Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 113 | Ketua sekte Tanah Barat Mu Rong


__ADS_3

Wakil ketua sekte Ma Yuan menggigil mendengar hal itu, dia tidak bisa memutuskan karena ketua dan tetua mereka tengah berlatih di ruang pelatihan.


“Tuan Bingwen, ketua dan tetua sedang berlatih, kami belum bisa memberikan keputusan saat ini. Jadi mohon untuk bersabar menunggunya” sahut wakil ketua sekte Ma Yun.


Wajah Bingwen berubah menjadi kelam, dia segera melompat dan membelah papan nama sekte Tanah Barat pada pintu gerbang dengan pedangnya membuat orang-orang dari sekte Tanah Barat terkejut dan ketakutan.


“Kami akan memusnahkan sekte Tanah Barat, tanpa harus menunggu ketua kalian keluar. Jika mereka keluar, kami tetap akan memusnahkan mereka bersama sekte ini” sahut Bingwen.


“Uh, mereka kena batunya sekarang. Karma datang begitu cepat pada mereka” kata Dewi Suci melihat kejadian tersebut.


“Bukankah itu Bingwen yang melawan Jendral Liu saat pertandingan bela diri Dewi?” sahut Shen Long.


“Benar. Bingwen adalah utusan kanan dari sekte Singa Barat yang merupakan orang terkuat kedua di sekte Singa Barat setelah ketua mereka Jungwen” sahut Putri Shui menambahkan


“Ah, sebaiknya kita tidak usah ikut campur urusan mereka” kata Putri Shui hendak berlalu.


Ketika Shen Long hendak pergi, tiba-tiba dia merasakan niat membunuh yang sangat besar dan energi yang kuat datang.


“Siapa yang berani membuat onar di kediaman sekte Tanah Barat?” teriak seorang wanita yang terbang dari kediaman menuju gerbang sekte. Wanita itu membawa sebilah pedang dan menunjuk ke arah Bingwen.


“Ketua!” teriak murid-murid dan penjaga sekte Tanah Barat begitu melihat ketua sekte mereka muncul disana


“Ketua, tuan Bingwen datang ingin mengajak kita bergabung dengan sekte Singa Barat” kata wakil ketua Ma kepada ketua sekte.


“Katakan pada ketua sekte kalian, kami tidak akan bergabung dengan sekte Singa Barat” teriak wanita tersebut pada Bingwen.


“Jika demikian musnahlah sekte Tanah Barat” sahut Bingwen sambil melompat mengayunkan pedangnya ke arah wanita tersebut.


Pertempuran terjadi dengan ganasnya antara Bingwen dan ketua sekte Tanah Barat. Mereka saling menyerang dan bertahan dengan kekuatan yang seimbang. Entah sudah berapa jurus berlangsung, belum kelihatan siapa yang akan memenangkan pertempuran tersebut.


Tiba-tiba Bingwen meningkatkan kekuatannya hingga tubuhnya mengeluarkan cahaya dan menyerang dengan kecepatan tinggi menuju ketua sekte Tanah Barat.


Tampak ketua sekte Tanah Barat menjadi terdesak karena kekuatan Bingwen yang telah mencapai tingkat Pendeta Raja. Bingwen berhasil melukai ketua sekte Tanah Barat dan menekannya ke tanah.


“Siapa yang ingin bergabung dengan kami dari sekte Singa Barat, segera kemari. Jika tidak, jangan salahkan kami yang kejam membunuh kalian semua” teriak Bingwen.

__ADS_1


Wakil sekte Ma Yuan segera mengambil posisi ke belakang Bingwen, dia bersedia bergabung dengan sekte Singa Barat daripada kehilangan nyawanya.


“Pengecut!” teriak dua wanita yang datang membawa berita tersebut sambil berusaha membangunkan ketua sekte.


Para penjaga dan murid saling menoleh dan beberapa diantara mereka segera bergabung ke belakang barisan Bingwen untuk memohon keselamatan nyawa mereka.


“Hahaha... kalian sekte kecil berani melawan kami dari sekte penguasa daerah barat yang tersembunyi.


“Baiklah, aku akan mengirim ketua kalian ke jalan” teriaknya sambil mengayunkan pedangnya ke arah wanita tersebut.


Melihat hal itu, Shen Long hendak bergerak untuk menolong, namun tiba-tiba muncul sebuah tongkat menghalangi jalan Bingwen menyerang ketua sekte Tanah Barat.


“Siapa yang berani ingin membunuh muridku” teriak seorang wanita tua yang datang ke tempat kejadian tersebut.


