Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 38 | Menembus tingkatan Dewa Suci


__ADS_3

Seorang pemuda muncul dari kerumunan mendekati area kolam, membuat semua mata memandang ke arahnya.


“Li Bei. Itu Li Bei dari keluarga Li di ibukota kerajaan Liu” sahut beberapa orang sekitarnya.


Shen Long dan A Lin yang mengenali Li Bei menoleh ke arah datangnya suara itu, kemudian berjalan mendekatinya.


“Saudara Li. Kamu juga datang ke alam rahasia ini?” sapa Shen Long.


Li Bei menoleh ke arah Shen Long “Saudara Shen, apa khabarmu.” sahutnya tersenyum pada Shen Long.


“Anak muda, siapa yang kamu sebut omong kosong?” teriak orang dari sekte tengkorak putih kepada Li Bei.


“Kalian semua. Mengapa kalian tidak bertarung saja menentukan siapa yang menang akan berkultivasi di tengah danau itu” sahut Li Bei.


Orang dari sekte tengkorak putih segera melompat ke pinggi kolam mendekati Li Bei.


“Apa kamu mau menantangku? Ayo, siapa yang mau maju menantangku bertarung?” ajak sekte tengkorak putih itu.


“Aku akan meladenimu” sahut seorang pendekar dari wudang melompat ke hadapan sekte tengkorak putih.


“Baiklah, ayo majulah. Aku akan merubuhkanmu dengan satu jurus” kata sekte tengkorak putih itu langsung mengerahkan kekuatannya bersiap untuk menyerang.


Orang dari perguruan wudang tidak berpanjang lebar langsung menyerang ke orang sekte tengkorak putih, pukulan beradu dengan suara keras. Orang dari sekte tengkorak putih mundur selangkah akibat benturan itu, namun orang dari perguruan wudang terpental jatuh muntah darah.


“Ayo siapa maju lagi” kata orang sekte tengkorak putih dengan sombongnya.


“Aku akan melawanmu”kata Li Bei sambil maju menyerangnya.


Kali ini  orang sekte tengkorak putih yang terpental hingga tulang tangannya remuk dan terluka dalam. Li Bei masih berdiri dengan baik tanpa mengalami luka.


“Saudara Li Bei telah bertambah kuat” sahut Shen Long mengacungkan jempolnya.


“Ah, Saudara Shen terlalu memujiku. Aku tentu masih kalah jauh dari saudara Shen” sahut Li Bei merendah. Sejak pertandingannya dengan Shen Long di arena bela diri, membuat Li Bei tidak lagi menyombongkan kekuatannya.


“Aku akan melawanmu” teriak orang dari sekte pelepas arwah menyerang ke arah Li Bei. Li Bei tidak banyak bergerak, dia tetap melawan musuhnya dengan beradu kekuatan pukulan.

__ADS_1


Orang dari sekte pelepas arwah juga menelan kekalahan terjungkal muntah darah. Li Bei masih berdiri dengan tangan menghormati ke arah kerumunan.


“Jika masih ada yang belum puas, aku mohon petunjuknya” kata Li Bei dengan nada merendah.


Tidak ada satupun yang berani maju untuk melawan Li Bei, lalu dia melirik ke arah Shen Long. “Saudara Shen, jika kamu mau berkultivasi, silahkan terlebih dahulu. Aku akan menunggu berikutnya” kata Li Bei menyerahkan haknya pada Shen Long untuk lebih dahulu berkultivasi.


Orang-orang di kerumunan tidak puas dengan kata-kata Li Bei menyerahkan hak nya pada Shen Long.


“Siapa dia? Mengapa harus dia yang lebih dulu berkultivasi?”


“Apa dia lebih kuat dariku?”


“Aku tidak setuju, dia belum tentu menang dariku”


Nada-nada tidak puas terdengar di antara kerumunan orang-orang.


“Aku setuju jika orang ini yang berkultivasi terlebih dahulu. Apa ada yang berani melawanku mewakilinya?” tiba-tiba datang seorang lagi yang menggunakan kerudung diantara kerumunan maju ke depan mereka.


Orang berkerudung itu lalu mengerahkan kekuatan nya, memancarkan energi yang sangat besar menekan ke arah penonton.


