Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 309 | Monster Zhangyu


__ADS_3

Di dalam lubang itu cahaya berwarna ungu tampak mulai memudar karena cahaya bulan yang ditutupi oleh awan. Zen Luo bergegas masuk lebih jauh ke dalam lubang yang cukup besar itu untuk menemukan sumber dari berkas cahaya berwarna ungu itu.


Zen Luo menyipitkan matanya saat melihat sebuah batu berbentuk prisma berwarna ungu memancarkan cahaya ungu yang redup. “Apakah ini Permata Cahaya Ungu?” batinnya.


Zen Luo lalu mengambil batu permata itu dan menyimpannya terlebih dahulu di dalam cincin pernyimpanannya karena dia telah merasakan adanya serangan dari belakang punggungnya.


Tepat ketika cahaya berwarna ungu itu lenyap karena permata itu telah disimpan oleh Zen Luo tiba-tiba lubang itu bergetar dengan keras. Zen Luo menjadi susah berdiri sekaligus menghindari serangan dari mahluk yang mengikuti dirinya.


RRRRR....


Lubang itu sepertinya bergerak terangkat dan mengakibatkan Zen Luo tidak bisa lagi berdiri di atasnya. Sambil menghindari serangan mahluk itu, Zen Luo kemudian mencari celah agar bisa keluar dari lubang tersebut.


Betapa terkejutnya Zen Luo saat menyadari bahwa dirinya telah keluar dari sebuah lubang yang merupakan bagian dari mahluk raksasa yang lebih besar dari mahluk yang mengejar Zen Luo.


RROOOAARRR...


Tiba-tiba sebuah lidah menjulur keluar dari lubang itu dan menyerang mahluk yang tadinya mengejar Zen Luo. Mata Zen Luo bergidik melihat hal itu. “A-Aku tadi berada di mulut monster itu.” Zen Luo menyadari bahwa lubang yang dimasuki olehnya tadi adalah mulut monster yang tampak sudah membatu.


Saat permata itu dilepas, maka hal itu juga membangkitkan monster yang telah lama tertidur itu. Tubuh monster raksasa itu yang terbangun membuat reruntuhan salju di sekelilingnya.


Lidah yang menjulur keluar itu melingkari tubuh mahluk yang tadinya mengejar Zen Luo. Mahluk itu berusaha untuk melepaskan belitan lidah dari monster raksasa itu namun usahanya gagal. Belitan lidah dari monster itu semakin lama semakin meremas tubuh mahluk pengejar itu dan membuatnya kesakitan.


Zen Luo kemudian melihat mahluk itu telah dihancurkan hanya oleh lidah monster raksasa itu dan kemudian melahapnya.


Monster itu kini melihat ke arah Zen Luo dengan matanya yang besar dan senyuman ganas menghias bibirnya. “Apakah kamu yang membangunkan ku dari tidurku yang panjang?” tanya monster itu berbicara pada Zen Luo dengan menggunakan telepatinya.


Zen Luo tidak menjawab pertanyaan dari monster itu. Dia masih tertegun dengan kehadiran monster yang cukup besar itu. Dia tidak menyangka monster itu telah tertidur di pegunungan itu selama ini.

__ADS_1


“Apakah kamu tidak mengerti bahasaku?” tanya monster itu kembali.


“Aku mengerti. Aku hanya tidak mengerti mengapa kamu bisa berada disini,” sahut Zen Luo kemudian.


Monster itu menggeliat, tubuhnya sebagian besar terdiri dari bagian kepala yang besar. Dia memiliki delapan tentakel di sekujur tubuhnya yang merupakan tangan dan juga kakinya.


“Hahaha... aku Zhangyu, tapi orang-orang juga menyebutku dengan nama Kraken. Aku telah lama tertidur di tempat ini menjaga sebuah permata. Apakah kamu yang mengambil permata itu?” tanya monster bernama Zhangyu itu.


“Ya, aku yang mengambil permata itu.” sahut Zen Luo dengan wajah dingin.


“Kamu sepertinya berasal dari dunia langit, apakah kamu bermaksud untuk membangkitkan tombak gaib itu?” tanya Zhangyu kembali.


Mendengar pertanyaan dari Zhangyu yang membuat Zen Luo menjadi semakin tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang permata dan senjata tombak gaib itu.


