
Melihat NingYue yang sudah terkulai membuat Shen Long tidak membiarkannya begitu saja. Dia kemudian membalik tubuh NingYue untuk mengendalikan permainan.
Kini NingYue memegang pinggiran bak mandi dengan alis mengkerut dan mata terpejam. “Akh…”
Teriakan kecil berulang kali terdengar saat Shen Long menghentakkan tubuhnya. Dalam sepuluh menit berikutnya NingYue tidak bisa lagi menahan dirinya. Dia menggenggam erat pinggiran bak mandi dengan tubuh bergetar berkali-kali. Namun Shen Long tidak melepaskannya.
“Akh.. ah..hah, ka-kamu terlalu,” bisik NingYue lemas.
Kemudian beberapa saat setelah mendengar bisikan NingYue, Shen Long menghentikan gerakannya. Hal itu membuat wajah merah NingYue yang kelelahan menjadi melotot. Dia justru selanjutnya menggerakkan tubuhnya sendiri dengan sedikit kesal.
Lima menit kemudian, tubuh NingYue kembali bergetar dan bersamaan dengan tubuh Shen Long yang sudah tidak bisa menahan diri lagi. Di luar penginapan terdengar letusan kembang api bersamaan dengan mereka berdua mencapai puncak bersama.
Mereka pun jatuh dalam pelukan di bak mandi sambil menikmati suasana riuh di luar penginapan.
“Katanya kamu ingin memijatku,” kata NingYue pelan dengan wajah manja.
“Tadinya seperti itu, tetapi kamu telah lebih dulu menyerangku dengan ganas. Aku tidak bisa menolaknya kan,” goda Shen Long yang langsung dijawab dengan cubitan di pinggangnya.
“Akh…” Sebagai seorang yang berkekuatan tinggi ternyata cubitan ringan dari wanita mampu membuatnya meringis kesakitan. Mungkin bukan tubuhnya yang kesakitan, melainkan hatinya yang bereaksi terhadap hal itu.
Setelah selesai mandi, mereka tidak langsung mengenakan pakaiannya dan kembali bersama-sama ke dalam kamar tidur. Di dalam kamar tidur adegan permainan itu kembali dilanjutkan.
Malam festival itu benar-benar dirayakan dengan momen yang tak terlupakan bagi NingYue. Meskipun sebelumnya beberapa hari dia merasa bosan, namun sehari ini bersama Shen Long telah menghapus semua kebosanan itu.
Keesokan harinya, Shen Long telah terlebih dulu bangun dan membersihkan tubuhnya di ruang mandi. NingYue tampak masih enggan untuk bangun. Tubuhnya terasa sakit di semua bagian karena semalam mereka memaksakan berbagai posisi yang membuatnya bahagia. Namun pagi ini tubuhnya terasa remuk karena hal itu.
Melihat NingYue yang seperti kesakitan, Shen Long lalu memberinya obat pemulihan dan menyalurkan tenaganya ke tubuh NingYue untuk menyegarkannya kembali.
Dalam lima menit tubuh NingYue kembali segar dan wajahnya bercahaya. “Rasanya aku masih kuat untuk bermain lagi,” godanya kali ini.
Mendengar hal itu Shen Long menepuk dahinya. “Kamu mandilah dulu! Aku akan pesankan makanan di dalam kamar dan kita sarapan terlebih dulu.”
__ADS_1
“Baiklah, aku mengikuti kata kakak Shen saja,” sahutnya manja sambil berlalu membersihkan dirinya.
Ketika NingYue selesai membersihkan tubuhnya, makanan yang dipesan Shen Long telah siap di meja kamar. Mereka pun melanjutkan dengan menikmati sarapan bersama-sama.
NingYue benar-benar merasa puas kemarin. Setelah berjalan-jalan keliling ibukota kerajaan Liam, dia juga disuguhkan makan malam yang penuh kenikmatan.
“Hari ini kita akan menonton final pertandingan bela diri antar sekte di alun-alun ibukota kerajaan Liam. Setelah itu kita akan pergi ke kota Qinji untuk berkeliling.” Kata Shen Long.
Dengan mulut yang penuh oleh makanan, NingYue hanya bisa menganggukkan kepalanya menyetujui rencana Shen Long.