“Pangeran Gu” gumam Shen Long terkejut melihat laki-laki berkerudung itu.


“Adik Shen, aku mendukungmu untuk melakukan kultivasi terlebih dahulu” lanjutnya


Kali ini ada pangeran Gu dan Li Bei yang mendukung Shen Long untuk berkultivasi terlebih dulu membuat orang-orang dikerumunan terdiam.


“Memang siapakah orang ini? Mengapa dua orang kuat ini mendukungnya?” pikir salah seorang dari perguruan wudang.


“Saudara Li Bei, pangeran Gu. Terima kasih atas kesempatan yang kalian berikan. Aku tidak akan melupakan bantuan ini” sahut Shen Long menghormati mereka.


“Adik Shen, jangan terlalu sungkan. Silahkan terlebih dahulu” kata pangeran Gu.


“Saudara Shen, silahkan” sahut Li Bei berikutnya.


Dengan ringan Shen Long melompat ke tengah kolam, namun dia tidak langsung bermeditasi disana. Dia mengelilingi daratan itu melihat ke arah kolam darah.

__ADS_1


Orang-orang tidak sabar melihat tingkah Shen Long yang bukannya langsung bermeditasi namun malah mengelilingi tempat itu.


“Ayo cepatlah, kamu sudah diberikan waktu lebih dulu. Jangan membuang-buang waktu kami” teriak seseorang di kerumunan.


“Shen, apakah kamu merasakannya juga?” bisik Yan Luo padanya.


“Iya, aku merasa tempat ini bukanlah tempat yang cocok melakukan kultivasi.” kata  Shen Long dalam hatinya.


“Aku merasa sumbernya adalah pada kolam ini” kata Shen Long kembali.


Tiba-tiba Shen Long melompat ke dalam kolam darah membuat mata orang-orang terbelalak melihatnya.


“Apa yang dia lakukan?”


“Mengapa malah melompat ke dalam kolam?”


“Apa orang itu sudah gila?”


Pangen Gu dan Li Bei saling memandang, tidak tahu apa yang dilakukan oleh Shen Long. Kemudian mereka melompat ke daratan itu lalu mencari tempat dimana Shen Long terjun ke dalam kolam.


Sementara itu di dalam kolam darah, Shen Long merasakan energi terkuat berasal dari dasar kolam tersebut. Dia mengerahkan energinya untuk menutup pernafasan, membuatnya bisa bertahan lebih lama di dalam kolam.


Dengan menggunakan ilmu pemurnian serap jiwa, dia menyerap energi dari dasar kolam yang tiada habisnya memasuki nadi spiritualnya. Membuat air kolam bergolak dengan kuat.


Selama 30 menit di dalam kolam darah yang bergolak, orang-orang di sekitar kolam mulai bertanya-tanya apa yang terjadi padanya. Setelah nadi spiritual Shen Long terpenuhi, dia lalu terbang keluar dari dalam kolam dan melayang di udara.


“Selamat Shen, kamu telah menembus tingkatan dewa suci” bisik Yan Luo.


Orang-orang sekitarnya tercengang dengan pancaran energi dahsyat yang terpancar dari tubuh Shen Long. Mata mereka terbelalak tidak percaya, ternyata tempat berkultivasi yang mereka perebutkan bukan lah daratan itu melainkan di dalam kolam darah itu sendiri.


Semua orang disekitar kolam saling memandang, lalu mereka berhamburan terjun ke dalam kolam darah. Mereka yang memiliki kekuatan tinggi bisa melakukan kultivasi, namun mereka yang tidak memiliki kekuatan yang cukup ada yang tenggelam, ada yang keluar dari dalam kolam karena tidak kuat.


Li Bei dan pangeran Gu telah terlebih dahulu terjun meneruskan cara Shen Long berkultivasi. Namun kekuatan pangeran Gu lebih lemah, jadi dia hanya bisa melakukan peningkatan kultivasi lebih sedikit hingga tingkat manusia suci tahap awal. Sedangkan Li Bei yang lebih kuat mampu meningkatkan kekuatannya hingga manusia suci tahap menengah.


Sementara mereka berlomba-lomba berkultivasi di dalam kolam darah tersebut, Shen Long telah pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke menara pedang bersama A Lin.

__ADS_1


__ADS_2