“Benar, aku berasal dari dunia langit. Namaku Zen Luo. Aku memang bermaksud untuk membangkitkan sebuah senjata pusaka. Apakah kamu tahu dimana dua benda mistis lainnya?” tanya Zen Luo pada Zhangyu.


“Hmm... kedalaman air laut,” batin Zen Luo.


Zen Luo berpikir untuk mendapatkan satu persatu dari benda mistis itu. Jadi setelah ini dia bermaksud untuk mencari keberadaan Buah Karma terlebih dahulu.


“Baiklah, jika tidak ada hal lain. Aku akan pergi.” kata Zen Luo yang hendak pergi meninggalkan monster Zhangyu itu.


“Hahaha... siapa yang mengijinkanmu untuk pergi? Aku ingin mendapatkan kembali permata milikku itu,” sahut Zhangyu yang kemudian bermaksud menarik tubuh Zen Luo dengan tentakelnya.


Melihat serangan dari Zhangyu, Zen Luo menghindari dengan melompat ke atas. Namun saat dia berada di atas, sebuah tentakel lain segera menyambar tubuhnya lagi. Zen Luo meningkatkan kecepatannya untuk menghindari serangan dari monster Zhangyu itu.


Serangan Zhangyu semakin mengganas, dia mengerahkan ke delapan tentakelnya untuk menyerang Zen Luo dengan bersamaan. Mata Zen Luo berkedut melihat serangan Zhangyu yang menutupi semua jalur dan tidak bisa menghindarinya. Satu-satunya jalan adalah menahan serangan tersebut dengan kekuatan maksimal miliknya.

__ADS_1


DEGH...


Tangan Zen Luo menghadang serangan tentakel Zhangyu dari depan, namun bagian belakang tubuhnya terkena pukulan dari tentakel lain Zhangyu.


Wajah Zen Luo menjadi gelap merasakan serangan Zhangyu seperti sengatan listrik di tubuhnya. “Sialan, monster ini memiliki energi yang mengalirkan listrik dari tentakelnya,” batin Zen Luo.


Karena pukulan itu, Zen Luo menjadi semakin marah dan bermaksud untuk menyerang balik Zhangyu dengan kekuatannya. Zen Luo kemudian meningkatkan kekuatannya ke alam Bintang untuk menyerang Zhangyu.


“Hahaha... Alam Bintang tingkat pertama. Kamu tidak bisa mengalahkanku dengan kekuatan itu,” cibir monster Zhangyu pada Zen Luo.


“Tingkat pertama? Apa maksudmu?” Zen Luo tertegun mendengar hal itu. Ini baru pertama kalinya dia mendengar alam bintang memiliki tingkatan.


Mendengar pertanyaan dari Zen Luo, Zhangyu menyunggingkan senyuman di mulutnya. Namun senyuman itu tampak mengerikan bagi mereka yang melihatnya.


“Kamu tidak tahu bahwa Alam Bintang itu memiliki 9 tingkatan?” sahut monster Zhangyu.


“9 tingkatan? Aku pikir kekuatanku sudah berada di tingkat tertinggi. Ternyata masih ada yang lebih tinggi lagi,” gumam Zen Luo yang terkejut.


“Menyerahlah, dengan tingkatan pertama Alam Bintang, kamu tidak akan bisa mengalahkanku yang berada di tingkat kedua,” sahut monster Zhangyu meremehkannya.


Zen Luo menggertakkan giginya dengan wajah geram menatap ke arah monster Zhangyu. Setelah Shang Ti, kini monster Zhangyu ini merendahkan dirinya. Bola matanya menjadi merah karena menahan amarahnya.


Kemudian Zen Luo mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melawan monster Zhangyu. Namun pukulannya tidak berarti pada monster Zhangyu. Hal ini membuat wajah Zen Luo menjadi semakin gelap. Dia tidak bisa menerima orang yang melebihi kekuatan dirinya, dan kini bahkan monsterpun lebih kuat darinya.


BUGH...


Monster Zhangyu bahkan mengembalikan serangan Zen Luo hingga membuat tubuh Zen Luo terhempas mengenai bebatuan bersalju di pegunungan itu. Sudut bibir Zen Luo meneteskan darah yang kemudian ditelannya.

__ADS_1


“Sialan, aku akan membunuhmu!” teriak Zen Luo yang kemudian menyerang monster itu dengan ganas tidak menerima dirinya dikalahkan oleh monster Zhangyu.


__ADS_2