Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 375 | Shen Long vs Ginshan part 2


__ADS_3

Ginshan terdorong mundur satu langkah sedangkan Shen Long tampak juga terdorong mundur karena benturan tenaga itu.


“Hehehe... sepertinya kekuatanmu telah melampaui alam kebangkitan semesta.”


Ginshan tampak mengusap tangannya yang sedikit kebas sambil menyeringai dan menatap tajam pada Shen Long.


Sementara Shen Long hanya tersenyum padanya. “Aku juga tidak menyangka bertemu dengan mogull yang berada di alam Pencerahan Semesta.”


Ginshan masih tersenyum melihat ke arah Shen Long, kemudian dia mengibaskan pakaiannya yang berdebu dan merapikan rambutnya. Ginshan juga seorang petarung yang memperhatikan penampilannya.


“Kekuatanku bukan Pencerahan Semesta biasa. Aku tinggal setengah langkah menuju Penebusan Semesta.”


Wajah Ginshan terlihat sombong dan melihat Shen Long dengan ujung hidungnya. Dia merasa percaya diri kekuatannya berada di atas Shen Long.


“Baiklah. Tunjukan padaku apa itu setengah langkah menuju Penebusan Semesta!” Shen Long bersiap untuk melanjutkan pertarungan.


Para penonton terlihat sedikit ramai dengan berbisik diantara mereka. Semua orang merasa pertarungan kali ini akan menjadi legenda di arena pertarungan.


“Ini pertarungan memperebutkan peringkat petarung nomor satu.”


“Benar. Tapi aku yakin Shen Long akan memenangkan pertandingan ini,” seorang penonton di sebelahnya menyahut.


“Omong kosong! Ginshan tidak pernah terkalahkan, apalagi lawan petarung baru. Dia pasti memenangkan pertarungan kali ini.” Seseorang di samping mereka turut berbicara dengan nada tinggi.


“Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Aku sudah mempertaruhkan seluruh uangku pada Shen Long.” kata penonton pertama dengan wajah cemas.


Liushan pun menekukkan wajahnya melihat adu kekuatan pertama dan merasa kekuatan Ginshan seimbang dengan Shen Long. Namun pengalaman bertanding Ginshan di arena pertarungan lebih tinggi dari Shen Long.


Sementara Lingshan dan Kimshan telah duduk bersama. Mereka berdua tentu saja memasang taruhan uang mereka pada Ginshan. Namun mereka tidak terkejut dengan pertarungan perkenalan awal tadi.


Tribun penonton ramai dengan analisa dan tebakan dari para penonton yang terus membicarakan hasil pertarungan ini. Sementara di atas arena pertarungan Ginshan telah meningkatkan kekuatannya dan mengerahkan seluruh kekuatannya yang berada di puncak alam Pencerahan Semesta.


Tekanan kekuatan menyebar ke segala arah. Banyak penonton yang lemah di barisan depan merasa pusing dan mual-mual akibat tekanan kekuatan Ginshan yang mengenai mereka.


Namun wajah Shen Long tampak biasa saja dan acuh tak acuh. Shen Long lalu mengerahkan kekuatannya yang berada di alam Pencerahan Semesta tahap awal. Tekanan yang diberikan Shen Long lebih lembut dan menyejukkan semua orang di sekitarnya. Tetapi dari tekanan itu efek lainnya pada penonton juga tidaklah kecil.

__ADS_1


Tubuh penonton serasa tidak bisa digerakkan oleh tekanan kekuatan Shen Long. Wajah Ginshan pun tampak aneh merasakan tekanan kekuatan Shen Long.


Wuzzzzhh...


Kemudian Ginshan bergerak dan menghilang dari pandangan mata, begitu juga dengan Shen Long.


Para penonton terkesima dan terdiam dengan pandangan yang cemas dan berdebar-debar. Mereka tidak melihat pertarungan di atas arena, hanya mendengar suara pukulan beradu dan ledakan-ledakan di sana-sini.


“Ah, aku membayar untuk melihat pertarungan. Tapi aku tidak bisa melihatnya,” seru salah satu penonton dengan wajah sedih.


“Diam! Kamu mengganggu konsentrasiku.” sahut penonton di sebelahnya dengan wajah kesal namun serius melihat ke arah arena.


“Ka-kamu bisa melihat mereka?” tanya penonton pertama.


“Tidak. Aku hanya tidak ingin orang ribut di sebelahku.” sahut penonton itu dengan wajah marah.


Para penonton yang berkekuatan rendah tidak bisa melihat pertarungan itu. Namun beberapa petarung yang berkekuatan tinggi bisa melihat dengan jelas.


