Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 224 | Perintah meratakan Gunung Abadi


__ADS_3

Setelah kepergian kedua Kaisar tersebut, lalu muncul 2 orang berkerudung dari balik tirai di belakang singgasana Kaisar Tengah Zhong Jian.


PLOK!.. PLOK!...PLOK!


Seorang yang berkerudung itu datang dengan bertepuk tangan sambil menyeringai pada Kaisar Tengah.


“Selamat Yang Mulia, Anda berhasil menguasai seluruh Kekaisaran dibawah kaki Yang Mulia” kata orang tersebut.


Kaisar Tengah tampak gembira mendengar perkataan orang tersebut, dia benar-benar tidak menduga pada masa kepemimpinannya berhasil menyatukan kelima kekaisaran dunia manusia dibawah pemerintahannya.


“Penasehat memang orang yang luar biasa, bisa menebak maksud kedatangan dari kedua Kaisar tersebut” sahut Kaisar Zhong Jian pada orang berkerudung yang dipanggilnya penasehat.


“Tentu saja Yang Mulia, tuan Mo Zen adalah seorang yang cerdas dan bisa membaca masa depan” sahut orang yang satu lagi


Wajah Kaisar Tengah terlihat sangat senang, dia kemudian memerintahkan para pelayannya untuk menyiapkan hidangan istimewa bagi kedua penasehatnya yang datang menemuinya di hari yang berbahagia itu.


“Penasehat Mo, bagaimana aku harus menyelesaikan wabah di wilayah Kekaisaran Timur dan Kekaisaran Selatan?” tanya Kaisar Tengah meminta pertimbangan dari penasehat Mo Zen tersebut.


“Kaisar, biarkan bawahanku ini Mo Luo yang menyelesaikannya. Aku akan mengirimnya ke Kekaisaran Timur dan Kekaisaran Selatan untuk mengatasi hal itu” kata Mo Zen pada Kaisar Zhong Jian


“Hahaha... kalian memang sungguh luar biasa” sahut Kaisar Zhong Jian


Kedua penasehat itu ternyata Putra Iblis Mo Zen dan bawahannya Dewa Iblis Mo Luo yang sedang bersembunyi di Kekaisaran Tengah. Mereka akhirnya bisa menyusup ke dalam Istana Kekaisaran Tengah dan menjadi penasehat Kaisar.


Mo Zen tentu saja tinggal memerintahkan bawahannya Iblis Lapar Mo Jie dan Iblis Sakit Mo Shen untuk menghentikan serangan wabah di Kekaisaran Timur dan Kekaisaran Selatan tanpa perlu bersusah payah.


Saat mereka tengah menikmati hidangan istimewa dari Kaisar, tiba-tiba seorang penjaga datang melaporkan kedatangan ketua sekte Tengkorak Putih beserta wakilnya.


“Suruh mereka masuk” kata Kaisar Tengah yang terkejut mendengar kedatangan seorang pendukungnya menghadapnya.


Kemudian tampak ketua sekte Tengkorak Putih Qian Shan yang terlihat kusut karena kultivasinya telah musnah datang bersama wakil sekte Qian Fang menghadap Kaisar Tengah Zhong Jian.

__ADS_1


Kaisar Tengah terkejut merasakan kultivasi dari ketua sekte pendukungnya yang berada di alam Abadi telah musnah dan bertanya. “Katakan. Ada apa sebenarnya?”


Kedua ketua sekte Qian Shan dan wakil sekte Qian Fang tersebut berlutut dan bersujud di depan Kaisar Tengah.


“Yang Mulia, sekte Tengkorak Putih dalam musibah. Kami diserang oleh sekte Pedang Harapan yang berada di Gunung Abadi dari kerajaan kecil Liu” kata wakil sekte Qian Fang.


“Sekte Pedang Harapan?” Kedua Mo Zen dan Mo Luo terkejut mendengar berita tersebut. Mereka tidak menyangka Shen Long telah bergerak di Kekaisaran Tengah


Kaisar Tengah Zhong Jian juga terkejut mendengar nama sekte Pedang Harapan yang dianggapnya sekte kecil dari kerajaan kecil Liu bisa mengalahkan sekte Tengkorak Putih dari Kekaisaran Tengah.


