Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 207 | Sekte Pemurnian Senjata dalam pengepungan


__ADS_3

Dari atas bukit Persik, Shen Long melihat kepulan asap dari arah timur kota Xichang bergerak menuju kota Xichang.


“Pasukan berkuda” gumam Shen Long dalam hatinya.


Shen Long kemudian bergegas mencari tempat ketinggian untuk mengamati kedatangan pasukan berkuda tersebut


“Bendera Kekaisaran Utara?” mata Shen Long terkejut melihat bendera panji Kekaisaran Utara memimpin di depan pasukan berkuda tersebut


“Kaisar Utara Tian Liang telah tiba!” teriak orang yang berada di menara gerbang kota menggema ke seluruh kota Xichang.


Tampak para pejabat kota panik begitu mendengar berita dari gerbang kota bahwa pasukan Kekaisaran Utara mendatangi kota mereka. Begitu juga para penduduk kota, segera berhamburan ke jalan untuk berlutut melihat Kaisar Utara mereka mendatangi kota Xichang.


Di belakang bendera panji Kekaisaran Utara, tampak berbaris pasukan berkuda yang kemudian diikuti oleh kereta perang Kaisar Utara dan kedua jendral berkuda disampingnya. Di belakang kereta perang Kaisar tampak 12 pasukan berkuda yang mengikuti berjaga di belakangnya.


Pasukan berkuda itu langsung menuju ke kediaman sekte Pemurnian Senjata melewati kepala kota dan pejabat kota lainnya. Kereta kuda Kaisar dan dua jendral mengikuti dibelakang pasukan tersebut.


Pelayan dari sekte Pemurnian Senjata telah memberikan kabar pada ketua sekte, kemudian seluruh anggota sekte Pemurnian Senjata pergi berlutut menemui Kaisar Utara.


Mata Shen Long berkedut melihat hal itu, dari tubuh Kaisar Utara terpancar hawa membunuh yang dirasakan olehnya.


“Akan terjadi sesuatu pada sekte Pemurnian Senjata. Aku harus melihat lebih dekat lagi” gumam Shen Long yang kemudian mendekati kediaman sekte Pemurnian Senjata dan mengamati dari gedung di sebelahnya.


“Apakah semua anggota sekte Pemurnian Senjata telah disini?” teriak pemimpin pasukan berkuda.


Kemudian tampak Jendral Harimau Putih diatas kudanya mendekati keluarga sekte Pemurnian Senjata.


Mata Ming Ge berkedut tidak menduga Kaisar Utara datang sendiri ke kediaman sektenya. Dia tidak mengerti ada masalah apa sebenarnya.


“Serahkan pembunuh Pangeran Tian Mu!” teriak Jendral Harimau Putih.


Tubuh Ming Ge dan anggota sekte lainnya menggigil ketakutan mendengar hal itu. Mereka tidak mengetahui bahwa Pangeran Tian Mu telah mati.

__ADS_1


“Pa...Pangeran Tian Mu telah mati?” gumam Ming Ge gugup ketakutan tidak mengerti kenapa sektenya tersangkut akan kematian Pangeran Tian Mu


“Aku tidak akan mengulanginya. Perintah Kaisar langsung untuk menghukum seluruh anggota sekte Pemurnian Senjata atas kejahatan membunuh Pangeran Tian Mu” lanjut Jendral Harimau Putih


“Ampun Jendral, kami benar-benar tidak mengetahui tentang kematian Pangeran. Kami selama ini tidak pernah pergi dari kota ini setelah perlombaan” sahut Ming Ge gemetaran


Seluruh anggota sekte Pemurnian Senjata gemetar ketakutan kecuali Ming Qui yang tidak terlalu takut karena merasa tidak bersalah.


“Yang Mulia Kaisar, kami baru saja mengetahui tentang kematian Pangeran dari Jendral Harimau Putih. Kami benar-benar tidak ada sangkut paut dengan kematian pangeran tersebut” sahut Ming Qui sambil menundukkan kepalanya memberi hormat


“Kalian berani membantah? Bukti di kediaman Pangeran telah mengarah pada sekte Pemurnian Senjata. Apa kalian masih menutupinya?” teriak Jendral Harimau Putih dengan wajah merah karena marah.


“Kami berani bersumpah bahwa kami tidak pernah membunuh Pangeran Tian Mu” sahut Ming Ge yang merasa benar.


