Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 371 | Menerima tawaran Liushan


__ADS_3

Putri Lingmei merasa khawatir dengan ide Shen Long mendekati Liushan. Namun dia juga menyadari hanya itu jalan satu-satunya untuk bisa mengetahui lokasi penjara dari sekte Iblis Neraka.


“Aku tidak begitu yakin, tetapi aku akan mencobanya,” sahut Shen Long jujur.


“Baiklah. Aku serahkan padamu Shen,” kata Libao sambil menepuk pundak Shen Long.


Shen Long menganggukkan kepalanya dan melihat pada semua orang di aula pertemuan itu.


“Aku ikut pergi bersamamu.” Shimei tiba-tiba mengemukakan keinginannya ambil melihat ke arah ShanMu untuk meminta ijin darinya.


“Pergilah bersamanya. Jika memerlukan bantuan, segera kirimkan kodenya,” sahut ShanMu padanya.


Semua orang di tempat itu memberikan hormat pada Shen Long yang berpamitan untuk pergi ke Lembah Darah menemui Liushan di Arena Pembantaian. ShiMei juga segera pergi menyusulnya.


Di luar kediaman sekte Cahaya, Shen Long bersama ShiMei pergi menemui Qiongqi yang masih setia menunggunya di luar gerbang sekte.


“Tuan, kamu kembali.” Qiongqi berdiri ketika Shen Long telah muncul dari kediaman sekte.


ShiMei terkejut ketika bertemu dengan mahluk Qiongqi. Dia tidak menyangka Qiongqi ini menyebut Shen Long dengan sebutan tuan seperti majikannya.


“Qiongqi, aku akan pergi ke Lembah Darah. Mengajakmu kesana akan menarik perhatian orang-orang. Kediaman sekte Cahaya ini juga membutuhkan bantuan pengamanan. Aku harap kamu mau menungguku disini dan turut menjaga gerbang sekte Cahaya dari serangan musuh,” kata Shen Long.


“Baik tuan.”


Meskipun Qiongqi ingin pergi menemani Shen Long, namun perintah Shen Long tidak boleh dibantah olehnya. Shen Long adalah majikannya, orang yang dipilih oleh gurunya.


Shen Long dan Shimei lalu melayang di udara dan pergi menuju ke arah Lembah Darah.


Lembah Darah, pertarungan di arena pembantaian menjadi kurang menarik setelah Liushan kehilangan para petarung terkuat miliknya. Liushan menatap ke arah Yuanshan yang telah kehilangan semangat tempurnya, namun Liushan tetap tidak berani meremehkan kekuatan Yuanshan.


Wajah Liushan menjadi kesal, percuma dia menghidupi Yuanshan selama ini namun hal kecil seperti menangkap Shen Long saja tidak becus dilakukannya.


Liushan menatap ke arah arena pembantaian, dia menghela nafasnya karena tidak bisa menikmati pertarungan di tengah arena.


“Huh... pertarungan di arena menjadi tidak seru sejak kepergian Shen Long mengajak para petarung terkuat milikku.” gumam Liushan sambil menggertakkan giginya.


Tiba-tiba mata Liushan terbelalak ketika melihat sosok yang memasuki arena pertarungannya. Dia segera berlari keluar dari ruang vip menuju ke arena pertarungan.

__ADS_1


“Untuk apa kamu datang kemari?” tanya Liushan pada Shen Long.


Shen Long berjalan mendekati Liushan. “Aku menerima tawaranmu.” sahut Shen Long


Liushan dalam hatinya merasa senang sekali, namun di luar dia harus menjaga wajahnya yang terkejut setelah mendengar kata-kata Shen Long.


“Aku akan menerimamu setelah kamu mengalahkan seorang petarung milikku.” sahut Liushan dengan perasaan takut Shen Long akan berubah pikiran setelah sebelumnya pernah menolak tawarannya.


“Baiklah. Aku akan turun setelah ini.” kata Shen Long sambil menunjuk ke arah arena pertarungan.


Liushan menghela nafas senang karena Shen Long memilih untuk bergabung dengan para petarung miliknya.


Setelah pertarungan di arena pembantaian berakhir, seorang bawahan Liushan segera memberikan berita hangat untuk menyambut orang terkuat, Shen Long. Dia mengumumkan pada semua penonton tentang kekuatan dan pertarungan Shen Long sebelumnya.