Tampak Shen Long dan Ginshan bertarung semakin lama semakin naik dan melayang di udara. Saling adu pukulan dan tinju terjadi di antara mereka dengan ganas.


Seorang petarung yang melihat pertarungan itu mengikuti dengan matanya hingga melihat ke arah atas.


Petarung yang menonton itu tidak menggubris teguran penonton sok tahu itu. Semua penonton melihat ke arah arena dan mencari-cari dimana kira-kira pertarungan terjadi. Hanya beberapa orang petarung tingkat tinggi yang menengadah ke atas melihat pertarungan sebenarnya.


Bugh! Bugh! Brakk! Plak!


Hanya suara yang terdengar menggema ke sekitar arena pertarungan namun mereka tidak bisa menebak di mana pertarungan itu berlangsung.


“Ini pertarungan tingkat tinggi. Bahkan kecepatan mereka tidak bisa kita lihat dengan mata biasa,” salah satu penonton menghela nafasnya


Dalam ratusan jurus, Shen Long dan Ginshan masih bertarung sengit. Belum tampak siapa yang akan memenangkan pertarungan itu.


Wajah Ginshan tampak berubah semakin jelek setelah sekian lama tidak bisa menjatuhkan Shen Long yang diremehkannya.


Shen Long melompat turun ke lantai arena lalu menjejakkan kakinya dan menggunakan lantai untuk menolak tubuhnya kembali menyerang ke arah Ginshan dengan cepat.

__ADS_1


Tubuh Shen Long melesat dengan cepat ke arah Ginshan, namun Ginshan telah melihat gerakan Shen Long berusaha berkelit dengan bersalto ke belakang dan turun ke arena.


Shen Long menghentikan gerakannya begitu juga Ginshan. Kini penonton dapat melihat Shen Long yang melayang di udara sementara Ginshan berdiri di atas arena.


“Sialan, mana mungkin manusia ini bisa mengimbangi kekuatanku.” batin Ginshan sambil menggertakkan giginya. Wajahnya terlihat semakin jelek.


“Bagaimana Ginshan, mana ras dewa yang kamu banggakan? Kerahkan seluruh kekuatanmu!” teriak Shen Long di udara yang membuat mata Ginshan berkedut karenanya.


Kata-kata Shen Long bukan saja menghantam Ginshan tetapi hampir seluruh ras dewa yang selama ini sombong di Loka 888 ini.


“Kamu selalu mengagungkan ras dewa, tetapi mengalahkan manusia yang kamu anggap rendah sepertiku saja tidak mampu,” cibir Shen Long.


Kali ini Ginshan sudah tidak mampu lagi menahan amarahnya, dia segera menghimpun kekuatannya dengan menarik nafas yang panjang.


“Aarrrgghhh....”


Tubuh Ginshan perlahan mulai membesar dengan otot-ototnya yang semakin mengeras. Wajahnya semakin buas dengan tatapan yang garang. Dia meraung keras ketika perubahan wujudnya sempurna yang sebesar tiga kali tubuh Shen Long.


“Kamu memaksaku untuk mengeluarkan kekuatan asliku ini,” seringai Ginshan.


“Ini hanya ras dewa purba. Terimalah seranganku.”


Shen Long segera menghimpun kekuatan maksimalnya, dengan sirkulasi energi naga di tubuhnya, kini kekuatan Shen Long telah meningkat kembali hingga tahap akhir Pencerahan Semesta.


Shen Long bergerak cepat ke arah Ginshan raksasa dan menghantam beberapa bagian tubuhnya dengan cepat. Ginshan yang hanya bertubuh besar bertahan dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.


Kemudian Ginshan melompat ke udara untuk menghindari serangan Shen Long yang semakin cepat menghantam setiap titik kelemahan di tubuhnya.


“Sialan, kekuatan orang ini semakin lama semakin meningkat. Kenapa bisa seperti itu?” Mata Ginshan berkedut merasakan setiap pukulan Shen Long yang semakin lama semakin terasa di tubuhnya.


“Aarrggghhh.....”


Ginshan meraung sambil menghimpun lalu mengerahkan kekuatannya ke segala arah untuk menghentikan serangan Shen Long.


Benar saja, Shen Long berhenti menyerang sekejap, namun dia segera mengeluarkan jurus Kaisar Dewa Iblis. Tubuhnya di selimuti oleh awan hitam yang semakin lama semakin besar mengurung tubuh Ginshan.

__ADS_1


“I-Ini kekuatan dewa kegelapan?” Mata Ginshan terbelalak melihat kekuatan jurus yang dikerahkan Shen Long.


Mata semua orang di ruangan itu terkejut melihat jurus Dewa Kegelapan yang dikerahkan oleh Shen Long


__ADS_2