kemarin bertemu di penginapan segera menghadang mereka.
“Hehehe, akhirnya kita bertemu lagi. Sekarang tidak ada orang dari sekte Tanah Barat yang akan melindungi kalian disini” kata tuan Tuo sambil memerintahkan kawanannya mengurung mereka bertiga.
__ADS_1
“Apa menurutmu kami memerlukan perlindungan?” sahut Shen Long tersenyum pada mereka.
Putri Shui dan Dewi Suci hanya berdiri diam sambil menyilangkan tangan mereka di dada melihat kawanan itu mengeluarkan pedang mereka.
“Cih, kalian sangat sombong. Kalian menganggap remeh kami, apa kalian pikir kami ini tidak bisa membunuh kalian?” kata tuan Tuo
“Benar, kalian berpura-pura hebat tanpa mengeluarkan senjata kalian. Jangan salahkan kamu membunuh kalian yang tidak bersiap” sahut salah seorang dari mereka.
Di kejauhan, di atas sebuah batang pohon tampak dua wanita yang berdiri melihat mereka yang dikepung oleh kawanan tersebut.
“Hehehe... kali ini biarkan mereka tahu kerasnya hidup di daerah barat ini” bisik salah seorang wanita tersebut.
“Iya, kemarin kita mengajaknya bergabung ke dalam sekte, namun wanita itu begitu sombong menolaknya. Biarkan dia mengetahui apa akibatnya” sahut wanita satunya.
“Kamu bisa melakukannya dengan cepat kan Shen?” tanya Putri Shui
“Ketua, jangan membuang waktu terlalu lama dengan para sampah ini. Kita harus segera pergi” timpal Dewi Suci.
“Baiklah” sahut Shen Long yang segera mengumpulkan kekuatannya lalu mengeluarkan jurus Cermin Nirwana Sukma mengarah ke sekelilingnya.
Dua wanita yang melihat dari jauh kejadian itu menganga tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tubuh mereka gemetar oleh kekuatan dahsyat yang diperlihatkan Shen Long.
“Sudah selesai. Mari kita lanjutkan perjalanan” kata Shen Long dengan santainya.
Tujuan mereka adalah berkunjung ke sekte Tanah Barat untuk mencari informasi mengenai buah Dewa Bumi tersebut. Ketika memasuki gerbang sekte, mereka dihentikan oleh dua wanita yang bertugas menjaga pintu gerbang sekte.
“Kalian mau kemana?” tanya salah seorang dari penjaga tersebut
“Kami ingin bertemu dengan ketua sekte untuk bertanya sesuatu” sahut Shen Long pada mereka
“Kalian darimana?” lanjut penjaga itu bertanya
__ADS_1
“Kami dari sekte Pedang Harapan di kerajaan Liu” sahut Shen Long kembali
“Tunggu disini, aku akan melaporkan hal ini” kata salah seorang dari mereka sambil berjalan masuk ke kediaman sekte.
“Wakil ketua Ma, ada orang yang mengaku dari sekte Pedang Harapan datang kemari ingin bertemu” lapor penjaga tersebut.
“Sekte Pedang Harapan? Aku belum pernah mendengar nama sekte ini. Usir mereka. Ketua dan Tetua sedang berlatih ilmu tahap akhir, tidak boleh diganggu” jawab wakil ketua sekte Ma Yuan.
Penjaga itu segera berlari memberitahukan perintah dari wakil ketua sekte Ma tersebut pada Shen Long dan teman-temannya.
“Sialan, kalian tidak menghormati ketua sekte kami” teriak Dewi Suci yang naik pitam mendengar pemberitahuan penjaga tersebut.
“Dewi, sabarlah. Kita bertamu tidak perlu marah pada tuan rumah” kata Shen Long.
“Benar Putri, mari kita pergi mencari informasi di tempat lain” sahut Putri Shui menambahkan.
Meskipun hati Dewi Suci tidak menerima hal itu, namun ketua sekte Shen Long sudah memutuskan untuk pergi. Jadi dia hanya bisa mengikuti keinginan ketua sektenya.
Tiba-tiba dia melihat dua wanita itu berlari melewati mereka dengan terburu-buru melaporkan pada penjaga gerbang.
“Cepat, bersiap dan laporkan pada ketua. orang-orang dari sekte Singa Barat datang untuk menantang sekte kita. Bingwen yang memimpin mereka kemari.” teriaknya
Para penjaga tadi menjadi gemetar ketakutan mendengar berita tersebut dan segera berlari melaporkan pada wakil sekte Tanah Barat.
Di kejauhan tampak debu mengepul tertiup angin dan rombongan berkuda datang mendekati kediaman sekte Tanah Barat melewati Shen Long dan temannya. Tampak di atas kuda paling depan yang memimpin adalah Bingwen, petarung yang pernah mengikuti pertandingan bela diri kerajaan Liu.
Bingwen menghentikan rombongan berkudanya tepat di depan gerbang kediaman sekte Tanah Barat.
“Aku Bingwen datang untuk bertemu ketua sekte Tanah Barat membawa perintah ketua sekte Singa Barat” teriaknya
Wakil ketua Ma tampak berlari tergopoh-gopoh mendekati rombongan Bingwen lalu menundukkan kepalanya.
__ADS_1
“Tuan Bingwen, perintah apa yang diberikan oleh ketua sekte Singa Barat pada Anda?” tanya wakil ketua sekte Ma Yuan.
“Ketua sekte Singa Barat ingin menyatukan seluruh sekte di daerah barat yang misterius. Jadi kami mengajak sekte Tanah Barat untuk bergabung. Jika sekte Tanah Barat menolak, kami diijinkan untuk memusnahkan sekte Tanah Barat” sahut Bingwen