“Tetua, kami hanya menjalankan perintah ketua sekte Singa Barat. Jika tetua menghalangi, maka jangan salahkan kami untuk memusnahkan sekte Tanah Barat” sahut Bingwen hormat namun tidak takut pada tetua sekte Tanah Barat.


Bingwen lalu kembali melompat untuk menyerang ke arah wanita tua tersebut. Mata Shen Long berkedut mencoba untuk mengingat tentang wanita tua tersebut yang wajahnya tampak dikenalinya.


“Nenek Wu” gumam Dewi Suci yang telah mengenali wanita tua tersebut.


“Nenek Wu? Berarti apakah ketua sekte Tanah Barat itu adalah Mu Rong?” gumam Shen Long ingin mendekati tempat kejadian.


“Sialan, dia setingkat lebih tinggi dariku yang mentok di tingkat Pendeta Suci” gumam nenek Wu dalam hatinya berusaha menahan setiap serangan dari Bingwen


Ketua sekte Tanah Barat tampak khawatir melihat Gurunya terdesak, namun dirinya sendiri sedang memulihkan tenaganya sebelum membantu Gurunya melawan Bingwen.


Kemudian Bingwen berhasil melukai nenek Wu dan memantulkannya hinga terjatuh disebelah ketua sekte Tanah Barat.


“Guru!” teriak ketua sekte Tanah Barat berusaha mendekati Gurunya.


“Hahaha... pantas saja sekte kecil. Melawan diriku saja tidak sanggup” cemooh Bingwen.


Ketua sekte Tanah Barat dan Gurunya kesulitan bergerak karena luka mereka.


“Ketua. Menyerahlah demi nyawa murid-murid sekte” saran wakil ketua Ma.

__ADS_1


“Diam! Kamu berani sekali bicara setelah mengkhianati kami.” teriak ketua sekte Tanah Barat.


“Ah, sayang sekali. Aku akan mengirim kalian Guru dan murid pergi ke jalan.” kata Bingwen.


“Pasukan, kalian segera musnahkan sekte Tanah Barat. Tangkap para wanitanya dan bunuh para lelakinya.


“Siap laksanakan!” teriak pasukan yang dibawa oleh Bingwen.


Ketika pasukan hendak menyerbu ke dalam kediaman sekte, Dewi Suci sudah melompat untuk menghalangi mereka menyerang sekte Tanah Barat.


“Dewi Suci?” teriak nenek Wu dan Bingwen hampir bersamaan


Bingwen tidak menyangka Dewi Suci berada di daerah barat misterius dan menghalangi tugasnya memusnahkan sekte Tanah Barat.


“Dewi, mengapa kamu bisa berada disini?” tanya Bingwen padanya,


“Aku kebetulan lewat dan melihat kalian menyerang nenek Wu” sahutnya dingin


“Sialan sepertinya aku mengabaikan ketiga orang tadi. Rupanya Dewi Suci salah satu dari mereka” gumamnya dalam hati lalu menoleh ke arah Shen Long dan Putri Shui yang datang mendekat.


“Shen Long!” kali ini Bingwen dan ketua sekte Tanah Barat yang terkejut hampir bersamaan.


“Mu Rong” Shen Long tersenyum melihat Mu Rong telah menjadi ketua sekte Tanah Barat.


Mata Bingwen berkedut. Untuk melawan Dewi Suci saja sudah sulit, apalagi ditambah dengan Shen Long juara pertandingan bela diri kerajaan Liu yang dikenalinya.


Bingwen lalu menyarungkan pedangnya dan naik ke kudanya. Dia bukan orang bodoh yang akan bertarung sia-sia apabila tidak memiliki kesempatan untuk menang.


“Kali ini aku melepaskan sekte Tanah Barat. Lain kali aku masih bisa memusnahkan kalian” teriaknya sambil pergi meninggalkan sekte Tanah Barat.


“Tuan Bingwen, aku bagaimana?” teriak wakil sekte Ma tanpa dipedulikan oleh Bingwen yang pergi bersama rombongannya.


Wakil sekte Ma dan beberapa murid yang membelot berdiri gemetar menunggu instruksi dari ketua sekte Tanah Barat.


“Tutup pintu gerbang sekte Tanah Barat, usir mereka yang membelot. Mari menyambut kedatangan tamu sekte” teriak Mu Rong pada murid-muridnya

__ADS_1


“Baik” sahut murid-murid dengan sigap.


“Shen, aku senang melihatmu” kata Mu Rong yang hendak bangun mendekati Shen Long namun memuntahkan darahnya.


__ADS_2