Semua penonton kembali antusias setelah mendengar berita tersebut. Sebagian dari mereka pernah menyaksikan pertarungan Shen Long di arena itu.


Shen Long pun melayang turun di tengah arena menunggu siapa yang akan menjadi lawannya.


Tampak sosok raksasa tinggi besar seukuran tiga kali tubuh Shen Long datang mendekati arena lalu menaikinya sambil menatap Shen Long dengan tatapan meremehkan.


“Cih, tubuh sekecil dirimu menjadi legenda di arena pembantaian, namun tidak di mataku.”


Setelah lonceng berbunyi, raksasa itu menyerang ke arah Shen Long dengan kecepatan tinggi. “Astaga, meskipun tubuhnya jauh lebih besar, tapi kecepatannya tidak kalah hebat.”


Shen Long merasa senang mendapatkan lawan yang kuat. Kecepatan dan kekuatannya membuat semua mata terkesiap setelah melihatnya.


Raksasa itu tampak menyeringai dengan wajahnya yang garang namun terlihat memandang jijik pada Shen Long.


Mendengar kata-kata penonton yang mengelukan dirinya, raksasa itu menjadi semakin sombong dan bersemangat. Shen Long juga merasa beban baginya selama tiga hari terakhir.


“Kamu tidak akan mengingkari janjimu kan?” Shen Long menatap ke arah Liushan


Liushan pun tertawa lalu mengangguk perlahan kepada Shen Long sebagai tanda menyetujuinya. “Bawakan kontraknya kemari!” Teriak Liushan pada bawahannya.


Bawahan itu segera datang membawakan sebuah kertas gulungan yang berisi kontrak sebagai petarung Liushan.


Shen Long memalingkan wajahnya ke arah raksasa itu. Lalu dia bergerak dengan kecepatan kilat dan memukul dada raksasa itu dengan keras.

__ADS_1


Bugh!


Kecepatan dan kekuatan Shen Long telah meningkat jauh sejak terakhir dia bertarung di arena itu.


Raksasa yang tadinya merasa bangga dengan dirinya, kini setelah menerima hantaman dari telapak Shen Long merasa dadanya sesak seperti di tekan oleh gunung. Kesadarannya mulai menghilang dan tubuhnya yang besar pun terjatuh di tengah arena.


Seluruh ruangan itu kembali sunyi melihat hasil pertarungan yang singkat itu. Setelah itu terdengar tepuk tangan dari tempat Shimei duduk yang kemudian diikuti oleh para penonton.


“Ini baru pertarungan yang seru.”


“Sangat menarik. Aku menyukai pertarungan seperti ini.”


Para penonton mulai ramai memberikan komentarnya atas pertandingan antara Shen Long melawan petarung milik Liushan.


“Seperti yang diharapkan,” gumam Liushan dalam hatinya.


Setelah kemenangannya Shen Long berjalan mendekati Liushan untuk menandatangani kontrak dengannya.


Liushan lalu mengajak Shen Long menuju ruangan khusus untuk menandatangani kontrak dengannya.


Setelah menjelaskan isi kontrak itu secara singkat, Liushan lalu menyerahkannya pada Shen Long yang langsung ditandatangani olehnya.


“Kamu tidak membaca isinya?” tanya Liushan.


“Tidak perlu. Aku hanya ingin bertarung.”


Satu sisi Shen Long memang ingin melakukan berbagai pertarungan untuk mengolah tubuh dan meningkatkan kekuatannya. Disamping dia juga bermaksud untuk menemukan dimana lokasi dari penjara sekte Iblis Neraka.


Shen Long berjalan keluar dari arena pembantaian itu dan berkeliling di daerah Lembah Darah bersama ShiMei.


“Nona Shi, menurutmu dimana letak penjara itu?” tanya Shen Long


ShiMei mengkerutkan keningnya setelah mendengar pertanyaan Shen Long padanya. “Aku menduga lokasinya terletak di daerah dekat penambangan,” sahut Shimei.


“Penambangan? Apakah maksudmu di dekat kota Nuli?”


Shimei menyipitkan matanya pada Shen Long. “Apakah kamu pernah pergi kesana Shen?

__ADS_1


Shen Long menganggukkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan Shimei. Dia menceritakan kejadian yang dilaluinya saat pergi ke daerah Gurun Api.


__ADS_2