Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 146 | Kesan kedua bertambah kesal


__ADS_3

“Shen Long” gumamnya


Kemudian dia berdiri dan berjalan mendekati meja Shen Long, lalu duduk di depannya. Matanya menatap tajam ke arah Shen Long namun dia tidak mengatakan apa-apa.


Shen Long terkejut ketika putri itu duduk di depannya dan menatap dirinya seperti itu. Dia menoleh ke belakangnya yang tidak ada siapa-siapa, lalu mengusap wajahnya jikalau ada sesuatu disana.


Namun putri itu masih tetap menatap wajah Shen Long dengan wajahnya yang kesal.


“Maaf, apa ada yang salah denganku?” tanya Shen Long pada putri Wen Long.


“Salah? Sangat salah sekali” sahut Putri Wen Long


“Jika demikian aku minta maaf apabila ada kesalahan itu” sahut Shen Long yang justru membuat putri Wen Long bertambah kesal


“Kamu tidak kenal aku?” tanya putri Wen Long


“Tidak.” sahut Shen Long singkat


“Kamu tidak ingin mengenalku?” tanya putri Wen Long kembali


“Haruskah?” Shen Long balik bertanya padanya


Wajah putri berubah lagi dari kesal menjadi gelap menahan amarahnya.


“Ka...Kamu!” dia hampir berteriak lagi, namun segera menghentikan kalimatnya.


“Namaku putri Wen Long” kata putri itu memperkenalkan dirinya dengan angkuh.


“Baik. Salam kenal putri” sahut Shen Long yang masih cuek


Putri itu terdiam melihat sikap dan jawaban Shen Long. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Selama ini orang-orang selalu menghormati dan memperhatikannya. Namun Shen Long yang baru dikenalnya ini cuek dan tidak peduli dengan dirinya


Dia bertambah kesal saat melihat Shen Long justru menoleh ke sekelilingnya sambil matanya melihat ke arah Mutiara Naga.


“Kamu tertarik pada Mutiara Naga itu?” tanya putri Wen Long


“Tentu saja. Aku kagum dan suka melihatnya” sahut Shen Long


“Tapi sayang kami hanya bisa melihatnya dari kejauhan” lanjutnya


Kali ini wajah putri Wen Long berubah menjadi senang. Dia mendapatkan bahan untuk melanjutkan pembicaraannya.


“Jika kamu mau, aku bisa mengantarmu melihat sangat dekat pada Mutiara Naga itu” sahutnya dengan wajah sombong.

__ADS_1


“Benarkah?” tiba-tiba Shen Long berteriak namun dia melihat wajah yang tersenyum sombong di depannya.


“Ah, kecuali keluarga naga, mana mungkin bisa mendekati Mutiara Naga tersebut” sahut Shen Long sambil menggelengkan kepalanya.


“Aku putri dari Raja Naga Logam Jin Long. Aku bisa mengajakmu mendekati Mutiara Naga itu” katanya dengan senyum sombong kembali


“Apa? Kamu putri Raja Naga?” Shen Long terkejut mendengarnya


“Kenapa? Apa kamu merasa menyesal sekarang?” tanya putri Wen Long


“Menyesal? Kenapa menyesal?” tanya Shen Long


“Aarrggh... aku yang kesal sekali” gumam Wen Long dalam hatinya ingin berteriak karena kesalnya.


“Apakah kamu benar-benar ingin melihat Mutiara Naga itu dari dekat? Atau bahkan kamu ingin memegangnya?” tanya putri Wen Long


“Apakah boleh?” tanya Shen Long


“Kalau aku yang mengajakmu pasti boleh” sahut putri Wen Long merasa bangga


“Maaf, aku tidak ingin berhutang budi pada hal seperti itu. Lagipula bukan hal yang baik untukku mengharapkan hal tersebut” sahut Shen Long


“Ka..Kamu!.... Ah, baiklah. Aku bisa mengajakmu untuk melihat dari dekat Mutiara Naga itu. Tetapi dengan satu syarat” kata putri Wen Long


“Temani aku jalan-jalan di festival naga selama 3 hari” kata putri Wen Long


Shen Long lalu berpikir sebelum menjawab permintaan syarat putri Wen Long. Kemudian dia menghela nafasnya “Baiklah putri. Aku akan menemanimu selama 3 hari” sahutnya


“Baik. Mulai besok pagi, temui aku lagi ditempat ini” kata putri Wen Long yang kemudian pergi meninggalkan warung tersebut


Dalam hati putri Wen Long bersorak gembira seakan lupa pada kesedihan nya hari ini. Dia lalu kembali pulang.