“Yang Mulia, kami pasti difitnah” teriak salah satu tetua sekte sambil berlutut maju ke depan menjelaskan


Jendral Harimau Putih tidak bicara omong kosong langsung menusuk tombaknya menembus tubuh tetua itu hingga tewas.


Shen Long yang melihat kejadian itu pun turut geram, dan hendak turun melawan pasukan Kekaisaran, namun dia mengurungkan niatnya dan ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh sekte Pemurnian Senjata selanjutnya.


Ming Ge merasa bersalah melihat kematian tetuanya, dia kemudian bersujud memohon ampunan pada Kaisar Utara dan mengatakan bahwa kematian Pangeran Tian Mu tidak ada hubungannya dengan mereka.


“Apakah Pangeran Tian Mu orang yang aku lepas saat aku membawa pergi wanita itu?” pikir Shen Long mengingat kejadian itu.


“Saat itu, aku membiarkannya hidup dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki dirinya. Tak disangka seseorang malah membunuhnya” gumam Shen Long kembali.


“Karma memang selalu datang dan tidak memandang pada siapapun” pikirnya


Meskipun sekte Pemurnian Senjata tampak berkali-kali menjelaskan dan mohon ampunan, namun tampaknya Kaisar Utara Tian Lang tidak menggubrisnya. Dengan mata melotot dia menatap orang-orang dari sekte Pemurnian Senjata.


Melihat Kaisar Utara mengangguk saat Jendral Harimau Putih menoleh padanya. Jendral itu segera mengayunkan tombaknya hendak membunuh Ketua Sekte Ming Ge.

__ADS_1


Melihat ayahnya akan dibunuh, Ming Qui segera bergerak menahan tombak itu lalu memukul kuda Jendral Harimau putih hingga mati. Beruntung Jendral Harimau Putih telah melompat dari kudanya sebelum jatuh ke tanah.


“Kurang Ajar! Berani menyerang tentara Kekaisaran. Kalian sudah bosan hidup!” teriak Jendral Harimau Putih marah.


Pasukan berkuda langsung melingkari seluruh anggota sekte Pemurnian Senjata dan mengeluarkan senjata mereka menunggu aba-aba menyerang dari Kaisar Utara.


Mereka adalah pasukan khusus pelindung Kaisar yang dipimpin langsung oleh Kaisar Utara Tian Liang. Jadi hanya Kaisar yang bisa memberikan perintah pada mereka secara langsung.


Yang Guo dan beberapa anggota sekte Pemurnian Senjata yang belajar bela diri segera bersiap untuk melawan pasukan Kekaisaran Utara.


“Sekte Pemurnian Senjata sungguh mempunyai nyali untuk melawan karena merasa benar” gumam Shen Long yang masih terus memantau situasi tersebut.


Ming Qui yang berada di alam Raja dunia bawah setingkat kekuatannya dengan alam Surgawi dunia manusia yang dimiliki oleh Jendral Harimau Putih.


“Jadi kalian memang bermaksud memberontak pada Kaisar” timpal Jendral Rajawali Emas yang turut maju ke depan


Mata Ming Qui berkedut melihat kedua Jendral kini datang menghadapinya.


“Satu jendral saja sudah sulit apalagi dua?” gumam Ming Qui merasa gentar


Jendral Harimau Putih segera menyerang ke arah Ming Qui dengan kemarahan meluap karena kudanya telah dibunuh oleh Ming Qui. Dia menyerang dengan kekuatan Surgawinya tanpa memberikan kesempatan pada Ming Qui untuk membalas.


Ming Qui mengeluarkan senjata pusaka keluarganya Pedang Api Es untuk menahan serangan Jendral Harimau Putih.


“Senjata ini sungguh luar biasa. Kulitku terasa dingin dan terbakar bersamaan saat pedang itu menyambar ke arahku.” gumam Jendral Harimau Putih


Pertarungan kini berjalan seimbang, namun Ming Qui perlahan bisa mendesak Jendral Harimau Putih setelah menggunakan Pedang Api Esnya. Melihat hal itu Jendral Rajawali Emas segera datang membantu Jendral Harimau Putih.


Ketika kedua jendral bergabung, tidak ada celah bagi Ming Qui untuk membalasnya. Dia tampak kewalahan melawan kerjasama kedua Jendral alam Surgawi tersebut.


Ming Qui yang kehabisan nafas, berusaha mundur namun dadanya sempat kena pukulan dari Jendral Rajawali Emas dan terjatuh memuntahkan darahnya.

__ADS_1


__ADS_2