“Malamnya kita menginap di penginapan mewah di kota Qinji,” sahut NingYue
Mata Shen Long berkedut mendengar hal itu, dia hanya tersenyum padanya. Baru kali ini dia menemukan seorang wanita yang begitu liar dan masih ingin meneruskan pertempurannya.
“Sepertinya ini pengaruh dari darah bangsa Hsien. Dasar penyihir!,” batin Shen Long dalam hatinya dengan tersenyum. Untungnya Shen Long bukanlah orang yang lemah, jadi dia tentu bisa mengimbangi bahkan menaklukkannya.
Setelah menikmati sarapan, Shen Long pun pergi menuju alun-alun ibukota kerajaan bersama NingYue dimana sedang berlangsung pertandingan final bela diri antar sekte.
Pertandingan bela diri ini diikuti oleh murid menengah dengan kekuatan di tahap awal yang paling tinggi adalah tingkatan alam semesta besar.
Bagi Shen Long yang terbiasa melakukan pertarungan dengan kekuatan yang tinggi, pertarungan di atas arena terlihat membosankan. Sehingga dia pun mengajak NingYue meninggalkan alun-alun ibukota kerajaan Liam.
“Hei, kamu perampok itu. Sekarang kamu tidak bisa lagi melarikan diri.”
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang berteriak ketika melihat Shen Long keluar dari kerumunan penonton.
Tampak beberapa tuan muda anak orang kaya di ibukota kerajaan Liam menunjuk ke arah Shen Long dengan wajah marah. Mereka adalah anak-anak orang kaya yang sebelumnya dijebloskan ke dalam penjara bersama Shen Long karena disangka para perampok.
“Kali ini kami akan membalaskan rasa malu sebelumnya,” kata salah satu dari mereka yang menggertakkan gigi dan mengepalkan tinjunya.
“Benar. Kali ini kamu tidak bisa lolos. Aku telah mendatangkan sahabatku dari sekte Teratai Putih untuk menghajarmu,” teriak tuan muda lainnya.
__ADS_1
Dia kemudian pergi mencari sahabatnya yang berasal dari sekte Teratai Putih yang kebetulan juga berada disana hari itu.
Tampak kemudian mereka berempat datang diantara kerumunan tuan muda lalu muncul di hadapan Shen Long.
Wajah Shen Long tersenyum ketika melihat orang-orang yang datang itu. Tampak wajah WeiTuo dan dua adik seperguruannya menjadi pucat seperti melihat hantu ketika tuan muda itu menunjuk ke arah Shen Long.
“Ka-kamu memintaku untuk menghajarnya?” tanya WeiTuo dengan gugup pada temannya itu.
“Benar. Dia telah mempermalukan kami,” sahut tuan muda itu dengan wajah kesal menatap ke arah Shen Long.
WeiTuo saling memandang dengan kedua adik seperguruannya lalu mereka menampar wajah tuan muda itu dengan keras.
Plak!
“I-Ini… Apa yang kalian lakukan?”
Tuan muda itu terjerembab ke tanah oleh tamparan WeiTuo. Mata WeiTuo juga melotot memandangnya dengan kesal. Tuan muda ini ingin membunuh dirinya.
Tentu saja WeiTuo dan kedua adik seperguruannya masih waras, meskipun mereka memiliki dendam untuk melawan Shen Long. Namun mereka tidak berani melawannya saat ini.
“Ah, caramu menampar masih salah. Apakah gurumu tidak pernah mengajarkan cara menampar yang benar?” tanya Shen Long.
Mata WeiTuo berkedut mendengar kata-kata Shen Long. Dia memang sengaja menampar pelan kepada sahabatnya yang anak orang kaya itu karena tidak ingin menimbulkan masalah dikemudian hari.
Namun kata-kata Shen Long membuatnya jadi serba salah. Dia kemudian membungkukkan badannya memberi hormat kepada Shen Long. “Maafkan aku yang tidak berguna. Mohon petunjuk dari tuan Shen,” sahutnya tertunduk.
“Perhatikan!”
Ketika Shen Long mengatakan itu, dia langsung berkelebat dengan cepat ke salah satu tuan muda kaya yang ada disana. Tuan muda itu terkejut tidak menyangka Shen Long tiba-tiba muncul di depannya.
Plak!
__ADS_1
Tuan muda itu melayang menabrak temannya dengan wajah bengkak dan beberapa gigi yang tanggal kemudian terkulai pingsan.