Sementara Shen Long kembali ke kamarnya di penginapan lalu menceritakan tentang kejadian tadi pada putri Shui. Wajah putri Shui sebenarnya menjadi sedikit berkerut setelah mendengar hal itu.


“Shen Long, menurutku itu bukan ide yang buruk. Kamu hanya perlu menemaninya jalan-jalan selama 3 hari, lalu kamu bisa mendekati dan memegang Mutiara Naga. Itu akan sangat baik” kata putri Shui.


“Baiklah, jika putri berpikir seperti itu. Tapi benar tidak ada masalah kan?” tanya Shen Long


“Masalah apa? Kan cuma mengajak jalan-jalan saja. Apa kamu berpikir yang aneh-aneh?” kata putri Shui menjadi sedikit kesal karenanya.


“Ah tidak, bukan begitu maksudku. Baiklah. Aku besok akan bertugas selama 3 hari ke depan. Jadi mohon Putri melanjutkan menyelidiki sendiri keadaan sekitar Mutiara Naga tersebut” sahut Shen Long yang kemudian berdiri hendak pergi.


“Bodoh. Kamu asik bersenang-senang, aku yang menyelidiki sendiri” gumamnya kesal dalam hati

__ADS_1


Malam itu seperti biasa, Shen Long tidur di luar dalam keadaan meditasi sedangkan Putri Shui tidur di dalam kamarnya.


Pagi harinya, Putri Wen Long sudah merasa ceria kembali. Hal ini membuat kedua orang tuanya terkejut melihat perubahan mendadak seperti itu. Lalu kedua orang tuanya datang mendekatinya.


“Bagaimana perasaanmu hari ini putriku?” tanya ayahnya Jin Long


“Aku merasa segar ayah, hari ini aku akan berjalan-jalan berkeliling kota Logam” sahutnya


“Baguslah. Jadi tentang pernikahannya apakah sudah dipikirkan?” tanya ayahnya kembali


Wajah putri Wen Long berubah lagi ketika mendengar kata pernikahan


“Ayah, sudah aku katakan kalau aku belum memikirkan tentang pernikahaan saat ini. Titik” sahut putri Wen Long kesal


“Ah, Baik. Baiklah, kamu nikmati saja perjalanan hari ini. Apakah kamu akan keluar dengan teman-temanmu?” tanya ayahnya kembali


Mendengar hal itu, wajah Wen Long menjadi berubah lagi dengan ceria. Dia lalu berlari kecil keluar dari Istana Naga tanpa menjawab pertanyaan ayahnya.


“Ah, dia sangat persis denganmu. Selalu berubah-ubah” gumam ayahnya Jin Long pada istrinya dan mendadak merasakan niat membunuh dari sampingnya.


“Ah, maksudku bukan dirimu” kata Jin Long meralat ucapannya sambil berlalu.


\======


Tiba di warung itu, Wen Long sudah datang terlebih dahulu dan belum melihat Shen Long disana. Dia kemudian duduk menunggu kedatangan Shen Long dengan wajah kesal.


“Sialan, orang itu ternyata tidak menungguku. Atau jangan-jangan dia tidak mau menemaniku” wajahnya menjadi kelam karena kesal memikirkan hal itu


Dia melihat ke sekelilingnya namun tidak menemukan kehadiran Shen Long.


Putri Wen Long menjadi lebih kesal, dia yang biasa dilayani di istana, kini harus menunggu seseorang yang tidak dikenalnya.


“Awas jika datang, aku akan memarahimu habis-habisan” wajahnya gelap karena menahan kekesalannya.


Baru semenit rasanya seperti sudah sejam menunggu kedatangan Shen Long. Tiba-tiba dia mendengar langkah kaki mendekatinya.


“Putri, apakah kamu sudah lama menungguku?” sapa Shen Long sambil tersenyum.


“Ah tidak, aku baru saja sampai” sahutnya sambil membalas senyuman.


Dia sudah melupakan kemarahannya tadi yang sudah hampir meluap. Kemudian dia menarik tangan Shen Long dan mengajaknya segera pergi berkeliling kota Logam.


Ketika mereka meninggalkan warung tersebut, mereka tidak menyadari sesosok berpakaian tertutup dan berkerudung mengikuti kepergian mereka.

__ADS_1


__ADS_2