“Mengapa hal itu bisa terjadi?” tanya Kaisar Tengah Zhong Jian


“Yang Mulia, Sekte Pedang Harapan hanya sekte kecil dan ketua sekte mereka Shen Long sebenarnya tidak terlalu kuat. Kekuatannya hanya berada di alam dewa. Kami hampir saja memusnahkan para penyerang itu. Namun tiba-tiba muncul seorang dewi dari dunia langit yang membantu mereka” sahut wakil sekte Qian Fang kembali


Wajah Mo Zen dan Mo Luo menjadi bingung, mereka lalu saling menoleh tidak percaya dengan apa yang didengarnya. “Shen Long kekuatannya berada di alam dewa dunia manusia? Ada apa ini? Apakah dia menyembunyikan kekuatan sesungguhnya? Apakah ini trik dari mereka?” bisik Mo Luo pada Mo Zen


“Kita harus berhati-hati. Jangan sampai terpancing oleh berita ini?” sahut Mo Zen pada Mo Luo


“Sialan, hanya kekuatan alam dewa sudah berani membuat kekacauan di Kekaisaran Tengahku.” Kaisar Tengah merasa geram mendengar berita tersebut.


Seorang penjaga segera mendekati Kaisar Tengah dan berlutut padanya menunggu perintah.


“Panggil Wu Zhen kemari. Aku ingin sekte Gunung Pedang mengirimkan orang-orangnya untuk meratakan Gunung Abadi” perintah Kaisar Tengah


“Baik Yang Mulia” sahut penjaga tersebut lalu bergegas pergi.


Setelah penjaga tersebut pergi menuju kediaman sekte Gunung Pedang, Kaisar Tengah lalu berdiri dan berjalan mendekati kedua ketua sekte dan wakilnya itu.


“Terima kasih Yang Mulia” sahut ketua sekte Tengkorak Putih Qian Shan sambil berlutut di hadapan Kaisar Tengah Zhong Jian


“Berdirilah kalian berdua” perintah Kaisar Tengah

__ADS_1


Mendengar perintah dari Kaisar Tengah, kedua ketua dan wakil sekte Tengkorak Putih itupun berdiri dengan menundukkan wajahnya di depan Kaisar Tengah.


Tiba-tiba kedua tangan Kaisar Tengah mencengkeram keras kedua leher orang tersebut. Ketua sekte Tengkorak Putih merintih kesakitan lalu merasakan lehernya patah dengan mudah karena tidak memiliki kultivasi lagi untuk melawan.


Sedangkan wakil sekte masih meronta kesakitan sesaat sebelum dibunuh juga oleh Kaisar Tengah.


“Sekte sampah!” kata Kaisar Tengah Zhong Jian sambil meludahi tubuh mereka.


“Kita tidak perlu memelihara orang yang tidak berguna, benar kan penasehat Mo?” senyum Kaisar Tengah pada penasehat Mo Zen


“Hahaha... Yang Mulia benar-benar seorang yang tangguh dan tegas” puji penasehat Mo Zen


Kaisar Tengah merasa senang mendengarkan pujian dari penasehat Mo Zen padanya.


“Mari kita lanjutkan menikmati hidangan ini setelah kedua sampah ini disingkirkan” kata Kaisar Tengah selanjutnya


Empat orang penjaga segera datang untuk mengangkut kedua mayat ketua dan wakil ketua sekte Tengkorak Putih dan membuangnya keluar dari Istana Kekaisaran.


“Yang Mulia, setelah tidak ada lagi yang dibicarakan. Kami mohon ijin untuk kembali dan mengirimkan Mo Luo pergi ke Kekaisaran Selatan dan Kekaisaran Timur untuk menyelesaikan masalah wabah disana” kata Mo Zen


“Hahaha... terima kasih atas bantuan penasehat Mo. Pergilah!” sahut Kaisar Tengah Zhong Jian


Kemudian setelah kepergian kedua penasehatnya itu, Kaisar Tengah masih duduk sambil menikmati minumannya di aula utama Istana Kekaisaran Tengah.


“Aku telah menunjukkan pada kedua penasehat itu bahwa aku hanya akan menghargai orang yang berguna untukku. Aku akan membunuh para sampah disekitarku. Termasuk kalian jika sudah tidak berguna bagiku” gumamnya sambil menyeringai.


“Menginjak sekte semut Pedang Harapan adalah hal yang mudah sekaligus aku ingin melihat kesetiaan Wu Zhen dari sekte Gunung Pedang padaku.” gumamnya kembali


“Hahaha...” terdengar suara tawa dari Kaisar Tengah yang terdengar keras di seluruh antero Istana Kekaisaran Tengah.


Di luar Istana Kekaisaran, Putra Iblis Mo Zen dan Dewa Iblis Mo Luo menghentikan langkahnya.

__ADS_1


“Kita masih memerlukan Kaisar bodoh ini sementara waktu sambil memeriksa kebenaran informasi tentang Shen Long yang berada di alam dewa.” kata Mo Zen pada Mo Luo


“Aku akan memanggil ketiga Iblis Neraka yang tersisa. Kita sudah sampai pada tahap akhir dari rencana kita. Jangan sampai Shen Long mengacaukannya kembali” geram Mo Zen sambil mengepalkan tangannya.


__ADS_2